
Pagi ini Bella akan berangkat ke kliniknya. Seperti biasa, dia selalu berangkat menggunakan taksi umum. Meskipun dia seorang istri dari Sean Anderson, dia enggan menggunakan fasilitas yang Sean tawarkan. Karena dia tidak ingin jika suaminya tahu identitasnya.
Bukan hanya satu kali Sean menawarkan fasilitasnya, bahkan beberapa kali. Namun dia tidak ingin memaksa istrinya, takut wanitanya tidak nyaman dan menuduhnya pria yang arogan.
Bella sekarang menunggu mobil taksi. Tidak lama datang mobil taksi itu datang, namun apa yang terjadi! Ketika Bella sudah di atas mobil dan melaju. Tidak lama mobil taksi itu berhenti di jalan, kemudian ada beberapa laki-laki kekar dan sangat sangar naik ke mobil taksi yang di tumpangi Bella.
Bella sudah merasa ada yang tidak beres dengan taksi ini. Dia tidak takut sama sekali, baginya ini sangat membuang-buang waktunya.
Kini mobil taksi itu melaju kembali dengan laju yang sangat cepat. Bella sebisa mungkin terlihat tenang tanpa melakukan perlawanan.
sekarang mobil taksi itu sampai di sebuah gedung yang sangat usang dan tua. Bella di bawa masuk dan di ikat.
Bella yang dari tadi sudah penasaran siapa dalang semua ini. " Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini ke padaku? Aku akan membayar dua kali lipat dari bayaran Kalian jika kalian melepaskan aku." Bella harus memutar otaknya agar dia bebas dari sekumpulan gangster yang sudah menculiknya.
" Kau tidak perlu tahu itu, wanita cantik. Kau hanya perlu menemani kami selama satu malam, dan besok kami akan mengantarmu pulang dengan selamat." Kata ketua penculik itu.
Bella yang mendengar ucapan penculik itu, merasa kalau ada seseorang yang ingin dia celaka. Namun, siapa yang ingin mencelakai dia? Jika itu keluarga Glover, sepertinya tidak mungkin karena kalau di lihat dari kelompok gangster ini bayarannya sangat mahal dan darimana keluarga Glover akan mendapatkan uang sebanyak itu.
Kalau Clara, mungkin bisa saja karena wanita itu sangat licik. Siapa yang tahu bagaimana dia mendapatkan uang untuk membayar gangster ini. Mengingat dia sudah berapa kali di permalukan oleh Bella dan Sean, pasti dia akan membalas dendamnya dengan cara apapun.
__ADS_1
" Apa kalian yakin? Kalau kalian bisa melakukan ini kepada ku?" Tanya Bella dengan tenang tanpa merasa tertekan. Dan berpikir cepat agar dia cepat keluar dari tempat yang minim cahaya itu.
Para penculik itu tertawa meremehkan Bella. Mereka tidak tahu Kalau nyonya tuan Sean Anderson selalu di awasi oleh pengawal suaminya.
Sekarang Jhon sudah tahu kalau Bella telah di culik. Pengawal yang mengawasi Bella memberi laporan kepada Jhon karena tidak mungkin dia memberikan informasi ini kepada tuannya. Karena ini tugas Jhon untuk melindungi keluarga Anderson menggantikan kakeknya.
Jhon dan pasukannya sudah tiba di sebuah gedung yang sudah usang dan tua tempat Bella disekap.
Suara tendangan kuat di pintu gedung, membuat para penculik berhenti tertawa dan terkejut. Bahkan Bella juga terkejut karena dia tidak tahu kalau pengawal Sean, tahu kalau dia telah di culik.
Pintu gedung terbuka setelah tendangan berkali kali menyerangnya. Bella yang melihat Jhon sangat lega. Meskipun dia heran kenapa Jhon yang selalu ada di samping suaminya bisa berada di sini dan akan menyelamatkan.
Bella yang melihat banyak darah, tidak terkejut dan merasa baik-baik saja. Meskipun hal ini tidak pernah dia alami, namun dia pernah melihat hal yang lebih mengerikan setelah menjadi dokter.
John yang tidak tahu kalau Bella tidak takut dengan hal begini, hanya berusaha bagaimana dia harus cepat melepaskan nyonya Bella agar di tidak ketakutan. Karena kebanyakan wanita jika mengalami hal seperti ini akan trauma.
Jhon dan pasukannya sudah melumpuhkan lawannya, kini dia akan melepaskan tali yang terikat pada nyonya Bella. Namun hal yang tidak terduga terjadi, Bella yang sudah terlepas ikatannya. Melihat pistol yang sudang menodong kepala Jhon, karena dia tidak ingin melihat orang yang menyelamatkannya terluka. Akhirnya dia mengorbankan dirinya.
Bella tahu titik tubuh mana yang tidak terlalu fatal jika terkena peluru. Bella menggunakan tangannya untuk menghindari Jhon dari tembakan, dan Jhon tersungkur ke samping. Kalau di lihat dari belakang mereka tampak berpelukan. Tapi sebisa mungkin tidak menyentuh istri tuannya dan Bella tidak suka di sentuh oleh pria asing.
__ADS_1
Suara tembakan membuat semua orang kaget, dan pelaku penembak sudah tersungkur kelantai Karena di serang balik oleh pengawal Sean. Sedangkan beberapa pengawal Sean membantu Bella dan Jhon.
" Apa kau baik-baik saja nyonya? Kenapa anda mengorbankan diri anda demi menyelamatkan saya? Ini sudah tugas saya nyonya." Jhon sangat tersentuh dengan kebaikan Bella. Andaikan Bella tidak menyelamatkannya mungkin sekarang dia sudah mati. Tapi walaupun dia selamat, Dia tidak akan bebas dari amukan tuannya karena tidak bisa menjaga Bella dan membuat wanitanya terluka.
" Bagaimana bisa aku membiarkan orang yang menyelamatkan ku tertembak? Lagi pula tembakan ini tidak mengenai titik fatal ku. Tapi, jika kalian takut terjadi sesuatu kepada ku lebih baik kalian bawa saya kerumah sakit. Karena saya tidak mau darahku banyak keluar sia-sia di sini." Meskipun Bella tahu cara mengeluarkan peluru di tangannya. Namun, dia tidak bisa melakukannya karena peralatan operasi kecil tidak ada bersamanya. Jadi jalan satu-satunya dia harus kerumah sakit.
" Maaf, nyonya. sata tidak bermaksud, tapi ini jalan satu-satunya agar kita bisa cepat kerumah sakit." Jhon merasa bersalah, karena berani menggendong istri tuannya. Meski tangannya di patahkan oleh Sean dia tidak akan keberatan.
Bella yang ada di gendongan Jhon tidak merasa keberatan sama sekali. Mungkin karena Jhon sudah biasa berada di sekitarnya sehingga dia merasa kalau Jhon seperti kakak laki-laki baginya, yang akan selalu menjaganya.
" Tidak apa-apa, lagipula sekarang aku kesulitan jadi aku paham. Dan aku sudah menganggap tuan Jhon seperti kakak laki-laki ku. Jadi, kau tidak perlu sungkan."
Jhon yang mendengar ucapan Bella yang tulus membuat dia sangat tersentuh. Di tambah lagi dengan kebaikan kebaikan Bella kepadanya membuat penilaiannya pada Bella meningkat menjadi seratus persen.
Jhon berjanji akan melindungi Bella dan anak-anaknya dimasa depan, karena dia sudah merasa kalau Bella sudah resmi menjadi istri tuannya.
" Terimakasih, nyonya." Kata Jhon, tersenyum kecil karena bersyukur memiliki nyonya yang begitu baik dan tulus.
" Sama-sama." Kata Bella, memasang wajah yang baik-baik saja. Karena dari tadi dia melihat wajah Jhon sangat tegang.
__ADS_1