
Tuan Julian dan Sean sedang duduk di ruangan dibawah tanah sambil menatap kearah Shireen. Wanita yang puluhan tahun lalu Julian hancurkan kehidupannya.
Shireen yang sudah tertangkap hanya bisa menatap wajah Julian. Pria yang membuatnya jatuh cinta hingga menjadi gila. Anehnya, cinta itu semakin hari semakin kuat, seolah tuhan sengaja menghukumnya dengan cara yang kejam seperti ini.
Dia benci pada Rosalina, dia benci pada Sean dan dia juga benci pada Adrian. Namun tidak ingin melukai Julian.
" Jadi, kau yang sudah membuat putraku kecelakaan? Aku benar-benar meremehkan kelicikan mu, Shireen!"
" Kalau memang aku, lalu apa? Aku melakukanya demi untuk mu! Aku tidak ingin kau di miliki oleh wanita ****** itu! Dia sudah merebutnya dariku, dan aku ingin mengambil kembali apa yang sudah menjadi milikku."
Sean dan tuan Julian marah saat mendengar ucapan Shireen yang menghina Rosalina. Bagi mereka, Rosalina adalah wanita yang paling murni dan baik hati.
" Jaga ucapan mu! beraninya kau menghina istri ku!"
Shireen tertawa gila setelah mendengar ucapan Julian.
" Bukankah aku jau lebih cantik darinya? Kenapa kau harus jatuh cinta pada wanita yang bahkan orang tuanya tidak menginginkannya? Bukannya kau mendapatkan rasa hormat, kau malah mendapatkan banyak ejekan setelah menikah dengan wanita itu."
" Jadi, itu kau?" Akhirnya Julian tahu siapa dalang dibalik ejekan dan rasa jijik orang-orang kelas atas pada istrinya bertahun-tahun yang lalu.
Sebenarnya, dia ingin mencari tahu dalangnya namun Rosalina menghentikannya. Toh mereka juga tidak pernah bersosialisasi dengan mereka sehingga Rosalina merasa itu tidak penting. Maka, selama bertahun-tahun Rosalina harus menanggung hal-hal yang tidak menyenangkan setiap kali ada pertemuan dengan istri-istri para pebisnis.
" Ya! Bukankah aku sangat hebat? Aku bahkan bisa membuat istri mu menderita setelah kau menghancurkan hidupku."
" Bagian mana yang membuatmu merasa hebat? Bahkan istri ku tidak pernah memperdulikan hal-hal yang pernah kau lakukan padanya, apa kau tahu? Dia menganggap berita itu tidak penting dan hanya omong kosong. jadi, usaha mu hanya membuang-buang waktu mu secara sia-sia."
__ADS_1
" Bohong! Kau pasti bohong. aku yakin dia pasti sering menangis dan mengeluh kepada mu." Shireen tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia gagal.
" Untuk apa aku berbohong? Jika memang dia tidak bahagia dan selalu mengeluh, mungkin dia tidak akan mau hidup denganku bahkan melahirkan anak kedua untuk ku."
Sean hanya menatap Shireen dalam diam. Mencari tahu, kenapa banyak sekali wanita yang seperti Shireen. Termasuk Amanda, Yihan, dan Clara. Dan merasa dia sangat bersyukur karena bertemu wanita sebaik Bella dan tidak bertemu dengan wanita-wanita menyebalkan seperti ayahnya.
Saat ketiganya sedan berbicara, tiba-tiba saja mereka di kejutkan dengan suara pintu yang terbuka lalu menghadirkan sosok Rosalina yang membuat mereka terpana.
" Sayang! kenapa kau bisa ada di sini?" Julian langsung menghampiri istrinya. Tindakannya langsung disaksikan oleh Shireen dan itu membuatnya semakin marah.
" Kalau aku tidak disini, lalu dimana aku seharusnya?" Rosalina kesal pada suami dan putranya yang menyembunyikan Shireen darinya.
" Tentu saja di rumah dan menunggu kepulangan ku." Seolah-olah kemarahan dan sikap dingin tadi tidak ada. Julian sangat lembut dan bersikap manja pada sang istri.
" Lalu melewatkan kesempatan melihat pelaku yang sudah menyakiti putra ku? Apa kau pikir aku bisa mengabaikan hal seperti itu?"
" Tidak penting aku tahu atau tidak. Yang penting sekarang adalah aku ingin memberikan pelajaran pada wanita yang sudah menyakiti putra ku."
Setelah itu Rosalina menyingkirkan Julian ke sampingnya dan berjalan kearah Shireen.
Tiba-tiba saja, Rosalia mengingat kembali kenangan di masa lalu saat Shireen Menyakitinya dan membuat putranya koma serta lumpuh.
" Apa menyenangkan menjadi orang egois, Shireen? Apa kau tidak merasa lelah hidup dengan rasa iri mu?"
Shireen hanya mendapat benci pada Rosalina. Seolah Rosalina melakukan hal yang jahat kepadanya, padahal dialah yang memulai semuanya. Rosalina tidak pernah salah ata membuat hidupnya hancur.
__ADS_1
" Kenapa? Apa kau masih saja iri pada kebahagiaan ku? Iri karena aku merebut pria yang kau impikan? Atau merasa kalah karena aku satu-satunya yang bisa berhasil membuat Julian menjadi milik ku."
" Kau!!!"
Rosalia tertawa jahat saat melihat kemarahan Shireen. Hal yang tidak pernah Rosalina perlihatkan pada siapapun termasuk Julian dan Sean.
" Kau tahu. Aku sangat senang karena bisa membuatmu mu tetap menjadi seorang yang pecundang, sedangkan aku bahagia bersama Julian ku. Rasanya sangat menyenangkan, aku bahkan memilki dua anak laki-laki yang hebat dari Julian ku. Berbeda dari mu, tidak hanya gagal kau bahkan cacat dan tentu saja yang melakukannya adalah Julian ku.
Kemarahan Shireen semakin menjadi-jadi, namun dia tidak bisa menyerang Roslaina karena kondisi fisiknya tidak mendukungnya.
" Hentikan!!!"
" Belum, aku bahkan belum menceritakan bagaimana Julian ku menjadikan aku sebagai wanita satu-satunya di hidupnya. Selalu memanjakan ku dan melakukan apa saja yang kuinginkan tanpa memikirkan biayanya. Akh benar-benar seperti ratu di keluarga Anderson." Julian dan Sean hanya bisa terdiam diam menyaksikan jenis penyiksaan yang dilakukan Rosalina pada Shireen. " Oh, aku hampir lupa, ibu mertua ku yang juga ibu angkat mu sangat mencintaiku. Dia menganggap ku sebagai menantu kesayangan, jadi aku tidak perlu perduli pada identitas ku yang tidak di inginkan oleh keluarga ku. Aku sudah memiliki semuanya, lalu kenapa harus merasa sedih pada kisah tidak penting itu."
" Hentikan!!! Aku bilang hentikan, sialan!!!" Shireen histeris dan itu membuat Rosalina tersenyum senang.
" Kenapa? Baru mendengar hal seperti itu kau langsung histeris. Kemana Shireen yang selalu yakin bahwa dia sangat kuat? Kemana pula Shireen yang sangat yakin kalau rencananya akan berhasil?"
" Aku tidak gagal! Aku berhasil. Semua rencana ku berjalan lancar kalau saja wanita bernama Bella tidak datang menghancurkannya! Dia seharusnya mati."
Mendengar nama istrinya di sebut, Sean Mejadi tidak senang.
" Apa maksud mu?" Rosalina terkejut, kenapa nama menantunya di bawa-bawa dalam masalah keluarganya.
" Kalian memang sangat bodoh! Apa kalian tidak mencari tahu siapa orang yang membantu anak sialan kalian saat terjadi kecelakaan? Kalian benar-benar bodoh!" Shireen tertawa gila saat mengatakan sesuatu yang menarik bagi Rosalina, Julian dan Sean.
__ADS_1
" Katakan pada ku apa maksud dari kata-kata mu barusan? kenapa nama istri masuk ke dalam kecelakaan yang terjadi?" Sean tidak bisa menunggu lebih lama lagi, dia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi saat kecelakaan itu.
" Untuk apa aku memberitahumu? Bukankah kau merasa bahwa diri mu paling hebat. Lalu cari tahu sendiri." Shireen menatap remeh Sean. dia senang membuat ketiganya menjadi penasaran.