
Setelah mendapatkan izin untuk keluar rumah dari Sean. Bella memutuskan pergi ke universitas nya untuk mengurus tugas akhir pendidikan S2 nya.
Saat ini Bella sangat bingung, dia tidak tahu bagaimana caranya dia memberi tahu keluarga Anderson tentang pendidikannya yang jauh melampaui dari yang mereka tahu.
Ditambah lagi jika nanti di acara wisuda. Dia harus mengajak suaminya untuk menghadirinya. Karena Bella yakin, Sean Pasti sangat kecewa jika dia tidak mengajaknya ikut serta, ditambah lagi Sean sudah menyatakan cinta padanya.
Bicara Soal cinta. Meski, Sean tidak menuntut dan memaksa dirinya untuk membalasnya dalam waktu dekat. Tapi, dia juga tidak yakin pada dirinya sendiri. Apakah dia bisa benar-benar mencintai laki-laki sempurna yang banyak di idamkan oleh kaum wanita? inilah masalah kedua Bella.
" Kita sudah sampai, nyonya." Kata supir sekaligus asisten pribadi Bella. Sean yang sangat protektif tidak akan membiarkan istrinya pergi tanpa ditemani seorang asisten.
" Kau boleh pergi, mungkin aku akan lama."
" Tidak, nyonya. Tuan sudah berpesan untuk menunggu anda hingga pulang."
" Baiklah." Sekarang Bella masuk ke kampusnya dan langsung menuju ruang Dosen pembimbing, Membawa Disertasi yang sudah beberapa bulan ini sedang dia kerjakan.
Sangat terlihat kalau Bella adalah mahasiswa idaman di kalangan para Dosen, Bahkan dia juga sangat terkenal di universitas. Baik, bagi mahasiswa S1 dan S2, para dosen yang pernah mengajar Bella sering kali menceritakan kecerdasan bella pada murid di kelas. Agar mereka bisa termotivasi dan bisa seperti Bella di masa depan.
Bella adalah mahasiswi yang tertutup, bahkan dia jarang ke kantin jika jam istirahat. Dia lebih memilih ke perpustakaan, karena biasanya dia makan di rumah meski sedikit sehingga lambungnya sangat kecil waktu dia masih tinggal di rumah keluarga Glover.
Setelah semua orang tahu sosok Bella. Para anak laki-laki, baik dari kalangan orang kaya, biasa bahkan yang di kenal jenius juga mengejarnya. Hanya saja, mereka selalu gagal karena sikap Bella yang terlalu dingin.
Bella suda berada di depan ruangan dosen, dia mengetuk pintu lalu masuk ke ruang Dosennya.
Dia menemui Dosen pembimbingnya dan Bella menyerahkan disertasinya.
" Kau selalu membuatku terkejut, Nak. Bahkan tidak ada kata revisi setiap kali kau mengerjakan tugas-tugas mu." Kata Dosen pembimbing Bella. Dia sangat mengagumi kecerdasan wanita muda itu.
" Terimakasih pak." Kata Bella sopan.
" Baiklah. Kau hanya tinggal mengikuti acara wisuda yang akan berlangsung 2 bulan lagi. Kali ini kau mengajak siapa?" Dosen pembimbing Bella sudah tahu kalau Bella sudah menikah dengan pewaris keluarga Anderson dan dia juga ikut senang. Melihat dulu kehidupan Bella yang kejam.
__ADS_1
" Ini juga beban untukku. Dulu aku menghadirinya sendiri. Tapi sekarang aku sudah memiliki suami dan keluarga Anderson yang sangat menghargai ku. Aku bingung, mereka tidak tahu kalau aku akan menggelar S2 ku."
" Kau pasti belum memberitahu mereka, termasuk klinik mu."
Mendengar ucapan dosennya Bella hanya mengangguk dan tersenyum malu. Membuat sang dosen hanya menggelengkan kepalanya.
" Kau tidak boleh seperti itu. Jika mereka bisa menerimamu, maka sebaiknya kau juga jujur kepada mereka agar hati mereka tidak terluka." Nasehat sang dosen kepada muridnya.
" Baik, pak. Aku akan mempertimbangkannya dan terimakasih karena bapak bersedia memberiku nasehat. Aku izin pamit." Merasa tidak ada lagi keperluannya Bella memutuskan untuk berpamitan kepada dosen pembimbingnya.
" Iya, Bella. Sama-sama."
Kini Bella meninggalkan universitasnya. Sedangkan Robby yang berpikir sang nyonya akan lama, terkejut karena tidak menyangka Bella tidak lama seperti perkiraannya.
Meski penasaran Robby tidak ingin bertanya karena itu bukan ranah dia.
" Bisakah, kita berhenti di supermarket. Aku ingin membeli es krim dan beberapa cemilan lainnya." Karena tugas akhirnya sudah selesai dia ingin merayakannya sendiri seperti kebiasaannya dimasa lalu.
" Sesuai perintah anda, nyonya." Kini mobil mereka memasuki sebuah supermarket.
Sean yang selalu menekan Bella agar uang pemberiannya harus di habiskan jadi Bella berbelanja puas.
Bahkan, Robby membantu Bella membawakan makanannya. Dalam hatinya dia cukup menghargai Bella karena dia berbeda dari kebanyakan wanita yang telah dinikahi pria kaya.
Biasanya mereka menggunakan uang pemberian suaminya untuk berbelanja barang-barang yang bermerek, jalan-jalan keluar negri. Bahkan mereka berkumpul bersama para sosialita dan memamerkan kekayaan suaminya. Namun, berbeda dengan Bella yang hanya hidup biasa-biasa saja. Bahkan pakaiannya sangat sederhana.
Saat keluar dari supermarket, Bella melihat seorang anak kecil yang hampir di tabrak mobil. Robby yang melihat sang nyonya berlari ke tengah jalan raya yang sedang ramai. Membuatnya terkejut dan tidak bisa mencegah Bella.
Perbuatan Bella menarik perhatian semua pengguna jalan termasuk Robby. Suara jeritan para ibu menggema. Untungnya tidak ada yang terluka.
Akhirnya Bella berhasil menyelamatkan anak perempuan kecil yang berusia lima tahun yang hampir di tabrak oleh mobil yang melaju dengan kecepatan yang tinggi.
__ADS_1
Andai saja Bella terlambat satu menit saja mungkin anak itu akan kehilangan nyawanya.
" Apa kau baik-baik saja, nak." Tanya Bella dengan wajah yang sangat pucat. Ini pertama kalinya dia menyelamatkan seorang anak kecil dari mobil yang hilang entah kemana.
Karena merasa ketakutan anak perempuan kecil itu hanya menangis di pelukan Bella. Orang-orang yang menyaksikannya mulai mengelilingi Bella dan anak kecil itu.
" Tidak apa-apa. Kau jangan menangis." Bella berusaha menenangkan anak kecil itu sambil menepuk pelan punggungnya.
Seorang wanita muda, muncul secara tiba-tiba dan berniat menarik anak kecil perempuan yang ada di pelukannya. Bella merasa kalau wanita muda itu adalah pengasuh dari anak kecil ini. Namun, melihat perlakuan sang pengasuh membuat Bella merasa kalau pengasuh itu tidak kompeten.
" Berapa kali saya katakan kepada anda, jangan berjalan dipinggiran. Dan sekarang lihat yang terjadi." Dengan suara yang ketus membuat Bella dan orang-orang yang memperhatikannya tidak suka.
" Bagaiman bisa kau Mengatakan hal itu kepadanya? Apa kau tidak melihat kalau dia sangat ketakutan? Bahkan kau tega memarahinya dalam kondisi seperti ini." Kata Sean penuh kekesalan.
" Ini bukan urusanmu." Wanita muda itu malah memarahinya."
" Ini memang bukan urusanku, tapi melihat perlakuan mu membuatku jengkel. Jika seandainya aku adalah ibunya mungkin aku sudah menyuruh orang untuk membunuhmu." Kedengarannya sangat kejam tapi itulah Bella dia tida suka dengan orang - orang yang bertindak sangat kejam.
" Beraninya kau." Kata pengasuh itu penuh kekesalan. Saat tangannya akan memukul Bella. Segerombolan orang berpakaian hitam datang menghampirinya, membuat segerombolan membuat semua orang ketakutan.
Wajah mereka yang datar dengan tubuh yang tegap langsung melindungi Bella. Dan salah satunya mendorong wanita muda yang berniat menyakiti sang nyonya.
Bella sangat mengenal mereka. Ternyata suaminya benar-benar akan melakukan hal-hal yang merepotkan seperti itu demi keselamatannya.
Pengasuh itu sangat ketakutan. Dia tidak menduga kalau wanita yang telah menggagalkan tugasnya untuk melenyapkan anak kecil itu adalah wanita yang tidak biasa.
Semua orang ada disekitar bella mulai penasaran dan mencari siapa Bella sebenarnya. Karena hanya orang-orang terkaya yang bisa menyewa banyak pengawal demi keselamatannya.
" Apa anda baik-baik saja, nyonya?" Tanya Robby memastikan sang nyonya selamat.
" Iya, dan darimana para pengawal ini datang?" Tanya Bella karena dari tadi dia hanya bersama Robby.
__ADS_1
" Mereka selalu mengikuti kita dalam radius sepuluh meter, Nyonya."
Bella yang mendengar ucapan Robby. Ingin rasanya protes kepada suaminya yang sangat protektif. Namun percuma suaminya tidak akan mentolerir apapun yang mengancam nyawanya.