Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Sudah Sadar


__ADS_3

" Dimana semua orang?" Tanya Chelsea pada Li Wei.


Sedangkan Li Wei yang baru saja selesai memeriksa dan memastikan kondisi Chelsea baik-baik saja, dia memutuskan duduk kembali.


" Kakak dan adik laki-laki mu akan segera tiba. Mereka kembali tadi pagi karena ada sesuatu yang mereka urus. Sedangkan ayah dan ibu mu berada di dapur, sedang menyiapkan makan malam untuk semua orang." Chelsea terkejut saat tahu bahwa Bella dan yang lainnya mengizinkan Jordan ikut bergabung bersama mereka, meskipun mereka mengabaikannya.


" Lalu, Bella? Apa dia baik-baik saja?" Chelsea merasa khawatir pada Bella karena Li Wei tidak menyebut nama namanya. Dia takut jika adik perempuannya akan menyalahkan dirinya atau sedang sakit akibat kondisinya. " Apa dia marah karena aku tidak memberitahunya tentang penyakit ku?" Ini juga yang di takutkan oleh Chelsea, dia tidak ingin di benci oleh adik perempuannya.


" Tidak, mana mungkin dia bisa membenci kakaknya. Sean menahan Bella di rumah, bukan karena tidak mengizinkannya merawat mu. Tetapi dia sedang hamil anak kembar, sehingga semua orang takut jika Bella kelelahan lalu berakibat buruk pada kandungannya. Kau tahu sendiri ini kehamilan pertamanya, apalagi anak kembar sedikit berisiko pada wanita sepertinya."


Chelsea paham apa maksud dari ucapan terakhir Li Wei, mengingat kehidupan Bella dimasa lalu membuat semua orang mengkhawatirkannya.


" Aku akan menjadi seorang bibi." Chelsea senang mendengar kehamilan adik perempuannya.


Li Wei hanya tersenyum sebagai tanggapan. Dia juga berharap bisa mengikuti jejak Sean, karena semakin banyak dia menghabiskan waktu dengan Chelsea. Semakin banyak dia tahu tentang perjalanan Chelsea sebelum menemukan adik perempuannya. Perasaan jatuh cinta sekaligus ingin melindungi semakin kuat. Li Wei ingin menjadi satu-satunya tempat Chelsea berkeluh kesah dan rumah untuknya pulang.


***


" Aku masih lapar." Ini sudah piring kedua, dan Bella masih saja belum berhenti makan.


semenjak kehamilannya, Bella semakin suka makan. Bahkan kandungannya sudah mulai kelihatan, jauh berbeda dari kandungan normal yang hanya memiliki satu janin.


Sean tidak mempermasalahkannya, dia akan memberikan apa yang diminta istrinya selama itu masih dalam izin Dokter.

__ADS_1


Saat sibuk menemani sang istri makan. Robby yang sudah lama tidak terlihat tiba-tiba muncul. Bella yang melihat Robby, berhenti makan.


" Kemana saja kau selama ini? Aku bahkan tidak bisa menemukanmu di manapun." Bella sedikit kesal pada Robby, baginya Robby merupakan pengawal yang tepat untuknya karena dia tidak suka mengadu pada Sean serta bisa diajak kerja sama.


Robby yang mendengar ucapan Bella hanya tersenyum malu, ketika mengetahui bahwa kekuatannya masih belum cukup untuk melindungi sang Nyonya. Ditambah pengalamannya beberapa bulan yang lalu, saat ikut bertarung dengan Bella dan kelompok lain. Robby memutuskan kembali ke pangkalan untuk melatih skill bertarungnya agar di masa depan Sean kembali mempercayainya untuk menjadi pengawal Bella.


Bagi Robby dan kelompoknya, Bella merupakan tuan yang baik. Tidak pernah memandang remeh meskipun mereka tidak terlalu kuat, dan selalu menghargai setiap pekerjaan mereka. Jadi, agar mereka bisa kembali menjadi pengawal sang nyonya, mereka kembali ke pangkalan untuk berlatih lebih keras.


Lalu, saat mereka tahu bahwa mereka akan memiliki tuan kecil. Mereka memutuskan kembali ke kediaman sang tuan.


" Saya dan kelompok ku, kembali ke pangkalan untuk melatih skill bertarung kami, Nyonya. Dan saat kami tahu bahwa kami akan memili tuan muda baru, kami memutuskan segera kembali."


Sean merasa cukup senang kepada para bawahannya. Mereka tidak pernah menganggap remaja sang istri, dan selalu menjaga istrinya tanpa dia perintah sekalipun.


Akhir-akhir ini dia mulai merasa aneh pada kandungannya. Jika biasanya akan ada gejala morning sickness yang selalu di alami oleh kebanyakan ibu hamil. Maka, Bella berbeda. dia lebih suka melakukan hal-hal yang ekstrim seperti memanjat pohon, melakukan latihan tembak, melatih skill bertarungnya, dan yang terakhir dia akan berubah menjadi orang yang pemalas.


Jika biasanya dia tidak pernah lupa mandi dalam dua kali dalam sehari. Maka sekarang, jika bukan Sean yang sabar membantu istrinya mandi. Mungkin Bella tidak akan mandi dan hanya masuk ke kamar mandi jika dia memerlukan toilet.


Awalnya Bella sedikit khawatir, itu tidak seperti ibu hamil pada umumnya. Namun, ketika dia bertanya pada Rosalina dan Naura. Kedua wanita tersebut mengatakan kalau setiap kehamilan itu berbeda, maka Bella semakin menyukai hobby ekstrimnya. Hingga Sean terkadang harus menyiapkan hati dan jantung yang sehat ketika melihat perbuatan Istrinya.


Sean tidak tega melarang istrinya melakukan apapun. Pernah satu kali dia melarangnya, Bella berubah sangat cemberut bahkan tidak ingin berbicara. Maka jadilah Sean harus ekstra hati-hati dan mengawasi Bella dua puluh empat jam.


" Itu hebat, Nyonya." Robby sangat senang, dia sudah menantikan kelahiran kedua anak Bella lahir. " Tuan, apa boleh kami bisa menjadi pengawal nyonya lagi?" Robby menatap Sean penuh harap.

__ADS_1


" Baiklah, kalian boleh kembali menjaga istri ku. ingat untuk tidak melakukan kesalahan apapun, terutama mengabaikan keselamatan ketiganya."


" Baik, tuan. Kami pasti akan menjaga nyonya dengan sangat baik." Setelah itu, Robby pergi meninggalkan Bella dan Sean. Dia tidak sabar memberitahukan pada kelompoknya bahwa mereka diterima lagi kembali untuk mengawal sang nyonya.


***


" Tuan, nona Chelsea sudah sadar." Jhon melaporkan tentang Chelsea yang sudah sadar pada Sean yang masih bekerja di ruangannya tanpa kehadiran Bella.


" Baik, akh akan memberitahu istriku ku. Apa kau sudah menyelidiki apa yang ku minta?"


Tentu saja, Sean tahu bahwa Amanda sudah berhasil kabur. Maka dia memerintahkan Jhon untuk mengejarnya, namun dia belum meminta Jhon untuk menangkap wanita itu kembali.


" Sudah, tuan. Hasilnya wanita itu berhasil lolos di penjara yang khusus di buat oleh Chelsea, namun kami telah menemukan lokasinya. Kami juga mengetahui bahwa dia sedang mengunjungi Johan untuk mengajukan kerjasama."


" Kerjasama? Apa itu tentang menghancurkan rumah tangga ku dan istri ku?" Tentu saja Sean tahu tentang Johan dan apa yang pria itu pikirkan tentang Istrinya.


" Ya, tapi sepertinya wanita itu akan gagal, tuan."


" Sepertinya pria itu masih memilik akal sehat dan tidak bodoh." Sean merasa Johan masih memilik akal sehat.


" Anda benar, tuan. Lalu apa anda ingin kami menangkap wanita itu?"


" Tidak perlu terburu-buru, awasi saja pergerakannya. Aku merasa bahwa kelompok lebih besar sedang mengawasi kita, dan menunggu waktu untuk menjadikan wanita itu sebagai alat mereka."

__ADS_1


" Baik, Tuan."


__ADS_2