
Sesampainya di klinik, Bella sendiri yang mengobati Mark. Entah kenapa perasaanya tidak nyaman melihat kondisi mark, sehingga tangannya tanpa di komandoi bekerja sendiri.
Setelah luka Mark dirawat dengan baik. Bella memutuskan membawa Mark pulang kerumah Brian dan menyelesaikan apa yang sudah di mulai.
Jangan berfikir kalau Bella akan mengabaikan sesuatu yang kecil ketika bertindak. Hanya keluarga Glover yang dia biarkan tenang dalam waktu lama, sebelum pembalasan darinya datang.
Saat sampai di rumah Brian, hanya Brenda yang ada di rumah bersama Ara.
Pengawal Bella membawa tubuh Mark yang tidak sadar ke kamar remaja itu. Sedangkan Brenda sangat terkejut dengan kondisi Mark.
" Pihak sekolah mengabaikannya dan pelaku utamanya adalah Zyan putra dari keluarga Parker." ucap Bella singkat dan meninggalkan Brenda yang masih tercengang melihat kondisi Mark dan kepergian bela yang buru-buru.
Setelah kepergian bella, Brenda segera menghubungi suaminya untuk memberi tahu kalau Mark sedang terluka. Dan sekolah tempat Mark belajar harus menerima konsekuensinya karena mengabaikan keselamatan Mark dari kelompok Zyan putra dari keluarga Parker.
***
" Robby." Bella yang baru sampai di rumah segera memanggil Robby yang berada di pos jaga bersama pengawal lainnya.
Sean sengaja menghentikan Robby menjaga dan menjadi supir pribadi Bella. Bukan berarti dia tidak peduli pada istrinya, tapi kali ini kelompok yang menjaga Bella lebih kuat dari Robby. Sehingga Robby hanya di tugaskan di rumah saja.
" Ada apa, nyonya?" Robby terkejut melihat sang nyonya berdiri di depan pos mereka.
" Ajak beberapa rekanmu, kita akan melakukan sesuatu yang menyenangkan hari ini."
" Berapa yang anda inginkan, Nyonya?" Robby tertarik dengan ucapan Bella.
" Lima, dan yang paling kuat. Aku tidak bisa menggunakan pengawal yang berekspresi datar yang mengawasi ku setiap hari. Mereka pasti akan melaporkan aktivitas ku pada suamiku."
Robby dan rekannya hanya bisa menganggukkan kepalanya. Mereka juga sedikit kesal dengan pengawal ekspresi datar yang Bella maksud.
Kesal karena mereka jauh lebih kuat dan tuan mereka tidak lagi mempercayakan keselamatan sang nyonya pada Robby dan kelompoknya.
" Baik, nyonya." Tentu saja, Robby dan kelompoknya akan mengikuti semua perintah sang nyonya, termasuk tidak melaporkannya pada Sean yang sedang bekerja di perusahaan.
__ADS_1
Setelah itu, Bella menyuruh kelompok yang berekspresi datar itu. Untuk tidak mengikutinya dan Robby.
Meskipun, awalnya mereka menolak. Tapi di bawah ancaman Bella. akhirnya mereka setuju dengan enggan.
Kelompok Bella pergi menggunakan mobil hitam. Ini kali pertama Bella Melakukan pergerakan di siang hari dengan jumlah yang cukup banyak.
Jika di tanya di mana Bella bisa mempelajari ilmu bela diri. Maka jawabannya adalah dia mempelajari itu semua dari Li Wei. Bukan hanya, ilmu pengobatan tradisional tetapi juga ilmu bela diri.
Li Wei, pria Asia yang tampan dan awet muda. Kalau saja Bella mudah jatuh cinta, mungkin dia akan menerima pernyataan cinta pria itu. Tetapi, dia hanya fokus pada pelajarannya, ditambah lagi dia tipe wanita yang sulit membuka hatinya pada pria.
Mungkin ini juga jalan takdirnya, dan Tuhan sudah menentukan hanya pada Sean dia akan hidup bersama.
***
" Kurang ajar! Siapa yang berani menyakiti putraku?" Ayah Zyan marah ketika melihat kondisi putranya yang tidak terlihat baik.
" Dia istri Tuan Sean, Tuan."
" Tuan muda, memukuli tuan Mark. Awalnya hanya memberi pelajaran, tetapi kakak perempuan mark malah mendukung tuan muda untuk membunuh mark. Sayangnya istri tuan Sean datang dan mengatakan kalau tuan Mark adalah orangnya dan tidak ada satu orangpun yang bisa melukainya."
Tuan Parker semakin terpana, mendengar perubahan peristiwa yang dilaporkan oleh bawahannya, sangat mengerikan hingga dia tidak bisa menerimanya dengan baik.
" Minta kelompok mafia itu memberikan sedikit pelajaran pada istri Sean. Bagaimanapun dia sudah sangat keterlaluan karena main hakim sendiri." Meskipun demikian, Tuan Parker tidak takut dengan Bella ataupun perlindungan Sean atas istrinya.
Egonya mengatakan kalau dia harus balas dendam. Egonya akan tercoreng jika sampai orang-orang tahu kalau dia tidak bisa membalas. Seperti masa lalu, mereka akan mengandal kelompok mafia bawah tanah untuk menghancurkan orang-orang yang berani menyinggung mereka.
" Tapi, Tuan. Wanita itu sangat di lindungi oleh tuan sean." Bawahannya sempat melihat kelompok pengawal Sean keluar dari sekolah setelah berhasil mengancam kepala sekolah akibat kejadian tadi.
" Maka gunakan cara halus. Mereka pasti tahu, dan tidak perlu sampai mati. Hanya membuatnya mengingat bahwa keluarga Parker tidak mudah di ganggu." Sikap arogan dan sombong Tuan Parker akan segera hancur ketika melihat Bella mengepakkan sayapnya lebar-lebar hingga mereka tidak akan bisa melihatnya karena terbang terlalu tinggi.
***
" Kita sudah sampai, nyonya." Kata Robby pada bella. Mereka akhirnya tiba di markas kelompok mafia pendukung Keluarga Parker.
__ADS_1
Jika di tanya dimana Robby mengetahuinya. Saat di perjalan, dia mengeluarkan skill kemampuannya dalam bidang peretas. Meskipun dia hanya pengawal di rumah Sean, tapi kemampuannya bisa di acungi jempol.
" Ayo keluar." Bella keluar dari mobil dengan santai dan di ikuti oleh Robby serta yang lainnya.
Alasan Bella segera menyelesaikan keluarga Parker dan pendukungnya, karen tidak ingin Mark, Brian, Brenda ataupun Ara menjadi korban.
Kalau untuk dirinya, dia yakin mereka tidak akan bisa menyentuhnya meski tanpa penjagaan dari kelompok pengawal yang berekspresi datar.
Jadi, sebagai jaga-jaga. Lebih baik menghancurkan sampai ke akar agar tidak menimbulkan sesuatu yang membuat dirinya terbebani.
Sebenarnya, Bella tidak tahu kenapa dirinya sangat peduli pada keluarga Brian.
" Apa tujuan kalian kemari?" Seorang penjaga menghentikan langkah Bella dan kelompoknya.
" Katakan pada bos mi, kalau Isabella ingin bertemu. Dan ini tentang keluarga Parker." wajah penjaga itu segera berubah, dia sudah mendapatkan perintah untuk menyiapkan beberapa anggota untuk mengurus wanita yang bernama yang sama dengan wanita yang ada di hadapannya.
Robby dan rekannya menjadi tidak senang ketika pria itu menatap lama sang nyonya. Hanya Tuannya yang berhak melakukan hal seperti itu, dan tidak ada yang boleh.
Sebenarnya ada campuran n*fsu di mata pria itu ketika menatap kecantikan nyonya mereka.
" Jaga mata mu pada nyonya kami! Hanya tuan Sean yang boleh menatapnya lama." pria itu terkejut mendengar ucapan Robby yang sangat mendominasi.
Baru kali ini dia melihat seorang pengawal yang cukup protektif pada tuannya. Dan ini kasus yang menarik karena Bella bukan tuan mereka yang sebenarnya.
Karena tidak ada respon dan seolah-olah pria itu sedang menantang. Robby langsung melayangkan pukulan.
Tidak sembarang pukulan, pria itu terhuyung ke belakang. Dia segera sadar kalau Robby bukan lawan yang remeh.
" Beraninya kau membuat keributan di tempat kami!" Dia marah dan merasa harga dirinya hancur karena perlakuan Robby.
" Catat baik-baik kami pengawal nyonya Isabella Anderson, di tugaskan langsung oleh tuan Sean. Tidak takut pada siapapun dan akan membela nyonya kami, meskipun dia salah.
Pria itu terpana, dia yang tuli atau memang Robby yang sangat menghargai nyonya mereka. Tapi dia tidak perlu memperdulikan hal tersebut. Dan tugasnya sekarang melaporkan kedatangan Bella pada bosnya
__ADS_1