Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Makan Malam Romantis


__ADS_3

Pukul setengah delapan malam. Sean akhirnya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus di siapkan bulan depan. Sean sengaja melakukannya, agar honeymoon mereka berjalan lancar tanpa ada gangguan.


Dan hal itu akan berlangsung Minggu depan. Sean juga harus mencari keberadaan Shireen yang hilang entah kemana setelah kecelakaan yang terjadi padanya.


Seolah-olah ada yang membantunya melarikan diri. Namun, bukan Sean namanya jika tidak bisa mendapatkan pelaku. Bahkan ke lubang paling kecil pun Sean bisa menemukan mereka.


" Kami sudah membereskannya, tuan."


" Tetap perketat keamanan, aku ingin malam ini berjalan lancar."


" Baik."


Lalu sambungan telepon terputus. Dan kini sang ibu yang berbalik menghubunginya.


" Halo, ibu."


" Halo, sayang. Apa kau masih bekerja?" Rosalina tahu betul lokasi putranya meski tidak ada laporan dari asisten pribadi keluarga mereka.


" Hmm, apa ada sesuatu yang buruk?"


" Tidak ada, tapi kau harus segera kembali. Bagaimana bisa kau membiarkan menantu ku sendirian di rumah." padahal kali dipikir-pikir Bella tidak sendirian. Ada banyak pelayan di rumah jadi Bella tidak mungkin sendirian dan dia akan tetap aman.


Namun, Sean juga tidak membantah perkataan ibunya. Dia juga tidak ingin lama-lama di perusahaan sedangkan istrinya ada dirumah menunggunya.


" Dia ada bersama ku, ibu."


" Benarkah?"


" Ya. Jadi, ibu menghubungi ku hanya untuk menanyakan apa aku ada di rumah atau belum kembali?"


" Apa salahnya jika ibu, menghubungi putra ibu."


" Tidak tapi aku paham dengan suara nada ibu, jika sedang memiliki hal yang mengganggu ibu."


" Baiklah, ini tentang kelahiran Xavier. Apa kau memenjarakan putrinya mereka?"


" Ya, apa ibu keberatan?"


" Tidak, hanya saja kenapa kau mempersulit mereka. Bukankah biasanya kau akan mengabaikan wanita-wanita seperti itu."


" Dia sudah menghina istri ku. Jadi, menurut ibu apa aku harus mengabaikannya?"


" Apa! beraninya dia menghina menantu ku."


" Sekarang ibu paham, kenapa aku membiarkan putrinya masuk ke penjara?"


" Tentu, tapi kau terlalu baik. kenapa kau tidak membuat keluarga mereka hancur saja?"


Sean tahu, kalau ibunya akan sama kejamnya jika menyangkut orang-orang yang mereka sayang.


" Jika putrinya masih berani menyinggung istri ku, maka aku akan melakukannya. Tapi, ibu. Aku memiliki berita baik hari ini."


" Apa itu?"


" Dimana ayah?"


" Di samping ku, sedang bertingkah seperti bayi besar yang manja." Sean tertawa mendengar nada jengkel ibunya jika menggambarkan perbuatan ayahnya.

__ADS_1


" Aku sudah bisa berjalan normal, ibu."


Sesaat nyonya Rosalina tidak bisa mengatakan apa-apa. Begitu juga dengan tuan Julian yang sedang memeluk istrinya, dia mendengar semua pembicaraan mereka sehingga dia juga ikut terkejut saat tahu kalau putranya telah sembuh.


Hal yang sudah lama ia impikan dan istrinya. Bukan malu, tapi dia merasa kasihan kerena bagaimanapun putra mereka masih muda dan belum sepenuhnya menikmati hidup yang sesungguhnya.


" Apa kau sedang bercanda?"


" Tidak, ibu. Tadi pagi aku mengetahui kalau kaki ku bisa berjalan lancar."


" Astaga! Ini berita yang sangat membahagiakan." Ada nada hari dalam ucapan nyonya Rosalina.


" Tapi, ibu dan ayah dilarang menyebarluaskan hal ini pada siapapun termasuk Adrian. Biar aku sendiri yang memberitahunya."


" Ya, ibu janji."


Lalu, telepon di ambil alih oleh tuan Julian.


" Ayah senang mendengar kesembuhan mu."


" Ini berkat bantuan istri ku, ayah. Terimakasih, karena kalian menikahkan ku dengan wanita sehebat dia."


" Ibu mu yang mendapatkan berlian itu, dan bersyukur kau tidak menolaknya."


Sean tersenyum mendengar ucapan ayahnya. Benar, ibunya yang menemukan berlian seindah Bella. Dan bersyukur dia memang benar-benar berjodoh dengan Bella.


" Lalu, apa rencana mu selanjutnya?" Tanya tuan Julian pada putranya.


" Aku akan membawa Bella pergi honeymoon, agar bisa memberikan cucu pada ayah dan ibu."


" Tentu, aku putra ayah. Pasti kita memiliki kesamaan."


" Hmm, pergilah. Buat istri mu bahagia. Soal perusahaan, biar ayah yang mengambil alih selama kau pergi."


" Tidak perlu, aku sudah menyelesaikannya. Asisten ku dan Jhon akan menjadi wakil ku. Jadi, ayah tidak perlu menjadi dari ibu." Sean tahu, bagaimana candunya ayah pada sang ibu.


Tidak ada satu hari pun yang tidak tuan Julian gunakan untuk menempel pada istrinya seperti parasit.


" Kau benar-benar sudah merencanakannya jauh-jauh hari. Tapi, ayah akan tetap membantu mu."


" Baik, ayah. Aku akan bekerja keras agar kalian cepat memiliki cucu."


" Jangan terlalu terburu-buru. Kalian harus menikmati kebersamaan tanpa adanya anak. Bukannya ayah melarang kalian memiliki seorang anak. Tapi, ayah hanya ingin kau dan Bella saling mengenal dulu satu sama lain."


" Aku paham, ayah. Terimakasih atas nasehatnya."


" Sama-sama, nak."


Setelah Sean mengucapkan beberapa kata. Sean akhirnya memutuskan sambungan telepon lalu berjalan menuju tempat istirahat yang kini di tempati istrinya yang sejak tadi siang belum juga bangun.


Melihat betapa nyenyak nya tidur sang istri. Dia merasa berat membangunkannya. Namun, mereka memiliki agenda lain malam ini sehingga Bella harus bangun.


Hanya saja, cara Sean membangunkan istrinya cukup unik dan penuh cinta.


Pria itu mencium setiap inci dari wajah istrinya. Mulai dari bibir, hidung, mata, kening, dan kedua pipinya.


Awalnya, Bella tidak merasa terganggu. Namun, ciuman itu semakin sering lalu mulai mengernyitkan kening dan akhirnya membuka mata karena tidak bisa menahan rasa kesal akibat di ganggu.

__ADS_1


" Selamat sore." Bella masih setengah sadar ketika membuka matanya. Dia juga menghentikan bibir suaminya yang hendak mencium keningnya.


" Malam, sayang." Bella membuka matanya lebar dan melihat ke sekeliling ruangan. ban benar saja, ketika matanya tidak sengaja melihat jam dinding. Ini suda pukul delapan malam.


" Astaga, aku terlalu nyenyak sampai tidak merasa kalau ini sudah malam."


" Tidak apa-apa, kebetulan aku juga baru selesai bekerja. Apa kau sudah lapar?" Sean menyisir lembut rambut istrinya dengan jari-jarinya.


" Sedikit, ayo Kita pulang dan makan malam. Kau pasti sudah sangat lapar."


" Kita akan makan di restoran. Aku akan mengajakmu makan malam di luar."


" Kau pasti lelah, biar kita lakukan lain kali."


" Tidak, kita akan malam sekarang. Sebagai hadiah kecil karena kau sudah menyembuhkan ku."


" Aku melakukannya karena kau suami ku. Bukan karena ingin di puji ata di beri hadiah "


" Sayang, biarkan aku memanjakan mu. Jangan berpikir kalau itu sangat mahal atau itu sangat merepotkan. Aku mencinta mu. Dan semuanya akan membuatku merasa berguna jika aku bisa memanjakan mu dengan uang ku."


" Baiklah."


Pada akhirnya, mereka berdua pergi menuju restoran ternama di ibukota nya. Bahkan syarat makan disana tidak mudah di dapatkan. Harus memesannya jauh-jauh hari atau kau tidak akan duduk di dalam sana meski kau memiliki uang yang banyak.


Bella merasa terpana ketika melihat restoran itu. Tentu saja, dia sudah mengenalnya dengan baik.


" Kenapa tidak ada orang?"


" Aku memesannya hanya untuk kita."


" Itu sangat mahal."


" Demi Istri ku, tidak ada yang namanya mahal."


Kekesalan dan kemarahan tadi siang sepenuhnya hilang setelah mendengar ucapan suaminya.


Bella senang memiliki suami sebaik Sean.


Keduanya duduk di meja yang sudah di persiapkan. Ada lilin dan bunga mawar merah berjumlah 99 tangkai.


Ini pertama kali Bella di manjakan sedemikian rupa oleh orang lain.


Di masa lalu, meskipun Alex mengatakan cinta padanya hanya memberikan beberapa tangkai bunga dan tidak mengajaknya makan malam romantis atau membisikkan kalimat cinta yang sederhana namun memiliki arti yang mendalam.


Makan malam juga di antar dengan cepat. Tidak lupa Sean membantu mengisi piring sang istri. Dan ketika akan makan, suara kembang api terdengar dari luar jendela.


" Lihat keluar jendela." Bella melakukan ucapan suaminya.


Sekali lagi, Bella tercengang, terharu dan bahagia ketika melihat tulisan diatas langit malam akibat kembang api yang hidup.


' I LOVE YOU '


Bella menatap Sean setelah tulisan itu menghilang sepenuhnya.


" Terimakasih, karena makan malam kali ini sangat berkesan dan romantis."


" Apapun untuk istri ku."

__ADS_1


__ADS_2