
Keesokan harinya, meskipun dia tidak ada cahaya matahari yang bisa menembus daun-daun dalam hutan. Chelsea akhirnya terbangun, dia mendapati dirinya tertidur didalam tenda, dan tiba-tiba kenangan tadi malam menghampirinya.
Wajahnya mulai memerah, namun sekuat tenaga dia mengendalikan hal tersebut. Belum sempat dirinya mengatur banyak hal agar Li Wei tidak menggodanya lagi, dia mendengar pria itu bersenandung di luar tenda sambil memasak sesuatu.
Aroma masakannya membuat Chelsea yang hanya memakan buah atau daging hewan yang dia temukan dalam hutan membuatnya sangat lapar, bahkan perutnya mulai mengeluarkan suara khas orang lapar.
" Ayo, Chelsea kau harus bersikap dingin seperti di masa lalu." Meskipun Chelsea mengingatkan pada dirinya sendiri untuk tetap bersikap biasa-biasa saja, tapi tetap saja dirinya tidak bisa melakukannya. Apa lagi ketika dirinya mengingat momen tadi malam saat dia berciuman denga Li Wei, membuat wajah Chelsea memerah lagi. Li Wei sudah mengambil kesempatan saat dirinya dalam keadaan sedang hancur.
Li Wei yang baru saja selesai memasak, memutuskan untuk membangunkan Chelsea. Walau dirinya tidak Tenga membangunkan wanita itu, namun Chelsea harus memakan sesuatu.
Saat membuka tenda, Li Wei bisa melihat bahwa Chelsea sedang berusaha untuk menutup matanya. Takut bertemu dengannya atau melaubkarena adegan tadi malam.
" Ayo makan, kau pasti sudah lama tidak mekan dengan benar." Li Wei memutuskan untuk tidak membahasanya. Selama Chelsea tidak pergi dari sisinya, dia baik-baik saja jika harus menjadi pria dengan wajah yang tebal. " Bangunlah hari ini aku memasak mie instan yang enak bahkan aku mencampurnya dengan sosis."
Chelsea masih menutup matanya, seakan-akan masih tertidur dan tidak mendengar ucapan Li Wei. Sedangkan Li Wei yang tahu bahwa Chelsea hanya berpura-pura tidur berusaha membangunkan dengan mengancam wanita itu.
" Jika kau tidak bangun juga, maka aku akan melakukan hal yang sama seperti tadi malam."
Ancaman Li Wei berhasil. Chelsea membuka matanya dan bergegas keluar dari tenda. Melihat tingkah laku Chelsea, pria itu tertawa kecil.
Keduanya mulai makan, tidak ada yang bersuara karena keduanya masing-masing bingung ingin memulai percakapan dari mana.
***
" Guru berhasil menemukan kakak." Bella akhirnya bisa tenang setelah mendapat pesan dari Li Wei. Pria itu mengatakan bahwa mereka berada di hutan dan mungkin tidak bisa cepat keluar dari sana.
" Baguslah, sekarang mari kita pulang kerumah." Ini hari ke empat mereka berbeda DJ rumah hutan. Sean sudah mulai merasa bahwa tubuhnya baik-baik saja.
" Bisakah kita tetap di sini hingga besok, sayang? Aku ingin memancing dan makan ikan bakar." Ucap Bella pada suaminya.
" Oke, apapun untuk istri ku."
Keduanya memutuskan untuk memancing di sungai yang ada didepan rumah hutan mereka. Terlihat jelas raut wajah bahagia Bella,embuat Sean semakin bersemangat untuk mendapatakan ikan.
Beberapa waktu setelah melemparkan pancing kedalam air, seekor ikan akhirnya terjerat. Bella yang melihat hal tersebut sangat bersemangat, namun menahan diri untuk berteriak karena takut konsentrasi suaminya terganggu. Setelah satu ikan berhasil dirangkap, Bella meminta pelayan memasukkan ikan kedalam ember besar. Lalu, dia kembali fokus pada suaminya. Sean yang melihat tingkah laku istrinya uang kekanak-kanakan hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
***
Kondisi Chelsea dan Li Wei sedikit canggung. Keduanya lebih memilih diam dari sejak makan hingga selesai. Li Wei sedang memikirkan kata uang pas untuk di ucapkan, sedangkan Chelsea masih sibuk dengan permasalahan hidupnya.
" Sudah ku putuskan." Suara Li Wei menghancurkan lamunan Chelsea. Dia menatap pria itu, menunggunya melanjutkan ucapannya namun sepertinya dia salah.
" Apa?" Chelsea yakin bahwa Li Wei sedang menunggu suaranya.
" Aku akan tetap mengejar mu, dan jika kau masih tidak jatuh cinta maka aku akan memaksa mh untuk menikah dengan ku."
Chelsea tersedak air liurnya sendiri, kata-kata Li Wei benar-benar tidak tahu malu. Namun entah kenapa dia merasa senang. Jadi, pria itu tidak pernah berhenti mengejar cintanya, dan sepertinya sudah saatnya dia untuk membual hatinya.
" Jika aku tidak mau dan memilih untuk menghilang, apa ulyang akan kau lakukan?"
" Jangan terlalu menganggap diri mu hebat, sayang. Sebelum kau menjadi ketua mafia, aku sudah melakukannya lebih dulu." Li Wei sangat percaya diri namun sebenarnya dia takut jika Chelsea menghilang.
" Aku baru tahu bahwa guru adik ku juga memiliki rasa percaya diri yang berada di level overdosis."
" Ini semua kulakukan untuk mu. Jika tidak, untuk apa aku menurunkan harga diri ku untuk mengejar mu. Di dunia ini banyak wanita cantik dan mereka pasti bersedia untuk menjadi wanita ku, tapi aku tidak ingin melakukannya karena sejak awal hati ku sudah memilih mu."
" Semoga berhasil kalau begitu."
Kata-kata Chelsea, menghentikan kekhawatiran Li Wei. Dia bahkan menatap Chelsea beberapa menit, mencoba mencari kebohongan dari mata wanita itu tapi tidak ada. Chelsea benar-benar serius dengan ucapannya.
" Terimakasih banyak, karena sudah mengizinkan ku memperjuangkan mu." Tentu saja Li Wei ingin berteriak sekarang. Memberi tahu dunia jika dia akhirnya bisa mendapatkan kesempatan mendekati Chelsea
Chelsea tidak menjawab, dia hanya tersenyum kecil. Lalu kembali fokus menatap dedaunan yang berasa diatas mereka. Berharap bahwa pilihannya tidak akan membuatnya menyesal di masa depan, dan keyakinannya muali mengatakan bahwa dia tidak akan menyesalinya.
***
Ini hari kedua Li Wei dan Chelsea tinggal di hutan. Banyak hal yang sudah berubah di antara keduanya. Chelsea juga sudah tidak satu tenda dengan Li Wei, karena pria itu memang sengaja mempersiapkan dua tenda saat berangkat ke hutan.
" Apa tidak ada sungai di dekat sini?"
" Kenapa kau mencari sungai?"
__ADS_1
" Bahan makannya kita sudah mulai menipis, dan aku juga ingin makan ikan bakar."
Chelsea menatap Li Wei heran. Berpikir bahwa pria itu pasti akan memintanya untuk menangkap ikan mengingat bahwa pria itu terlahir kaya dan tidak pernah merasakan hidup susah apalagi turun kesungai hanya untuk menangkap ikan.
" Ada, beberapa meter dari sini." Bagaimanapun Chelsea juga memnuthka air, jadi dia harus menemukan sumbernya.
" Bagus, ayo kita kesana." Terlihat Li Wei sangat bersemangat setelah mendengar bahwa ada sungai, dan berharap bisa menangkap beberapa ikan untuk mereka.
" Kita harus menyiapkan beberap hal sebelum menangkap ikan."
" Tidak perlu, aku bisa melakukannya. Kau hanya harus menemani ku."
" Apa kau yakin."
" Ya, jangan khawatir. Kali ini kau akan melihat keahlian ku yang tersembunyi."
Chelsea jadi penasaran, bagaiman pria itu akan melakukan keajaiban seperti yang sedang dia ingin tunjukkan kepadanya.
" Baiklah."
Setalah itu keduanya, pergi menuju sungai. Li Wei sangat menikmati hidup di hutan, selain dia bersama denga orang yang dia sukai. Li Wei juga senang karena hidup di hutan jauh lebih menyenangkan dari pada kota yang berisik dan penuh trik licik.
" Sayang sekali, kita tidak bisa selamanya berada di hutan." Li Wei menghembuskan nafas sedih, membuat Chelsea menatap heran padanya. " Apa? Apa kau tidak percaya bahwa pria seperti ku tidak bisa hidup di hutan?"
" Ya, aneh dan tidak masuk akalengingat kau terlahir hidup bergelimang harta."
Li Wei tertawa. " Kau sangat jujur, dan aku suka itu." Kejujuran Chelsea membuat Li Wei tidak perlu waspada pada wanita itu. " Meskipun aku terlahir dari keluarga kaya dan terbiasa di manjakan, aku sering menghabiskan waktu diluar. Termasuk pergi kehutan atau pegunungan untuk mencari tanaman herbal. Akh juga kemah sendirian di tengah hutan untuk mencari ketenangan. Kau pasti tahu betapa muaknya tinggal ditengah-tengah orang munafik dan suka menjilat."
Chelsea mengangguk paham." Ternyata kau pria aneh setelah Sean."
" Kenapa kau mengatakan kami aneh? Bukankah Sean cukup normal untuk CEO yang mendominasi."
" Ya, tapi kalian bukan seperti kebanyakan pengusaha yang suka menggunakan orang lain saat ingin melakukan sesuatu. Kalian lebih suka menggunakan kekuatan kalian untuk menyelesaikan tujuan kalian."
" Apakah begitu?"
__ADS_1
" Hmm, tapi kau yang paling aneh."