Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Perasaan Aneh


__ADS_3

" Kau buka kamar Chelsea dan katakan padanya kalau dia boleh pergi dari apartemen ini. Dia juga tidak perlu membayar hutang budinya, dan aku tidak akan mengganggunya lagi." Perintah Li Wei pada bawahannya.


" Baik, tuan."


Setelah itu bawahan Li Wei kekamar Chelsea lalu dia membuka kunci kamar wanita itu.


Chelsea yang tidak bisa tidur tadi malam mengangkat kepalanya menatap pintu yang sudah tidak terkunci lagi. Perutnya juga lapar, namun dia tidak mau keluar meskipun dia bisa melakukannya.


" Nona Chelsea, bisakah kau mendengar suaraku?" Karena tidak ada jawaban dari Chelsea, bawahan tersebut menyampaikan pesan yang diperintahkan oleh tuannya. " Nona, saya meletakkan sarapan di depan kamar. Ini sarapan terakhir yang di buat oleh tuan Li Wei, setelah ini nona Chelsea bisa pergi. Tuan Li Wei tidak akan menganggu anda lagi, dan anda bisa melakukan apa saja."


Seketika, semangat Chelsea semakin menurun. Suasana hatinya entah kenapa tiba-tiba hancur, setelah mendengar kalau Li Wei tidak akan mengganggunya lagi.


Apa pria itu sudah menyerah? Ya, itu mungkin. mengingat sikapnya yang sudah terlalu dingin dan bahkan memulai peperangan kemarin.


Munafik kalau Chelsea tidak menyadarinya setelah Li Wei melakukan hal yang baru pertama kali dia dapatkan selama ini.


Tapi, dia juga tidak bisa melakukan apapun terhadap perasaan pria itu. Ada banyak hal yang akan hancur kalau sampai dia harus mengambil keputusan yang buru-buru.


Karena tidak ada jawaban akhirnya bawahan Li Wei pamit. " Baiklah, nona. Saya akan pergi, senang bertemu dengan mu dan semoga hari-hari anda lebih menyenangkan setelah ini." Lalu, bawahan Li Wei meletakkan makanan itu di meja yang ada di samping pintu kamar Chelsea. Setelah itu dia pergi.


Tidak lama, Chelsea membuka kamarnya. Rasa moodnya yang sudah hancur, merasa makanan itu seperti pasir. Sehingga dia hanya langsung melangkah menuju pintu utama lalu meninggalkan apartemen Li Wei.


Sedangkan Li Wei yang mengawasi hanya tersenyum kecut. Bahkan Chelsea tidak memakan masakannya. Apa dia sudah salah mengambil keputusan? Tapi mundur juga tidak bisa dia lakukan.


" Awasi gerak-geriknya, jangan sampai dia mengetahuinya."


" Baik, tuan."


***


" Aku benar-benar merindukan mu, kak." hari ini Mark berkunjung ke rumah Bella, setelah sekian lama tidak melihat kakak perempuannya yang kedua.


" Hmm, aku juga. Bagaimana kompetisi mu?"

__ADS_1


" Aku menang!!!" Mark memamerkan medali yang dia dapatkan dari kompetisi matematika di luar Negeri.


" Selamat, senang mendengarnya. Hadiah apa yang kau inginkan?"


" Aku ingin mobil sport berwarna hitam yang sama dengan gambar yang aku kirimkan ke ponsel, kakak."


" Sesuai keinginan mu."


Ini kali pertama Mark merasa bahwa usahanya di hargai. Di masa lalu baik ayah maupun ibu palsunya, tidak pernah memberikan ucapan selamat apalagi hadiah. Mereka hanya fokus pada Amanda yang ternyata anak dari seorang supir.


" Terimakasih, kak."


Bella tahu bagaiman rasanya tidak pernah dihargai ketika melakukan sesuatu yang membanggakan. Jadi, sekarang dia akan melakukan apa saja demi adik laki-lakinya.


" Sekarang pergilah ke kamar mu dan istirahat, nanti malam kita akan makan malam di restoran yang kau impikan."


Mark terharu, Bella benar-benar kakak perempuan favoritnya.


" Kau kakak perempuan favorit ku. "


***


Chelsea yang sudah sampai di markasnya yang tidak terlalu jauh dari markas milik Sean. Adik iparnya itu memang sengaja memberikannya bangunan kosong untuk menampung anggotanya.


" Kau datang, bos?" Salah satu bawahannya terkejut ketika melihat kedatangan Chelsea yang tiba-tiba. Bahkan wajah atasannya tersebut terlihat pucat.


" Dimana Devon?" Chelsea tidak perlu repot-repot menjawab pertanyaan bawahannya.


" Dia ada di dalam, bos." Setelah mereka datang ke Negara A, semua anggota memiliki nama. Bahkan Sean membantu mereka mendaftar diri menjadi penduduk tetap di Negara tersebut.


Lalu, Chelsea pergi. Dia lapar dan butuh istirahat, walau yakin matanya tidak akan bekerja sama seperti tadi malam.


Kedatangan Chelsea juga mengejutkan banyak orang yang sedang bersantai di dalam. Devon yang merupakan orang kepercayaan Chelsea, langsung menatap aneh pada wanita itu.

__ADS_1


" Apa kau bertengkar dengan pria mu?"


" Jaga ucapan mu, aku tidak memilki hubungan apapun dengan pria itu."


" Kau tahu, kau wanita yang kejam. Jelas-jelas dia sudah melakukan banyak hal untuk mu, tapi kau malah tidak pernah menganggapnya."


" Berhenti bersandiwara." Chelsea kesal, dia bahkan dituduh sebagai wanita jahat hanya karena orang lain tidak tahu jalan ceritanya.


Devon merasa sangat kasihan pada Li Wei. Padahal, dia sudah merelakan wanita itu untuk Li Wei. Namun, lihat apa yang dilakukan oleh Chelsea.


" Kau tidak pernah berubah."


" Kau tahu apa yang sebenarnya terjadi!" Chelsea menatap langit-langit gedung, rasa laparnya sudah hilang. Bahkan sekarang dia sudah tidak memilki selera apapun.


" Berhentilah, kau pantas untuk bahagia dan Li Wei adalah pria yang tepat untuk mu."


" Aku tidak ingin menyakiti siapapun." Chelsea sebenarnya bingung dengan perasaannya.


" Tapi, kau terus menyakiti hati mu. Kau tahu juga bahwa aku mencintai mu. Tapi setelah aku melihat Li Wei, aku memutuskan mundur. Berharap kau bisa berhenti dan menemukan kebahagiaan mu sendiri."


" Tidak semudah itu." Chelsea tahu bahwa Devon mencintainya. Namun, sejak awal dia sudah memperingatkan pria itu bahwa cintanya tidak akan pernah dia balas.


" Itulah, kenapa aku meminta mu untuk berhenti." Devon kehilangan kesabaran. Melihat betapa keras kepalanya wanita yang duduk disampingnya, dia merasa perkataannya tidak pernah di dengar oleh wanita itu. " Terserah, aku sudah memperingatkan mu dan semoga kau tidak menyesalinya."


Lalu, Devon pergi meninggalkan Chelsea. Wanita itu tetap diam, ada banyak hal yang harus dipikirkan dan alasan utama kenapa dia masih saja selalu menolak cinta pria manapun, merupakan hal yang Devon minta untuk dia berhenti.


" Makanlah, kau membutuhkan banyak tenaga untuk memikirkan kehidupan percintaan mu yang mengenaskan. Namun sayangnya, itu terjadi karena ulah mu sendiri." Setelah meletakkan mangkuk tersebut, Devon pergi meninggalkan Chelsea. Dirinya takut kehilangan kesabaran, dan pembahasannya tadi memang sangat sensitif bagi keduanya.


Mencium aroma mie instan di dalam mangkuk. Selera makan Chelsea sedikit muncul, dan merasa perutnya kembali lapar. Dia memutuskan menghabiskan mie instan buatan Devon.


Saat tengah malam, tiba-tiba saja dia mengingat wajah Li Wei dan kecerewetan pria itu tentang pola hidupnya.


Jika pria itu tahu bahwa dia sedang makan mie instan, pasti Li Wei akan mulai mengomel seperti ibu-ibu cerewet.

__ADS_1


" Sial!!! Kenapa aku harus mengingat pria itu." Nafsu makan Chelsea kembali hilang. Namun, tangannya seolah tidak ingin bekerjasama. Dia masih makan mie instan tersebut walau lidahnya sudah tidak merasakan apapun.


__ADS_2