
" Tidak, Itu tidak benar. Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu. Ayah, Ibu. Kalian harus percaya padaku." Wajah Amanda semakin pucat mendengar ucapan Brian. Bahkan rasa malu yang dia rasakan ketika di rumah sakit masih ada, ditambah lagi dengan kemarahan Brian.
" Ayah dan ibu. Selalu mempercayai mu, sayang." Entah cintanya yang terlalu buta atau rasa bersalahnya yang telah membuang putri pertamanya. Tuan William sangat memanjakan Amanda sehingga Brian yang melihatnya semakin muak.
" Tapi.... tapi kak Brian tidak mempercayai ku. Kakak, aku benar-benar tidak pernah mengganggu keluarga Anderson dan nyonya Sean." Tentu saja Amanda selalu mengelak karena dia tidak ingin kelakuannya di ketahui orangtuanya dan Brian.
Bahkan dia tidak ingin kalau sampai keluarganya tahu kalau Bella adalah bagian dari keluarganya. Amanda tidak akan membiarkan itu hal itu terjadi.
" Brian, dia adik mu. Satu-satunya adik perempuan mu. Tidak bisakah kau percaya padanya?" Tuan William selalu membela putri kesayangannya. Bahkan tidak pernah mencari siapa yang benar dan salah. Dimatanya hanya Amanda yang benar dan anaknya yang lain dia abaikan.
" Apa, satu-satunya adik perempuan ku? Apa ayah yakin soal itu?" Ucapan Brian membuat wajah sang ayah berubah pucat. Dia tahu kalau ada nada kebencian setiap putra sulungnya berbicara kepadanya. Dan dia pun tahu kalau dirinya tidak bisa dimaafkan begitu mudah.
" Itu benar, nak. Hanya Amanda anak perempuan di rumah ini." Nyonya William tanpa rasa bersalah memperjelas kalau posisi Bella tidak pernah ada di keluarga William.
" Kau tahu, Ibu. Selama beberapa tahun ini aku selalu berusaha untuk menghormati mu. Menganggap mu wanita yang paling mulia di dunia ini. Tapi setiap kali aku mengingat betapa kejamnya kau pada adik perempuan ku membuat diriku membenci mu. Bahkan kau tega membuang adik perempuan ku, mengingat itu rasanya aku ingin memutuskan hubungan kita. Kau benar-benar tidak pantas menyandang nama seorang ibu." Kata Brian penuh kemarahan.
kekecewaan Brian sudah pada puncaknya. Andai kedua orangtuanya menyesali perbuatannya dan mengambil adik perempuannya yang sudah lama mereka buang. Mungkin Brian tidak berani hari ini membentak ibunya.
Dia tidak pernah percaya kalau adik perempuannya adalah pembawa sial seperti yang dikatakan dukung palsu itu. Baginya setiap manusia yang dilahirkan adalah anak bayi yang suci. Dan bagaimana bisa mereka bisa mengatakan kalau anaknya pembawa sial.
" Nak, itu sudah sangat lama dan mungkin dia sudah bahagia. Kau jangan mengungkit hal-hal yang bisa membuat adik perempuan mu terluka." Ucapan nyonya William, semakin membuat Brian kecewa.
" Teruskan, bela saja terus putri kesayangan mu. Manjakan dia terus dan tunggu karma yang sedang Tuhan rencanakan untuk kalian. Jika keluarga Wiliam hancur karena dia, jangan pernah memohon kepada ku. Aku tidak akan Sudi membantu kalian." Lalu Brian pergi meninggalkan keluarganya yang hanya diam karena mendengar sumpah kejamnya.
Sebenarnya ada rasa penyesalan dalam hati nyonya dan Tuan William tentang kenaifan mereka di masa lalu. Namun, mereka tidak pernah berniat untuk mengambil putri pertamanya. Bahkan mereka hanya memilih untuk membesarkan putri keduanya dengan sempurna tanpa kekurangan apapun.
" Ibu, ayo kita cari kakak perempuan agar kakak Brian tidak marah lagi kepada mu." Meskipun enggan mengatakan hal itu, Amanda akan memanfaat keadaan agar mendapatkan perhatian dari orangtuanya. Namun, disisi lain posisi Bella akan menghilang selamanya.
__ADS_1
" Tidak, sayang. Dia anak pembawa sial dan ibu tidak mau keluarga kita terkena sial. Cukup hanya satu anak perempuan di rmah ini. sudah, jangan bahas ini lagi." Nyonya William dengan suara lembutnya berusaha menenangkan putri kesayangannya.
" Tapi, Ibu. Aku juga ingin melihat kakak perempuan ku. Aku bahkan bermimpi tidur bersamanya dan berbicara banyak hal seperti sesama saudara perempuan." Kata Amanda berusaha terlihat tulus agar kedua orangtuanya menganggap dia anak yang paling mulia.
Hari tuan dan nyonya William sakit mendengar kebaikan Amanda yang tidak masalah jika kakak perempuannya tinggal di rumah mereka dan berbagi kasih sayang.
" Tidak perlu, sayang. Semenjak kami membuangnya sejak itu dia bukan lagi keluarga William, apalagi putri ayah dan ibu." bujuk nyonya William.
Namun, percayalah dimasa depan. Mereka pasti akan menyesali perbuatannya. Jika itu terjadi tidak akan ada yang berubah bahkan Bella sendiri tidak memiliki perasaan lebih, melainkan hanya rasa kebencian kepada orangtuanya.
Tapi itu akan terjadi di masa depan jika Bella sudah tahu identitas aslinya.
" Benar, nak. Kami sudah bahagia memiliki mu sayang. Jadi kau tidak perlu memikirkan hal ini, biarkan saja kakak laki-laki mu. Suatu hari nanti dia pasti menyesal karena mengabaikan putri manis dan menggemaskan milik ibu." Begitulah nyonya William selalu memanjakan putri kesayangannya.
" Terimakasih, Ibu, ayah. Aku sangat bahagia lahir dari keluarga ini." Kata Amanda tersenyum penuh kemenangan.
Disisi lain, tanpa mereka sadari ada seseorang yang mendengar semua perkataannya tentang Bella.
Si pendengar tidak menduga kalau dia punya seorang Kakak perempuan selain Amanda. Tetapi sudah di buang oleh kedua orangtuanya.
Ya, dia adalah putra bungsu dari keluarga William sekaligus adik laki-laki Amanda.
Awalnya dia juga menyukai Amanda. Namun, entah kenapa dia mulai tidak suka ketika mendengar pembicaraan kakak laki-lakinya.
Meskipun dia masih SMA, tapi dia sudah sering menghadapi trik menjijikkan dari wanita licik. Jadi di tahu kalau Amanda tidak semurni kelihatannya apalagi mendengar ucapan Amanda yang ingin mencari kakak keduanya.
Hanya orang tuanya yang dibutakan cinta Amanda dan bisa dibodohi dengan mudah.
__ADS_1
Mark Clans William, atau biasa dipanggil Mark tidak sepenuhnya bodoh. Dia mulai penasaran dengan kakak keduanya dan mulai menjaga jarak dengan kakak ketiganya. Takut suatu hari nanti dia menjadi korban keserakahan dari kakak ketiganya.
" Aku harus kerumah kakak Brian." Tanpa mengganti pakaiannya dia pergi meninggalkan rumahnya, menggunakan mobil sportnya kerumah kakak laki-lakinya.
Dia ingin memastikan apa benar dia punya kakak kedua seorang perempuan dan dia juga penasaran bagaimana kabarnya sekarang.
Mark yang masih remaja sangat suka dengan tantangan apalagi teka teki.
Tiba di kediaman Brian. Dia langsung masuk dan melihat kakak iparnya. " Kakak ipar, dimana kak Brian?" Tanya Mark kepada kakak iparnya.
" Dia ada diruang kerjanya. Tapi sebaiknya kau jangan mengganggunya dulu. Kau akan terluka nanti."
" Apa kak Brian sangat marah?"
" Iya, biasanya dia akan seperti itu setelah berbicara dengan orang tua kalian, apalagi pembicaraannya membahas tentang adik perempuannya yang dibuang oleh kedua orangtua kalian." Tiba-tiba saja Brenda Leone Thomas menutup mulutnya. Karena tidak sengaja memberitahu adik iparnya tentang putri kedua dari keluarga Wiliam.
" Kenapa aku tidak tahu kalau aku punya kakak perempuan lain?" Mark semakin penasaran dengan kakak keduanya.
" Astaga, kau seharusnya tidak percaya dengan ucapan ku. Kau hanya memiliki Amanda. Aku salah bicara tadi." Brenda tidak tahu apa alasan keluarga William menyembunyikan hal itu kepada Mark.
" Kakak ipar, aku sudah mendengar semuanya di rumah. Jadi aku mohon, kakak ipar memberitahuku tentang kakak kedua ku."
" Sebaiknya kau bertanya pada suamiku. Aku benar-benar tidak tahu tentang kakak kedua mu." Brenda jadi merasa bersalah kepada suaminya.
" Baiklah, aku akan tinggal di sini. Lagipula di rumah hanya kakak Amanda yang dianggap oleh ayah dan ibu." Mark sering kali cemburu dengan Amanda yang selalu dimanjakan oleh kedua orangtuanya.Sedangkan dia, dianggap seperti tidak penting.
" Kalau begitu aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan kamar untukmu." Tentu saja Brenda sangat senang jika adik iparnya tinggal dirumahnya. Dia akan merasa rumahnya tidak akan sunyi jika seperti biasa kalau Mark tinggal di rumahnya.
__ADS_1
" Oke."