
" Halo, ayah. Tolong siapkan jet pribadi. Aku akan menggunakannya untuk pergi ke Negara A."
" Ada apa, nak? Apa sesuatu terjadi?"
" Ya, calon menantu ayah sedang dalam kondisi kritis dan hanya aku yang bisa membantunya. Jadi, ku mohon bantu aku kali ini, ayah. Dalam satu jam aku harus sampai disana."
" Baik, jangan khawatir. Ayah akan membantu mu."
Mengingat perjalanan yang di lakukan merupakan perjalanan antar Negara. Tuan Li Changyi mengerahkan semua kekuatannya untuk memperlancar perjalan sang putra hingga meminta bantuan dari salah satu temannya yang berada di Negara A yang memili identitas resmi di pemerintahan.
Setelah bertahun-tahun menikmati status tuan muda kaya raya yang hanya menggunakan kapal pesiar untuk berkeliling negara. Kini Li Wei memutuskan melakukan perjalanan dengan jet pribadi.
***
Ketika Li Wei sedang dalam perjalanan. Keluarga Chelsea mulai berdatangan kerumah sakit swasta milik Bella , di mulai dari Brian dengan keluarga kecilnya lalu Mark hingga kedua orangtua mereka.
Sebenarnya Bella, sedikit berkonflik dengan ibunya yang milih datang bersama dengan ayah mereka ke rumah sakit.
" Bagaimana dengan keadaan Chelsea." Brian sangat khawatir, belum lagi dia tidak tahu kenapa tiba-tiba Chelsea dilarikan kerumah sakit.
Naura yang ingin berbicara jadi berhenti. Tiba-tiba dia merasa malu pada dirinya sendiri. Kondisinya yang sangat buruk, lalu kedua putrinya tidak jauh berbeda dari dirinya. Meskipun Bella memilki pendukung yang kuat sekarang. Namun dia merasa bahwa terjadi banyak sesuatu hal buruk yang terjadi pada Chelsea, mengingat betapa dinginnya sang putri setiap kali mereka berpapasan. Naura merasa sangat tidak berguna sebagai seorang ibu.
" Kenapa pakaikan Kakak ada darah? Apa kakak terluka juga?"
" Aku baik-baik saja, ini darah kak Chelsea. Dan kondisinya membuat ku tidak bisa melakukan apapun selain menunggu kedatangan guru ku."
__ADS_1
Semua orang tertidur masing-masing sibuk dengan pikirannya. Jordan menjadi patung, suaranya tidak diperlukan karena semua yang terjadi karena sifat brengseknya. Andai saja dia tidak mudah tergoda, dan dapat mengenali sang istri. Mungkin sekarang keluarganya sudah tertawa bahagia dan tidak ada konflik yang terjadi, lalu dia bisa menikmati hari masa tua bersama sang istri.
" Nak, istirahatlah. Wajah mu sangat pucat, biar kami yang menjaga Chelsea." Naura mengangkat bicara setelah beberapa menit dalam suasana canggung.
" Aku baik-baik saja, Bu. setelah guru tiba, dia pasti membutuhkanku. Jika aku pergi jauh, maka banyak waktu yang akan terbuang sia-sia."
" Kami akan memanggil mu. Setidaknya Chelsea tidak akan marah jika dia bangun. Dia pasti sedih jika tahu adik perempuan sakit karena kondisinya." Jawab sang ibu.
Sedangkan Sean yang sejak tadi terdiam. Hanya bisa memaksa sang istri, duduk didepan ruang IGD. Bukannya dia tidak bisa memaksa sang istri untuk istirahat, namun dia tahu bahwa sang istri sangat keras kepala.
Sebenarnya, Bella sangat lelah dan tidak tahan dengan bau rumah sakit. Namun dia harus bertahan karena sang kakak pasti membutuhkannya.
Naura yang merasa bahwa sang putri tidak berniat pergi. Dia hanya bisa terdiam, dia tidak bisa memaksa atau bersikap seolah-olah dia bersikap seperti seorang ibu yang cerewet. Mereka baru saja bertemu dan dia tidak berhak melakukan hal seperti itu.
***
Setibanya di rumah sakit, langkahnya semakin cepat. Dia tidak bisa membuang waktu lebih banyak lagi, semua barang yang dibutuhkan telah di bawa oleh para bawahannya yang ikut melangkah seperti tuannya.
Bella yang mulai melamar langsung berdiri saat melihat kedatangan sang guru. Seolah sudah paham, keduanya langsung masuk keruang IGD dan semua orang hanya bisa terdiam termasuk Sean yang mulai merasa sedih karena sang istri mengabaikannya.
" Tolong rebus bahan-bahan ini, dan bawa kesini untuk di jadikan ramuan mandi Chelsea." Ucap Li Wei pada Bella, karena dia tahu Bella tidak bisa membantunya menggunakan jarum. Maka Li Wei hanya bisa meminta Bella untuk menangani masalah ramuan.
" Baik, guru."
Pekerjaan keduanya sangat cepat. Orang-orang yang diminta Bella untuk merebus bahan ramuan pun tidak bisa bernapas panjang. Mereka takut pada kegarangan Bella pemilik rumah sakit.
__ADS_1
kondisi Li Wei tidak jauh berbeda dari orang-orang Bella. keringatnya bercucuran, untung Bella menyiapkan handuk kecil sehingga sang guru tidak perlu melakukan pekerjaan ekstra seperti menghapus keringat yang bisa mengganggu konsentrasinya.
Setengah jam berlalu, akhirnya jarum di cabut dan darah hitam yang tadi Bella lihat. Kini dia lihat lagi namun darah itu keluar dari tempat-tempat di mana Li Wei melakukan akupuntur. Melihat hal tersebut Bella bergidik ngeri.
" Siapkan air mandinya."
" Baik, guru."
Karena ruang IGD tidak memiliki fasilitas untuk tempat berendam, kini Bella memutuskan membawa Chelsea keruang kerjanya yang memilki banyak fasilitas sehingga pengobatan perendaman tubuh Chelsea tidak akan menjadi masalah.
Sean yang paham dengan hal tersebut segera meminta para pengawalnya untuk membantu para staf rumah sakit membawa ramuan obat yang diperlukan Bella.
Setelah Bella menyiapkan air mandi untuk Chelsea. Kini Li Wei yang membawa Chelsea dan meletakkan tubuh wanita itu kedalam bak mandi besar yang berisi ramuan obat. Lalu dia keluar dari kamar mandi dan mengintruksikan semua yang harus Bella lakukan pada Chelsea.
" Lepaskan pakaiannya dan jaga agar tubuhnya tidak tenggelam. Masuklah, dan tutup pintunya." Setelah memberikan arahan pada Bella Li Wei hanya bisa menunggu dari luar.
" Baik, guru."
Kini Bella masuk kekamar mandi dan melepaskan pakaian sang kakak, lalu dia menunggunya agar tidak tenggelam.
Air yang awalnya terlihat normal, seperti air pada umumnya yang telah dicampur dengan ramuan. Kini berubah menjadi hitam dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Li Wei yang mencium bau tidak sedap itu langsung meminta Bella untuk menarik tubuh Chelsea keluar dari bak mandi dan memintanya menutupinya dengan handuk. Li Wei masih sangat menghargai Chelsea.
" Aku sudah melakukannya, guru?" Bella mesra sudah mengerahkan semua kekurangan, dan kali ini dia merasa bahwa tubuhnya tidak bisa dipaksa lebih jauh.
__ADS_1
Li Wei segera masuk dan menggendong tubuh Chelsea. Sedangkan Bella yang sudah kehilangan keseimbangan menyandarkan tubuhnya di dinding tembok kamar mandi. dia tidak tahu apakah dia sedang berhalusinasi, namun wajah khawatir sang suami masih jelas dia lihat sebelum matanya tertutup rapat. Setelah itu Bella tidak tahu apa yang terjadi pada sekitarnya.
Sean yang sejak tadi berada di ruangan kerja sang istri melihat Li Wei membawa Chelsea keluar dari kamar mandi. Namun, dia tidak mendapati sang istri keluar bersama Li Wei. Akhirnya dia memutuskan segera masuk kedalam kamar mandi. Beruntung dia cepat masuk, seandainya dia terlambat beberapa menit. Mungkin sang istri akan terluka akibat jatuh kelantai Karena pingsan.