Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Adik Laki-laki


__ADS_3

Tidak lama, Brian dan Mark datang bersamaan. Mereka tidak sengaja bertemu bertemu, kebetulan Mark sedang sekolah di akhir pekan dan baru pulang.


Mark yang tidak tahu kedekatan Bella dan keponakannya. Terkejut, ketika dia melihat sosok wanita cantik yang memiliki kemiripan dengannya dan sang kakak laki-laki.


Melihat Bella, dia berfikir kalau kakak perempuannya sama dengan Bella. Sehingga dia merasa kalau menjadi adik dari Bella pasti sangat menyenangkan.


" Ayah, paman kecil! Kakak Bella sudah kelaparan karena menunggu kalian." Karena kehadiran Bella kondisi Ara semakin membaik. Dan dia menjadikan Bella sebagai alasan atas perutnya yang lapar. Mereka sudah menunggu kedatangan Brian dan Mark di meja tamu.


" Kakak mu atau kau yang kelaparan, sayang." Goda Brian, dia tahu sifat putrinya.


Ara yang mendengar ucapan ayahnya hanya tersenyum kecil. Dan tanpa rasa malu memasang wajah yang tidak berdosa karena membuat Bella sebagai alasan perutnya yang lapar.


Mereka akhirnya makan siang bersama. Hal yang paling dirasakan oleh Brian dan Mark adalah kekeluargaan. Sangat berbeda ketika mereka bersama dengan keluarga William.


Candaan Ara membuat suasana tidak canggung. Sedangkan Sean tidak memperdulikan tatapan kedua laki-laki yang beda usia itu. Meski sangat kesal, dia hanya fokus pada sang istri.


Dengan santai, dia memasukkan beberapakali lauk kedalam piring istrinya. Seolah-olah mereka sedang makan di rumah sendiri.


Bella sedikit malu. Namun, dia tidak bisa menegur karena itu akan menjatuhkan harga diri suaminya. Terpaksa dia harus memasang wajah tebal untuk menikmati, dimanjakan oleh suaminya.


Brian dan Brenda hanya tersenyum melihat pasangan suami istri yang terkira masih pengantin baru.


Sedangkan Mark, sedikit sedih. Melihat Bella Mengingatkannya pada kakak perempuannya, dia juga ingin di manjakan oleh kakak perempuannya yang sudah lama hilang dan sering dia pertanyakan keberadaannya pada sang kakak laki-laki.


Tidak ada satupun yang mengingat keberadaan Amanda. Bahkan menganggap wanita itu tidak penting.


Setelah makan siang selesai. Ara dan Bella lanjut bermain, sedangkan Brian dan Sean duduk diruang tamu.


Ini kali pertamanya Brian duduk berhadapan dengan pria yang sangat di takuti di dunia bisnis. Brian sangat canggung, meskipun usianya lebih tua dari Sean.


" Sepertinya, sejak kedatangan anda. Aku melihat pandangan anda pada istri ku tidak pernah lepas." Sejak awal Sean sudah kesal pada Brian yang dari tadi memandangi istrinya.


" Tuan Sean, menyadarinya ternyata." Brian hanya tertawa bodoh, karena pandangannya di salah artikan oleh Sean.


" Sangat jelas! Tidak mungkin aku buta."

__ADS_1


" Anda benar-benar suami yang ideal dan sangat menggaris bawahi kepemilikan anda."


" Sudah pasti."


" Tapi pandanganku pada Istri anda tidak seperti yang anda pikirkan. Dia mirip seseorang yang sudah lama aku cari."


" Tidak menduga, tuan Brian yang sangat setia menyimpan wanita lain saat sudah memiliki seorang istri."


" Anda salah paham lagi, hanya Brenda wanita satu-satunya yang ada dalam hatiku."


" Maka jauhkan pandangan anda pada istri ku, aku tidak ingin orang-orang berpikir lain. Dan aku tidak peduli dengan orang yang anda maksud."


Brian yang mendengar ucapan Sean hanya tertawa. Melihat sikap posesif dan kepemilikan Sean pada Bella jauh lebih besar dari miliknya.


Benar-benar suami ideal yang pastinya membuat para wanita iri dengan Bella.


Ketika kedua pria itu berbicara. Mark pergi dan memberanikan diri masuk keruang bermain keponakannya. Dia sangat ingin berkenalan dengan wanita yang punya kemiripan dengannya.


Brenda yang sibuk menerima telfon dari kedua orangtuanya tidak menyadari kehadiran Mark.


" Paman kecil, kah juga mau ikut bermain? Tanya Ara yang sedikit terkejut melihat kedatangan Mark.


" Tentu saja boleh, Kakak Bella pasti tidak keberatan."


Bella yang merasa ada sedikit keakraban dengan Mark, sama seperti yang dirasakan pada Brian tidak keberatan. Bahkan dia berpikir dirinya sangat aneh dan kenapa dia bisa memiliki perasaan seperti itu pada orang yang pertama dia temui.


Awalnya, Mark ingin membantu mereka menyusun logo. Bagaimanapun itu keahliannya, tapi melihat kedua wanita yang beda usia itu menyusun lebih cepat. Akhirnya dia meragukan Kemampuannya.


Tentu saja Mark sangat pintar, dari sekolah dasar sampai sekarang dia selalu mendapatkan juara satu di kelas dan sekolah selalu menjadi miliknya. Dia juga beberapa kali memenangkan olimpiade. Tapi sayang, keluarga William kurang mendukung. Mereka hanya sibuk memanjakan anak perempuannya yang IQ nya sedikit rendah dari keluarga William.


Brian sangat jenius dalam bidang bisnis. Mark dalam bidang matematika dan Bella sangat menguasai dalam bidang fisika, matematika, biologi, dan kimia.


Mungkin kebanyakan murid sangat membenci pelajaran tersebut. Tapi ketiga anak jenius dari keluarga William sangat menyukai itu.


Tentang Ara, dia hampir sama dengan Bella. Tetapi orang tuanya tidak ingin menyekolahkan putrinya terlalu dini. Mereka ingin putrinya menikmati masa kanak-kanak tanpa beban sekolah.

__ADS_1


Jika ditanya apa yang Ara sukai. Pasti dia akan menjawab kalau dia sangat menyukai musik, menari dan menulis lagu. Hingga saat ini dia sudah memiliki beberapa lagi ciptaannya. Tetapi Brian dan Brenda sudah sepakat untuk tidak mempublikasikan kemampuan sang putri pada orang-orang. Karena pasti akan banyak orang yang berniat jahat pada Ara kecil.


Pada dasarnya keturunan keluarga William pintar kecuali Amanda yang lahir biasa-biasa saja, hanya dilebihkan wajah yang sedikit cantik.


" Oh iya, Kita belum berkenalan. Namaku Mark Clans, siapa nama mu?" Ini trik pertama Mark untuk menarik perhatian Bella.


" Namaku Isabella."


" Pasti nama panggilanmu Bella, kalung di lehermu memiliki inisial itu."


Bibi Zu memberikan kalung itu kepadanya. Dimasa lalu, saat dia takut Clara akan mengambil kalung itu, dia sengaja menyimpannya dan berniat memberikannya pada Bella ketika cukup dewasa dan bisa melindungi dirinya sendiri. Karena beberapa kejadian, kalung itu terbawa olehnya dan baru kemarin bibi Zu memberikannya pada Bella.


" Benar. Kata bibi Zu kalung ini sudah ada ketika aku di bawa kerumah keluarga Glover." informasi ini sangat penting dan Brian sangat membutuhkannya. Namun, Mark yang tidak memperhatikan ucapan Bella


" Apa kau punya seorang adik?"


" Punya, ada tiga. Satu, adik ipar ku lalu adik yang satu lagi dari bibi Zu dan yang ketiga adalah Ara."


" Apa kau tidak keberatan kalau ada yang ingin menjadi adik mu lagi?"


" Tergantung."


" Apa syaratnya?"


Bella sedikit curiga dengan Mark. Tapi dia tidak merasa keberatan jika mempunyai adik lagi.


" Dia harus baik, tidak berandalan dan patuh."


" Apa aku bisa menjadi adik laki-laki mu? Aku baik, tidak berandalan, tidak merokok dan tidak suka balap liar. Aku juga akan belajar patuh, aku janji."


Ara dan Bella tercengang melihat semangat Mark yang ingin menjadi adik laki-laki Bella.


Sebenarnya, Mark tipe remaja yang sulit diatur. Tidak suka dengan perintah dan hanya takut pada kemarahan kakak laki-lakinya.


Tapi entah kenapa dia tiba-tiba ingin menjadi adik laki-laki bella. Brenda yang baru saja selesai bicara, tercengang dibuatnya.

__ADS_1


" Apa kau yakin?" Bella mulai tertarik dan merasa kalau Mark remaja yang menggemaskan.


Jika si Adrian adik ipar yang bijaksana, Oscar si penurut, Ara yang menggemaskan. Maka Mark yang terlihat berandalan namun punya sifat yang menggemaskan seperti Ara.


__ADS_2