
Setelah semuanya dipersiapkan, Bella dan yang lainnya langsung pergi kekediaman Brian. Bella juga penasaran dengan sosok keluarga ayahnya yang tidak pernah dia temui.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka tiba dan sepertinya pertengkaran masih berlangsung.
" kau hanya wanita lumpuh! Kenapa kau muncul dan membuat Laura pergi! Kau benar-benar tidak tahu malu." Naura tidak tahu apa yang dikatakan Laura pada keluarga suaminya hingga membencinya. Padahal, dimasa lalu seluruh keluarga Wiliam sangat mencintainya. Namun setelah posisinya digantikan, semua berubah.
Wanita yang diduga adala kakak perempuan Jordan masih menghina Naura yang menangis di kursi roda.
" Cukup! Dia isteri ku, kak. Jadi, jangan menuduhnya sembarangan." Jordan memeluk tubuh Naura untuk menenangkan wanita itu.
" Lihat! Inilah kenapa aku tidak pernah menyukai mu. Kau membuat adikku melawan ku. Jika itu lauran, dia pasti akan menghormati ku."
Sebenarnya jika itu orang normal, mereka akan lebih menyukai Naura di bandingkan Laura. Namun, karena Laura sangat ahli menjilat, dia bisa membuat orang yang membela Naura berbalik melawan.
" Cukup, bibi! Dia ibuku dan seterusnya akan seperti itu, tentang wanita yang bibi maksud. Dia sudah pergi dan tida ada hubungannya dengan ibu ku." Brian juga membela ibunya.
" Kau juga melawan bibi mu? Apa kau tidak ingat bagaimana Laura merawat mu sejak kecil hingga sekarang? Kau benar-benar tidak tahu terimah kasih.
Bellae mengerutkan keningnya setelah mendengar percakapan mereka. Dia benar-benar takjub pada kebohongan pada wanita yang di sebut bibi oleh kakak laki-lakinya.
" Aku ingat, dan itulah kenapa aku membencinya. Jadi, sekarang pergi. Jangan pernah lukai ibu ku, atau kau akan menyesal."
Ketika Brian akan membalas perkataan sang bibi, Bella tiba-tiba bersuara.
" Apa kau merasa ada bau busuk di sini, kak?"
Chelsea yang diajak berbicara langsung menjawab. " Ya, sangat bau. Sampai aku ingin muntah."
Julia yang belum pernah bertemu dengan
Chelsea secara langsung terkejut. Dia langsung menatap kembaran Bella, dan merasa takjub dengan penampilannya yang seperti ratu es di film kartun kesayangan putrinya.
" Hmm, aku juga. Apa kakak tahu dimana asalnya bau itu?"
Sean dan yang lainnya tidak berniat menghentikan percakapan kedua wanita itu. Keluarga kakak perouan Jordan masih terdiam, menatap takjub pada kedua wanita kembar yang cantik dan dingin.
" Dari mulut wanita tua, jelek, dan gendut itu.
Jadi, kau harus meminta suami mu untuk menutup hidungnya saat dia berbicara."
Sang bibi yang mendengar ucapan Chelsea langsung marah. Namun, tidak di beri kesempatan untuk melawan.
" Astaga, kau benar. Kita harus menjauhkan ibu darinya, jangan sampai ibu terluka karena bah busuknya.
Lalu Chelsea mendorong Mark mendekat ke kursi roda Naura. Mark yang sudah paham langsung mendorong kursi roda ibunya pergi menjauh dari bibi mereka.
" Kau!!!"
" Astaga, udaranya semakin busuk. Sayang, tolong buang sumber bau itu." Bella menutup hidungnya, lalu menepuk pelan Sean.
Sean harus menahan tawanya karena tingkah laku istrinya. Dia juga harus melakukan perintah sang istri.
" Jhon, buang mereka."
" Baik, tuan."
__ADS_1
Jhon yang hanya seorang diri langsung menyeret kakak perempuan Jordan tanpa memperdulikan teriakannya. Keluarga William yang melihat hal tersebut langsung mengikuti, karena mereka sangat takut pada Sean yang terkenal sangat kejam.
" Nah, sekarang tidak bau lagi. Terimakasih, sayang." Bella bahkan memberikan kecupan ringan pada pipi sang istri.
Hal yang membuat semua orang senang melihat keromantisan mereka berdua.
" Terimakasih, nak." Naura sangat senang karena kedatangan kedua putrinya dan bersedia membantunya.
" Jangan berterima kasih, anda adalah ibu kami. Jadi, seharusnya kami membantu." Bella yang membalas ucapan ibunya karena dia paham bahwa Chelsea tidak akan pernah mau berbicara.
Pada akhirnya keluarga yang hancur itu, mulai memperbaiki setiap sudut yang rusak meskipun ada banyak keretakan di dalamnya namun tidak masalah. Jordan berjanji akan memperbaiki semakin erat.
***
" Maaf, tuan. Kelompok Dark sudah dihancurkan oleh mereka. Kita tidak bisa menunda lebih lama lagi."
Pria yang menjadi dalang dibalik kekacauan di dunia, menjadi sangat marah setelah mendengar laporan dari bawahannya. Dia benar-benar menganggap remeh lawannya.
" Siapkan semua pasukan robot, kali ini akh harus berhasil menyeret kedua wanita sombong itu." Dia menganggap Bella dan Chelsea sangat sombong.
Bukankah keduanya harus bersyukur karena menyumbangkan diri mereka pada proyeknya yang sangat luar biasa. Dia terlalu menganggap dirinya tinggi.
" Baik, tuan."
***
" Kita harus siap-siap, pria itu sudah mengerahkan semua pasukannya ke Negara ini untuk melakukan penyerangan."
Kalimat Chelsea dan nada suaranya yang dingin membuat Sean, Bella, Devon dan yang lainnya terkejut.
" Ya, jadi mari kita mulai menyiapkan strategi yang tepat."
" Oke."
Ketika semuanya sedang sibuk berdiskusi. Li Wei memutuskan untuk melakukan hal yang lebih besar lagi demi menyelesaikan balas dendam Bella dan Chelsea.
***
Setelah mendapatkan lokasi musuh, ditambah kelompok Bella yang akhirnya mengumpulkan banyak kekuatan, mereka langsung memancing musuh masuk kedalam hutan.
Pihak musuh yang menganggap kelompok Bella hanya bertingkah sombong dan berpikir bahwa mereka akan tetap Menag karena mengingat mereka memiliki banyak robot. Maka, mereka langsung mengambil umpan yang Bella lemparkan.
Sayang sekali, mereka harus menyesali keputusan mereka yang sombong.
" Apa semuanya sudah siap?" Chelsea sedikit khawatir pada sang adik yang sedang hamil. Jika itu di lain waktu dan Kondisi Bella baik-baik saja, mungkin dia tidak akan khawatir
Bagaimana, jika pria gila itu malah tertarik pada bayi yang ada di dalam kandungan adiknya. Chelsea sangat yakin pada tebakannya itu, mengingat pria itu sangat tergila-gila dalam menguasai dunia ini.
" Sudah, kakak. Kau tidak perlu cemas, aku akan baik-baik saja dan aku juga bekerja dalam kegelapan sehingga tidak akan ada yang mengetahuinya."
" Tapi tetap saja, kondisi mu membuat ku khawatir. Di tambah lagi suami mu tidak akan ada di sisi mu ketika kita menghancurkan mereka."
" Kakak tenang saja, semuanya akan baik-baik saja."
Sean juga akan turun kelapangan saat peperangan terjadi. Pria itu juga sudah menghubungi presiden Negara A dan presiden Negara C tentang kegilaan pria misterius yang berencana menguasai dunia. Hasilnya tentu saja masing-masing wakil Negara mengirimkan bantuan, mengingat ini kasus yang cukup serius.
__ADS_1
" Baiklah, segera hubungi aku jika terjadi sesuatu pada mu."
" Oke."
Setelah itu, semua orang keposisi masing-masing. Kali ini Mark juga ikut andil, namun hanya di balik layar sama seperti Bella.
Untuk Brian, karena pria itu tidak memiliki kekuatan atau organisasi seperti milik Chelsea dan Sean. Dia memutuskan mendukung mereka dalam urusan keuangan.
Tidak segan-segan mengeluarkan banya uang untuk membayar anggota medis, perlengkapan senjata serta makan untuk mereka yang ikut berperang.
" Jam berapa kita memulainya?"
" Pukul dua siang, merek akan tiba disini. Dan kita harus segera menyerang, jangan beri kesempatan mereka untuk beristirahat. Sebab jika hal itu terjadi, maka kesempatan kitabuntuk Menag tanpa korban itu mustahil."
Jika kalian bertanya dimana Li Wei. Pria itu memutuskan membantu dari balik layar, dia kembali ke Negara C dan mengahncurkan markas kelompok itu. Agar tidak ada lagi kelompok gila selanjutnya.
Sejujurnya, Chelsea sedikit kecewa dengan ketidakhadiran Li Wei. Pada akhirnya dia merasa bahwa dia ingi melihat Li Wei meskipun hanya sebentar.
Ya, rindu itu sudah mulai menghantuinya. Membuat Chelsea yang selama ini bersikap dingin tidak bisa menahan dirinya hingga dia harus berulang kali ke apartemen Li Wei meskipun akhirnya dia harus pergi tanpa melihat pria itu.
***
Tepat pukul dua siang, seperti dugaan Chelsea sebelumnya. Pasukan pria misterius yang jauh lebih banyak dari mereka akhirnya tiba. Sebagian besar pasukan mereka adalah robot dan hanya ada seratus orang manusia.
Jika dibandingkan dengan pasukan manusia milik Chelsea, Sean dan para bantuan darjbdua Negara. Tentu saja, pihak musuh kalah. Namun, melihat robot-robot yang sudah melebihi kapasitas, baik Chelsea maupun yang lainnya tidak bisa menganggap remeh mereka.
" Akhirnya, kita bertemu kembali." Ucap pria misterius itu pada Chelsea.
Dalam hutan Chelsea dan Sea, akhirnya bisa melihat dengan jelas siapa pria yang sudah menyakiti Bella, Chelsea dan banyak anak yang tidak berdosa di seluruh dunia.
Pria itu tidak terlalu tua atau terlalu muda. Berwajah sangat pucat dan memilki ekspresi seperti robot. Begitu kaku dan dingin membuat orang yang melihatnya akan ketakutan.
" Ya, dan kali ini kau akan hancur!"
Terdengar suara tawa yang mengejek dari pria itu. " Kau masih saja berpikir bahwa kau akan menghancurkan impian ku? Kali ini aku akan membuat kau menyesal karena keputusan mu dan aku juga berencana mengambil dua produk yang sudah aku awasi selama ini. Oh, tidak. Sebenarnya bukan hanya dia, salah satu dari mereka memiliki beban tambahan yang bisa dijadikan kelinci percobaan ku."
" Beraninya kah mendambakan kedua adik ku! Kau harus mati." Ucap Chelsea penuh kemarahan.
Sean yang sudah marah setelah mendengar perkataan pria itu tentang istrinya dan calon kedua anaknya tidak bisa menahan lebih lama lagi.
" Mari kita mulai! Jangan buang-buang waktu."
" Baik."
Setelah itu, mereka memerintahkan semua anggota mereka untuk menyerang musuh.
Tentu saja itu tidak akan menjadi kemenangan tanpa perlawanan atau luka. Melawan manusia masih baik saja, namun pada robot. Mereka hanya bisa bergantung pada kecepatan Chelsea, Mark dan beberapa ahli komputer lainnya untuk melumpuhkan semau robot yang ada.
Suara pedang, tembakan dan pukulan mulai terdengar.
Seperti dugaan Chelsea. Anggota manusia yang berjumlah seratus orang tidak mampu. Mungkin mereka hanya bersala dari gangster yang di bayar oleh pria itu untuk berperang sehingga mereka mulai berjatuhan satu persatu.
Saat kelompok xhel bersemangat, pria yang menjadi dalang dari semua kejadian ini hanya duduk santai, menunggu kematian dari pihaknya.
Bagaimana pun, sejak awal dia memang menganggap mereka sebagai pengorbanan dan tidak pernah menaruh perhatian. Jadi, kematian mereka bukan sesuatu yang bisa menarik perhatiannya.
__ADS_1