Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Hasil Tes DNA


__ADS_3

Saat sampai di rumah dan membuka pintu. Langkah Bella terhenti ketika melihat sang suami yang menunggu di sofa ruang tamu dengan ekspresi yang tidak menyenangkan.


" Sial! pasti para pengawal yang berekspresi datar itu yang melaporkannya pada suamiku."


Bella juga seperti kebanyakan anak perempuan yang suka melanggar peraturan dan suka mengutuk seseorang jika tidak senang.


Tidak mau nyawa Robby dan rekannya dalam bahaya. Bella harus mengandalkan cinta Sean padanya untuk membantu para pria itu.


Jhon yang melihat perubahan ekspresi sang tuan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bukankah tadi pria itu ingin memberikan hukuman pada istrinya karena melakukan sesuatu yang berbahaya tanpa sepengetahuannya. Lalu, kemana tadi ekspresi dingin itu?.


Benar saja, Bella adalah pawang Sean yang di kenal sangat kejam.


" Ada apa? Kenapa ekspresi wajah mu jadi dingin? Apa kau merasa sakit? Bukankah sudah kubilang, kalau kau tidak boleh pergi selama masa pengobatan. Lihat sekarang apa akibat dari keras kepala mu." Bahkan Bella yang memasang wajah marah. perubahan peristiwa ini membuat Jhon harus menahan tawa.


" Tidak, sayang. Aku baik-baik saja, tidak sakit atau merasa sesuatu yang buruk di tubuhku." Tentu saja Sean tidak ingin istrinya marah padanya apalagi harus diusir dari kamarnya.


" Lalu, apa masalahnya? Kau marah karena aku bersenang-senang hari ini?" Bella tidak keberatan memberitahu suaminya. Bagaimanapun sejak awal dia tidak bisa berbohong tentang masalah ini pada suaminya.


" Ini berbahaya. Kenapa kau tidak membiarkan pengawal yang mengurusnya."


" Bukankah, aku sudah mengatakan bahwa aku bersenang-senang. Aku sudah lama tidak pernah memukul orang. Rasanya tubuh ku kaku karena jarang di gunakan." Ada nada manja yang didengar oleh Sean sehingga dia hanya menggelengkan kepalanya.


Dia benar-benar sangat menghargai acara senang-senang istrinya yang tidak ada satu wanita pun yang bersedia melakukanya.


" Biarkan aku mengobati tanganmu." karena dia tidak bisa melawan istrinya, dia mengalihkan dan dia juga tidak akan melarang istrinya bersenang-senang. Hanya saja dia menjadi yang terdepan ketika orang lain memprovokasi istrinya.


" Oke."


Dengan cepat John memberikan kotak P3K yang selalu ada di ruang tamu. Sean dengan penuh kasih sayang mengobati memar yang ada di lengan istrinya.


Hal yang membuat Jhon yang sekali lagi menatap hormat pada Bella yang berhasil membuat Sean yang dikenal sangat kejam tunduk bak hewan peliharaan.


" Sudah selesai, sekarang bersihkan diri mu agar kita bisa makan malam." Masih ada waktu dua jam untuk makan malam. Sean hanya mencari alasan agar dia bisa memberikan pelajaran pada Robby dan kelompoknya.


" Tidak, aku tahu apa yang sedang kau rencanakan. jangan menyentuh orangku! Mulai sekarang dan seterusnya Robby dan kelompoknya akan menjadi murid ku. Jika aku tahu kau melukai mereka, aku akan pindah kamar.


Jelas, ancaman itu sangat berani. Bahkan Jhon terkejut dan sedikit khawatir, pada bella yang akan terluka karena kemarahan Sean.


Namun, sekali lagi. Hal-hal yang dia pikirkan tidak terjadi. Sean hanya mengalah dan menuruti semua keinginan istrinya.


" Baiklah, sekarang dia menjadi murid mu dan berhak atas hidup mereka." Sean juga senang, setidaknya, istrinya sekarang memiliki aktivitas lain.


" Hmm, ayo kita ke kamar. Kau pasti lelah, mau aku siapkan air mandi hangat?" Bella selalu membuat Sean takjub pada setiap perubahannya.

__ADS_1


Di siapkan air mandi, tentu saja dia bahagia. Dia bahkan menantikan hal lain. Tapi bersabar karena kakinya dalam masa pengobatan.


" Astaga, aku hampir lupa. Kau seharusnya mandi air obat-obatan, kebetulan tadi obat yang aku pesan dari negara C sudah tiba. Tidak lama lagi kaki mu akan sembuh."


Ini berita yang sangat membahagiakan. Namun, Sean terlalu cepat bahagia.


Setelah berendam dalam air yang mengandung banyak tumbuh-tumbuhan obat. Kakinya, merasakan sakit yang luar biasa, lebih mengerikan saat Bella melakukan akupuntur di kakinya.


Masalah kaki Sean cukup serius. Tidak hanya akupuntur, dia juga membutuhkan tumbuhan langka. Beruntung Bella bisa mendapatkannya dengan koneksi keluarga Li Wei.


" Pasti sakit, kau tidak perlu menahannya." sekarang Bella duduk di sisi bathtub. Sean hanya memakai celana pendek sedangkan tubuh bagian atasnya sengaja memperlihatkannya dengan jelas sehingga Bella beberapa kali ingin menyentuhnya.


Meskipun lumpuh, tubuh Sean sangat atletis. Mungkin efek bertahun-tahun rajin berolahraga dan makanan sehat. Sehingga kelumpuhannya tidak mempengaruhi perubahan tubuhnya.


" Aku baik-baik saja. Masih bisa ku tahan." Sean hanya tidak ingin terlihat lemah di mata istrinya.


" Oke, katakan jika kau merasa tidak nyaman dan butuh bantuan ku."


" Bisakah, kau memberikan pelukan? Itu satu-satunya yang ku butuhkan sekarang.


" Baiklah." Karena efeknya hanya bereaksi di tubuh Sean. Maka tidak masalah jika Bella ikut masuk. Tidak memberikan efek apapun atau menyembuhkan penyakit apapun. Hanya seperti air biasa bagi Bella.


Dengan patuh, Bella memeluk Sean di dalam bathtub. Hal yang akan membuat otak pria manapun akan berfantasi. Seandainya Sean baik-baik saja mungkin dia akan mengalaminya.


" Rasa sakit berlebihan itu hanya akan berlangsung saat pertama kali kau berendam. Setelah ini, hanya rasa seperti di gigit semut."


" Apa ada waktu lain untuk berendam?"


" Iya, sampai sistem saraf mu normal kembali, aku akan membantu penyembuhan dengan jarum emas. Tapi kau harus menunggu, pembuatannya memakan waktu yang cukup lama. Untuk saat ini aku hanya bisa menggunakan jenis perak.


" Tidak masalah, aku bisa menunggu. Tapi setelah sembuh, kau harus menepati janji mu."


" Janji?" Bella sedikit bingung. Dia tidak ingat kalau dia pernah membuat janji pada Sean.


" Anak, bukankah kau ingin yang kembar?"


" Oh, oke. Kita akan memilikinya setelah kau sembuh." Percayalah Bella akan sedikit menyesali kebodohannya karena tidak melihat tatapan lapar Sean hari ini tentang anak.


***


" Kurang ajar! Keluarga Parker harus di beri pelajaran." Brian sangat marah melihat kondisi Adi laki-lakinya.


" Tapi, wanita itu berjanji akan melindungi mereka dengan menggunakan keluarga William, kak" Mark tidak akan pernah lupa kata-kata Amanda hari ini.

__ADS_1


" Apa dia pikir dia berhak mengatur keluarga William? Aku akan membuat hidupnya hancur setelah hari ini."


" Jangan lupa membuat orang tua itu malu, kak. Putri kesayangannya benar-benar sangat sombong tadi."


" Hmm, kau tenang saja. Besok, aku akan membuat mereka melihat bagaimana perbuatan anak kesayangan mereka."


" Aku percaya ke pada mu, kak. Tapi siapa yang menyelamatkan ku?" Mark belum tahu siapa pahlawan yang membantunya.


" kau tidak tahu?" Brian menatap aneh adiknya.


" Tidak, aku sudah jatuh pingsan sebelum dia datang dan hanya bisa merasakan pergerakannya."


" Dia Bella. Kakak perempuan mu."


Mark dan Brenda menatap horor Brian. Mereka pikir Brian sedang memuntahkan omong kosong.


" Jangan bercanda, kak."


" Aku suda menerima hasil tes DNA. Saat dia bertamu, aku meminta Ara untuk mendapatkan rambutnya. Dan hasilnya baru keluar."


Ada ekspresi bahagia di wajah Brian saat mengingat hasil tes DNA. Akhirnya, kecurigaannya benar. Dan dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu Bella.


" Tidak heran, aku begitu nyaman dekat dengannya, kak." Mark juga senang karena Bella benar-benar kakak perempuannya.


" Sayang sekali dia tidak memakai kalung pemberianku di masa lalu. Seandainya, dia memakai kalung itu. Mungkin aku tidak perlu menunggu waktu yang cukup lama hanya untuk mengetahui dia adik perempuan ku yang sudah ku cari selama ini."


" Kalung? Apa itu yang berbentuk B?" Tiba-tiba Mark ingat kalung itu.


" Iya, kenapa kau bisa tahu?" Brian jadi penasaran.


" Terakhir kali bertamu disini, dia memakai kalung itu. aku sempat melihatnya, dan dia juga menceritakan tentang kalung itu."


Kini Brian ingin memukul kepala adik laki-lakinya. Kenapa dia tidak memberi tahu tentang kalung itu dan cerita Bella?.


Tapi, setelah dia pikir-pikir. Mark tidak mungkin tahu jika dia tidak memberitahu. Bahkan orang tuanya, tidak tahu kalau dia memberikan kalung itu pada adik perempuannya di masa lalu.


" Astaga, kak. Aku sudah melakukan kebodohan. Andai saja aku memberitahu mu, pasti aku tidak perlu mengemis untuk menjadi adik laki-lakinya dan tidak perlu mengakui wanita sialan itu sebagai kakak perempuan ku."


" Iya, kau bodoh. Aku juga bodoh karena tidak menceritakannya pada mu tentang kalung itu."


Kedua pria itu saling menyalahkan, Brenda yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Sudahlah, mungkin ini semua adalah takdir. Setidaknya kalian tahu, kalau Bella berada ditempat yang tepat."

__ADS_1


" Benar, kita tidak perlu cemas tentang keselamatannya." Ucap Brian.


__ADS_2