
" Tuan, keadaan Perusahaan di Negara I semakin buruk. Anda tidak bisa meminta orang lain mewakili." Lapor Jhon pada sang tuan.
Ini yang Sean tidak suka. Dia harus pergi jauh dan meninggalkan istrinya dirumah. Berpisah darinya, sudah membuat Sean ingin memukuli orang-orang yang menjadi dalang di balik masalah yang terjadi di cabang perusahaan milik di keluarga Anderson.
" Siapa kali ini?"
" Keluarga Romano, tuan. Putrinya belum menyerah mengejar anda dan putri tertua berniat menguasai perusahaan dengan cara menghasut pemegang saham untuk mendukung mereka."
" Baiklah, sepertinya aku telah menganggap remeh mereka. Panggil tim Tiger dan minta mereka membuat dua kelompok. Kelompok pertama akan ikut dengan ku dan kelompok kedua akan menjaga istri ku."
" Baik, tuan." Jhon segera melakukan tugas yang di perintahkan Sean. Memang, mereka juga harus memikirkan keselamatan nyonya jika tuannya pergi jauh.
Tidak ada yang tahu bagaimana musuh menyerang dari kegelapan.
Setelah selesai Sean memutuskan kembali kerumah, Sudah pukul delapan malam dan Bella juga telah selesai makan malam tanpa dirinya.
Hari ini pekerjaan cukup banyak dan ada beberapa pertemuan bisnis. Sean juga belum memberitahu publik tentang kesembuhannya.
Meskipun Shireen dan Melly ada di tangannya. Tapi dia harus menyelidiki pria yang mendukung Melly, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Sesampainya di rumah, Sean langsung masuk kekamar dan melihat istrinya sedang menonton televisi. Rupanya dia telah menunggu kepulangan sang suami, hal yang membuat Sean merasa hangat.
" Aku akan mandi, sayang."
" Biar aku siapkan."
" Tidak perlu, sayang. Ini akan cepat."
" Oke."
Tidak lama, Sean akhirnya keluar dengan handuk di pinggangnya sedangkan bagian atasnya tidak tertutup sama sekali.
Duduk di sisi Istrinya yang fokus nonton acara televisi. Sean sedikit kesal karena di abaikan namun dia tidak ingin mengganggu kesenangan Istrinya. Dia akan menunggu wanita itu selesai.
Dan benar saja, Bella yang merasa di tatap langsung melihat kearah suaminya yang terlihat menggoda. Pria itu semakin tidak terkendali setelah Bella menyerahkan dirinya sepenuhnya dan menyatakan serta menyatakan cinta padanya.
Tidak hanya memindahkan sang istri ke kamar utama, Sean juga sudah membakar surat perjanjian mereka di depan mata istrinya.
" Ada apa? Kenapa tidak menggunakan pakaian?" Rona merah dikedua pipi Bella terlihat jelas hingga Sean tidak bisa mengabaikan hal tersebut.
Perlahan dia semakin dekat dan memberikan banyak kecupan hangat di wajah Bella.
" Aku akan pergi besok." Setelah puas membuat istrinya merasa geli, Sean berhenti sejenak.
" Kemana? Kenapa tiba-tiba?"
" Ke Negara I, cabang perusahaan disana mengalami gangguan dan aku tidak bisa meminta orang lain untuk mewakili."
" Apa kamu lama?" Bella juga tidak ingin berpisah dari suaminya. Dimanjakan tiap hari oleh suaminya membuatnya semakin suka menempel pada sang suami.
" Tidak, aku akan membuatnya cepat. Jadi, kau harus menjaga diri mu di rumah dengan baik selagi aku tidak ada."
" Baik, tapi kau harus cepat kembali."
__ADS_1
" Ternyata istriku tidak ingin di tinggal pergi." Sean merasa bahagia ketika mengetahui bahwa istrinya pun enggan untuk di tinggalkan.
" Apa kau senang meninggalkan ku pergi?" Bella bertanya dengan nada yang sedikit ketus.
" Tentu saja tidak, aku bahkan ingin membawa mu pergi dengan ku. Tapi itu akan membuat mereka tidak sabar lalu melukai mu."
" Bukankah ketika kau pergi dan mereka mengetahui kau meninggalkan ku, mereka akan semakin bertindak?" Bella mulai paham bahwa masalah yang dihadapi sang suami cukup serius hingga nyawanya terancam jika mengikuti sang suami pergi.
" Tidak akan, jika kau tetap disini orang-orang ku akan menjagamu dan tidak akan bisa masuk ke Negara ini dengan mudah."
" Baiklah, aku akan menunggu mu kembali." Awalnya Bella ingin ikut, tapi dia tidak ingin menyulitkan pekerjaan suaminya sehingga memutuskan untuk tinggal di rumah.
" Istri ku sangat bijaksana."
" Apa kau boleh sesekali mengunjungi kakak perempuan ku?" Ini hal yang Sean tidak suka. Dia tidak ingin istrinya bertemu dengan Li Wei, namun jika dia melarang itu akan membuat istrinya sedih.
" Tentu, tapi jangan terlalu dekat dengan pria itu." Bella paham siapa yang suaminya maksud.
" Oke."
Setelah berbicara, Sean mengulang ciuman tadi dan Bella paham apa yang sebenarnya suaminya rencanakan atas handuk di pinggangnya.
" Hanya satu kali."
" Baik." Sayangnya Bella tidak melihat senyum licik suaminya.
Bohong jika dia hanya melakukannya satu kali. Mereka akan berpisah, dan Sean pasti sangat merindukan istrinya. Malam ini dia akan mengambil stok agar tidak terlalu rindu.
Dan benar saja, Sean berhenti pukul empat pagi. Dan Bella tertidur pada adegan terakhir, lagi-lagi dia kalah oleh keserakahan suaminya
Melihat tidur pulas sang istri, Sean semakin tidak ingin pergi. Namun, dia harus segera menyelesaikan agar di masa depan tidak ada lasan lagi untuk berpisah.
" Aku mencintaimu, sayang." Setelah memberikan kecupan perpisahan. Sean pergi meninggalkan kamarnya lalu menuju kelantai satu.
Di sana Jhon dan tim Tiger yang sudah terbagi dua, menunggu kedatangannya.
" Apa kalian sudah paham tugas masing-masing kelompok?"
" Sudah, tuan." Jawab mereka kompak.
" Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada istri ku saat aku tidak ada. Jika hal itu terjadi, kalian akan menerima hukumannya."
" Baik, tuan."
Maka, pagi ini Sean meninggalkan Negara dan istrinya untuk pergi menyelesaikan pekerjaan di Negara lain.
***
" Untuk apa semua jenis tumbuhan itu?"
" Temanku terkena racun lambat dan kondisinya semakin memburuk. Racun itu sudah menyerang organ-organ vitalnya."
" Baiklah, aku akan mengirimnya. Berikan aku alamatnya."
__ADS_1
" Terimakasih kakak ipar, kau yang paling baik."
" Baiklah, berhenti mengatakan hal aneh seperti itu. Kau tidak pantas, dan aku merinding mendengarnya." Li Wei tertawa mendengar ucapan kakak iparnya. Pria yang sudah menikahi kakak perempuannya.
Pria itu sangat baik dan dia juga terjun di dunia obat-obatan tradisional namun Jalaur yang sedikit berbeda dari Li Wei.
Jika Li Wei menguasai akupuntur, maka Kaka iparnya menguasai obat-obatan dari segala jenis tumbuhan herbal dari yang mudah di dapat hingga yang sulit di dapatkan.
Sambungan telepon akhirnya terputus. Li Wei memutuskan ke kamar Chelsea, kondisinya lumayan membaik, hanya saja itu ketenangan sebelum badai. Li Wei yakin bahwa racun itu belum sepenuhnya bisa dikendalikan dan hal tersebut menjadi alasan dia meminta pada kakak iparnya mengirim tanaman obat yang hanya tumbuh di Negara mereka.
" Bagaimana kondisi mu?"
" Cukup baik." Chelsea masih terlihat dingin dan acuh. Namun, Li Wei bisa merasakan kalau wanita itu mulai mempercayainya.
" Beberapa hari lagi kakak iparku akan mengirim bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat obat. Tapi, kau harus pindah kekamar ku karena aku sangat yakin racun itu akan segera beraksi dan kali ini bisa membuat mu kehilangan nyawa mu, jika aku terlambat menyelamatkan mu."
" Apa kau pikir aku bodoh?" Chelsea terkejut ketika mendengar ucapan Li Wei dan mulai merasa kalau kebaikan pria itu hanya tipu muslihat.
" Aku sedang tidak membodohi mu dan aku tidak memiliki niat buruk pada mu. Jika kau tidak mau pindah, maka aku yang akan pindah kekamar mu. tenang saja, kita akan tidur terpisah. Aku akan tidur di lantai." tidak ada kebohongan di mata pria itu, dan Chelsea mulai sedikit percaya.
Ini pertama kalinya Li Wei dan Chelsea tidur dalam satu kamar. Meskipun Li Wei merasa berat, tapi ini demi kesembuhan Chelsea.
" Baiklah, lakukan apa yang menurut mu benar."
" Hmm, aku juga ingin memberitahu mu bahwa rencana kita yang membuat pria yang bernama David tertarik pada Yihan mulai berhasil. Besok, putri keluarga William akan melakukan pertemuan dengan pria itu dan membawa Yihan.
" Bagus, aku tidak sabar mereka saling memukul satu sama lain."
" Rencana mu cukup sempurna, dan kelompok ku sudah menemukan beberapa petunjuk tentang keberadaan ibu kalian."
Ini hal yang sudah lama Chelsea ingin dengar.
" Tapi, ada satu hal yang membuatku penasaran jika wanita itu berhasil diselamatkan. Apa yang harus kau lakukan?" Bagaimanapun Li Wei bisa melihat bahwa Chelsea adalah wanita yang dingin dan anti sosial. Dia juga tidak terlihat ingin bertemu dengan ibunya sendiri, semuanya hanya sebuah rencana untuk menghancurkan keluarga William dan tidak ada maksud lain.
" Tidak ada, sejak lahir aku sudah terpisah darinya hingga dewasa aku menyadari bahwa aku tidak membutuhkan siapapun."
" Termasuk Bella?"
" Dia berbeda. Andai saja aku hidup menderita sedangkan dia bahagia bersama keluarga William, mungkin aku tidak akan pernah muncul. Tapi, setelah mengetahui bahwa dia tidak jauh berbeda dari ku. Aku memutuskan menemuinya dan membalas dendam bersama."
" Mungkin saja, ibu kalian sama menderitanya dengan kalian? Apa kau tetap mengabaikannya?"
" Ya. Orang pertama yang pertama yang berhasil ku selidiki adalah Bella. Awalnya aku berpikir wanita yang ada di keluarga William adalah ibu kami, jadi aku tidak memiliki perasaan apapun padanya. Lalu ketika aku tahu bahwa wanita itu bukan ibu kami dan ibu kandung kami masih belum di ketahui kejelasannya dimana, jadi aku memutuskan untuk tidak menggunakan perasaan. Tapi jika dia bisa memberikan alasan logis, aku akan memikirkannya kembali."
" Bukankah itu terdengar kau anak yang sangat durhaka?"
" Aku tahu, tapi apa kau akan tetap baik-baik saja dan hidup tanpa dendam selama 22 tahun mengalami penderitaan yang mengerikan? Aku hanya manusia biasa."
" Baiklah, mari kita pikirkan itu lain kali. Sekarang kau harus fokus pada kesembuhanmu."
" Hmm, apa kau sudah lakukan apa yang sudah ku perintahkan ke pada mu?" Li Wei benar-benar diperlakukan seperti pelayan oleh Chelsea dan bodohnya dia tidak keberatan sama sekali.
" Sudah, Bella tidak akan tahu dan ini rahasia kita." Hidupnya sangat menarik sekarang. Dia bertemu dengan wanita yang dingin, acuh dan hebat seta cantik. Hal yang ingin membuatya mencoba, apakah bisa menyimpan wanita sehebat itu selamanya untuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Kini Li Wei mulai merasa bahwa dia memiliki tujuan hidup selama bertahun-tahun hidup tanpa tujuan yang jelas.