
Keesokan harinya, berita tentang keluarga Glover yang hancur dan digantikan oleh keluarga Moore yang sempat menghilang bertahun-tahun lamanya mulai tersebar luas.
Seluruh kerabat yang tersisa mengucapkan banyak terimakasih pada Daniel dan Bella. Mereka akhirnya bisa melihat kehancuran tuan tua keluarga Glover, pelaku utama dari penderitaan mereka selama bertahun-tahun.
Miranda Silvi Moore, ibu Daniel menatap penuh rasa terimakasih pada Bella. Awalnya dia sangat menentang tindakan putranya karena dia hanya ingin sang putra hidup normal tanpa memikirkan balas dendam. Tapi, dia tidak berdaya ketika melihat tekad Daniel yang begitu kuat.
Miranda wanita tanpa ambisi. Dia hanya akan menerima rasa sakit itu, dan menunggu Tuhan membalas mereka. namun karena semua sudak terjadi, dia hanya bisa mendukung putranya.
" Terimakasih, tanpa mu. Mungkin aku akan kehilangan putraku akibat obsesi balas dendam pada keluarga Glover."
" Tidak perlu berterimakasih. Lagi pula aku juga mendapatkan apa yang sejak lama ku inginkan."
Sesaat, Miranda menatap kasian pada Bella. Tidak hanya di siksa, dia juga harus menerima kenyataan bahwa dia dibuang oleh kedua orangtuanya.
Pada akhirnya, Bella jauh lebih menyedihkan di bandingkan putranya yang masih memiliki sosok ibu sebagai pendukung.
" Bagaimana tentang dua wanita ular itu, kak?" Daniel merasa tidak nyaman dengan Clara dan ibunya, kedua wanita itu pasti kan merencanakan sesuatu yang buruk pada Bella dan keluarga Moore.
" Kau tidak perlu memikirkan mereka. Tugas mu hanya untuk menjalankan perusahaan agar semakin kuat dan rawat ibu mu dengan baik. Jangan sakiti atau kecewakan dia, kau beruntung memiliki seorang ibu yang selalu mendukung mu. Meskipun kau kehilangan ayah mu sebelum bisa melihat dunia."
Daniel jadi sedih mendengar ucapan Bella. Dia ingat kalau wanita itu tidak memilki keluarga yang mendukung, hanya keluarga Anderson. Tapi itu tidak bisa menggantikan kebutuhan seorang anak pada pelukan orang tua.
" Nak, aku tidak keberatan menjadi ibumu. Mungkin kita tidak berhubungan darah, tapi aku bisa menggantikan mereka sedikit." Miranda sudah mendengar semuanya. Meskipun tidak sepenuhnya tahu kebenaran tentang identitas asli Bella dan alasannya bisa berada di keluarga Glover.
" Terimakasih, bibi. Tapi aku sudah cukup puas dengan ibu Rosalina. Tidak hanya pelukannya yang hangat, aku juga mendapatkan seorang ayah yang sangat kaya raya. Setidaknya aku tidak akan kekurangan uang saku." Bella setengah bercanda. Dia tidak suka ada adegan menangis di tengah-tengah kebahagiaan orang lain.
" Kau benar." Miranda tahu apa maksud Bella dan tidak memaksa.
" Baiklah, aku akan pergi bekerja. Klinik membutuhkan ku. Jadi, jaga diri kalian jika ada sesuatu terjadi langsung beritahu aku."
" Pasti, kak. Aku akan mengantar kakak." Daniel ikut mengantar Bella keluar rumah. Kediaman Glover akan di renovasi menjadi milik keluarga Moore. Mulai dari sekarang dan selamanya, hanya ada keluarga Moore sedangkan Glover sudah menghilang.
***
' Segera temui dia.'
' Orang-orang itu akan bergerak.'
' Kau akan menyesal jika terlalu lama menundanya.'
Tiba-tiba pesan itu masuk ke dalam komputer Li Wei yang sedang di pinjam oleh wanita misterius yang beberapa hari yang lalu dia bawa ke apartemennya.
__ADS_1
' Hmm.'
Hanya itu balasannya dan pihak pengirim tidak mempermasalahkannya karena dia tahu sifat acuh dari wanita itu.
Setelah menghapus jejak dan pesan. Dia segera pergi, hari ini dia harus bisa bertemu.
" Kemana kau akan pergi?" Li Wei tiba-tiba muncul entah dari mana.
" Bukan urusan mu."
" Hei, jika kau ingin menemui Bella maka aku bisa mengantar mu." Si wanita tertawa mendengarnya.
" Ternyata aku terlalu menganggap remeh tuan Li."
" Terimakasih atas pujiannya." Setelah berhari-hari hidup bersama dengan wanita itu. Li Wei tidak lagi merasa jengkel.
" Aku bisa pergi sendiri." Dia tidak ingin melibatkan lebih banyak orang. Ini masalahnya dengan Bella.
" Baiklah, jika kau butuh kendaraan kau bisa menggunakan mobil ku." Li Wei sudah tahu apa tujuan dan dari mana asalnya wanita itu. Jadi, dia tidak akan ikut campur atau memaksa wanita itu.
" Ku bawa." Dengan santai dia mengambil kunci mobil dan meninggalkan Li Wei. Tiba-tiba dia teringat apakah dia masih bisa menyetir mobil atau tidak.
Tapi tidak masalah, itu buka urusannya jika terjadi apa-apa dengan mobil itu. Li Wei akan menggantinya dengan yang lain.
Sesampainya ke klinik, wanita itu langsung mencari keberadaan Bella dan menekankan pada perawat yang di temui bahwa ini urusan penting sehingga Bella harus menemuinya.
Benar saja, Bella ayang baru selesai memeriksa pasien langsung pergi setelah di beritahu oleh perawat tentang wanita yang menggunakan masker dan topi hitam.
" Siapa kau?" Bella langsung bertanya saat mereka berada diruang kerjanya.
Bukannya menjawab, wanita itu membuka masker dan topinya. Mata Bella melebar ketika melihat penampilan wanita itu yang tidak ada bedanya dari dirinya.
Mata, hidung, bibir, warna kulit dan rambut semua sama. Hanya aura dan postur tubuh yang berbeda.
" Siapa kau? Kenapa kita sangat mirip?"
" Senang bertemu dengan mu adik perempuan ku."
Entah kenapa Bella ingin menangis setelah mendengar ucapan wanita itu. Ini bahkan jauh lebih mengharukan dari saat dia mengetahui bahwa Brian dan Mark adalah keluarganya.
" Adik?" Bella belum sepenuhnya percaya."
__ADS_1
" Sebenarnya, kita terlahir kembar. Hanya saja kelompok gila itu lebih dulu membawaku untuk di jadikan bahan eksperimen yang sangat mengerikan di Negara C.
Ini kejutan yang bahkan membuat tubuh Bella tidak bisa tetap berdiri.
Melihat adik perempuannya akan terjatuh, dia segera memeluknya.
Pelukan itu kau berbeda. Hangat yang tidak bisa siapapun berikan. Bella Mulai percaya, karena dia merasa nyaman dengan wanita asing yang mengaku sebagai kakak perempuannya.
" L-lalu apa yang terjadi? Bukankah kau mengatakan kalau mereka menjadikanmu bahan eksperimen. kenapa kau ada disini?"
" Aku berhasil melarikan diri tiga tahun yang lalu. Setelah mendapatkan informasi tentang mu dan target mereka selanjutnya. Aku memutuskan membangun sebuah kekuatan agar bisa melindungi mu dan remaja yang bernama Mark."
" Apa sebenarnya proyek yang sedang mereka kerjakan?"
" Ada banyak. Yang memiliki otak jenius seperti kita, mereka jadikan alat pemeras kekayaan. Mereka menempatkan kita di balik layar untuk membantu orang-orang kaya melakukan tindakan ilegal. Seperti menciptakan obat-obatan terlarang. Kita juga di paksa merubah orang-orang normal menjadi robot, otak mereka di kendalikan oleh komputer dan sudah ada banyak yang berhasil."
Bella mengepalkan tangannya. itu sangat kejam, bukankah Tuhan menciptakan manusia untuk memiliki kebebasan. Tapi kenapa masih ada orang yang tega menyakiti manusia tidak bersalah bahkan merubahnya menjadi robot.
" Jadi, aku target berikutnya?"
" Ya, karena aku hilang selama tiga tahun. Jadi, mereka harus melakukan rencananya yang lain. Membawa mu dan Mark ke gedungnya untuk dijadikan alat selanjutnya."
" Jika kau tidak pergi berapa lama waktu ku hidup bebas?"
" Lima tahun lagi, mereka membutuhkan banyak otak jenius. Mereka berencana membuat kehidupan di planet lain sebagai jaga-jaga jika hari kiamat tiba."
" Bukankah mereka sangat konyol."
" Itulah kenapa aku harus menghancurkan mereka. Aku butuh bantuan mu dan keselamatan mu adalah tanggung jawab ku."
Suasana kembali hening. Bella terharu, dia bisa melihat kalau wanita itu sangat tulus padanya.
" Apa kau tidak membenciku." Tanya Bella.
" Kenapa aku harus membenci mu?"
" Karena aku hidup bebas sedangkan kau harus mengalami kehidupan yang sangat mengerikan." Kini Bella tahu, kalau bukan hanya dia yang hidup menderita. Bahkan saudari kembarnya jauh lebih menderita dari dirinya.
" Tidak, kau satu-satunya adik perempuan ku yang berbagi tempat saat kita berada di dalam kandungan. Kita berbagi banyak hal seperti darah dan rupa. Jika ada yang ku benci, itu adalah wanita yang ada di keluarga William dan para peneliti di pusat laboratorium yang ada di Negara C."
" Bukankah dia ibu kita? Jangan bilang dia pelaku utama dari semua penderitaan kita?"
__ADS_1
Wanita itu hanya tersenyum kecil. Belum saatnya Bella tahu rahasia apa yang ada di balik keluarga William.