
Hari wisuda Bella, sudah tiba. Nyonya Rosalina sangat antusias, dia bahkan membuat suaminya tidak bisa berkata-kata saat melihatnya.
Tentu saja, Bella sangat senang ketika tahu kalau ibu mertuanya sangat menantikan hari ini. Mengingat keluarganya dulu yang sangat kejam. Jangankan hadir dalam acara wisuda. Saat mengetahui Bella kuliah saja sudah membuat keluarga Glover sangat marah.
Sean tidak kalah jauh dari ibunya. Dia yang sangat bangga pada istrinya, memberikan hadiah istimewa berupa satu set perhiasan berlian merah muda yang tampak sederhana namun berkualitas tinggi pada istrinya.
Saat sampai di universitas tempat Bella kuliah. Mereka langsung menuju ke gedung yang disiapkan pihak universitas untuk acara wisuda mahasiswanya. Tuan Julian, Sean, dan Adrian mulai penasaran dengan gelar yang akan di dapatkan Bella.
Para peserta wisuda, sudah berumur diatas dua puluh limaan. Bukan seperti acara wisuda pada umumnya, yang digelar untuk acara wisuda program S1.
Hanya nyonya Rosalina yang tidak tahu apa-apa, menganggap semuanya sama. Meskipun begitu, ketiga pria itu tidak berniat memberitahu nyonya Rosalina. Karena mereka yakin kalau Bella sengaja melakukannya. Dan ini pasti kejutan yang tidak terduga.
Anehnya mereka tidak merasakan kehadiran reporter. Mungkin karena pihak sekolah yang sengaja menyembunyikan acara wisuda ini, karena permintaan Bella. Sampai sekarang Bella tidak ingin terekspos ke media sosial.
Saat semua para tamu dan peserta wisuda sudah berdatangan. Acara akhirnya di mulai.
Setiap rangkaian acara terlewatkan, dan nama Bella belum terdengar. Hingga di penghujung acara, kepala universitas berdiri di podium. Membuat semua orang bertanya-tanya, apa yang pria itu lakukan.
" Kalian pasti bertanya-tanya, kenapa saya berdiri disini. Sementara acara sudah selesai."
Semua orang menyetujuinya dalam diam.
" Hari ini, kita semua akan menyaksikan sejarah baru yang tidak pernah terjadi di dalam universitas selama saya menjabat sebagai kepala universitas. Kalian harus tahu kalau dia adalah wanita muda yang bahkan umurnya masih dikatakan setara dengan mahasiswa yang program S1."
Mendengar ucapan kepala universitas, Sean sudah curiga kalau yang dimaksud wanita muda adalah istrinya.
__ADS_1
" Tidak pelu menunggu lama. Mari kita panggil. Isabella Anderson, mahasiswa program S2 dengan jurusan kedokteran sekaligus pemilik klinik IB Medical Center."
Tepuk tangan semua orang menggema di dalam ruangan. Sedangkan Bella keluar dari persembunyiannya, dia memberikan senyum langka untuk orang yang sering melihat wajah dinginnya. Namun, tidak dengan keluarga Anderson.
Nyonya Rosalina menutup mulutnya karena terkejut, dia tidak menyangka kalau menantunya semenakjubkan itu hingga dirinya tidak bisa berkata-kata.
Bahkan Sean, Adrian dan tuan Julian yang sudah curiga sejak awal ikut tercengang. Sehebat itu kah Bella, di umur 22 tahun dia sudah mendapatkan dua gelar dan memiliki klinik paling terkenal di ibu kota.
" Terimakasih atas sambutan anda, pak. Ini semua berkat kalian juga yang bersedia membantuku sampa ke titik ini. Mungkin tahun sebelumnya aku hanya berterimakasih pada pihak universitas. Namun, tahun ini aku ingin menyebut empat nama dan ingin mengucapkan banyak terimakasih pada mereka."
Sebagian orang tidak tahu kalau Bella sudah menikah dengan Sean. Dan bertanya-tanya kenapa keluarga Anderson hadir dalam acara ini. Namun, sekarang mereka sudah paham dengan hal ini.
" Terimakasih untuk ibu mertuaku, dia wanita pertama yang tidak pernah memandang rendah diriku. Terimakasih untuk ayah mertuaku, meskipun dia selalu memasang wajah dingin, tapi dia selalu berdiri di belakangku ketika aku kesulitan." Bella tidak berbohong atau melebih-lebihkan.
" Dan terimakasih, untuk adik ipar ku. Dia tidak pernah membiarkan ku merasa buruk. Bahkan pertama kali aku masuk dalam keluarga Anderson, dia membuat ku merasa dihargai." Bella masih mengingat, saat hari pernikahannya keluarga Glover ingin mempermalukan Bella di depan umum, tetapi Adrian tidak membiarkan mereka berhasil bahkan satu langkah pun.
" Lalu, ini terimakasih paling khusus untuk suaminya. Dia dia pri hebat, pria yang sangat menghargai wanita dan sangat hangat. Dia mendukung ku dan tidak pernah berusaha membatasi atau pencari tahu kehidupan kecilku." Semua orang yang mendengar ucapan Bella yang mengenal Sean, menolak percaya dengan perkataan Bella.
Tidak ada satu orangpun yang tidak tahu betapa kejamnya Sean pada musuh-musuhnya dan wanita-wanita yang berani mengusiknya.
" Mungkin itu, hanya berlaku pada mu." kata salah satu tamu dan di setujui dengan yang lainnya yang mendengar ucapan tamu tersebut.
Sekarang tatapan Bella mengarah pada meja keluarga Anderson.
" Maaf, aku tidak pernah memberitahu kalian tentang hal ini. Aku sengaja melakukannya karena ingin menjadikan momen ini sebagai kejutan. Semoga kalian tidak marah padaku." Tentu saja, mereka tidak marah. Bahkan semua terkejut melihat kecerdasan Bella yang diluar dugaannya.
__ADS_1
Setelah selesai berbicara, ketika Bella akan turun dari podium. Pria berusia 55 tahun meminta semua para tamu, untuk diam dari tempat masing-masing.
" Hari ini, aku juga akan memberi tahu kalian. Rahasia kecil dari murid kesayangan yang selalu aku anggap sebagai anak perempuan ku tapi dia menolaknya secara mentah-mentah." Pria itu adalah Dosen yang membantu Bella dari awal perkuliahan hingga dia bisa mencapai program S2.
" Dia pernah mewakili negara sebagai peserta ice skating di negara W. setiap tahu menjuarai, dan beberapa kali negara memberi penawaran bagus untuknya. Menjadi atlet sekaligus bekerja di laboratorium negara. Namun, dia menolak semua hal itu, dan memilih fokus pada klinik kecilnya yang sekarang sudah terkenal. Bahkan aku harus membuat janji satu bulan sebelum pemeriksaan, akibat kehebatan tangan kecil putriku."
Semua orang mulai terpana. Mereka berpikir apakah itu bisa terjadi padahal usia wanita itu masih sangat muda.
" Mungkin kalian berpikir kalau aku berbicara asal dan membual, Tapi wanita muda di sebelah ku memang wanita hebat. Dan aku mengucapkan selamat pada pria yang bernama Sean karena berhasil membuat muridku yang anti romansa dan tergila-gila dengan uang menjadi istrinya."
Tidak ada satu orangpun yang mengenal Bella tidak tahu kalau dia terobsesi menjadi orang kaya dan sukses.
" Kau terlalu melebih-lebihkan, pak." Bella merasa malu dengan perbuatan Dosennya.
" Agar semua orang yang pernah menghinamu merasa malu. terutama keluarga itu, yang menyia-nyiakan berlian demi sebuah imitasi." Bella tahu siapa yang Dosennya maksud.
" Bukankah anda mengajarkan saya, untuk tidak mendengarkan suara berisik bebek menjengkelkan itu."
" Tapi, ada saatnya kau harus membuat mulut-mulut bebek itu berhenti bersuara."
" Aku sudah melakukannya." Bella hanya bisa menghela nafas karena sikap kekanak-kanakan Dosennya.
" Masih kurang, seharusnya kau mendengar nasehatku untuk pamer."
Maka jadilah kedua orang yang beda usia itu berdebat di depan semua orang. Namun, perdebatan mereka cukup lucu.
__ADS_1