
Tidur Chelsea terusik saat mendengar ponselnya yang tidak pernah berhenti bergetar. Awalnya, dia ingin memakai si penelpon namun tersadar ketika melihat siapa yang menelfon nya.
" Halo, kak."
" Ya, ada apa? Apa kau sedang sakit atau pria itu membuat masalah dengan mu?"
" Tidak, kak. Aku baik-baik saja dan suami ku juga baik."
" Lalu, jangan bilang kau merindukan ku."
" Ya, itu tepat sekali. Kakak sudah lama tidak berkunjung dan setiap kali aku ingin datang, kakak selalu menolak ku dengan segala jenis alasan."
Chelsea jadi sedih mendengar nada suara Bella yang tidak senang. Dia memang jarang bertemu dengan sang adik karena fokus pada kelompok tersebut dan juga Li Wei.
Jujur, sebelum tragedi ciuman beberapa hari yang lalu. Li Wei sangat lengket padanya, pria itu bahkan mengganggu pekerjaannya.
" Maaf, aku terlalu sibuk mengumpulkan informasi tentang mereka. Bukankah lebih cepat menyelesaikan mereka lebih baik?"
" kakak benar, tapi tetap saja kakak harus membagi beban pada kami. Jangan biasakan diri kakak mandiri. Ingat, kakak memiliki keluarga yang bisa diandalkan."
Chelsea tersenyum kecil, hampir semua beban yang ada dipundaknya hilang seketika setelah mendengar ucapan sang adik.
" Hmm, aku akan berkunjung. Bagaimana kondisi calon keponakan ku?"
" Mereka baik, dan sepertinya juga merindukan bibinya yang sudah lama tidak menyapa."
" Baiklah, aku akan sampai disana segera." Lalu, Chelsea memutuskan sambungan telepon.
Sepertinya Chelsea memang membutuhkan hiburan dan pilihan terbaik adalah menemui adik perempuannya. Chelsea bahkan tidak pernah memikirkan keberadaan ibu dan saudaranya yang lain. Baginya, hanya Bella satu-satunya kerabat di dunia ini.
***
Saat keempatnya asik berbicara. Mereka mendengar suara sepeda motor yang cukup keras berhenti di halaman depan rumah Bella.
" Itu pasti, kak Chelsea." Bella sangat mengenali suara sepeda motor kakaknya.
" Kak Chelsea datang?" Sejujurnya Mark masih sangat takut pada Chelsea. Wanita itu, meskipun memilki wajah yang serupa dengan bella. Tapi eksepsinya jauh lebih dingin dan tidak bersahabat.
" Ya." Bella sangat antusias.
Adrian yang hanya beberapa kali bertemu dengan Chelsea sedikit bersemangat. Baginya, Chelsea cukup cool karena bisa memasang wajah yang tidak bersahabat pada siapapun kecuali kakak iparnya.
__ADS_1
Dimatanya, Chelsea dapat dijadikan dalam kategori sebagai teman yang bisa diajak kerjasama untuk menghancurkan musuh atau saingan bisnis.
Chelsea yang baru saja masuk sedikit menaikkan alisnya saat melihat tamu tambahan di rumah adik perempuannya. Namun, hanya sekedar itu. Tidak ada hal lain dan matanya juga hanya fokus pada Bella seorang.
Sean yang melihat kedatangan Kakak iparnya tidak berniat untuk menyapanya. Bahkan dia tidak ingin menyingkir dari sisi istrinya.
" Minggir." Perintah Chelsea pada Sean.
Lihat, belum ada lima menit masuk kedalam rumah. wanita itu sudah membuat Sean ingin marah, namun tetap dia tahan karena takut istrinya sedih.
" Tidak, ini tempat ku dan dia istri ku. Kau bisa cari tempat lain."
" Keras kepala." Chelsea kesal pada sikap Sean yang selalu mengajaknya bertengkar setiap dia berkunjung kerumah Sean.
" Bukankah kau memiliki adik lain disini. Kau harus merawatnya, dan tidak perlu khawatir pada istri ku. Aku bisa melindunginya."
Mark menatap penuh kesal pada kakak iparnya. Bagaimana bisa pria itu mengorbankan dirinya? Apa dia tidak tahu kalau dirinya sangat takut pada Chelsea?
" Aku tidak suka, dia terlalu lemah dan cengeng." Mark benar-benar ingin menangis sekarang. Kakak perempuannya menghinanya tepat didepan matanya sendiri.
" Kak, tidak boleh seperti itu. Mark juga adik kita. Bagaimana kalau kakak juga merawatnya?" Bella sebagai penengah angkat bicara.
" Stop, kak Bella. Lebih baik kakak membunuh ku daripada memintanya merawat ku!" Mark trauma, meskipun Chelsea tidak pernah memaksanya atau memintanya melakukan hal yang buruk. Tapi, tetap saja Mark tidak ingin berdekatan dengan wanita itu.
" Aku bahkan belum pernah menyentuhnya. Dia memang sangat lemah, itulah kenapa aku tidak pernah menyukainya." Tidak ada yang salah pada kejujuran Chelsea, namun tetap saja hal tersebut menyakitkan.
" Sudah ku putuskan, kak Chelsea harus banyak menghabiskan waktu dengan Mark mulai sekarang." Baik Chelsea maupun Mark menatap ngeri Bella.
" Tidak ada penolakan! Ini permintaan calon baby yang ada di perutku. mereka mau paman dan bibinya akur " Kalau Bella sudah menggunakan kehamilannya, meskipun itu tidak masuk akal. Chelsea dan Mark akan melakukan semua yang diperintahkan oleh Bella.
" Baik." Sahut keduanya kompak.
Ingin rasanya Adrian memberikan tepuk tangan pada kakak iparnya atas keberhasilannya mendekatkan Chelsea dan Mark. Dia paham betul bagaiman sifat Chelsea yang keras dan penolakannya pada keluarga William, kecuali Bella.
Sean yang sudah tidak bisa menahan kekesalannya pada Chelsea, memutuskan untuk pergi ke ruang kerjanya dan membawa Adrian untuk membicarakan beberapa hal tentang pekerjaan mereka.
" Dimana guru, kak?"
" Di apartemennya. Kenapa kau bertanya hidup orang lain kepada ku?"
" Sepertinya kalian bertengkar." Tebakan Bella benar.
__ADS_1
" Kau terlalu banyak berpikir." Chelsea tidak ingin membuat adik perempuannya sedih, bagaimanapun Li Wei merupakan guru kesayangan adiknya.
" Jujur pada ku, kak. Aku sangat mengenal guru dengan baik, dan ada banyak cinta dimatanya saat menatap kearah mu."
" Kau juga melihatnya?" Kini Chelsea merasa sedikit sedih. Dia bahkan mulai merasa perasaan aneh setiap saat terbangun dan tidak bisa melihat Li Wei disekitarnya.
" Hanya orang buta yang tidak bisa melihatnya."
Sejenak suasana menjadi hening. Mark hanya sibuk dengan ponselnya sambil menguping pembicaraan kedua kakak perempuannya.
" Apa kakak menolak cinta guru?" Tebakan Bella benar lagi, dan Chelsea tersenyum kecil. Mengagumi isi kepala adiknya yang sangat luar biasa.
" Dia mencium ku dalam keadaan marah, dan aku memutuskan untuk menjauhi hidupnya."
Baik Mark maupun Bella, keduanya terkejut. Tidak menduga jika hubungan mereka sudah masuk ke hal yang seperti itu.
" Apa guru, mengizinkan Kakak pergi?"
" Ya, dia bahkan berjanji tidak akan mengganggu hidup ku lagi. Pada akhirnya, pernyataan cintanya waktu itu hanya omong kosong."
Bukan kalimat Chelsea yang membuat Bella terpana. Tapi nada suara sedih Chelsea yang menunjukkan bahwa dia terluka atas keputusan Li Wei yang memilih mundur.
" Dan kakak percaya dengan kata-katanya?"
" Apalagi? Bukankah semuanya sudah jelas?"
Bella tertawa bahagia membuat Mark yang meminimalisir keberadaannya terpana. Sama halnya dengan Chelsea yang tidak tahu kenapa adiknya malah tertawa.
" Percayalah pada kata-kata ku, kak. guru tidak akan melepaskan kakak. sekali dia sudah menandai seseorang, dia akan mengikat orang itu sampai ke neraka sekalipun."
" Jangan bercanda." Jujur, ada perasaan senang saat mendengar kata-kata Bella tentang Li Wei.
" Aku serius, kak. Dia tipe pria yang memiliki ambisi kuat. Bersedia melakukan segala macam cara kotor demi mendapatkan apa yang dia inginkan, namun percaya pada satu hal. Dia tidak akan menyakiti orang yang dia cintai."
" Kenapa kau begitu yakin? Dan kenapa dia tidak melakukan hal seperti itu pada mu? Bukankah dia lebih dulu jatuh cinta kepada mu?"
" Aku mengenalnya dengan sangat baik. Dan cintanya kepada ku hanya sekedar kasihan akan kisah ku. Bersama kakak, cinta itu berbeda."
Chelsea terdiam, dia ingin percaya pada kata-kata adiknya. Namun, juga ada sisi yang mengatakan bahwa itu hanya sebuah ilusi dan dia tidak berhak bahagia.
" Aku tidak akan memaksa kakak untuk menerima guru. Aku hanya ingin mengatakan bahwa dia adalah pria yang baik, pria yang bisa diandalkan seperti suami ku, dan aku ingin kakak membiasakan diri untuk berada didekatnya karena tidak lama lagi dia akan melakukan serangan balik yang tidak akan bisa kakak hindari."
__ADS_1
" Kau membuat ku takut."
Bella tersenyum kecil, dan hatinya selalu mendukung Li Wei mendapatkan Chelsea.