Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Penyelamatan Ara


__ADS_3

Sepertinya kedatangan mereka masih belum di ketahui sehingga semuanya berjalan dengan lancar.


Itulah pendapat Chelsea dan kelompoknya. Mereka mulai mencari keberadaan Ara, dan semuanya berjalan terlalu lancar hingga Chelsea mulai merasa ada yang tidak beres.


melihat ke salah satu bawahannya, dia paham bahwa bawahannya juga merasakan hal yang sama dengannya. Tidak mungkin mereka bisa semudah itu menyelamatkan Ara padahal sudah jelas-jelas penculikan itu sudah mengundang banyak perhatian termasuk pihak kepolisian di Negara A.


" Sepertinya, ada yang tidak beres, bos."


" Kau benar, kita harus berhati-hati." Meskipun curiga. Chelsea tidak bisa menghentikan operasi penyelamatan dh tengah jalan. hanya dengan memasang dinding pertahanan yang lebih kuat adalah jalan satu-satunya.


Dan benar saja, kecurigaan itu terkonfirmasi stelah mereka melihat bahwa kelompok itu sedang duduk di sekitar penjara kecil Ara. Sepertinya mereka memang sudah menunggu kedatangan Chelsea.


" Tidak menduga bahwa kau akan melakukannya malam ini."


" Tentu, bukankah ini yang kau mau? Sengaja menculik anak kecil yang tidak berdosa. Kalian pikir aku takut pada kalian, ku pastikan kalian akan menyesal!"


" Aku takut." pria berumur 40 tahun itu memasang wajah mengejek. Yakin kalau malam ini Chelsea, akan jatuh ke tangannya lagi dan mereka bisa pergi dari Negara A.


Bagaimanapun, dia sudah merasa bawah beberapa kelompok besar sedang menargetkan mereka, ditambah lagi kehancuran markas cadangan beberapa hari yang lalu. Mereka tidak bisa bertahan lebih lama atau semua rencananya akan hancur.


" Ayo, tangkap wanita itu dan bunuh sisanya." Dengan rasa percaya diri yang tinggi, pria itu memerintahkan bawahannya untuk mengakhiri permainan yang Chelsea buat.


" Baik, tuan."


Para bawahan pria itu mulai menyerang. Jujur, Chelsea tahu bahwa mereka anggota inti sehingga mengalahkan mereka akan sulit, tapi bukan berarti dia tidak bisa.


Pertarungan akhirnya pecah, namun kedatangan kelompok baru membuat semua orang terpanah. Chelsea yang akan mematahkan tangan salah satu lawannya terpaksa berhenti akibat kedatangan tujuh pria bertubuh tegap, memakai pakaian serba hitam. Menutup wajah dan hanya memperlihatkan mata mereka bergabung dengan kelompok Chelsea.


Chelsea tidak menyadari kalau ketua kelompok itu adalah Li Wei.


Kelompok lawan Chelsea menjadi panik ketika tahu bahwa kelompok lawan mereka bertambah. Namun kepercayaan dan kesombongan mereka kembali setelah pria yang berumur 40 tahun itu memberikan motivasi dengan kata-kata yang akan menghancurkan mereka sendiri.

__ADS_1


" Jangan takut, mereka juga sama lemahnya dengan kelompok awal." ucap pria berumur 40 tahun itu dengan nada meremehkan kelompok Li Wei.


Li Wei yang juga bergabung tertawa kecil mendengar ucapan pria itu. Sepertinya pandangan mereka dengan dunia sangat kecil sehingga berpikir bahwa hanya kelompok mereka yang paling kuat.


Chelsea yang awalnya ingin bertanya siapa kelompok tambahan tersebut memutuskan menahan diri. Mungkin itu berasal dari Bella yang ingin membantu menyelamatkan Ara. Jadi dia melanjutkan melakukan penyerangan.


Hingga akhirnya pria yang berusia 40 tahun yang bernama Dark memutuskan menargetkan Chelsea. Dia menyerang Chelsea secara tiba-tiba, hingga tubuh wanita itu terjatuh.


Sedangkan Li Wei masih sibuk bertarung dengan para lawan yang sedikit kuat, tidak melihat Chelsea yang di serang oleh Dark.


Beruntung kelompok Sean dan Brian datang. Sean yang melihat Chelsea yang di pukul berkali-kali oleh Dark langsung menyerang pria yang berumur 40 tahun itu.


" Kau tidak apa-apa?" Tanya Sean pada Chelsea yang sudah sedikit lemah karena serangan pria itu yang cukup keras.


Chelsea hanya mengangguk pertanda dia masih baik-baik saja. Sedangkan Brian yang melihat putrinya berada di dalam penjara kecil, berusaha untuk membuka pintu penjara itu. Namun tidak semudah itu dia bisa membukanya, lagi-lagi para lawannya menyerang sehingga ada sedikit kendala untuk menyelamatkan sang putri.


Sean yang sangat kesal, memukul Dark dengan membabi buta. Dia hanya akan membuat pria itu lemah, Sean tidak akan membiarkan pria itu mati.


" Bawa pria ini masuk kedalam mobil." Perintah Sean pada bawahannya. Dia akan membawa pria itu ke markasnya.


" Baik, tuan."


Kini Sean dan kelompoknya pergi meninggalkan gedung yang merupakan markas dari kelompok gila itu.


Brian yang melihat kondisi Chelsea yang sedikit lemah, memutuskan untuk mengantar adiknya ke markas. Sedang Ara sudah di masukkan kedalam mobil Brian. Mereka pun meninggalkan markas itu.


***


Bella yang tahu bahwa malam ini kakak perempuannya sedang melakukan penyelamatan pada Ara, tidak bisa tenang. Bahkan dia yang menyuruh suaminya untuk membantu Chelsea dalam penyelamatan ini.


Dia hanya bisa menunggu kedatangan sang suami. Dia tidak bisa tidur karena rasa cemasnya pada Ara.

__ADS_1


Tidak lama, suara mobil terdengar masuk kedalam pekarangan rumahnya. Dia tahu itu adalah mobil suaminya, Bella dengan semangat berjalan menuju pintu rumah dan menyambut kedatangan sang suami.


Sean yang baru saja datang terkejut melihat sang istri yang sudah berdiri di depan pintu rumah.


" Sayang, kenapa kau di luar?" tanya Sean yang sedikit cemas melihat sang istri yang berada diluar di waktu pukul 4 dini hari.


" Aku menunggumu, aku tidak bisa tidur karena cemas pada Ara dan kak Chelsea. Apa mereka baik-baik saja?"


" Tentu, kami bisa menyelamatkan mereka. Tapi Chelsea sedikit terluka, saat aku sampai dia sudah di lumpuhkan oleh Dark yang merupakan ketua dari kelompok itu. Dan sekarang pria itu berada di markas ku."


Sean dan Bella berjalan menuju kamar mereka.


Setelah tiba di kamarnya, Sean langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri.


Malam ini dia sangat lelah, pertarungan yang sengit tadi menguras banyak tenaganya sehingga dia hanya bisa memeluk sang istri lalu tertidur. Bella yang melihat suaminya merasa kasihan, dia hanya bisa menatap sang suami yang tidur sambil memeluknya. Tidak lama, dia pun ikut tertidur.


***


Siang hari saat Bella masih nyenyak dalam tidurnya, kediaman mereka kedatangan tamu yang tak terduga, bahkan Sean yang terkenal acuh pada siapapun kecuali pada keluarganya. harus memberikan wajah yang sedikit ramah.


" Maaf, sudah mengganggu waktu kalian." Jordan malu, namun jika dia tidak segera melakukan misinya maka untuk merawat Naura akan semakin lama.


" Tidak, dan tolong jangan merasa sungkan." Sean bingung harus memberikan sikap seperti apa pada Jordan. Di satu sisi, dia tidak ada hubungannya dengan masa lalu dan kebodohan Jordan, namun dia juga merasa bahwa akan salah jika dia bersikap dingin pada pria itu.


" Baiklah, aku benar-benar tidak pantas bertemu dengan kalian. Tapi aku juga tidak bisa menundanya.


" Aku paham, setiap orang pasti punya kesalahan."


" Benar, tapi kesalahan ku cukup fatal. Namun juga tidak bisa melepaskan ibu mertua mu."


Sean paham, meskipun dia juga merasa bahwa Jordan tidak pantas mendapatkan maaf dari anak-anaknya serta kembali pada ibu mertuanya. Namun, setiap kesalahan berhak memiliki kesempatan untuk di perbaiki.

__ADS_1


__ADS_2