
" Tuan, ada tamu yang ingin bertemu." Ketukan pintu dan pemberitahuan pelayan menghentikan pembicaraan keduanya lalu memutuskan turun untuk melihat Brian yang sudah menunggu.
Ketika turun. Bella dapat merasakan tatapan Brian dan Mark yang sangat kuat padanya. Sebenarnya, dia sedikit gugup sekaligus bahagia karena akhirnya memiliki kerabat dekat yang terikat dengan darah bukan hanya sekedar pengakuan.
Bohong kalau Bella tidak merasa bahagia. Selalu sendirian selama dua puluh satu tahun membuatnya sering bertanya-tanya, apakah dia akan mati dalam kesendirian. Lalu, Tuhan mulai menjawab pertanyaannya dengan menghadirkan Sean serta keluarga Anderson, hingga dia bertemu dengan Ara, dan identitasnya mulai terkuak satu persatu.
" Apa kabar?" Tanya Brian ketika melihat kedatangan Bella. Ada banyak rahasia yang
" Baik, kak. Bagaimana kabar kalian?" Brian juga merasakan hal yang sama seperti Sean sebelumnya. Dia bahagia karena akhirnya sang adik bersedia mengakuinya.
" Aku baik, terimakasih karena sudah bersedia mengakui dan menerima hubungan kita." Bahkan pria itu tidak peduli pada tatapan orang-orang saat air matanya menetes.
Bertahun-tahun dia mencari keberadaan adiknya. Meskipun dulu memiliki Amanda sebagai satu-satunya Putri di keluarga William, tetapi Brian merasa asing dengan wanita itu dan sekarang sudah paham kenapa hal tersebut bisa terjadi.
" Tidak perlu berterima kasih, seharusnya aku memberitahu kalian tentang jawaban ku lebih cepat agar kalian tidak menunggu dalam kecemasan."
Brian tidak merasa semua yang dipilih oleh Bella salah. Jika itu dia, mungkin dia akan melakukan hal yang serupa. Bayangkan saja, hidup sendirian selama dua puluh satu tahun di tambah hidup didalam keluarga Glover yang kejam. Mungkin Brian akan membenci keluarga kandungnya.
" Jadi, sekarang aku resmi memiliki kakak perempuan?" Mark yang sejak tadi hanya diam, akhirnya berbicara dan terlihat sangat jelas bahwa dia bahagia.
" Ya, tapi kau harus menerima semu peraturan ku sebagai kakak perempuan mu." Bella sedikit kesal karena bukan hanya dia kakak perempuan Mark. Ada Chelsea, namun dia juga senang karena akhirnya bisa berkumpul bersama sekaligus memiliki kakak perempuan yang hebat.
" Pasti, aku akan melakukan semua yang kakak perintahkan. Bahkan jika kakak mintaku pergi ke hutan untuk berburu harimau, akan ku lakukan." Mark berbicara dengan semangat yang tinggi membuat Bella senang melihatnya.
" Dan sebenarnya, kau memiliki kakak perempuan lainnya."
" Tidak, aku hanya ingin diri mu! Wanita itu tidak pantas menjadi kakak ku." Mark belum tahu bahwa Bella memiliki saudari kembar, dan juga Brian lupa memberi tahu karena terlalu bersemangat.
" Bukan dia, ini benar-benar kakak kandung mu. Dia saudari kembar ku yang telah lama hilang."
" Apa?! Bagaimana bisa? Kenapa aku tidak tahu dan keluarga William juga tidak pernah membahasnya?"
" Karena keluarga William tidak setenang yang kau pikirkan, ada banyak rahasia yang mereka sembunyikan terutama wanita yang kalian sebut ibu." Bella tidak akan menerima nyonya William sebagai ibunya, meskipun memang benar bahwa dia bukan ibunya.
" A-aku, bagaimana bisa aku hidup di dalam keluarga yang mengerikan seperti itu?" Mark benar-benar tidak menduga bahwa dia menjadi salah satu dari anggota keluarga berwajah manusia tapi memiliki hati seperti iblis.
Dia pikir, cerita tentang kekejaman kedua orangtuanya yang rela membuang kakak perempuannya hanya karena kesaksian dukung palsu sudah sangat kejam, tapi ternyata itu belum seperempat dari total kekejaman mereka.
" Di masa depan, kau akan lebih tidak percaya setelah melihat wujud asli mereka." Ucap Bella.
__ADS_1
" Bisakah, aku memutuskan hubungan dengan mereka? Aku lebih rela menjadi miskin daripada harus tinggal dalam keluarga penuh intrik kejam yang mereka mainkan."
Brian dan Sean yang sudah tahu kebenaran dari setengah kejahatan tuan dan nyonya William hanya bisa tersenyum kecil. Mereka tidak bisa memberi tahu siapa pun tentang penyelidikan Chelsea sebelum semuanya terungkap secara jelas.
" Baiklah, di mana adik perempuan ku yang lain?" Brian penasaran dengan sosok Chelsea, meskipun yakin bahwa dia akan mirip dengan Bella.
" Kakak perempuan pergi bersama guru ku. Dia mengatakan ada sesuatu yang sangat penting. Jadi, dia harus kembali." Jawab Bella. Sedangkan Brian yang mendengar ucapan Bella sedikit kecewa, namun tidak memperlihatkan pada Bella. Bagaimanapun, setidaknya kunjungan ini terbayar dengan kesediaan Bella mengakui hubungan mereka.
" Kapan dia akan berkunjung?" Brian tidak akan mengganggu atau memaksa Chelsea untuk bertemu dengannya. Bella dan Chelsea menjadi korban dari kejahatan wanita yang dia pikir ibunya selama bertahun-tahun, jadi wajar jika tidak ada perasaan untuknya. Tapi meskipun begitu, Brian akan tetap menemui adik perempuan pertamanya.
" Aku tidak tahu, dia cukup sibuk dan tidak ingin membaginya pada ku." Bella menjadi sedih mengingat kakak perempuannya tidak bersedia membagi kesulitannya dan lebih berbicara pada suaminya. Namun, dia tidak marah. Dia akan menunggu sampai kakaknya bersedia membagi kesulitan padanya.
" Jika seperti itu, tolong beritahu aku jika dia datang berkunjung."
" Pasti! Kita adalah keluarga, dan sudah seharusnya kita memperbaiki hubungan yang hancur karena keserakahan kedua orang tua kakak." Brian hanya tertawa kecil, mendengar ucapan Bella. Sungguh miris bukan? Adik perempuannya bahkan engga mengakui mereka. Setidaknya tuan William adalah Keluarga asli mereka, namun Bella tetap tidak memiliki kesan baik pada pria itu.
" Dan untuk mu." Brian menatap Mark dengan ekspresi tegas. " Mulai sekarang hingg batas yang masih belum bisa di tentukan, kau akan tinggal di sini. Patuhi setiap perkataan kakak perempuan mu dan kakak ipar mu! Apa kau paham?"
" Kenapa aku harus tinggal?" Brian memutuskan untuk menyembunyikan alasan sebenarnya. Dia pikir itu terlalu kejam dan terlalu melelahkan untuk di ceritakan.
" Apa kau keberatan tinggal bersama kakak perempuan mu? Bukankah kau ingin menghabiskan waktu bersamanya setiap hari untuk membayar setiap momen kebersamaan kalian yang tidak pernah kalian alami di masa lalu?" Sean juga membantu Brian untuk menyembunyikannya dari Mark. Bagi mereka, Mark terlalu muda dan ragu apakah dia bisa menjaga rahasia jika sampai tahu ada cerita yang jauh lebih mengerikan dari keluarga William.
" Tidak perlu! Aku bisa menjaga istri ku." Sean kambuh lagi.
" Tapi kau tidak bisa menjaganya saat kau bekerja." Dan Mark tidak mau kalah.
" Seolah kau bisa melakukannya. Bukankah kau juga harus pergi ke sekolah."
" Aku bisa bolos."
" Itu jika kau tidak ingin melihat matahari pagi lagi! Kau bisa mencobanya." Bella mengancam Mark. Dia tidak akan membiarkan Mark melakukan hal konyol seperti itu, tugasnya hanya belajar dan selebihnya adalah tanggung jawab suaminya. Dia tidak ingin menyulitkan adik laki-lakinya.
Sean tertawa bahagia, dia senang Bella mengancam Mark. Dan wajah pemuda tersebut terlihat sangat sedih.
" Aku akan mendengarkan kan mu kak." Dia lebih tidak ingin di tinggalkan kakak perempuannya. Lagi pula dia bisa melindungi kakaknya jika berhasil sukses di masa depan.
" Anak baik."
Setelah membicarakan banyak hal. Brian membawa Mark Kemabli untuk mengantarnya ke sekolah. Sebenarnya itu atas desakan Bella yang tidak ingin adik laki-lakinya bolos sekolah, meskipun sudah siang hari.
__ADS_1
***
" Apa?! Bagaimana bisa mereka bersatu?"
" Saya tidak tahu spesifikasinya, nona. Tapi, pagi itu tuan Brian membawa tuan muda ke kediaman tuan Sean lalu pergi setelah beberapa jam bertamu."
" Apa yang mereka bicarakan?"
" Kami tidak berhasil menyusup. Penjagaan di kediaman tuan Sean sangat ketat. Bahkan tidak bisa mendekat dala radius sepuluh meter."
" Kalian benar-benar tidak berguna." Amanda memutuskan sambungan telepon. Dia benar-benar kesal sekarang.
Pertama, kakak laki-lakinya berkunjung ke kediaman Sean. Bahkan hanya orang-orang kuat dan dekat dengan pria itu yang bisa bertamu.
Kedua, dia sangat yakin bahwa hubungan Brian dan Bella sudah terkonfirmasi, lalu sebentar lagi dunia akan tahu bahwa Bella merupakan keluarga William. Kalau sampai hal itu terjadi, Amanda tidak akan bisa memikirkan konsekuensi yang di dapatkan. Bayangkan saja, orang-orang sudah mengenal dan tahu kecerdasan Bella. Sudah dapat di pastikan dia akan semakin di hina.
Ketiga, jika sampai ayahnya mengetahui hal tersebut. Rencana yang ibunya sudah siapkan untuk mengambil alih kekayaan keluarga William akan semakin sulit.
Ya, nyonya William yang mulai tidak sabar mulai menunjukkan tujuan sebenarnya dari rencana jahatnya merebut suami dari saudari kembarnya. Selain tidak ingin suami yang telah dia rebut di ambil kembali dan membencinya, dia juga tidak ingin kekayaan yang dia incar jatuh ke tangan anak-anak kakak perempuannya. Semuanya hanya bisa menjadi miliki putrinya dari hasil gelap hubungan gelap dengan peramal palsu yang di kirimkan oleh kelompok itu.
Sayang, tuan William tidak mengetahui hal tersebut. itu jugalah yang membuat kenapa Amanda sangat berbeda dari Brian dan adik-adiknya. Tidak ada hubungan darah di antara mereka, sehingga wajar kalau mereka berbeda. Namun, Amanda belum mengetahui rahasia yang ibunya simpan rapat-rapat.
" Bella! Aku benar-benar ingin membunuhmu." ucapan itu memang tidak keras. Namun berhasil di dengar oleh Wang Yihan yang sudah mengawasi gerak-gerik Amanda, sebagai alat balas dendamnya pada Bella.
Selain mengikuti. Yihan juga sudah menyelidiki kehidupan Amanda, namun belum menemukan alasan yang pasti kenapa wanita itu membenci Bella begitu jelas.
" Permisi, apa aku boleh duduk disini?' Yihan memulai rencananya.
" Siapa kau?" Dan Amanda dengan sikap angkuhnya.
" Aku Wang Yihan, dari Negara C sekaligus mantan kekasih Seanovic Anderson." Tidak, itu semua kebohongan dan Yihan sangat berhati-hati saat mengatakannya. Dia tidak ingin jika seseorang selain Amanda mendengar lalu melaporkannya pada Sean. Keluarga Wang tidak sehebat itu untuk melawan Sean yang notabenenya penguasa di dunia bisnis yang sangat terkenal.
" K-kau mantan tuan Sean? Tapi kenapa aku tidak pernah mendengarnya?" Tentu saja Amanda terkejut, namun dia percaya begitu saja pada apa yang Yihan katakan.
" Kami merahasiakannya, lagi pula kami menjalin hubungan jarak jauh. Antara Negara C dan Negara kalian sangat jauh, tentu saja tidak banyak yang mengetahuinya." Yihan senang ketika menyadari bahwa Amanda percaya pada kebohongannya.
" Lalu, kenapa kalian tidak menikah? Pasti dia sangat mencintai mu hingga rela menjalin hubungan jarak jauh, bukannya menikahi wanita yang di buang oleh keluarganya." Di dalam hatinya, Amanda senang mendengar bahwa Bella merupakan orang ketiga.
" Aku juga tidak tahu, kenapa dia tiba-tiba memutuskan hubungan yang sudah bertahun-tahun kami jalani. Semua begitu cepat, bahkan aku berjanji akan menemaninya saat dia lumpuh." Sebisa mungkin, Yihan memasang wajah sedih seolah Sean melakukan hal yang paling menyakitkan kepadanya dan Bella merupakan dalang utamanya.
__ADS_1