
Tengah malam di kediaman Sean, Bella yang hamil muda tiba-tiba terbangun. Saat melihat jam menunjukkan pukul tiga pagi, dia mengerutkan kening karena perutnya lapar. Tidak biasanya dia bangun karena lapar, namun sekarang dia harus melakukannya karena kedua calon bayinya yang meminta.
Lebih anehnya lagi, dia hanya ingin makan nasi goreng buatan suaminya. Bella merasa tidak berdaya, ini keanehan yang pertama kali dia rasakan setelah kandungannya berusia lima Minggu.
" Sayang, aku ingin makan nasi goreng." Bella berusaha membangunkan suaminya yang tertidur pulas disampingnya.
Jika sebelum kehamilan istrinya, pria itu akan selalu memeluk istrinya ketika tidur. Namun, selama Bella hamil dia harus menjaga jarak meskipun itu berat. Dia tidak ingin sesuatu terjadi pada kandungan sang istri saat mereka tertidur.
" Sayang, bangun. aku ingin makan nasi goreng." Bella kembali membangunkan suaminya.
" Ada apa? Apa perutmu sakit?" Sean memberikan kecupan kening sang istri. meskipun dia masih mengantuk, namun dia harus tetap terjaga.
" Aku ingin makan nasi goreng, buatan mu." Sean membuka matanya lebar-lebar, lalu menatap kearah Bella.
" Baiklah, aku akan memasak untuk mu." Sean bangun dari tidurnya. Namun, saat Sean akan turun dari tempat tidur, Bella menarik tangan nya.
" Aku ingin ikut."
" Di sana dingin, sayang. Tetap di sini, aku akan membawanya kekamar."
" Tidak, aku ingin ikut."
Tidak tega menolak permintaan Bella. Sean hanya bisa mengikuti permintaan sang istri.
" Baiklah."
" Gendong aku." Bella sudah melebarkan kedua tangannya seperti anak kecil yang meminta di gendong oleh kedua orangtuanya.
Tentu saja, Sean tidak keberatan. Bahkan dia sangat gemas pada melakukan sang istri.
" Istri ku sangat manja." Sean memberikan kecupan di wajah sang istri Setelah mengangkat tubuh istrinya.
__ADS_1
" Tentu saja tidak, aku suka memanjakan mu."
Keduanya langsung pergi kedapur. Tidak ada satu orangpun pun pelayan yang melihatnya karena ini masih sangat pagi.
Sesampainya di dapur Sean meletakkan Bella diatas meja, lalu memulai acara memasaknya. Sebenarnya, Bella juga tidak yakin dengan hasil masakan sang suami mengingat dia tidak pernah mendengar bahwa pria itu pernah memasak. Namun, dia berjanji akan tetap memakan masakan sang suami meskipun itu tidak enak.
Melihat postur tubuh suaminya dari belakang mengunakan kaos berwarna abu-abu serta celana pendek. Bella merasa itu pemandangan yang sangat menyenangkan, ditambah lagi rambut sang suami yang acak-acakan akibat baru bangun tidur. Rasanya Bella ingin merapikannya.
Suasana dapur menjadi hidup, beberapa kali Bella bertanya tentang pekerjaan suaminya. Mengingat tadi malam mereka cepat tidur, terkadang Sean memberikan kata-kata manis pada Bella dan itu membuat Bella semakin jatuh cinta pada sang suami.
Akhirnya, nasi goreng buatan Sean selesai. Aromanya membuat Bella semakin lapar, bahkan beberapa kali dia menelan ludahnya.
" Silahkan makan yang mulia ratu ku." Sean berdiri didepan Bella yang masih setia duduk diatas meja.
" Bantu aku makan."
" Sesuai keinginan ratu ku." Dengan sabar Sean membantu istrinya makan.
" Ini sangat enak, aku tidak menduga jika raja ku bisa memasak dan masakannya jauh lebih enak dari buatan koki di rumah."
" Apa kau senang saat mengetahui bahwa suamimu memilki keahlian tersembunyi?"
" Ya, dan hanya aku yang bisa memakan masakan suami ku. Tidak ada perempuan lain selain ibu mertua yang boleh."
" Baiklah, aku berjanji akan memasak hanya untuk mu."
Setelah selesai makan, Sean kembali membawa Bella ke kamar. Bella merasa beruntung bisa menikahi pria seperti Sean. suami ya sangat memanjakannya, hingga Bella merasa yakin bahwa dia tidak akan bisa hidup tanpa pria itu.
Sesampainya di kamar Bella kembali mengganggu suaminya.
" Aku tidak bisa tidur."
__ADS_1
mendengar ucapan istrinya, Sean sebisa mungkin membantu Bella dan cara yang dia gunakan cukup efektif.
Tangannya mengusap perut sang istri di balik pakaian istrinya. Jadi, tangannya masuk kedalam pakaian tidur istrinya. Lalu menyentuh kulit lembut sang istri.
" Apa sudah merasa baik?" Setelah mengusap beberapa menit, Sean bertanya pada sang istri. Namun sayang, Bella tidak menjawab karena sudah tertidur.
Sean yang melihat hal tersebut hanya tersenyum kecil. Lalu memberikan kecupan ringan di bibir mungil istrinya dan ikut menutup matanya. Kini dia tidak menjauh, hanya dibatasi oleh bantal agar tubuhnya yang berat tidak menimpa perut Bella.
***
Jordan yang tidak bisa menutup matanya, memutuskan keluar dari kamar dan mencari udara segar.
Namun, langkah kakinya harus terhenti ketika melihat dua pria berpakaian hitam yang bersembunyi di balik pilar dekat kamar Naura.
Semenjak Chelsea jatuh sakit, Jordan memaksa untuk membawa Naura kekediaman William. Meskipun awalnya Brian dan yang lainnya tidak mengizinkan, namun setelah di bantu oleh Naura untuk memberikan penjelasan, akhirnya semuanya mengizinkan.
Meskipun begitu, Naura tidak ingin satu kamar dengan Jordan. Lebih tepatnya dia memberikan suatu pernyataan bahwa mereka harus mengucapkan janji suci kembali jika mereka ingin hidup sebagai suami istri.
Tentu saja itu tidak memberatkan Jordan. Hanya saja, dia harus mendapatkan maaf dari keempat anaknya sebelum melakukannya.
Merasa bahwa ada sesuatu yang sangat terjadi. Jordan langsung mengambil tongkat kayu yang ada di dekatnya, lalu menghampiri kedua pria berpakaian hitam yang sudah berdiri didepan pintu kamar Naura.
Tanpa memberikan kesempatan, Jordan langsung memukuli kedua pria tersebut secara membabi buta. Suara teriakan kesakitan terdengar dan langsung membangunkan para pelayan termasuk Naura yang ada didalam kamar.
Sayangnya, tindakan Jordan tidak bisa melindunginya ketika salah satu pria tersebut memberikan tembakan yang mengenai bagian perutnya.
Saat dia kan terjatuh, dan tembakan kedua akan mengenai kepalanya. Naura yang sudah membuka pintu langsung mendorong pria yang membelakanginya.
Para pelayan dan penjaga yang mendekat suara ribut langsung menghampiri. salah satu dari mereka yang memiliki keberanian langsung menyerang dan memberikan pukulan pada tamu yang tak di undang yang sudah melukai tuan mereka.
" Bawa tuan kalian ke rumah sakit, dan segera hubungi polisi!" Naura khawatir sesuatu yang buruk akan terjadi pada Jordan.
__ADS_1
Para pelayan wanita mengikuti perintah Naura. Sedangkan para penjaga menangkap kedua pria yang sudah lemah akibat pukulan Jordan dan mereka.
Malam ini keluarga William mengalami hal yang sangat mencekam. Naura sangat panik saat melihat pakaian Jordan dipenuhi oleh darah. Dia memutuskan untuk ikut kerumah sakit dan tidak ingin menghubungi anak-anaknya karena dia tidak ingin mengganggu mereka. Naura yakin dia pasti bisa menangani hal ini.