
" Apa kau tidak lelah? Aku bahkan merasa jijik setiap kali mengingat bahwa kau bagian dari keluarga ini."
" Cukup! Kau sudah sangat keterlaluan, Brian. Dia adalah adik perempuan mu, bagaimana pun kesalahannya. Kau harusnya bisa memaafkannya, dan uang bukan segalanya. Keluarga adalah perioritas utama." Tuan William merasa kesal pada perkataan Brian yang menatap rendah adiknya.
" Ya, teruskan. Aku hanya akan menunggu waktu untuk melihat kehancuran keluarga William ditangan putri kesayangan kalian." Brian sudah mati rasa pada keluarganya, dia tidak peduli lagi pada apapun. Bahkan jika perusahaan hancur, Brian akan menutup mata dan telinganya.
" Kenapa kakak begitu sangat membenci ku? Apa kesalahanku hingga kakak selalu menghinaku seolah-olah kita bukan saudara kandung?"
" Apa kau benar-benar lupa apa yang sudah kau lakukan enam tahun yang lalu? atau kau pura-pura tidak ingat sehingga bisa menarik perhatian ayah dan ibu.
Wajah Amanda semakin memucat, dia tidak menyangka kalau kakak laki-lakinya tahu perbuatannya di masa lalu.
Kini Amanda tahu, apa pemicu kebencian kakaknya. Namun, tidak juga merasa bersalah. Bahkan menyalahkan Brenda yang mengadu.
" Kakak ipar pasti salah paham, aku tidak ada kaitannya dengan kejadian itu."
" Kejadian apa? Aku bahkan belum memberitahu tapi kau sepertinya tidak sabar untuk mengungkapkannya pada ayah dan ibu, jika kau sengaja membayar gangster untuk menodai istri ku di hari pernikahan kami. Sama halnya dengan rencana licik mu yang ingin menyingkirkan adik perempuan ku."
Tuan William terlihat sangat kecewa pada kekejaman Amanda. Dia tidak menyangka kalau putrinya sendiri bahkan tega melakukan hal sedemikian rupa. Namun, tidak berniat menegur karena merasa bahwa itu adalah kesalahannya yang terlalu memanjakan putrinya.
Tangis Amanda pecah, dia bersujud dihadapan Brian. Jangan sampai ayah dan ibunya ikut membencinya. Dia tidak akan bisa hidup kalau hal itu bisa terjadi.
" Maafkan aku, kak. Aku masih muda dan tidak bisa menerima kenyataan kalau kakak tidak akan menjadi milikku seutuhnya." Amanda akhirnya mengakui perbuatannya. Meskipun tujuannya untuk menarik simpati kedua orangtuanya.
Meskipun Amanda bersujud di hadapan Brian. Baginya itu tidak sebanding, mengingat bagaimana wanita itu hampir membunuh adik perempuan dan adik laki-lakinya.dia segera marah.
Suara benturan terdengar keras, kedua mata tuan dan nyonya William menyala tidak percaya dengan kekejaman Brian.
Pria itu, menendang Amanda cukup kuat. Membuat kepalanya membentur sudut meja hingga darah mulai keluar dari keningnya.
" Brian! Kau keterlaluan." Nyonya William menghampiri Amanda. Dia panik ketika melihat wajah putrinya kesakitan.
" Dia adik mu, bagaimana bisa melukainya? Apa kau tidak kasihan melihat dia kesakitan? Kau benar-benar mengecewakan ayah."
" Itu belum seberapa, dibandingkan perbuatannya yang hampir membunuh kedua adikku. seharusnya aku bertanya pada kalian. Apa kalian pernah kasihan melihat kondisi Mark yang sangat mengerikan dan kehidupan Bella yang sebelum mengenal Sean? Dimana hari nurani kalian? Hanya karena ramalan dan pengaruh buruk dari wanita pembawa sial ini. Kalian mengabaikan tiga darah daging kalian sendiri. Aku benar-benar membenci kalian."
" Cukup Brian!!!" Nyonya William tidak tahan lagi dan membentak putranya dengan keras. Membuat Amanda tersenyum bahagia, sedangkan tuan William tidak menyukainya.
" Jangan bentak putraku! Aku bahkan tidak pernah melakukannya, tapi kau berani melakukannya." Kini nyonya William merasa bersalah atas tindakannya.
Tidak ingin ibunya terpengaruh, Amanda sengaja mengeraskan suara kesakitannya.
" Teruslah membuat drama. Aku akan melihat bagaimana akhir kisah dari nona pembawa sial yang suka memainkan drama yang menjijikkan." Lalu, dia meninggalkan keluarga William. Jika dia tinggal terus disana, mungkin dia akan membunuh Amanda.
***
__ADS_1
" Hancurkan keluarga Parker sekarang juga."
" Baik, Tuan."
Jhon melakukan tugasnya. Dalam waktu 30 menit, semua scandal dan kejahatan keluarga Parker terungkap ke publik. Bahkan tidak ada satupun yang bisa menghapus postingan tersebut.
Hari ini, keluarga Parker ditakdirkan untuk berakhir ditangan Sean.
Brian yang awalnya ingin melakukan hal yang sama. Terpana ketika melihat kecepatan Sean menghancurkan keluarga Parker.
Jika itu dia, mungkin waktunya tidak secepat itu. Butuh satu hari satu malam agar keluarga Parker hancur.
Setelah mengetahui, jika Sean yang lebih dulu menghancurkan keluarga Parker. Dia mendatangi perusahaan Sean.
" Katakan pada Sean bahwa aku ingin bertemu dengannya." selain masalah keluarga Parker, dia juga ingin memberitahu tentang identitas Bella.
Asisten Sean langsung masuk keruangan CEO nya, untuk memberitahu keinginan tuan Brian.
" Bos, tuan Brian ingin bertemu dengan anda."
" Biarkan, dia masuk."
Tidak lama, Brian masuk bersama sekretarisnya.
" Duduklah dimana kau suka." Sean terlihat acuh pada Brian. Dan itu membuat Brian ingin memukul karena tidak sopan, meskipun dia belum tahu hubungan mereka yang sebenarnya. Setidaknya Sean harus menghormatinya sebab dia lebih tua darinya.
" Aku melakukannya hanya untuk istri ku. Aku tidak suka dia di ganggu oleh orang-orang yang tidak relevan seperti mereka."
" Kau benar, aku juga ingin menyampaikan terimakasih ku pada Bella. Tanpa dia, mungkin adikku sudah tidak ada di dunia ini lagi."
" Akan aku sampaikan."
Ruangan terasa dingin dan membuat Brian canggung.
" Bisakah kau memberikan rasa hormat pada ku?"
" Apa itu penting?"
" Tentu saja, kau pun harus memanggilku kakak."
" Kakak? Bukankah kakak ipar."
" Iya, panggil aku kakak ipar." seketika Brian senang karena Sean mengetahui hubungannya dengan Bella. " Apa kau sudah tahu?"
" Apa aku terlihat sebuta itu?"
__ADS_1
" Tapi, dari mana kau bisa mengetahuinya?"
" Seluruh Dokter di ibukota harus memberitahuku jika ada sesuatu yang berkaitan dengan istri ku. Jadi, bukankah wajar jika aku mengetahui kebenaran bahwa kau kakak laki-laki istri ku sekaligus kakak ipar ku."
" Aku benar-benar menganggap remeh dirimu." Brian merasa tidak berdaya dengan kekuatan Sean yang sangat luar biasa.
Bisa-bisanya dia melupakan pengaruh Sean di Negara mereka.
" Jadi, apa kau akan mengakui bahwa aku kakak ipar mu?"
" Tergantung bagaimana istri ku menganggap mu. Lagi pula, dia tidak peduli pada identitas aslinya."
" Dia sudah tahu kalau dia bukan anak perempuan keluarga Glover?"
" Iya, dan dia tidak pernah berusaha mencari keluarga kandungnya. Lagi pula, jika itu aku. Aku pun tidak akan pernah mau menganggap keluarga William sebagai keluarga asliku."
" Kau benar, keluarga kami terlalu kejam dan aku gagal melindungi adik perempuan ku."
" Maka, lupakan tentang memberitahu istriku jika dia adik perempuan mu."
" Tidak bisa, aku sudah lama mencarinya dan setelah aku tahu keberadaannya. Aku ingin menebus waktu yang sudah lama terbuang sia-sia."
" Dia tidak membutuhkan kalian lagi, aku dan keluarga ku sudah cukup baginya. Lagi pula, adik perempuan mu sudah membuat ku semakin membenci keluarga william."
" Dia buka adik perempuan ku, dan aku tidak lagi bagian dari keluarga William."
" seolah-olah aku akan mempercayai mu."
" Percayalah, aku sudah tidak ada hubungan apapun pada mereka."
" Aku tidak peduli."
" Tolong jangan seperti itu. Biarkan aku melanjutkan tugasku sebagai kakak laki-laki untuk Bella. Hal yang sudah lama terhenti."
" Aku tidak yakin kalau dia akan menerima mu. Mengingat dia sangat tidak peduli dengan identitas aslinya, makanya sebaiknya kau mundur. Dia sudah lama menderita, jika dia tahu kebenarannya, maka hatinya akan terluka kembali. Aku tidak ingin itu terjadi pada istri ku."
" Tidak akan, aku berjanji bahwa Bella tidak akan terluka atau sedih. Jadi, berikan aku kesempatan."
Sean sedikit kasihan pada Brian. Bagaimanapun semua yang sudah terjadi, tidak ada sangkut pautnya dengan Brian.
" Baik, kali ini aku mengizinkanmu. Tapi jika istri ku terluka dan itu ulah mu. Maka, jangan berharap kau bisa menemui istri ku lagi."
" Aku berjanji, terimakasih."
" Hmm." bagaimanapun Sean tidak ingin bersikap egois. Jika istrinya bisa menerima Brian, maka dia juga akan melakukan hal yang sama.
__ADS_1
Kebahagiaan Bella adalah perioritas utama Sean.