Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Tamparan Keras


__ADS_3

Keluarga Glover terkejut ketika melihat berita tentang Bella yang sudah di wisuda dan semua prestasinya. Bahkan, para pemegang saham menghubungi Tuan Antonio untuk memberikan selamat.


Bukan berarti mereka tidak tahu tentang Bella di kediaman keluarga Glover. Mereka sangat paham, dan tentu tujuan mereka menelfon sudah pasti untuk mempermalukan keluarga Glover yang mereka anggap bodoh.


Meskipun di masa lalu mereka juga sering menatap rendah Bella yang tidak dianggap di keluarga Glover, terutama ketika mendengar cerita yang dikarang oleh nyonya Viona dalam keluarga tersebut. Mereka yang tidak tahu tentang Bella, semakin memandangnya rendah karena berfikir Bella hanya lintah darat yang tinggal di keluarga Glover.


Dan sekarang, ketika mereka tahu bahwa orang yang mereka hina adalah aset Negara. Mereka sangat menyesal dan ingin menjalin hubungan dengan Bella.


Tapi, sekarang sudah terlambat. Bella sudah menjadi milik Sean, pria yang tidak ada satu orangpun yang berani memprovokasinya.


Di tambah lagi ketika mendengar jawaban Bella saat suaminya di hina. Para pria menyesal karena mengabaikan sosok Bella di masa lalu.


Kalau saja mereka bisa memilki bella. Mungkin kebanggaan akan ditangan mereka.


Clara yang mendengar pujian yang tidak henti-hentinya untuk bella menjadi kesal dan semakin iri.


Dan tiba-tiba ingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Dan merasa bodoh, kenapa tidak menyadarinya sejak awal.


" Ibu, ini tidak bisa dibiarkan! Orang-orang pasti akan menghinaku." wajah merah akibat marah membuatnya seperti wanita tua.


" Apa kau pikir, ibu bisa menerimanya? Apa yang akan dikatakan para wanita itu ketika tahu bahwa cerita yang ku rekayasa tentang anak sialan itu, di masa lalu semuanya bohong. Mereka pasti akan menatapku seperti babi hutan yang buruk rupa.


Nyonya Viona sebagai pelaku utama berita buruk Bella, tidak bisa berkutik. Untungnya mereka tidak ada di negaranya sehingga tidak ada pertemuan yang disengaja dengan teman-teman sosialitanya.


Tapi, itu tidak akan lama. Setelah pulang, mau dimana dia meletakkan wajahnya?.


Sudah dapat dipastikan kalau dia harus libur dalam pertemuan mingguan, karena dia tidak mau jadi bahan ejekan.


" Harusnya kita bunuh saja wanita sialan itu dari dulu, Bu."


" Apa kah bodoh!? Jika dia mati, kita juga akan mati."


" Apa maksud, ibu?" Clara tiba-tiba merasa kalau identitas Bella tidak sesederhana yang dia pikirkan.


" Kau tidak perlu tahu, yang terpenting adalah. Jika orang itu tahu kalau kita sengaja melenyapkan nyawa wanita sialan itu. Maka mimpi buruk untuk keluarga Glover akan segera datang." Mengingat pengalaman pertama pada putrinya yang tidak bisa menjaga rahasia. Nyonya Viona tidak akan menceritakan apapun padanya tentang rahasia kelahiran Bella.


" Bagaiman kalau kita, meminjam tangan orang lain?"


" Siapa? Kau pikir tidak ada orang yang akan mengawasi kita?"

__ADS_1


" Tenang saja, ibu. Aku akan mencari bantuan dan aku menjamin tangan kita akan bersih."


Saat kedua wanita itu merencanakan sesuatu untuk Bella. Tuan Antonio tengah menahan malu.


Rekan kerja, investor dan kerabatnya tidak ada henti-hentinya mengganggu. Telepon seakan terus berdering dan dia tidak bisa mengabaikan panggilan itu.


" Kenapa kau sebodoh itu?! Jika saja dia masih berada di kediaman Glover. Mungkin semua keuntungan menjadi milik kita." Ayah tuan Antonio yang berumur 60 tahunan memarahi kebodohan putranya.


Meskipun pada kenyataannya, dia juga sangat membenci Bella di masa lalu. Bahkan dia merasa malu karena ada anak yang entah dari mana asalnya muncul di keluarga Glover. Baginya itu mencoreng nama baik keluarga yang sudah bertahun-tahun dia jaga.


" Bukankah dimasa lalu ayah tidak sabar mengusirnya dari rumah? Kenapa sekarang ayah malah menyudutkan ku?"


" Jadi, kau menyalahkan ayah mu?"


" Tidak seperti itu, tapi aku juga tidak tahu kalau dia memiliki otak yang jenius dan sekarang menjadi aset Negara."


" Kau memang bodoh! Tidak hanya memilih istri. Kau juga bodoh tidak bisa melihat permata yang sedang tertimbun tanah."


" Bisakah ayah, tidak mengungkit kesalahanku di masa lalu?"


" Tidak, sekarang kau harus memilih. Perkenalkan cucu laki-laki ku dan ibunya, atau aku akan menarik semua aset yang telah aku berikan padamu."


" Bukankah, dia sudah sangat dewasa? Dan aku pikir dia harus menerima kehadiran adik laki-lakinya. Lagipula hanya Daniel yang akan menjadi pewaris keluarga Glover selanjutnya."


" Tapi, ayah!"


" Apa kah tidak menyukai putra mu?"


" Tentu saja aku suka. Aku juga berniat memperkenalkannya di masa depan, tapi aku butuh waktu."


" Lakukan itu saat ulangtahun perusahaan, atau kau akan menyesal." Lalu, sambungan telepon terputus. Membuat Tuan Antonio semakin frustasi dan kesal. Prestasi Bella seperti sebuah tamparan keras yang mengenai wajahnya.


***


" Apa kalian mendengar berita pagi ini?"


" Berita tentang istri tuan Sean yang sangat jenius. Dia bahkan berhasil menyelesaikan program S2 di usia 22 tahun. Dia juga atlet ice skating dan menjadi aset Negara. Tidak hanya itu, dia juga pemilik klinik IB Medical Center. Yang orang kaya saja, harus membuat rujukan jauh-jauh hari agar bisa di rawat olehnya."


Para wanita kaya bersemangat menceritakan saat memuji kehebatan bella. Sedangkan Amanda yang mendengar hanya terdiam. Dia tidak menyangka kalau kakak perempuannya ternyata seorang yang sangat jenius dan menjadi aset Negara.

__ADS_1


Benar-benar berita yang menampar telak wajahnya.


" Apa hebatnya seperti itu? Lagipula dia tidak di inginkan oleh kedua orangtuanya." Amanda berusaha menjelekkan nama Bella.


" Sepertinya ada yang salah dengan mu, Amanda? Kalau hal seperti itupun kau pertanyakan, lalu bagaiman denganmu yang sampai sekarang kau belum bisa menyelesaikan kuliahmu. Ku dengar juga adik laki-laki mu menjadi juara di sekolah dan Olimpiade matematika tingkat provinsi. Tapi kenapa kau berbeda? Kakak laki-laki mu juga, jenius dalam bidang bisnis." ucap temannya yang merasa kalau Amanda sangat bodoh.


" Apa jangan-jangan kau bukan keluarga William. Bagaimanapun hanya kau yang mengalami kesulitan dalam pendidikan." Tambah ucapan temannya yang lain.


Awalnya pertemuan mereka berlangsung damai, meski mereka harus menahan amarah melihat Amanda yang memasang wajah yang sombong.


Di tambah lagi, mereka juga iri dengan Amanda yang merupakan tunangan David. Pria yang paling dh sukai oleh wanita ibu kota setelah gagal merayu Sean dan Adrian.


" Kalian!" Amanda sangat marah. Karena di hina tidak kompeten dan berbeda dari kakak serta adik laki-lakinya. Belum lagi mereka tidak tahu kalau kakak perempuannya sangat jenius. Andai orang-orang tahu tentang hal itu. Mungkin dia sudah kehilangan wajahnya.


" Pergilah, ini bukan tempat anak manja seperti mu." usir temannya dengan wajah menghina.


Karena sudah diperlakukan tidak baik dan di hina oleh mereka. Amanda memutuskan untuk pergi, dia berjanji akan membalas mereka satu persatu atas hinaan hari ini.


Saat sampai di rumahnya, Amanda memasang wajah yang sangat marah sekaligus sedih. Dan dilihat oleh ibunya.


" Sayang, ada apa? kenapa wajahmu berubah sedih ketika pulang?" Nyonya Wiliam menatap sayang pada putri satu-satunya yang dia akui di keluarga William.


" Ibu, teman-teman ku menghina ku bodoh hanya karena aku tidak bisa menyelesaikan kuliah ku dengan cepat."


" Kanapa mereka melakukan hal tersebut?"


" Ini semua karena wanita yang bernama Bella di keluarga Glover. Dia berhasil meraih gelar Master di usia 22 tahun, menjadi pendiri klinik IB Medical Center dan menjadi aset Negara karena mengharumkan nama Negara dalam kompetisi ice skating setiap tahun di luar negeri! Bu. Mereka juga membanding-bandingkan ku dengan kakak Brian dan Mark." Amanda terus berpura-pura tidak mengetahui siapa Bella di keluarga William dan terus mengadu pada sang ibu.


Hati nyonya William terluka mendengar cerita putri kesayangannya. Dia juga sudah mendengar tentang Bella hingga di langsung mengingat kalau dialah putri pembawa sial yang dia dan suaminya buang ke keluarga Glover.


Tidak ada penyesalan karena dia sangat mempercayai ramalan itu. Bahkan tentang kejeniusan Bella, nyonya William tidak memperdulikannya. Dia hanya menatap Amanda sebagai satu-satunya putrinya.


" Apa aku bukan putri kalian? kenapa kakak Brian dan mark punya otak jenius sedangkan aku tidak?" Ini juga menjadi masalah Amanda. Seringkali teman-teman sekolahnya mengejeknya dari belakang karena keterlambatannya dalam hal pendidikan.


" Kau putri ayah dan ibu. Jika tidak, untuk apa kami membesarkan mu dan memberikan semua kasih sayang kami? Dan tentang kakak dan adikmu, abaikan saja mereka. Aku tidak membutuhkan anak jenius yang tidak patuh. Kau satu-satunya Putri kami yang sangat patuh.


" Ibu, harus janji kalau ibu untuk tidak meninggalkanku di masa depan?"


" Ibu janji, sayang."

__ADS_1


__ADS_2