
" Ingin rasanya aku memberi pelajaran kepada keluarga Glover tadi, sangat menyebalkan. Benar-benar memalukan, dan hatiku sakit melihat menantu ku di perlakukan begitu." Betapa marahnya nyonya Rosalina, dia duduk di sofa dan menghentakkan badannya ketika tiba di mansion miliknya.
Tuan Julian yang melihat istrinya marah ikut duduk di sampingnya." Tenanglah, kau tidak perlu marah-marah."
" Tapi, aku tidak suka menantu ku diperlakukan seperti itu. Karena aku seperti melihat diri ku di masa lalu." Kisah Bella dan nyonya Rosalina hampir sama, bahkan itu yang membuat dia tertarik dan menjadikan Bella menantunya.
Nyonya Rosalina tidak ingin kisahnya terulang kembali. Belum tentu Bella akan di jual dengan orang sebaik suaminya. membayangkannya saja nyonya Rosalina sangat ngeri.
Tuan Julian sangat mencintai istrinya. Bahkan diusianya yang tidak mudah lagi, dia seperti orang yang di mabuk cinta.
" Iya sayang, tapi kau jangan terlalu khawatir. Menantu kita bukan orang lemah, kau lihat tadi betapa beraninya dia melawan mereka. bahkan dia tidak meminta bantuan kepada kita." Tuan Julian memberikan semangat kepada istrinya agar bisa melupakan sakitnya di masa lalu.
" Kau benar pah, aku lupa kalau menantu ku wanita yang hebat dan berani." ucap nyonya Rosalina sambil tersenyum manis kepada suaminya.
Tuan Julian yang melihat senyuman istrinya sangat menggemaskan. Dia memberikan ciuman, tetapi ciuman itu menjadi panas dan dalam.
" Hmmm, apa kalian melupakan aku yang duduk disamping kalian!" Kata Adrian dengan kesal.
Nyonya Rosalina langsung mendorong tubuh suaminya, dan menatap anaknya dengan wajah malu, dan ingin rasanya dia memukul suaminya yang memperlihatkan adegan panas kepada putra keduanya. Sedangkan suaminya sangat jengkel karena tiba-tiba ciumannya di hentikan.
Walaupun putranya sudah dewasa, tetapi nyonya Rosalina masih menganggap anak keduanya seperti anak kecilnya yang menggemaskan.
" Maafkan mamah nak, kau taukan papa mu sangat agresif."
" Ini permintaan maaf mu yang ke seratus mah, dan tetap saja terulang." Adrian tidak marah sama sekali, dia hanya sedikit kesal karena tingkat mesum papanya sangat tinggi.
Andaikan saja Adrian punya pasangan mungkin dia mengabaikannya. Dia yang tidak memiliki pasangan, harus melihat keromantisan kedua orangtuanya. Hampir setiap hari dia melihat adegan mesra orangtuanya ketika tidak sengaja bergabung dengan mereka.
" putra kecilnya mama sangat menggemaskan meskipun sangat kesal" Nyonya Rosalina yang melihat putranya kesal langsung memeluknya.
" Mah, aku bukan anak kecil lagi. aku sudah dewasa, jadi jangan peluk aku lagi." Sebenarnya Adrian sangat suka jika di peluk oleh nyonya Rosalina. Tetapi ada sepasang mata yang melihatnya begitu sinis, bahkan bola matanya ingin keluar.
" Apa kau tidak mau di peluk ibu." Nyonya Rosalina melepaskan pelukannya dan merasa sedih.
Adrian yang melihat mamanya sedih merasa bersalah. Hal ini juga bisa membuatnya lemah. Adrian tidak bisa mengabaikan kesedihan mamanya.
__ADS_1
" Tidak begitu ma, aku sangat suka di peluk. Tapi ada yang akan marah jika aku lama-lama di peluk sama mama." seperti itulah Andrian, dia tidak seperti Sean yang terlalu serius dan menanggung beban sendiri. sedangkan Adrian akan membuat Tuan Julian jatuh bersamanya.
Tuan Julian yang sudah terbiasa dengan sikap putranya, Hanya geleng-geleng kepala. Tapi dia tidak membenci putra keduanya. Bahkan sangat mencintainya, Walaupun pernah memusuhi anaknya.
" Siapa sayang? katakan sama mama, biar mama yang memberinya pelajaran. Beraninya dia mengancam putra kecil mama." Nyonya Rosalina yang dulu sangat menginginkan anak perempuan. Tapi hanya di karuniai anak laki-laki, jadi dia sangat memanjakan Adrian tapi tidak membuat putranya menjadi arogan. Bahkan Adrian memiliki hati yang lembut seperti mamanya. Karena sifat Adrian lebih cenderung kepada nyonya Rosalina. sedangkan Sean lebih mirip dengan papanya.
" Sayang, kembali ke pelukan aku lagi atau aku akan mengirim putra kecilmu tinggal di rumah kakaknya." Tuan Julian mulai kesal karena lama di abaikan, dia tidak bisa jauh-jauh dari istrinya.
" Kau mengancam aku?"
" Aku tidak mengancam tapi kalau kau mau, aku bisa melakukannya."
" Tidak, aku akan memelukmu." Nyonya Rosalina langsung memeluk suaminya. Setelahnya Adrian sudah lepas dari pelukan mamanya.
" papa curang."
" Kau sendiri yang mengajarkanku, apa kau lupa?"
" Kapan pa? Perasaan aku tidak pernah mengancam mama dan menjelekkan papa.?"
" Sini sayang kita pelukan bertiga." ucapan nyonya Rosalina melerai percakapan putra dan suaminya.
" Aku tidak mau, aku bukan anak kecil lagi."
Melihat tingkah laku anak dan suaminya, membuat hidupnya lebih berwarna. Mereka selalu melakukan hal yang sama. Hanya saja Sean sudah tidak ada disekitar mereka.
***
Sean yang masih sibuk di ruang kerjanya. Ditemani oleh asisten pribadinya.
" Tuan, Apakah anda belum mau tidur?" Tanya Jhon.
Jhon adalah cucu dari Jackson yang berusia 28 tahun. Pekerjaannya sebagai orang kepercayaan Tuan Sean sekaligus sebagai asisten pribadinya. Sebagai pengganti kakeknya yang juga merupakan orang kepercayaan keluarga Anderson yang sudah lama mengabdi.
" Sebentar lagi, apa kau sudah menemukan pelaku nya?" Tanya Sean.
__ADS_1
" Iya, seperti yang anda duga. Dia adalah wanita yang sama yang telah melukai nyonya Rosalina di masa lalu." Kata Jhon begitu tegas dan tanpa jeda. Karena begitulah cara mereka bekerja di keluarga Anderson.
" Ternyata dia masih hidup."
" Benar Tuan, karena ada kekuatan yang membantunya tetap hidup dan menjadikannya sebagai alat untuk menghancurkan keluarga Anderson."
Sean tersenyum sinis, mengingat perempuan itu, atau bisa di sebut mantan bibinya. Masih memiliki kekuatan untuk balas dendam. bahkan dia meremehkan lawannya.
Kecelakaan enam bulan yang lalu yang dialami Sean membuat keadaannya berubah total. Rem mobil yang ditumpanginya rusak, Hal ini tidak diterima oleh keluarga Anderson karena penjagaan yang ketat. Bahkan kendaraan yang hendak di pakai pasti di periksa dulu keamanannya.
Kecelakaan yang dialami Sean begitu cepat, bahkan sean masih ingat luka di wajah mamanya, wajah penyesalan ayahnya dan wajah sedih adiknya. Sean akan selalu mengingat agar balas dendamnya kepada mantan adik perempuan papanya lebih kejam dari semua musuh-musuhnya.
" Apa dia punya keluarga? Atau dia sudah menikah?"
" Tidak tuan, dia terlalu terobsesi dengan tuan Julian. Dia tidak mau menikah, bahkan tidak mau menerima seseorang yang mencintainya."
" Bukankah dia sangat bodoh! menginginkan orang yang tidak mencintainya?" Sean cukup bersyukur karena wanita itu tidak memiliki keluarga. Jadi, dia tidak perlu menyingkirkan musuh-musuh yang tidak tahu di balik kebencian Shireen kepada mamanya.
" Ya, sangat bodoh tuan. Terus apa yang anda lakukan untuk membalasnya.?"
" Terus awasi dia dan kelompoknya, belum saatnya aku membalasnya. Nanti tunggu waktu yang tepat.
" Baik Tuan."
" Ingat juga untuk menjaga dan melindungi orangtuaku dan adikku."
" apa nyonya Bella tidak termasuk tuan?
Sean yang mendengar nama Bella menjadi dilema. Bella yang tidak bersalah, menjadi korban Shireen, maka itu menjadi kesalahan Sean karena dia sudah berjanji di depan Tuhannya untuk selalu menjaga dan menghormati istrinya. Maka mulai sekarang Bella adalah tanggung jawabnya.
" Baik tuan."
" Kau minta kepala pelayan untuk menyiapkan segala kebutuhan Bella mulai sekarang."
" Baik tuan."
__ADS_1
Setelah percakapan, Jhon keluar dari ruang kerja Sean. sedangkan Sean masih menyelesaikan beberapa pekerjaannya sebelum ke kamarnya.