
Berita tentang Brian dak keluarga William telah sampai ke telinga Sean yang sedang berada di Negara lain. Jhon memang sering melaporkan hal-hal yang terjadi kepada tuannya, terutama tentang Bella.
" Beritahu sekretaris ku, untuk mengajukan proposal kerjasama dengan perusahaan yang sedang Brian pegang."
" Baik, tuan."
Lalu sambungan telepon terputus. Sean semakin ingin cepat-cepat pulang. Dia merasa berjauhan dengan sang istri membuatnya sangat tersiksa.
***
Malam ini, ketika Bella dan Mark berada di sebuah restoran. Mereka tidak sengaja mendengar obrolan para wanita penggemar suaminya. Bahkan mereka bercerita buruk tentang Bella.
" Baru-baru ini ada kemunculan seorang Dokter yang berasal dari Negara C. Mereka mengatakan bahwa Dokter itu sangat hebat, bahkan penyakit yang Dokter Bella katakan tidak mampu di sembuhkan. Dokter itu bisa menanganinya."
" Benarkah? Kalau begitu, Dokter yang sombong itu tidak ada apa-apanya?"
" Jangan seperti itu, jika keluarga Anderson mendengarnya. Hidup mu akan selesai."
" Ya, kau benar. Masyarakat miskin seperti kita tidak memiliki hal untuk bersuara."
" Tapi, setidaknya kita bisa tahu bahwa dia hanya sombong, tapi tidak kompeten."
" Mungkin ini karma untuknya. Dia terlalu sombong! Apa kalian masih ingat? Bagaimana ucapannya ketika dia wawancara beberapa bulan yang lalu?"
" Tentu saja masih ingat! Wanita penggila uang dan tidak puas pada kekayaan suaminya."
" Aku benar-benar kasihan pada tuan Sean karena harus menikahi wanita seperti itu."
" Mulai sekarang, kita tidak perlu datang lagi ke kliniknya. Selain biayanya mahal, dia juga sombong dan tidak kompeten."
" Benar, kita sebaiknya pergi ke klinik keluarga William. Tempat dimana Dokter Asia itu membuka praktek.
Mark yang mendengar gosip murahan dari para wanita yang duduk di meja tidak jauh darinya menjadi marah.
Tidak ada yang boleh menghina kakak perempuannya ata membandingkan kemampuannya dengan orang lain.
Di matanya sang kakak sangat hebat.
__ADS_1
" Jangan lakukan, itu hanya membuat mu akan menjadi pria bodoh." Tentu saja Bella ikut mendengar gosip para wanita yang sebenarnya adalah pengagum rahasia suaminya.
Dan Bella juga tahu, siapa dalang dibalik cerita yang menggelikan tersebut. Sepertinya ayah dan anak itu, masih belum menyerah bahkan kini mulai bertindak.
" Tapi kak, mulut busuk mereka sangat bau!" Suara Mark sangat keras hingg para wanita yang sesekali mengintip ke meja Bella, menjadi malu.
Mereka memang sengaja berbicara di depan Bella. Ingin melihat wanita itu marah dan membuat keributan. Hingga dapat di pastikan keluarga Anderson akan malu, dan mungkin bella juga akan di tinggalkan.
Sayangnya mereka salah. Bella tidak marah atau kesal, ekspresi wajahnya sangat normal seolah ucapan mereka tadi bukan untuknya.
" Maka, tutup hidung dan telinga mu. Selain berbau busuk, itu juga bisa membuat telinga mu tuli."
" Benar." Mark senang melihat sang kakak yang akhirnya ikut membalas.
" Kau harus tahu, seperti itulah manusia. mereka tidak pernah mengenal kita, bahkan tidak pernah bertegur sapa dengan kita. Tapi mereka seolah-olah sangat mengenal kita, bahkan tahu kebiasaan kita." Sindiran Bella membuat semua orang termasuk para wanita tadi, menjadi malu.
" Kakak benar, bahkan ketika kita tidak melakukan apapun. Hanya karena melihat hidup kita bahagia, mereka langsung menyemburkan omong kosong hingga tidak sadar bahwa mereka sedang mencemari udara. Nafas mereka berbau sangat busuk."
Nah, kalau seperti ini. Siapa yang akan tahan? Namun, tidak ada yang berani bertindak. Sebab, itu akan semakin memalukan untuk mereka.
" Dan kah harus ingat satu hal. Hidup di era seperti sekarang, tulikan telinga mu, butakan mata mu, dan keraskan hati mu. Karena ketika kau melakukan satu kesalahan, kebaikan yang sudah kau lakukan bertahun-tahun tidak akan pernah terlihat. Mereka hanya akan membesar-besarkan masalah mu tanpa berkaca lebih dulu."
Kebanyakan manusia akan merasa sok benar dan menghina orang lain hanya karena orang itu melakukan satu kesalahan lalu lupa bahwa dulu orang tersebut pernah melakukan banyak kebaikan.
" Apa aku harus menjadi jahat?"
" Tentu saja tidak, kau harus tetap melakukan kebaikan. Tidak perlu mendengarkan hinaan atau komentar sok benar mereka. Biasanya, mereka yang suka mengomentari kesalahan kecil orang-orang adalah orang yang suka melakukan kesalahan namun lupa berkaca."
" Lalu, bagaimana jika orang terdekat kita melakukan kesalahan? Apa kita tidak boleh memberikan komentar?"
" Tergantung bagaimana kau berkomentar. Jika komentar mu bersisi nasihat baik, maka tidak masalah. Tapi jika kau hanya ingin menghina mereka, menyombongkan kepintaran mu, maka jangan. Itu sama saja kau bodoh namun kau lupa bahwa kau benar-benar bodoh."
" Terimakasih, atas nasihat kakak hari ini." Mark semakin kagum pada sang kakak. Dia ingin bijaksana seperti kakaknya.
" Dan, jangan tegur mereka yang berbuat salah di depan umum. Tegur mereka ketika hanya ada kalian berdua agar mereka tidak merasa tersinggung lalu menolak kebenaran yang ingin kau sampaikan."
" Siap, kak!"
__ADS_1
Setelah itu, keduanya pergi meninggalkan restoran dan para wanita tadi dengan wajah malu.
Mereka tidak pernah menduga bahwa hari ini, wajah mereka akan tertampar oleh kata-kata Bella. Wanita yang sejak tadi menjadi bahan fitnah dan gosip tidak benar.
***
Berita tentang Dokter Chan dan putrinya semakin membesar. Bahkan banyak yang mulai membanding-bandingkan keduanya dengan Bella.
Seperti yang di katakan Bella. Para pembenci dan pencemburu mulai mengeluarkan suara mereka. Menghina Bella dan kemampuan medisnya.
Bahkan sampai ada tagar tentang Bella.
Clara, Amanda, dan Yihan menjadi sangat bahagia. Mereka menantikan kejatuhan Bella.
" Tidak akan lama lagi, kau pasti hancur Bella!" Amanda yang sedang duduk di kursi kebesarannya setelah menggeser posisi Brian, tersenyum bahagia.
Hanya saja kebahagiaan mereka akan segera hancur.
Para fans Bella berdiri untuk membela idola mereka. Bahkan salah satu karyawan restoran yang tidak sengaja merekam percakapan Bella dan Mark mengunggah ke sosial media pun akan mengalami perubahan hidup yang signifikan.
Tapi, itu nanti. Saat ini, Bella dan Mark memiliki misi penting, yaitu memberikan pelajaran pada pria brengsek yang sedang bersenang-senang di club malam bersama para wanita penghibur.
***
Di tengah kesibukan semua orang termasuk Bella. Yihan yang akhirnya berhasil memanjat ranjang David terbangun setelah memuaskan pria itu.
Jika di tanya apakah itu yang pertama, maka tidak. Yihan sudah sering melakukannya pada pria kaya yang memberikan keuntungan padanya. Namun, semua laki-laki yang jatuh ke pelukannya seperti terhipnotis dan berpikir bahwa dia wanita polos.
" Setelah ini, Sean pasti akan menjadi milikku. Dan kau, aku pasti akan membuat mu menangis darah, Bella."
Yihan sangat bahagia melihat berita buruk tentang Bella. Berpikir bahwa Bella seperti kebanyakan saingan cintanya. Sayangnya, dia akan segera menyesali kesombongannya.
***
" Akhirnya, kau akan hancur dan akan ku pastikan kau berakhir jauh lebih sengsara dari ku, Bella! Aku bersumpah untuk hal itu!!!" Clara yang sudah sangat frustasi dengan kehidupan yang menjijikkan yang dia alami, berteriak kencang.
Dendamnya pada Bella tidak pernah menghilang, bahkan semakin tebal setelah dipaksa menikah dengan pria tua itu.
__ADS_1
Dia masih menyalahkan orang lain atas kehidupannya. Lupa bahwa apa yang tengah dia rasakan adalah hasil dari apa yang dia lakukan di masa lalu.
Memang seperti itu kebanyakan manusia. Mereka seolah hilang ingatan dan menyalahkan orang lain atas karma yang mereka dapat.