Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Calon Ayah


__ADS_3

Li Wei yang baru saja meletakkan tubuh Chelsea dan berencana memanggil Bella untuk membantu memakaikan pakaian pada Chelsea, terkejut. Ketika melihat Sean menggendong Bella keluar dari kamar mandi.


" Apa yang terjadi kepadanya?" Tentu saja Li Wei khawatir pada muridnya. Dia juga lupa bahwa Bella pasti kelelahan karena memikirkan kondisi kakak perempuannya.


" Dia pasti kelelahan, aku akan membawanya. Kau bisa meminta bantuan pada kakak ipar ku."


" Baik."


Saat keluar dari ruangan, Naura dan yang lainnya terpana melihat kondisi Bella. tidak perlu ditanya, mereka sudah menduga kalau Bella akan mengalami hal seperti itu.


" Biar ibu yang menjaganya."


Bella hanya di pindahkan keruang sebelah, kebetulan ruangan itu kosong. Sehingga Sean bisa menggunakan ruangan itu sebagai ruang istirahat istrinya.


" Tidak perlu, Bu. Aku bisa menjaganya, Chelsea jauh lebih membutuhkan ibu."


" Baiklah, tapi jika kau membutuhkan sesuatu beritahu ibu."


" Tentu, Bu."


Setelah di tinggalkan oleh ibu mertuanya. Sean segera menghubungi ayah dan ibunya, tidak lupa dia juga meminta bawahannya untuk memanggil Dokter untuk memeriksa kondisi sang istri.


" Halo, Bu. Bisakah ibu dan ayah datang kerumah sakit miliki Istri ku?"


" Apa sesuatu terjadi pada menantu ku?" Ada nada khawatir dalam pertanyaan nyonya Rosalina. Bahkan dia tidak menjawab sapaan putranya.


" Tidak terlalu serius, tetapi kakak perempuan Istri ku sedang dalam kondisi koma dan dia kelelahan akibat menjaga kakak perempuannya."


" Baik, ibu dan ayah akan segera kesana." Nyonya Rosalina tidak akan membuang-buang waktu.


Setelah memutuskan sambungan telepon, seorang Dokter wanita akhirnya tiba. Sean senang pada bawahannya yang cukup cerdas karena memanggil seorang Dokter wanita


" Tolong periksa istri ku." Sebenarnya, Dokter tersebut merupakan salah satu Dokter yang dipilih oleh Sean untuk bekerja di rumah sakit istrinya tanpa sepengetahuan sang istri.


" Baik, tuan."


Setelah beberapa saat memeriksanya, tiba-tiba saja Dokter wanita tersebut mengatakan hal yang membuat jantung Sean berdetak cukup cepat.


" Kondisi nyonya memang lemah karena tekanan. Saya juga merasa bahwa nyonya sedang hamil, tapi ada baiknya jika anda meminta Dokter kandungan untuk memeriksanya."

__ADS_1


" H-hamil?"


" Iya. Saya yakin bahwa nyonya sedang hamil, tapi sebaiknya anda memeriksanya ke Dokter kandungan."


" Kalau begitu, sekarang panggil Dokter kandungan itu. Ingat, dia harus Dokter seorang wanita."


" Baik, tuan."


Ruangan kembali sunyi. Sean merasa bahwa kedua matanya mulai memanas dan cairan bening hampir saja keluar dari kedua matanya.


Dia sangat terharu, tidak menyangka sang istri sedang hamil. Mengingat akhir-akhir ini Bella melakukan hal-hal aneh yang kadang membuatnya sedih.


Sekarang dia sudah tahu penyebab tingkah aneh istrinya. Dan sekarang dia berjanji akan selalu menjaga istri dan anaknya di masa depan.


Sekali lagi pintu ruangan terbuka, dan Dokter kandungan wanita masuk. tanpa basa-basi, Sean langsung meminta Dokter tersebut memeriksa kondisi sang istri.


" Selamat untuk anda, tuan. Nyonya sedang hamil, dan ada baiknya anda melakukan USG untuk memastikan kondisi dan berapa usia janin yang ada dalam kandungan Nyonya, tuan."


" Baik, aku akan melakukannya besok."


Setelah itu Dokter kandungan itu pergi. Sean semakin bahagia, bahkan meneteskan air mata. Akhirnya, hal yang hampir musnah setelah kecelakaan itu terjadi juga. Kini dia akan segera menjadi seorang ayah.


***


Nyonya Rosalina, tuan Julian dan Adrian akhirnya tiba dirumah sakit. Awalnya hanya orang tuanya yang akan pergi, namun saat Adrian tahu bahwa kakak iparnya sedang dirawat di rumah sakit dan kondisi Chelsea yang tidak baik, memutuskan ikut.


Setelah masuk keruangan Bella. Mereka melihat dengan jelas bahwa Sean sedang menangis dan menggenggam telapak tangan istrinya.


" Kenapa kau menangis, kak?" Adrian dan kedua orangtua mereka, mulai berpikir aneh.


Sean yang mendengar suara sang adik, langsung menoleh dan melihat kedatangan orangtua mereka. Lalu Sean bergegas untuk memeluk sang ibu, hal yang membuat ketiganya semakin cemas. Berpikir bahwa sesuatu yang buruk terjadi pada Bella.


" Bu, aku akan segera menjadi ayah."


Ucapan Sean dapat di dengar dengan jelas. Adrian dan Kedua orangtua mereka, akhirnya tahu kenapa sean bisa menangis.


Pria mana yang tidak menangis haru ketika mengetahui bahwa wanita yang mereka cintai sedang mengandung anak dari buah cinta mereka.


" Selamat, nak. Ibu senang, tidak lama ibu akan segera menjadi Oma." Tentu saja, nyonya Rosalina senang mendengar berita kehamilan menantunya.

__ADS_1


" Astaga, aku akan segera menjadi seorang paman. Ini benar-benar seperti mimpi." Adrian mulai berkhayal tentang keponakannya yang bahkan belum lahir.


Hanya tuan Julian yang terlihat tenang. Meskipun semua orang tahu bahwa pria itu juga senang mendengar berita kehamilan menantunya.


" Lalu, bagaimana kondisi kesehatan menantu, ibu?"


" Dia kelelahan, Bu. Aku akan membawanya pulang. Dokter menyarankan bahwa Bella harus banyak istirahat."


" Kau benar, Nak. Bagaimana kondisi Chelsea?"


" Aku tidak tahu, Bu. Tapi, guru Bella sudah menanganinya. Mungkin semuanya akan baik-baik saja."


" Syukurlah, sebaiknya kau segera membawa Bella pulang. Biar ayah dan ibu yang menemani keluarga istri mu menjaga Chelsea."


" Terimakasih, Bu. Maaf, sudah merepotkan kalian."


" Jangan katakan hal seperti itu, kau putra ibu. dan Bella sudah menjadi bagian dari anggota keluarga kita, jadi kita harus selalu ada saat dia membutuhkan."


" Baik, Bu."


***


Entah sudah berapa lama Chelsea tertidur, dia hanya merasa tubuhnya tidak nyaman saat membuka mata dan menggerakkan lengannya.


Saat melihat sekelilingnya, dia merasa sudah tidak berada lagi dirumah sakit melainkan berada di kamar mewah yang bercorak abu-abu, seperti kamar pria pada umumnya.


Ketika akan mengusap wajahnya, sebuah suara mengejutkannya. Suara pria yang berapa kali dia dengar saat tidur.


" Kau sudah bangun? Syukurlah, aku akan memeriksa mu terlebih dahulu." Li Wei merasa sangat bahagia saat melihat Chelsea Bagun dari tidur panjangnya.


Wanita itu sudah tertidur selama satu Minggu. Memang tidak terlalu lama, namun bagi Li Wei hal tersebut sangat menyiksanya.


Ada banyak hal yang terjadi selama Chelsea tertidur. Keluarga Anderson yang tahu bahwa Bella tengah hamil, dan itu juga anak kembar yang sangat protektif. Mereka bahkan melarang keras Bella pergi tanpa pengawasan Sean.


Tentu saja peraturan itu di dukung oleh Sean sendiri. Pria tersebut sudah masuk dalam mode suami siaga dan posesif.


Sama halnya dengan keluarga Anderson. Brian, Mark, dan seluruh keluarga Bella ikut bahagia serta protektif mengingat ini kehamilan pertama untuk Bella.


Jordan yang hanya bisa menjadi pengamat juga ikut bahagia mendengar kehamilan Bella. Dia selalu berdoa tentang kesehatan Bella dan kesembuhan Chelsea.

__ADS_1


Anehnya semua orang tidak terlalu memperhatikan keberadaannya. Seolah-olah Adrian dan adik-adiknya memberikan hukuman melalu hal tersebut.


__ADS_2