Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Mempermalukan Keluarga


__ADS_3

" Tiba-tiba saja aku terpikir dengan perbuatan Amanda pada Bella beberapa bulan yang lalu. mereka tidak saling mengenal, tetapi dia berani memprovokasi Bella dan Sean. Apa jangan-jangan dia sudah tahu kalau bella kakak perempuannya, dan sengaja memprovokasinya karena takut kasih sayang ayah dan ibu pindah pada Bella."


Entah kenapa Brenda mengingat hal tersebut, setelah dia pikirkan dengan baik. Semuanya seperti berkaitan.


" Kau benar! Dia bodoh, dan tidak mungkin dia hanya iri pada kecerdasan adik ku. Mereka bahkan tidak berada di kelas atau di sekolah yang sama." Brian ikut curiga sekarang.


" Sepertinya dia sudah tahu. Atau jangan-jangan dia juga yang membuat kakak ku masuk rumah sakit. Kak Bella di culik lalu tangannya terkena peluru penjahat yang menculiknya."


Sebenarnya berita tentang penculikan Bella tidak sampai ke publik. Namun, Bella secara tidak sengaja bercerita pada Ara dan kebetulan Mark mendengarnya.


" Benar-benar, dia wanita yang sangat mengerikan. Kita harus menjauh darinya." Belum hilang dari ingatan tentang penculikan yang dilakukan Amanda pada istrinya. Kini, Brian harus mengetahui kejadian yang serupa. Untungnya Bella baik-baik saja, dan tidak mengalami trauma.


" Iya." Mark dan Brenda setuju dengan perkataan Brian.


***


Berita tentang pertengkaran Mark dan Zyan meledak keesokan harinya, begitu juga dengan pernyataan Amanda sebelum meninggalkan adik laki-lakinya dengan wajah penuh luka.


Banyak orang yang mengutuk kekejaman Amanda. Bahkan ibu-ibu dan para fans mark. segera membuat tagar pada Amanda.


#KakakYangTidakPunyaHati.


#NonaWilliamYangKejam.


#UsirDiaDariNegaraIni.


Tagar terakhir adalah suara yang paling keras dari kelompok yang mencinta Mark karena otak cerdasnya.


Keluarga William di selimuti kabut gelap. Tuan dan nyonya Wiliam menatap Amanda dengan penuh kecewa.


Meskipun sangat mencintainya, dan mengabaikan putra bungsu mereka. Namun, perkataan Amanda pada adiknya sangat kejam sehingga mereka sendiri pun sedikit takut dengannya.

__ADS_1


" Maafkan aku, ayah. Aku mengatakannya karena terlalu kesal pada Mark yang mengabaikan ku sebagai kakak perempuannya. Tidak ada niat sedikit pun membiarkannya mati di tangan pemuda itu." Tentu saja, Amanda takut melihat kemarahan orang tuanya. Karena dia tidak ingin di tinggalkan.


" Kau benar-benar membuat kami kecewa. Bagaimana bisa wanita terhormat seperti mu mengatakan hal yang sangat kejam. bahkan pada adik kandung mu sendiri." Hanya tuan William yang berani bersuara. Sedangkan nyonya William memilih diam. Selain kecewa, dia juga tidak sanggup melihat putri kesayangannya menangis.


" Aku mengaku salah. Tolong maafkan aku, ayah." Sebisa mungkin Amanda menampilkan wajah menyesal. Meskipun dia sama sekali tidak menyesali perkataannya.


" Kau mempermalukan keluarga kita! Apa kau paham itu!" Tuan William menaikkan nada suaranya.


" Aku tahu, ayah. Aku benar-benar merasa bersalah, dan tidak keberatan meminta maaf atau jika perlu aku akan bersujud di hadapan Mark." Air matanya sudah membasahi kedua pipinya hingga nyonya William tidak tega dan menghentikan suaminya.


" Sudahlah, dia sudah mengakui kesalahannya. Kenapa kau memperpanjang masalah ini?"


" Kau selalu saja memanjakannya. Aku benar-benar tidak paham dengan cara berpikir mi, bahkan putra-putra mu pun tidak pernah kau menjalani seperti kau memanjakannya. Apakah hanya Amanda anak mu? Sedangkan yang lain tidak." Tuan William tidak segila nyonya William dalam memanjakan Amanda.


Hanya saja, dia memang sering terhasut oleh istrinya untuk mengabaikan kedua putranya dan putri yang di katakan pembawa sial.


" Bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin putri kita semakin terpuruk. Dia sudah di kecam oleh banyak orang di media sosial."


" Kenapa kau jadi sangat marah? Bukankah ini hanya kesalahpahaman?" Pada akhirnya, kedua orang tersebut bertengkar hanya karena permasalahan yang di buat Amanda.


Brian yang sudah muak mendengar ucapan ibunya yang selalu membela Amanda. Akhirnya dia bersuara.


" Hanya kesalahpahaman? Dan ini hanya masalah kecil? Coba ibu pikirkan. Seberapa kecil masalah itu hingga adik laki-laki bisa mati kalau saja tidak diselamatkan oleh nyonya Sean? Seberapa kecil masalah yang dibuatnya hingga saham perusahaan harus kembali turun? Katakan padaku, seberapa kecil masalah itu!!!"


Untuk yang pertama kalinya, Brian berteriak pada ibunya. Dia yang sudah mendengar setiap pembelaan ibunya terhadap Amanda langsung emosi. Dia tidak peduli jika orang-orang menyebutnya anak durhaka. masalah dosa biar dia dan tuhan yang mengurusnya.


" Aku mulai ragu jika aku ini putramu. Mungkin saja benar, jika wanita pembawa sial ini satu-satunya Putri yang kau akui."


Wajah nyonya William gugup, membuat Brian yang melihat tidak bisa percayainya.


" Kalian semua anak-anak ku. Jika kalian tidak percaya. Kita bisa melakukan tes DNA."

__ADS_1


" Lalu, kenapa kau mengabaikan kami dan lebih membela anak pembawa sial ini? katakan pada ku, apa alasannya?" Kini Brian meminta penjelasan pada tindakan ibunya yang tidak adil selama bertahun-tahun.


" Cukup! Berhenti mengatakan adik mu pembawa sial. Dia bukan pembawa sial, dan pembawa sial yang sebenarnya sudah pergi dari rumah ini."


" Kau sangat keterlaluan, Bu. Kau membuang adikku hanya karena dukung gadungan itu. Lalu sekarang, saat Tuhan menunjukkan siapa pembawa sial sebenarnya. Kau malah menghina adik perempuan ku yang tidak bersalah." Brian semakin kecewa pada ibunya.


" Hanya Amanda adik perempuan mu! tidak ada yang lain, kau harus tahu itu."


" Aku tidak akan mengakuinya, sampai mati pun. Hanya Mark dan Bella adik perempuan ku, tidak ada yang lain."


Semua anggota keluarga terkejut saat Brian menyebut nama Bella. Dan yang paling terkejut adalah Amanda dan nyonya William.


Sedangkan Tuan William masih bingung. Rupanya di masa lalu, hanya nyonya William yang tahu kemana anak yang di ramal pembawa sial di buang.


" Terkejut? Bukankah lucu. Putri yang kalian buang sudah menjadi orang yang hebat, menjadi aset Negara, pemilik klinik IB Medical Center sekaligus Dokter yang di cari di negara ini. Tidak hanya itu, dia menyelesaikan program S2 nya yang belum genap 23 tahun. Lalu, bandingkan dengan putri kesayangan kalian. Selain membuat keluarga william mendapatkan masalah, dia bahkan membuat malu karena selalu gagal dalam ujian semester. Dialah pembawa sial sebenarnya."


Tubuh Amanda bergetar hebat. Tidak menduga kalau kakak laki-lakinya sudah mengetahui identitas Bella, dan kini dia mulai dibanding-bandingkan oleh Bella.


" A-aku, memiliki kakak perempuan, Bu?" meskipun dia tahu yang sebenarnya, dia tetap berniat berpura-pura tidak tahu.


Sayangnya, Brian sudah tahu semua. Terutama kejahatan Amanda pada bella beberapa bulan yang lalu.


" Berhentilah berpura-pura, apa kau pikir aku tidak tahu apa yang sudah kau lakukan pada adik perempuan ku beberapa bulan yang lalu? Selain pembawa sial, kau juga monster yang sangat mengerikan.


Kini, nyonya dan Tuan William menatap Amanda untuk meminta penjelasan


Meskipun awalnya tuan William terkejut mengetahui kalau putri pembawa sial yang mereka buang menjadi luar biasa. Dia tidak terlalu perduli bahkan mengabaikannya.


" Dia membayar sekelompok gangster untuk menculik dan melecehkan adik perempuan ku. Untungnya Sean cepat tanggap atau semuanya tidak sederhana membunuh keluarga Wiliam." Meskipun tahu tentang penculikan yang di alami Bella. Tapi Brian tidak tahu keseluruhan ceritanya, dan dia hanya mengarang agar kedua orangtuanya kecewa pada Amanda.


" Aku tidak sengaja memprovokasi, dan tidak ada maksud bertindak kejam seperti itu." Amanda tetaplah Amanda, dia tidak pernah merasa bersalah dan selalu membuat drama yang menjijikkan yang menambah kemarahan Brian.

__ADS_1


__ADS_2