
Kini mereka sudah sampai di hotel, setelah masuk kedalam kamar. Sean memutuskan untuk mandi lebih dulu. Sedangkan Bella duduk di kasur dan memeriksa ponselnya, banyak pesan dan panggilan dari Reva dan Alex. Satu persatu mereka bertanya dimana dia pergi dan kenapa dia tidak memberi tahu.
Sangat aneh, bagi Bella ini pertama kalinya dia melihat kekompakan dari Alex dan Reva saat bertanya. Seakan akan mereka duduk bersama dan mengirim pesan kepadanya secara bersamaan. Atau bahkan mereka bisa di katakan seperti ayah dan ibu Bella yang mempertanyakan keberadaan anaknya.
Bella tidak menyadari kalau Sean sudah keluar dari kamar mandi. Saat dia sibuk melihat pesan dan tidak menyadari kalau Sean sedan memperhatikannya.
Ketika melihat senyum istrinya saat menatap ponsel. Dia sangat cemburu dan berpikir kalau Alex sekarang lagi mengganggu istrinya. Betapa kesalnya Sean jika benar itu karena Alex. Tidak, hal itu tidak boleh tejadi.
" Aku sudah selesai, sebaiknya kau cepat mandi. Karena kita akan makan malam." Suara dingin Sean membuat Bella terkejut.
Bella langsung melihat Sean. Namun, entah apa yang membuat Sean memasang wajah yang marah.
" Baik." Sudah tahu dengan sedikit sifat Sean yang kadang tiba-tiba memasang wajah marah tanpa sebab. Jadi Bella hanya menuruti keinginan Sean
Setelah Bella masuk kedalam kamar mandi. Kini Sean berpakaian, dia mendengar ponsel Bella berbunyi. Dengan cepat dia menghampiri ponsel Bella dengan kursi rodanya, saat dia melihat siapa yang menelfon. Dia memutuskan untuk mengangkatnya.
" Tuan Alex, tolong jangan ganggu istriku, aku merasa tidak nyaman! Aku tidak suka berbagi dengan orang lain, Bella itu milikku dan selamanya akan menjadi milikku." Sean memutuskan sambungan telepon tanpa mendengar jawaban dari pihak lain.
Sean tersenyum puas setelah berhasil membuat pria itu sadar kalau dia sudah menandai Bella sebagai miliknya.
***
Setelah makan malam yang romantis kini mereka kembali ke kamarnya. Di dalam kamar Sean penasaran melihat Bella yang sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya.
" Apa yang sedang kau cari?"
" Tali kur, aku ingin membuat gelang dari cangkang kerang yang aku tadi aku kumpulkan."
" Kau yakin membawa hal seperti itu?" Sean yang terkejut tidak menyangka kalau istrinya akan membawa sesuatu yang tidak biasa. Karena biasa seorang wanita akan mempersiapkan pakaian renang seksi dan baju tidur untuk merayu suaminya.
__ADS_1
Lagi-lagi sifat polos Bella membuat Sean semakin jatuh cinta.
" Iya, sebenarnya aku sudah lama ingin gelang yang terbuat dari cangkang kerang. karena kau mengajakku ke pantai jadi aku bisa memilih bentuk yang ku inginkan."
Ternyata cangkang kerang yang di kumpulkan tadi untuk di jadikan gelang. Sean tiba-tiba ingin memilikinya satu. Tapi dia tidak mau meminta karena terlalu gengsi
" Ketemu." Teriak Bella sangat senang. Sean yang melihat istrinya ikut senang.
" Malam ini kita akan tidur satu kamar, apa kau tidak keberatan?" Meskipun pernah terjadi, Sean akan tetap bertanya demi kenyamanan mereka.
" Tidak masalah, lagi pula kita pernah melakukannya." Bella tidak keberatan sama sekali bahkan menganggap biasa-biasa saja. Namun bagi Sean itu sangat menyenangkan.
Setelah itu, mereka memutuskan untuk diam. Mereka sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Di tengah kesibukan Sean yang membaca hasil laporan di laptop dengan memakai kacamata yang membuat Bella selalu kagum. Bella tiba-tiba mengganggunya.
" Apa kau bisa membantuku?" Kata Bella.
" Ulurkan tanganmu, aku ingin menggunakan pergelangan tanganmu sebagai mengukur."
" Oke." Apapun Sean akan lakukan demi istrinya, bahkan dia akan mengambil bulan jika itu permintaan istrinya. Sean akan melakukannya dengan senang hati, meskipun itu berlebihan namun demi cinta kadang orang akan melakukan hal yang aneh untuk membuktikannya.
" Terimakasih." Bagi Bella itu wajar, namun tidak dengan Sean. Dia menganggap ucapan Istrinya sangat manis sehingga dia semakin jatuh cinta. Hingga rasanya dia akan mati jika dalam satu hari saja dia tidak melihat istrinya.
Jari mungil nan putih Bella mulai mengaitkan tali kur di pergelangan tangan suaminya. interaksi keduanya begitu manis sehingga Sean ingin waktu berhenti beberapa menit saja.
Sean yang menatap istrinya. Melihat bulu mata istrinya, bibirnya mungil dan pipi yang lembut seperti kulit bayi. Ingin rasanya dia menyentuh mereka, mengulang kembali ciuman yang pernah dia lakukan. Namun sayang, dia harus menahannya karena dia tidak ingin Bella mereda jijik kepada nya.
" Apa kau suka?" Tanya Bella, setelah selesai. Bella belum melepaskan gelang yang ada di pergelangan Sean.
__ADS_1
" Ini sangat unik dan menarik." Sebisa mungkin Sean bersikap biasa, tapi dalam hati dia sangat menginginkan gelang itu.
" Kalau begitu, ini menjadi milik mu. Sebagai tanda terima kasih ku karena kau sudah mengajakku ke pantai." Suara Bella yang polos dan tulus, membuat Sean ingin melompat dari kasur andai dia tidak lumpuh.
Sean sangat bahagia mendapat hadiah dari hasil buatan tangan istrinya. Bahkan gelang yang pertama dia buat untuk suaminya, jadi Sean berpikir kalau Bella sengaja melakukan ini.
" Baiklah, aku akan menerimanya karena kau sudah berusaha sangat keras." Meski sangat bahagia, namun Sean tidak ingin memperlihatkannya kepada Bella. Belum waktunya, dia harus menunggu sampai Bella mempercayai dirinya dan memperbaharui surat perjanjian pernikahan mereka.
Bella melanjutkan pekerjaannya sampai jam sebelas malam. Sean yang melihat istrinya belum tidur, dia meminta istrinya tidur agar dia tidak terlalu lelah.
Ketika kamar mulai hening, dan hanya suara nafas kecil Bella yang terdengar. Mata Sean terbuka, dia mulai mendekati tubuh sang istri.
Rasanya Sean tidak akan bisa tidur kalau dia tidak menuntaskan rasa hausnya untuk menyentuh dan mengecup bibir mungil istrinya secara diam-diam.
Sean menatap puas wajah istrinya, melihat tidur lelap istrinya bagaikan lukisan yang indah dan sempurna.
Sean mulai menyentuh istrinya dengan pelan. Dia tersenyum melihat istrinya yang tidak merasa terganggu. Bella bahkan sangat damai dalam tidurnya, Sean semakin bersyukur sekaligus khawatir karena takut nanti itu akan menjadi bumerang bagi Bella.
" Aku akan menjagamu lebih ketat setelah ini, kau akan menjadi milikku selamanya." Bisik Sean agar istrinya tidak terganggu.
Setelah puas menyentuh istrinya. Kini dia mendekatkan dirinya. Jika itu orang lain, mungkin dia akan bangun karena usaha Sean yang membawa tubuhnya. Dia yang lumpuh sulit untuk menggerakkan tubuhnya. Namun, entah kenapa Bella tidak merasa terganggu bahkan tidak terusik sama sekali.
Mungkin dia sangat lelah karena seharian bermain di pantai. Atau mungkin dia sudah percaya kepada sean sehingga dia merasa nyaman.
Sean sangat senang melihat istrinya yang tertidur lelap sehingga dia bisa memberikan kecupan selamat malam di bibir mungil istrinya.
" Selamat malam Bella, selamat malam sayangku, selamat malam istriku." Bisik Sean lembut, lalu dia memeluk istrinya.
Baginya memeluk istrinya dan mencium aroma tubuhnya sudah menjadi obat tidur yang paling manjur.
__ADS_1
pp