Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Suasana ruang makan kembali hening dan romantis untuk Sean yang kesal dengan gangguan Li Wei.


" Makan yang banyak. Aku tidak ingin istriku kurus." Sean berubah menjadi sangat memanjakan hingga Bella tidak bisa berdaya.


Bayangkan saja, pria itu tidak pernah lelah memberikan sayur kedalam piringnya dan mengambilkan minum ketika dia ingin.


" Aku bisa sendiri."


" Aku tahu, tapi aku suka melakukannya. Apa kau keberatan?"


" Tidak, hanya saja kau juga butuh sarapan."


" Aku bisa menyelesaikannya setelah mu."


" Hmm, masih cemburu?" Tentu saja Bella peka pada perubahan Sean. Hal itu jugalah yang membuatnya berinisiatif memanggil suaminya sebutan 'sayang' dan kebetulan bisa meredakan kecemburuan suaminya.


" Apa salah jika aku cemburu?"


Sean senang karena sifat posesifnya tidak membuat sang istri terganggu. Bagaimana pun tidak semua wanita menyukai pria yang posesif dan mendominasi.


" Aku senang kau memanggilku 'sayang' panggil aku dengan sebutan itu di masa depan, oke." Sean bahkan bisa menjadi kekanak-kanakan, seolah anak kecil yang meminta permen pada ibunya.


" Baik, aku akan melakukannya untuk suami ku tersayang yang paling posesif dan mendominasi." Goda Bella.


Suasana menjadi hangat. Sean tertawa pelan dan mengecup pipi sang istri.


" Aku selesai."


" Tunggu sebentar." Sean menyelesaikan sarapan paginya lalu berdiri dari kursinya untuk mengajak Bella pergi dari sana.


Tanpa meminta izin atau memberitahu. Sean mengangkat Bella yang siap-siap untuk berdiri. Dia membawa sang istri dengan gendongan bridal style.


" Kenapa kau suka melakukan hal seperti ini?"


Padahal kalau dipikir-pikir Bella bisa jalan sendiri. Kakinya sehat, namun entah kenapa setelah bisa berjalan. Sean suka melakukannya dirumah atau di kantor ketika mereka hanya berduaan. Mungkin ketika selesai pura-pura menjadi lumpuh, Sean tidak ragu-ragu melakukannya didepan umum.


" Apa kau keberatan?"


" Tidak, hanya penasaran."


" Alasannya cukup sederhana. Aku tidak bisa membawa mu seperti ini ketika menikah, maka ketika kaki ku sudah normal. Aku akan melakukannya kapanpun aku ingin." Bella tertawa mendengarnya. Dia benar-benar tidak menduga bahwa pria yang menawarkan surat perjanjian dengan wajah tegas di masa lalu. Seolah tidak akan jatuh cinta padanya, kini malah bertindak sangat memanjakan.


" Kau tahu, aku masih belum percaya kalau pria sombong yang memberikan surat perjanjian di masa lalu sebelum menikah kini malah berubah menjadi pria posesif."


" Maafkan, kesombongan ku di masa lalu." Sean menyesal. Tapi jika pun di beri pilihan, Dia akan tetap melakukannya sebab hal tersebut sejak awal hanya untuk kebahagiaan Bella.

__ADS_1


Dia lumpuh dan takut Bella akan menderita menikahinya. Meskipun pada akhirnya, dia sadar bahwa wanita yang ibunya bawa untuknya adalah wanita yang tidak pernah memandang kelemahannya atau bahkan menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk menolak pernikahan mereka.


" Sebenarnya, aku juga tidak menduga bahwa aku akan jatuh cinta pada pria seperti mu. Kau tahu sendiri aku terkenal dingin oleh banyak orang, tidak berani percaya pada cinta atau laki-laki."


Pernyataan cinta Bella membuat Sean berhenti sejenak. Mereka Beru saja tiba di lantai atas dan akan pergi kekamar.


" kau sudah mencintai ku?" Ini berita yang sangat membahagiakan untuknya.


" Ya, setelah kejadian wanita menjengkelkan di perusahaan beberapa hari yang lalu. Aku bertanya pada Reva dan dia telah memberi tahu ku bahwa aku sudah mencintai mu hingga aku bisa cemburu pada wanita yang mendambakan suami ku."


Kebahagiaan Sean berlipat ganda, dan mengucapkan banyak terimakasih pada Reva yang bersedia mencerahkan hati Istrinya tentang perasaan.


Tanpa melihat situasi, Sean yang sudah kembali berjalan sambil membawa Bella tiba-tiba memberikan ciuman yang cukup mengejutkan sekaligus membuat Bella malu namun tidak bisa menolak.


Ini ciuman pertama yang mereka lakukan diluar kamar, kantor dan villa di tengah hutan. Dan ciuman paling menggairahkan untuk mereka berdua.


Bukan berarti Sean sangat bern*fsu. Dia hanya terlalu bahagia, hingga dia ingin memberitahu istrinya bahwa dia sangat bahagia hingga lupa mengontrol diri. Hal yang selalu dia lakukan sebelum mendengar jawaban atas pernyataan cintanya beberapa bulan yang lalu.


Pelayan muda yang tidak sengaja berada di lantai yang sama, menjadi terpana lalu berubah iri. Dia juga ingin di perlakukan sedemikian rupa oleh pasangannya.


Interaksi Sean dan Bella memang membuat semua orang iri.


" Jangan lakukan hal itu jika ada orang." Itu kalimat pertama Bella ucapakan setelah Sean melepaskan ciumannya mereka.


" Kenapa?"


" Aku nyaman dan tidak keberatan."


" Menyebalkan." Bella semakin malu dan menyembunyikan wajahnya di dada sang suami lalu mereka masuk ke dalam kamar meninggalkan penonton gratis yang berdiri tidak jau dari mereka.


***


" Jadi, apa yang ku lakukan untuk membantu mu?" Li Wei tidak menyesal menghentikan sarapannya di kediaman Sean. Dia sangat pusa dengan hasil masakan Chelsea.


" Minta keluarga mu mencarikan wanita didalam foto ini." Chelsea memberikan foto hitam putih pada Li Wei. " Dia di bawa ke Negara mu, empat belas tahun yang lalu.


Li Wei paham siapa yang sedang Chelsea cari dan tidak keberatan melakukanya. Hal aneh lainnya yang dia lakukan pada wanita asing tanpa berpikir lama.


" Baik, tapi kau harus memasak untuk ku setiap hari."


" Bukankah kau terlalu banyak meminta!"


" Kau bisa memilih, dan aku memberitahu mu kalau orang-orang yang membawanya bukan orang-orang yang bisa kah cari dengan mudah."


" Kau mengenal mereka?"

__ADS_1


" Ya, keluarga ku pemilik organisasi mafia terbesar di Asia."


Ini sebuah bantuan yang sangat menggiurkan, namun juga menjengkelkan sebagai bayarannya.


Memasak untuk pria lain, bukankah itu sama seperti dia melakukanya sebagai seorang istri.


" Aku bisa membayar dengan uang."


" Kesepakatan hanya poin pertama, tidak ada acara tawar menawar." Entah kenapa, Li Wei langsung jatuh cinta pada masakan Chelsea yang baru pertama kali di rasakan lidahnya." Kau bisa memikirkannya. Aku akan memberi kesempatan sampai besok, dan tidak ada bantuan yang gratis." Lalu, Li Wei meninggalkan Chelsea yang sedang menyesali perbuatannya karena menjanjikan sarapan pagi pada pria itu.


***


" Apa kau tidak penasaran dengan pembicaraan kami?" Sekarang, Sean dan Bella sedang duduk di balkon kamar sambil menikmati kesejukan yang berasal dari pepohonan disekitar rumah mereka.


" Tidak."


" Yakin."


" Sangat yakin. Lagipula jika kakak ku merahasiakannya dari ku, maka berarti aku tidak boleh mengetahuinya."


" Hmm, masuk akal. Istri ku memang cerdas." Sebenarnya, Sean juga belum bisa memberitahu Bella karena belum sepenuhnya dia ketahui.


" Bukankah aku memang cerdas?"


" Ya, istri ku yang paling cerdas. Tapi, Mark akan tinggal bersama kita hingga batas waktu yang belum di tentukan." Sontak saja Bella terkejut dan menatap wajah Sean. " Bukankah Chelsea sudah memberitahu mu bahwa Mark juga menjadi salah satu target kelompok itu."


Bella akhirnya ingat dengan hal tersebut. Dan mulai paham dalam beberapa bulan ke depan, hidupnya akan terusik oleh kelompok gila dari Negara C.


" Apa kau keberatan?" Bagaimanapun Bella belum memberi jawaban pada Brian tentang hubungan mereka beberapa bulan yang lalu.


" Kenapa aku harus keberatan?"


" Mungkin Brian akan sering berkunjung dan kau harus melihat wajah Mark."


" Aku tidak keberatan. Mereka Keluarga ku dan tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua mengingat mereka tidak bersalah. Hanya saja, aku tidak tidak bisa menerima hubungan apapun dengan keluarga William dalam skala besar." Sean paham dengan maksud Bella.


Dan kini Sean mulai berpikir. Andai saja istrinya tahu bahwa wanita yang di keluarga William bukan ibu kandungnya. Mungkin Bella akan menjauhi keluarga William termasuk ayahnya sendiri, yang mungkin saja punya andil besar dengan kisah menyedihkan Brian bersaudara kecuali Amanda.


" Kalau suatu hari nanti, kau menemukan kebenaran yang mengerikan dari keluarga william. Apa yang akan kau lakukan?"


" Tidak ada, mereka bukan orang-orang yang ku anggap penting."


" Jika wanita yang sebenarnya menjadi ibu mu menderita akibat ulah mereka. Apa kau masih ingin tetap diam?"


" Tergantung, jika memang dia benar-benar ibu kandung ku. Aku akan membantunya balas dendam." Bella belum menyadari kebenaran dari setiap pertanyaan Sean hingga merasa percakapan mereka tidak terlalu penting, terkhusus tentang keluarga William.

__ADS_1


" Aku akan selalu berada di sisi mu dalam suka maupun duka." Sean mengecup puncak kepala Bella dengan sayang.


__ADS_2