Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
first kiss


__ADS_3

Sean yang melakukan pertemuan dengan klien bisnisnya di luar kantor, membuat dia pulang terlambat. Dia yang ditemani oleh Jhon kini siap-siap untuk pulang.


mencium bau alkohol di tubuh Sean membuat dia khawatir. " Tuan, apakah anda baik-baik saja?"


" Iya, ayo kita pulang. Tubuhku sudah tercium alkohol."


Jhon heran. Kenapa Sean bisa berbau alkohol, sedangkan dia tidak minum malam ini. Bahkan dia tidak mabuk.


Tapi entah apa yang membuat dia ingin tubuhnya tercium aroma alkohol. Apa dia tidak takut kalau nanti Bella membencinya?.


Setelah sampai di rumah, Sean mulai memasang wajah yang sudah mabuk. Sehingga Jhon semakin penasaran dengan kelakuan tuannya. Bahkan Sean mendorong kursi rodanya menuju kekamar Bella. Jhon yang melihat dari kejauhan tambah heran. Dia kini memutuskan untuk pergi tanpa berpamitan dengan Sean.


Setelah sudah mengetuk pintu kamar bella. Sean membuka suaranya untuk memastikan kalau Bella belum tidur. " Apa kau sudah tidur?" Tanya Sean yang sedikit berteriak.


Tidak butuh waktu lama, kini pintu kamar bella terbuka. sekarang sosok Bella sudah ada di depan Sean. Bella baru saja menyelesaikan tugasnya jadi dia belum tidur.


" Kau belum tidur?" Tanya Sean meskipun dia tahu kalau Bella belum tidur.


" Aku baru saja menyelesaikan tugas kuliahku. Apa kau habis minum?" Tanya Bella, dia mencium bau alkohol di tubuh Sean.


" Hmm, aku harus melakukannya. Aku ada pertemuan bisnis, dan semua pesertanya harus minum." Sean membuat suaranya tidak nyaman supaya Bella percaya kalau dia sedang mabuk.


" Apa perlu aku buatkan teh atau sup untuk mencegah kau muntah?" Karena Bella adalah seorang dokter jadi dia tahu apa efek dari minuman alkohol.


" Iya, Kalau bisa aku ingin meminta bantuan mu karena semua pelayan sudah tidur." Inilah yang di inginkan oleh sean. memanfaatkan kepolosan istrinya. Kini Sean lebih licik untuk mendapatkan hati istrinya.


" Baiklah, aku akan membuat kan sup untukmu."

__ADS_1


" Apak kau bisa mengantarkannya ke kamar ku nanti?"


" Tentu." Kini Bella pergi ke dapur untuk menyiapkan sup untuk Sean.


Sebenarnya Sean merencanakan sesuatu untuk Bella. Entah apa yang akan dia lakukan kepada Bella.


Setelah Bella selesai membuat sup, sekarang dia pergi kekamar Sean dengan membawa sup. Sean yang melihat kedatangan Bella, dia langsung berpura-pura mabuk lagi.


Bella yang melihat Sean duduk diatas kasur, menghampirinya dan memberikan nampan yang dia bawa. Tapi Sean tiba-tiba menarik tubuh Bella ketika berada di dekatnya. Dan nampan yang dipegang Bella jatuh kelantai, untung Bella sigap sehingga dia dan Sean tidak terkena sup.


Sekarang Sean memeluk Bella dengan hangat. Walau Bella kurang nyaman dengan perlakuan Sean, tapi dia hanya pasrah melihat sang suami ada di bawah pengaruh alkohol.


Sedangkan Sean yang merasa tidak ada perlawanan dari Bella, kini dia semakin erat memeluk istrinya. Sean sangat nyaman memeluk Bella, bahkan lebih nyaman dari pelukan mamanya.


" Apa kau baik-baik saja? Aku akan mengambilkan sup untukmu." Tanya Bella.


Kini wajah mereka semakin dekat. Sebelum Sean melihat rona merah di pipinya, Bella ingin memperbaiki Posisinya dan mengalihkan wajahnya dari Sean. Tapi tiba-tiba Sean menekan tengkuk kecil istrinya lalu bibir dinginnya itu menyentuh bibir lembut istrinya.


Ciuman yang tiba-tiba membuat Bella tidak bisa melawan, dan hanya membeku akibat dia terkejut. sedangkan Sean sudah sangat menantikan hal ini, bahkan dia mempelajari bagaimana berciuman pertama terkesan manis.


Ini adalah ciuman pertama mereka. Sean yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya di perusahaan membuat dia tidak pernah tertarik dengan wanita. Karena setiap yang dia temui hanyalah wanita munafik tanpa ada ketulusan. sedangkan Bella hanya fokus dengan pendidikan dan pekerjaannya, bahkan beberapa kali dia menolak cinta pria yang sudah lama dia kenal.


Pada awalnya Bella ingin mendorong tubuh Sean. Tapi entah kenapa ada sesuatu di dalam dirinya yang membuat dia tidak bergerak dan hanya menuntunnya untuk melanjutkannya.


Sebenarnya hal ini sangat wajar, mereka adalah pasangan suami-istri, mereka juga sama-sama sudah dewasa jadi tidak ada yang salah jika mereka semakin dekat.


Kini tubuh Bella semakin rileks dan menikmati ciuman suaminya. Sean yang merasakan itu, semakin bersemangat. Bahkan kini Bella duduk di pangkuan Sean, dia merasakan ada hal janggal di bagian tertentu di tubuh suaminya. Bella hanya diam karena suaminya enggan melepaskan ciuman mereka.

__ADS_1


Sean yang melihat wajah istrinya semakin memerah karena merasakan hal yang aneh ditubuh bagian bawahnya hanya tersenyum didalam hati. Dia tidak pernah merasa malu, bahkan dia senang karena istrinya bisa tahu kalau dia adalah pria yang normal.


Setelah ini Sean akan memperbaharui surat perjanjian pernikahannya dan memusnahkannya agar tidak ada lagi penghalang bagi hubungannya dengan Bella.


Sean tidak akan melepaskan Bella apalagi membiarkannya di ambil oleh orang.


Setelah Sean sudah puas berciuman dengan istrinya, kini dia melepas kan bibirnya dari bibir istrinya. Ciuman pertama mereka memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi keduanya.


Bukannya Sean meminta maaf kepada istrinya, malah membenamkan wajahnya di pundak Bella. Aroma tubuh istrinya membuat Sean semakin rileks dan enggan melepaskan istrinya.


" A-aku akan pergi ke kamar ku." Kata Bella dengan gugup, Sean yang mendengar ucapan Bella tambah memeluk istrinya dan berbaring. Kini Bella ikut berbaring.


Tentu saja dia tidak akan membiarkan istrinya pergi, karena dia ingin memeluk istrinya saat tidur. Kini Sean semakin serakah dan egois. Namun dia tidak merasa bersalah sebab dia tidak memiliki orang yang di cintainya jadi dia bebas untuk mengejar cinta istrinya.


Setelah beberapa lama, Sean mulai tidak bergerak, Bella yang merasa kan itu bertanya." Apakah kau sudah tidur?"


Tidak ada jawaban dari sang suami. Hanya dengkuran kecil yang dia dengar. Ternyata Sean sudah tidur, namun dia masih memeluk Bella sangat erat sehingga Bella tidak bisa pergi dari kamar Sean.


Kini Bella hanya bisa pasrah, dan ikut tidur di kasur suaminya dalam posisi dipeluk.


Bella tidak marah atas perlakuan Sean yang sudah melanggar perjanjian pernikahan, karena suaminya sedang berada dalam pengaruh alkohol, jadi apa yang dilakukan suaminya karena tidak sadar.


Kini mereka tidur dan berpelukan, keduanya sudah terlelap dan berada dalam mimpi masing-masing.


Tapi entah kenapa Sean tiba-tiba bangun dan hampir melupakan wanita yang ada di sampingnya. Saat melihat wajah istrinya yang sudah tidur lelap, kini senyum Sean mengembang betapa bahagianya melihat istrinya ada di sisinya.


sekarang Sean menyesal karena membuat surat perjanjian sebelum menikah, tanpa mengenal istrinya lebih dulu. Andai dia tidak melakukan itu, mungkin sebelum dan bangun dari tidurnya dia akan selalu melihat wajah cantik istrinya ketika tidur.

__ADS_1


" Sekarang aku akan menjagamu, dan takkan kubiarkan kau diambil oleh pria lain. Kau milikku Bella, dan akan selalu menjadi milikku. Tidak akan kubiarkan seseorang memisahkan kita." Bisik Sean kepada istrinya dan mengecup kelopak mata, hidung, dan bibir mungil istrinya dengan pelan tanpa membuat istrinya terbangun. Kini Sean kembali melanjutkan tidurnya


__ADS_2