Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Roda Kehidupan Pasti Berputar


__ADS_3

Yihan yang melihat berita palsu tentang Bella tersenyum bahagia. Tidak sia-sia dia memanfaatkan Amanda sebagai alat. Kini dia hanya tinggal menunggu keluarga Anderson meninggalkan menantu kesayangan mereka dan dia akan masuk merayu Sean yang sedang terluka akibat perselingkuhan istrinya.


Wanita itu berpikir bahwa rencana dan kemenangan yang di nikmati akan berlangsung lama. Sayangnya tidak, dia akan segera mengetahuinya dalam beberapa hari.


Kesenangan itu juga dirasakan oleh Clara. Dia merasa bahwa sebentar lagi Bella berada di bawahnya dan dia bisa menginjak-injaknya sepuasnya.


***


Belum selesai berita perselingkuhan Bella dan Alex. Kini keluarga Lemos, terutama ibu Alex sedang berdiri di hadapan Bella yang baru saja tiba di rumah sakit untuk menjenguk sang sahabat.


Tidak ada tanda-tanda takut atau terkejut. Bella sudah meramalkan hal tersebut, mengingat wanita paruh baya yang berdiri di hadapannya sangat membencinya.


" Sepertinya tuan Sean tidak bisa mendidik istrinya dengan baik. Dia bahkan membiarkan mu merayu suami dari wanita lain. benar-benar sangat menjijikkan." Keluarga Lemos yang mendengar hal tersebut langsung mencibir Bella. Mereka memang sangat membenci Bella karena identitasnya yang miskin di masa lalu.


Jika sekarang, alasan mereka cukup berbeda untuk membenci Bella. Mereka iri pada keberuntungan wanita itu yang menikahi pewaris utama keluarga Anderson.


" Nyonya Lemos yang terhormat, tolong tarik kata-kata anda! Anda bisa menghinaku tapi tidak dengan suami ku. Suamiku tidak bersalah dan aku melakukannya karena putra mu yang sangat brengsek! Apa kau tahu apa yang dia lakukan di balik istrinya? Tidak, kau pasti hanya memikirkan reputasi mu dan kekayaan keluarga suami mu."


Ini kali pertama mereka berbicara. Sebelumnya Bella hanya akan diam atau menghindari wanita sombong tersebut. Tapi sekarang, dia akan membuatnya paham bahwa tidak selamanya dia bisa di injak-injak.


" Beraninya kau menghina putra ku!!!" Teriakan nyonya Lemos membuat para perawat terpana. Hanya saja, Bella tidak terpengaruh sama sekali. Dia santai seperti biasanya, seolah-olah amarah ibu Alex tidak ada sangkut pautnya dengannya.


" Lihatlah, dia masih bertindak sombong dan suci." Istri paman Alex bersuara.


" Bersikap seolah suci dan benar, sangat menjijikkan." sepupu Alex ikut berkomentar.


" Tuan Sean pasti sangat sial kerena menikahi wanita sepertinya."


" Hanya karena suaminya lumpuh, dia bahkan berani merayu suami dari temanya sendiri."

__ADS_1


" Benar-benar wanita ******."


Saat hinaan terdengar satu persatu. Mereka tidak menyadari bahwa Sean yang baru saja tiba di bandara dan langsung pergi kerumah sakit setelah mendengar laporan bawahannya tentang keluarga Lemos yang menyakiti istrinya menjadi sangat gelap.


Kedatangan pria itu yang tanpa kursi roda menarik perhatian para perawat dan keluarga pasien lainnya. Mereka tidak pernah menduga bahwa pria lumpuh di masa lalu sudak kembali normal.


Kini mulai bertanya-tanya, Dokter hebat mana yang sudah menyembuhkan kaki Sean.


" Robby, kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang?"


" Ya, tuan."


Tanpa bisa di cegah, para wanita yang sudah menghina Bella mendapatkan pukulan di kaki dan punggung. Maaf, Robby yang sudah menganggap bahwa Bella seperti tuannya sendiri, tidak berniat menampar wajah mereka. Itu terlalu mudah untuk mereka dan terlalu ringan baginya.


Suara raungan terdengar. Bahkan ibu Alex terkena imbasnya, Robby tidak melewatkan siapapun.


Sean yang sudah sangat merindukan istrinya langsung memeluk tubuh wanita itu, tidak lupa memberikan kecupan bibir dan kening. Tidak memperdulikan tatapan orang lain.


" Kenapa kau datang? Lihat wajah lelah mu. kenapa tidak menunggu ku di rumah?" Bella khawatir dengan kondisi Sean yang mang terlihat lelah.


" Bagaimana bisa aku membiarkan istri ku dihina oleh orang-orang yang tidak tahu diri seperti mereka. Bukannya bersyukur, mereka malah menyalahkan mu. Seharusnya aku membunuh putra mereka agar kau tidak terkena imbasnya."


" Jangan seperti itu, Reva dan anaknya pasti terluka jika sampai dia mati."


" Hmm." Sean tahu hal ini jadi dia tidak memperpanjang ceritanya. Malah dia semakin mempererat pelukannya pada sang istri.


" Aku akan menyelesaikan masalah ini, dan kita akan pulang."


" Baiklah."

__ADS_1


Setelah itu Bella melihat keluarga Lemos ketakutan. Mereka tidak akan melupakan hal ini sampai kapanpun.


" Nyonya Lemos, seharusnya anda berkaca dulu sebelum menghina orang lain. Alih-alih mengatakan bahwa suamiku telah gagal mendidik ku. Bukankah seharusnya kau yang melihat kegagalan mu dalam mendidik putramu. Dia sudah menikah, namun masih sering bermain dengan perempuan lain. Apa kau pikir keluarga Lemos akan tetap bersih jika media menyebarkan berita bahwa putramu yang sudah menikah berada di club malam bersama dua wanita bayaran dan minuman alkohol? Seharusnya kau merasa beruntung dan berterimakasih pada ku. Tidak hanya aku yang membantu mu menjaga nama baik keluarga yang sangat kau bangga-banggakan, tapi aku juga berhasil mendidik putra brengsek mu itu."


Nyonya Lemos yang duduk di lantai dingin rumah sakit memucat. Dia memang tida tahu aktivitas putranya setelah menikah dengan Reva dan pindah kerumah mereka.


" Ya, tidak heran jika kau tidak tahu bagaimana brengseknya putramu pada menantu pilihan mu. kau hanya perduli pada reputasi mu dan kekayaan suami mu. Jika kau ingin menyalahkan orang lain, maka kau harus menyalahkan dirimu sendiri. Kau egois, sombong dan merasa bahwa hanya kau yang paling kaya serta pantas di puja-puja. sedangkan orang lain tidak penting sama sekali."


Keluarga Wilson yang baru saja tiba terpana mendengar perkataan berani Bella. Ibu Reva setuju dengan semua ucapan Bella, dia juga membenci nyonya Lemos.


" Pernahkah kau bertanya pada putra mu apa yang dia inginkan? Pernahkah kau membiarkannya memilih jalan jalan hidupnya? Ataukah, pernahkah kau bertanya pendapatnya tentang pernikahan yang telah kau atur demi menjaga kekayaan keluarga suami mu? Pasti tidak, kau merasa bahwa perasaannya tidak penting dan tindakan mu selalu benar."


Andai saja, mereka memberi Alex waktu. Mungkin Reva juga tidak akan terluka. namun semuanya sudah terjadi, menyesal pun tidak ada gunanya.


" Kau bahkan tidak tahu bahwa menantu mu hampir kehilangan anaknya. Dia terluka, dia harus menahan setiap luka yang di berikan oleh putra mu. Lihat apa yang sekarang kau lakukan? Bukannya merawat menantu mu, kau malah menunggu ku diluar untuk di beri pelajaran. Apa kau pikir aku mencintai putra mu? Astaga, akan kuberi tahu pada mu, nyonya. Aku tidak pernah mencintai putra mu baik dulu maupun sekarang. Kami hanya berteman, dia pria yang baik dan aku sudah berulang kali menolaknya. Bagaimana bisa kau masih merasa sombong atas putra mu? Aku benar-benar tidak habis pikir dengan kesombongan mu itu. Dan anda harus tahu hanya Seanovic Anderson, satu-satunya pria yang mampu membuat ku jatuh cinta. Bukan karena kekayaan atau reputasinya, aku mencintainya karena dia mampu membuat ku yakin bahwa tidak semua orang kaya itu sombong seperti mu. Dia tulus, tidak pernah memaksa ku untuk menyukainya bahkan dia rela menunggu ku. Jika di bandingkan dengan keluarga mu, aku pasti lebih memilih merayu suamiku di bandingkan putra mu."


Kini wajah nyonya Lemos tidak sedap dipandang. Baru kali ini ada orang yang berani menghina keluarga dan putranya. namun dia tidak bisa membalas karena yang menghina jauh lebih tinggi posisinya daripada miliknya.


Pada akhirnya dia sadar bahwa kata-kata 'roda kehidupan pasti berputar' itu benar. Dulu dia yang selalu menghina Bella, namun sekarang Bella yang berbalik menghinanya.


" Ayo kita pulang, aku tidak dalam mood yang baik untuk bertemu dengan Reva." Selain tidak mood, dia juga khawatir dengan kondisi sang suami yang terlihat sangat lelah.


" Hmm."


Keduanya kini pergi meninggalkan keluar Wilson dan keluarga Lemos. Yang kini seperti sebuah lelucon.


Keluarga Wilson bahkan malu karena sudah memiliki besan sombong seperti nyonya Lemos. Mereka memutuskan membawa Reva dan dan tidak membiarkan wanita sombong itu mendekati putri mereka.


"

__ADS_1


"


__ADS_2