
" Hei, tidak bisakah kau menggunakan mata mu juga saat berjalan?"
Bella benar-benar kesal dengan kejadian yang baru saja dia alami. Seorang wanita asing tiba-tiba saja menabraknya dengan cukup keras hingga dia hampir saja terjatuh, kalau saja dirinya tidak cepat tanggap.
" Bukankah kau yang seharusnya berhati-hati? Hanya karena kau yang tidak bisa membawa perut mu yang jelek itu, kau menyalahkan ku."
" Beraninya kau menghina calon bayi-bayi ku."
" Jelek, gendut dan miskin. Aku tahu, kau pasti berpura-pura menjadi korban agar kau mendapatkan uang ku." Geisha mulai menyombongkan dirinya. " Kau tidak perlu melakukan banyak usaha, kau cukup mencium sepatu ku. Maka aku akan memberikan mu uang."
" Apa kau pikir aku terlihat sangat butuh uang mu?!" Bella semakin emosi.
" Ya, bahkan pakaianmu terlihat sangat murahan."
Para pejalan kaki yang mengenal siapa Bella. Dan mendengar perdebatan Bella dan Geisha, menatap Geisha seolah wanita itu sangat bodoh.
" Nona, sepertinya kau seorang turis. Sebaiknya kau menjaga lidah mu karena kau tidak tahu siapa orang yang kau hina." Salah satu dari para pejalan kaki, berusaha menasehati Geisha. Agar wanita itu tidak jatuh ditangan Sean, namun sepertinya dia tidak menghargai wanita yang telah menasehatinya.
" Siapa kau yang berhak bersuara?! Apa kau pikir aku takut pada wanita gendut, jelek dan miskin seperti ini?"
Sebenarnya, Geisha sangat iri pada kecantikan dan gaya berpakaian Bella. Bahkan Bella terlihat lebih berkelas dibandingkan dengan dirinya yang terlihat biasa-biasa saja.
Saat Geisha sibuk menghina Bella dan menyombongkan dirinya. Dia tidak sadar bahwa ada sebuah tang yang terangkat dan menampar wajahnya.
Bella yang dari tadi hanya diam. Tidak bisa menahan lagi karena ocehan wanita itu.
" Kau!!!" Geisha semakin marah. Dia juga ingin membalas namun Bella yang tahu hal itu langsung menghalanginya.
" Wanita seperti mu tidak pantas menyentuh wajah ku." Bella yang sedang hamil, kadang tidak bisa mengontrol emosinya.
Bahkan beberapa kali dia menampar wajah Geisha, hingga wajah wanita itu berubah warna.
***
Gio yang baru saja tiba, terkejut saat melihat tunangannya di tampar seorang wanita. Dan dia lebih terkejut lagi saat melihat wanita yang menampar sang kekasih sangat mirip dengan Chelsea, namun dalam penampilan yang berbeda.
" Beraninya kau menyakiti tunangan ku." Tidak ada nada marah, Gio seperti terpaksa karena dia tidak ingin wanita itu mengadukan hal-hal buruk pada keluarganya tentang sikapnya yang tidak membela saat diperlakukan buruk.
__ADS_1
" Oh, jadi kau tunangan wanita ini? Bagus, sebaiknya kau menyuruh tunangan mu ini untuk minta maaf pada nyonya Bella atau tuan Sean akan akan lebih kejam pada kalian." Seorang wanita yang ikut geram pada kelakuan Geisha, angkat bicara dan membela Nyonya Sean.
Gio yang mendengar ucapan wanita itu, tidak tahu harus menendang atau membunuh Geisha di tempat.
Beraninya Geisha membuat masalah dengan wanita kesayangan seorang Sean.
" Apa nyonya Sean tidak bisa memaafkan tunangan ku? Kenapa anda mempersulit kami yang hanya seorang pendatang?" Gio menatap Bella cukup lama. membuat Bella merasakan firasat buruk.
Sepertinya, Gio bukan pria sederhana seperti penampilannya. Bella harus menyelidikinya.
" Bahkan jika istri ku melupakan kesombongan tunangan mu. Aku sebagai suaminya tidak akan membiarkan kalian hidup damai."
Kehadiran Sean membuat Gio ingin membunuh Geisha ditempat.
Tidak bisakah wanita itu memilih korban yang lebih mudah dari kelas menengah. Kenapa harus menyinggung istri Sean, yang jelas-jelas akan berubah menjadi iblis jika ada yang mengganggu istrinya.
" Tunangan ku tidak sengaja menyinggung istri anda, tuan. Aku mohon maafkan kami, tuan." Geisha yang yang dalam kondisi kesakitan hanya bisa tertunduk diam.
" Sayang, ayo kita pulang." Karena Bella ingin menyelidiki identitas Gio, jadi dia harus menahan suaminya untuk memberikan pelajaran pada pria dan wanita itu.
" Tapi, aku belum memberikan pel-" Sebelum kata-kata itu belum terucap sempurna. Bella membisikkan sesuatu pada suaminya. Setelah itu Sean langsung membawa pergi sang istri pergi. Meninggalkan Gio dan Geisha yang menjadi tontonan banyak orang.
***
" Bagiamana jalan-jalan mu hari ini?" Tanya Sean pada sang istri sambil mengelus perut istrinya.
" Baik, hanya sedikit gangguan. Bagaimana dengan pekerjaan mu?"
" Berjalan dengan baik. Hanya saja sedikit membosankan, dan membuat ku harus berpisah dengan istri ku yang cantik ini." Sean mencubit dagi istrinya.
" Aku juga merindukan suami ku."
" Lalu, kenapa tidak datang ke kantor ku untuk menemui ku?"
" Aku tidak ingin mengganggu mu bekerja. Jika aku kekantor mu, kau akan sibuk dengan ku lalu kau akan mengabaikan pekerjaan mu. Dan hal itu pasti membuat mu begadang karena harus menyelesaikan pekerjaan mu."
Sean hanya tersenyum kecil. Dia setuju dengan ucapan istrinya dan tidak ada alasan untuk menolaknya.
__ADS_1
" Lalu, apa yang ingin kau lakukan pada pria itu?"
" Tolong selidiki identitasnya secara menyeluruh, jangan tinggalkan sesuatu bahkan yang terkecil pun."
" Kenapa tiba-tiba kau ingin tahu tentang pria itu?"
" Jangan cemburu, aku menyelidiki bukan karena aku menyukainya."
Sean yang cemburu, tersenyum malu. Dia memang sering melakukan hal yang berlebihan.
" Aku tahu, bagiamana bisa aku kalah dari pria jelek seperti dia."
" Suamiku memang yang terbaik, dan dia pria yang menjengkelkan."
Sean tertawa kecil mendengar kalimat hiburan yang di berikan oleh istrinya.
***
" Lakukan sekarang juga, aku tidak ingin dia pergi dan tujuan ku untuk menghancurkannya gagal." Perintah Sean pada Jhon. Dia harus segera melakukan permintaan sang istri.
" Baik, tuan." Ucap Jhon. Lalu Sean pergi meninggalkannya dan bawahnnya.
Setelah semuanya di persiapkan. Jhon dan bawahannya serta Robby mulai fokus bekerja.
Mereka menyadap setiap pesan dan percakapan pribadi di ponsel Gio.
Awalnya tidak ada hal yang mencurigakan hingga ada sebuah pesan yang aneh berhasil di baca oleh Jhon.
'Aku sudah menemukan mereka' Begitulah pesan yang di kirim Gio pada sebuah nomor yang tidak di simpan di ponselnya.
" Sepertinya kita harus segera menangkap pria itu atau informasi tentang nyonya akan tersebar ke seseorang yang sedang menargetkan nyonya." Ucap Jhon pada Robby dan para bawahannya.
" Kita pergi sekarang." Ucap Robby.
Sesampainya di tempat, semua orang bergerak dengan cepat tanpa menunda banyak waktu. Gio sudah ada ditangan mereka, sedangkan Geisha akan di kurung di kamar hotel sampai Sean menurunkan perintah.
" Siapa kalian? Kalian tidak bisa memperlakukan ku seperti ini!" Gio benar-benar terkejut pada setiap kejadian yang di alaminya.
__ADS_1
Dia bahkan baru saja akan menghubungi seseorang untuk melapor, namun tiba-tiba dia diperlakukan seperti seorang tahanan.
" Kau akan tahu siapa kami dan kenapa kami memperlakukan mu seperti ini." Lalu, Jhon menarik paksa tangan Gio dan membawanya pergi. dan di ikuti oleh Robby dan bawahannya.