Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Posisi Terancam


__ADS_3

Lebih menyedihkan lagi pelatihan yang dia alami berbeda dengan Adrian. Karena Sean memegang kekayaan hampir sebesar delapan puluh persen. Maka pelatihannya pun hampir membunuhnya.


Dia tidak membenci keluarganya atau pun Adrian. Bahkan sekarang dia sangat bersyukur, setidaknya dia bisa melewati hal mengerikan itu dan mendapatkan istri sehebat Bella. Semuanya terbayar lunas.


" Apa Adrian juga mengalaminya?"


" Ya, tapi tidak seberat diri ku."


Bella mengangguk paham, tidak heran jika suaminya memiliki banyak pengawal yang berekspresi datar. Bella yakin kalau Jhon dan Robby sama kejamnya dengan mereka tapi tidak memperlihatkannya pada Bella.


" Sudah selesai." Akhirnya, mahkota bunga yang Bella buat selesai juga. " Mendekat, dan menunduk sedikit." Sean patuh dan melakukan apa yang di minta istrinya. Mahkota itu terpasang rapi di kepalanya. " Kau terlihat sangat indah." Bella memuji suaminya.


Sean yang mendengarnya hanya tersenyum pasrah. Jika orang-orang tahu kalau dia memakai mahkota bunga seperti itu, mungkin mereka akan menertawakannya.


" Ayo berfoto." Bella tidak akan menyia-nyiakan untuk mengabadikan momen ini.


saat keduanya akan berfoto bersama. Dengan cepat kilat Sean memindahkan mahkota bunga tersebut ke kepala istrinya. Pada akhirnya Bella tidak berhasil mengabadikan momen suaminya memakai mahkota bunga.


" Aku hanya ingin melihat suamiku memakai mahkota dan mengabadikannya. Tapi kenapa kau memindahkannya keatas kepalaku sebelum aku berhasil mengambil gambarnya."


" Mahkota itu hanya cocok untuk istri ku." Tentu saja Sean malu. Apalagi kalau sampai orang-orang tahu bahwa dia menggunakan barang yang biasa wanita gunakan.


" Menyebalkan." Lalu Bella mengalihkan perhatiannya pada foto yang baru saja dia ambil. Cukup bagus sehingga dia menjadikannya wallpaper ponselnya.


Ketika senyumnya mengembang, dia tidak sadar kalau Sean mengambil gambarnya. Begitu cantik hingga sayang untuk dilewatkan.


Benar saja, dengan mahkota dan senyum manisnya. Sean semakin jatuh cinta pada istrinya dan menjadikannya foto profil di akun media sosialnya. Lalu, dia mengabadikan foto Bella yang tidak sadar kamera.


Setelah puas, dia meng-upload nya. Tidak lama, foto itu kembali heboh oleh ratapan para wanita yang terluka saat tahu suami idaman mereka memasang foto Bella.

__ADS_1


Meskipun mereka sudah tahu kalau Sean sudah menikah dan desas-desus mengatakan kalau dia sangat mencintai istrinya. Mereka masih tidak percaya dan berpikir itu hanya rumor tak mendasar hingga detik ini masih berharap Sean menjadi milik mereka.


Banyak wanita lajang yang menangis di kamar mereka. Dan mulai mengutuk Bella dalam hati, berpikir bahwa Bella tidak bisa jika di bandingkan dengan mereka yang terlahir kaya. Jika hanya jenius, mereka tidak menganggapnya. Baginya kecantikan dan kekayaan lebih penting dan merasa Bella tidak ada apa-apanya di bandingkan mereka.


Kemarahan itu juga di rasakan oleh Clara, Amanda dan Yihan. Ketiga wanita itu semakin membenci Bella, dua di antaranya cemburu karena pria idaman mereka diambil oleh Bella lalu yang satunya membenci Bella karena masih bisa bahagia meskipun sudah di buang oleh kedua orangtuanya.


***


" Bu, lihatlah. Bagaimana wanita ini masih bahagia dan di cintai oleh Sean." Clara menangis akibat marah pada kebahagiaan Bella.


Sedangkan Nyonya Viona semakin sakit kepala. Belum selesai masalahnya dengan pemegang saham yang tiba-tiba meninggalkannya dan lebih memilih sosok misterius yang mendapatkan dukungan dari Sean. Di tambah lagi dia juga harus melihat kebahagiaan Bella, anak perempuan yang sangat dia benci sejak bayi.


" Bu, aku tidak bisa membiarkannya terus bahagia."


" Apa yang ingin kau lakukan, katakan pada ibu? Posisi kita sedang terancam tapi kau malah sibuk menangisi wanita sialan itu! Apa kau tidak tahu kalau Sean mendukung orang misterius yang tiba-tiba hadir dan menarik semua dukungan yang ibu bangun selama bertahun-tahun lamanya?"


" A-apa maksud ibu?" Clara memang tidak tahu apa yang sedang terjadi di perusahaan.


" Apa kau tahu posisi kita sudah terancam di keluarga Glover. Jadi, ibu mohon dengan sangat, minta ayah mu untuk mengizinkan mu masuk ke perusahaan."


" Tapi ayah sudah berulang kali melarang ku, Bu. Bahkan menolak usulan ku sebelum aku selesai berbicara."


" Ibu tidak peduli! Buat ayah mu mengizinkan mu bekerja bagaimana pun caranya."


" Ibu membentak ku?" Ini pertama kalinya Clara di bentak oleh ibunya, dan itu membuat Clara tidak suka.


" Berhenti bersikap manja! Apa kau pikir setelah Keluarga Glover tahu bahwa kita tidak memberikan keuntungan sedikit pun pada mereka, kita masih bisa menikmati kekayaan ini?"


" Tidak mungkin, kakek sangat mencintai ku. Dia tidak akan mengusir ku."

__ADS_1


" Kau sangat bodoh dan naif. Apa kau pikir keluarga Glover sebaik itu? Astaga, aku sangat menyesal karena terlalu memanjakan mu. Andai kau sedikit pintar dan tidak manja, aku tidak akan pusing seperti ini."


" Cukup, Bu? Jangan membentak atau menghina ku. Ibu tidak berhak melakukan hal itu, aku adalah satu-satunya cucu di keluarga Glover."


" Bagaimana jika ayahmu memiliki wanita simpanan dan seorang anak laki-laki hadir di antara mereka? Apa kau masih yakin keluarga Glover akan memanjakan mu?"


Clara terpana saat mendengar ucapan ibunya. Bagaimana jika hal itu benar, dan ayahnya memiliki seorang anak laki-laki. Kakeknya pasti akan membuangnya. Clara tidak akan membiarkan itu terjadi.


" Aku tidak mau hal itu terjadi, Bu."


" Maka, buat ayah mu setuju untuk mempekerjakan mu di perusahaan dan segera cari pria kaya yang siap menikah. Kita membutuhkan pendukung sekarang."


" Tapi aku hanya menyukai tuan Sean dan tuan Adrian. Aku hanya ingin menjadi istri salah satu dari mereka."


" Tidak, kita tidak bisa berharap pada mereka. Lakukan apa yang ibu perintahkan, jika berhasil kita akan membuat wanita sialan itu menderita.


" Tapi, Bu."


" Jika kau ingin hidup miskin, maka kau bisa melakukannya."


Nyonya Viona pergi meninggalkan putrinya yang masih sangat berat saat melepaskan mimpinya menjadi nyonya Anderson.


***


Suasana hutan semakin gelap, pertanda hari sudah sore. Bella yang berlari ke segala arah untuk mengambil bunga dan buah-buahan menjadi penyebab mereka terlambat sampai di villa.


Masih ada beberapa meter lagi, dan Sean tidak ingin jika mereka harus menginap diluar villa. Selain berbahaya, Sean juga harus menyelesaikan misinya malam ini atau dia akan semakin tersiksa tidur tanpa menyentuh Bella.


Karena tidak ada pilihan, dan dia tidak tega melarang istrinya yang sangat antusias dengan pohon, bunga dan kupu-kupu. Sean akhirnya membawa Bella seperti seorang putri dan mulai berlari di tengah hutan.

__ADS_1


Bella yang merasakan kakinya sudah tidak menyentuh tanah, terkejut dan secara naluri langsung memeluk leher suaminya. Hal tersebut tidak menghentikan lari Sean, bahkan dia semakin cepat seolah-olah tubuh Bella tidak memiliki beban berat hanya seperti karung berisi kapas.


Di masa lalu. Saat latihan, Sean sering membawa beban berat saat berlari menyusuri hutan. Jadi, tubuh Bella tidak membuatnya merasa lelah atau ingin berhenti.


__ADS_2