Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Tidak Tahu Malu


__ADS_3

Kedatangan keluarga Glover di rumah Sean langsung dilaporkan oleh pengawalnya. Sean baru saja membujuk istrinya untuk istirahat setelah sarapan pagi.


Tubuh Bella semakin lemah akibat dia tidak pernah makan sepulang dari gunung dan baru makan setelah Sean memutuskan tinggal di kamar Bella.


Ditambah lagi Bella yang merasa tertekan, membuat daya tahan tubuhnya tidak sekuat dari sebelumnya. Meskipun dia seorang dokter tapi Bella hanya manusia biasa yang bisa sakit ketika di siksa.


" Tuan, keluarga Glover ada di depan gerbang. Mereka ingin protes pada anda tentang nyonya." Lapor Jhon setelah menerima informasi dari salah satu pengawal Sean.


" Mereka sangat tidak tahu malu."


" Iya, Tuan. Apakah anda ingin aku mengusir mereka?"


" Tidak, biarkan mereka menunggu di pintu gerbang sampai setengah hari."


" Baik, Tuan."


Tentu saja Sean tidak akan membiarkan mereka masuk. Bahkan pintu gerbang besi yang sangat kokoh tidak terbuka hingga mereka kepanasan.


Ini benar-benar penghinaan pada keluarga Glover, selama ini tidak ada yang berani memperlakukan mereka seperti itu. Tapi bagi Sean mereka hanya keluarga yang tidak tahu malu seperti pengemis.


Meski Tuan dan nyonya Glover kepanasan. Mereka tidak berniat untuk meninggalkan kediaman Sean. Mereka sangat yakin kalau hari ini dia akan menghancurkan kehidupan Bella dan tidak akan menyia-nyiakan waktu.


Waktu berjalan cepat. Keluarga Glover masih keras kepala dan menunggu didepan pintu gerbang. Sedangkan Bella dibangunkan oleh Sean untuk makan siang.


Sean sangat mencintai istrinya sampai rela merawat sang istri yang sangat lemah. Bahkan setiap makan, Sean akan menyuapi sang istri untuk makan dan berusaha membujuknya jika dia menolak makanan yang diberikan Sean.


" Sayang, kau harus makan yang banyak. Aku tidak ingin di marahi mama. Jika dia tahu kalau menantu kesayangannya sampai kurus setelah tinggal bersamaku."


Mendengar ' menantu kesayangan' Membuat Bella kembali optimis dan ingin melupakan kesakitan akibat kenyataan yang mungkin dia duga sejak dulu.


" Kau sepertinya masih sangat mengantuk. Setelah ini kau bisa kembali istirahat dan jangan keluar apapun yang terjadi." Sean tidak ingin Bella melihat keluarga Glover dan menambah kesedihannya.


" Tapi itu akan membuatku seperti babi gendut yang pemalas." Meski belum sepenuhnya pulih, Bella mulai menjawab ucapan Sean.

__ADS_1


" Siapa yang akan berani mengatakan kalau istri ku adalah seekor babi gendut yang pemalas? Kau adalah kucing pemalas yang sangat menggemaskan."


" Tapi itu sama saja karena aku orang yang pemalas."


" Kau sedang sakit, sayang. Dan kau jangan coba-coba melakukan tawar-menawar ke padaku." Sean akhirnya menghentikan suara protes Bella dan memintanya untuk masuk ke kamarnya.


Setelah Bella masuk kedalam kamarnya. Sean menyuruh pengawalnya untuk membiarkan tuan dan nyonya Glover masuk ke halaman depan rumahnya.


Mata mereka terbuka lebar ketika melihat rumah mewah Sean yang sangat mereka impikan akan tinggal di rumah itu nanti di masa depan. Namun itu hanya sebuah mimpi dan tidak akan terjadi pada dunia nyata.


Seandainya mereka memperlakukan Bella dengan baik, mungkin Sean tidak akan keberatan memberikan rumah mewah kepada mereka tapi itu sudah terlambat.


Sean yang sudah tahu kalau keluarga Glover adalah keluarga yang sangat serakah hanya tersenyum dingin. Bayangkan saja kalau mamanya salah menilai Bella mungkin dia akan menikah dengan Clara dan harta keluarga Anderson akan berpindah tangan.


Karena orang yang serakah akan melakukan hal yang tidak tahu malu dan berani melakukan hal-hal yang ekstrem demi mendapatkan apa yang mereka ingin miliki.


Sesampainya di pintu utama Sean tidak menyambut keluarga Glover. Hanya membiarkan kedua pasangan itu berdiri dihadapannya yang duduk di kursi roda. Meski diluar rumah, Sean tidak terpapar sinar matahari.


" Jadi, kalian ingin protes pada istri ku?" Sean langsung bertanya karena tidak ingin melihat mereka lama-lama dirumahnya.


Mereka berfikir kalau sebentar lagi putri kesayangannya akan menggantikan posisi Bella dan menjadi nyonya Sean Anderson. Jadi tidak ada salahnya jika mereka mencicipinya terlebih dahulu. Sungguh keluarga yang sangat tidak tahu malu.


" Mertua? Apa kalian yakin kalau kalian masih keluarga ku setelah apa yang dikatakan putri kesayangan kalian pada istri ku?"


" A-apa maksud mu?" Tuan Antonio terbata karena takut jika putrinya mengatakan hal yang tidak seharusnya dia beritahu pada Bella.


" Apa putri kesayangan mu tidak memberi tahu kalian kalau dia sudah membocorkan rahasia yang sangat penting?"


Kini wajah keduanya terlihat cemas, dan menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi. Mereka sangat kesal karena kebodohan putri tersayangnya.


Jika dugaan mereka benar. Maka kesempatannya untuk memeras Bella dan keluarga Anderson tidak akan pernah terjadi. Bahkan merencanakannya sekalipun.


" Tidak mungkin, itu hanya kesalahpahaman. Mungkin saat ini Clara kecewa dengan adiknya sehingga dia mengatakan hal itu." Nyonya Viona selalu menyangkal dan menjelaskan kebenaran dengan mengatakan kebohongan.

__ADS_1


" Jadi, menurut kalian. Bella masih putri kalian? Apakah begitu?" Tanya Sean yang pura-pura tidak tahu yang sebenarnya.


" Iya! Dia putri kedua kami." Kata nyonya Viona.


" Sungguh kalian benar-benar tidak tahu malu."


Setelah mendengar ucapan Sean, kedua pasangan itu semakin cemas. Karena merasa Sean percaya dengan apa yang dikatakan oleh clara sehingga kebohongan yang mereka katakan tidak berlaku untuk Sean.


" Clara dan Bella memang sering melakukan hal-hal seperti itu, jadi tidak perlu membesarkan masalah kecil seperti itu. Kami. Hanya ingin kau memberikan keadilan pada putri kami setelah dianiaya oleh Bella. Bagaimanapun nyawa putri kami hampir hilang karena perbuatan Bella." Tuan Antonio sudah putus urat malunya sehingga dia meminta pertanggungjawaban dari Sean.


Sean dan Jhon hanya tersenyum sinis mendengar ucapan tuan Antonio. Dia tidak sadar kalau kata-katanya sudah menunjukkan kalau Bella hanya orang lain.


Mereka menyabut Clara dengan sebutan 'putri' berulang kali namun tidak dengan Bella.


" Tanggungjawab apa yang kalian inginkan?" Sean sengaja menanyakan hal itu, untuk mendengar alasan apa yang sebenarnya mereka inginkan.


" Nikahi Clara. Jadikan dia istri pertama mu, dan kami akan merawat Bella kembali karena biar bagaimanapun dia putri kedua kami. Aku akan mencarikan dia jodoh yang terbaik untuknya." Kata nyonya Viona. Tanpa rasa mengatakan hal seperti itu.


" Dan jika aku tidak mau?" Sean semakin memancing mereka, supaya mengatakan rencana yang ada di pikiran mereka.


" Kami akan menyebarluaskan berita jika Bella hampir saja membunuh kakak perempuannya. Tuan dan nyonya Anderson pasti marah karena memiliki menantu pembunuh." Kata nyonya Viona. Sedangkan Robby dan Jhon sangat kesal mendengar ucapannya.


Setelah hidup sekian lama. Baru kali ini bertemu dengan manusia yang sangat tidak tahu malu seperti keluarga Glover.


" Lalu, apa kalian pikir keluarga Anderson akan rugi jika tidak berhubungan dengan keluarga Glover? Bukankah bella juga putri kalian? Jika Bella di juluki seorang pembunuh. Maka keluarga Glover akan hancur. Apa kalian tidak memikirkan itu?"


Jika Bella di cap sebagai pembunuh dan publik mengetahui konflik keluarga Glover maka dapat dipastikan kalau keluarga itu akan ikut hancur.


Tuan dan nyonya Glover tidak memikirkan hal itu. Mereka hanya fokus untuk menghancurkan kehidupan Bella agar mereka lebih mudah untuk menikahkan putrinya pada keluarga Anderson dan berjalan lancar.


" Itu tidak mungkin terjadi. Keluarga ku tidak akan hancur." Kata tuan Antonio dengan wajah yang sudah pucat.


" Kalau begitu lakukan saja, aku ingin melihat kalian menangis setelah mengetahui keluarga Glover hancur ketika fitnah keji untuk menghancurkan Bella terungkap.

__ADS_1


Keduanya hilang kata-kata. Mereka tidak menduga kalau rencana yang mereka pikir sangat brilian. Nyatanya seperti pisau yang siap menikam mereka hingga tewas.


__ADS_2