Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Saling Melengkapi


__ADS_3

Malam harinya, Bella yang sudah kembali normal sedang duduk bersandar di bahu suaminya di atas tempat tidur. Pria itu, tetap tinggal di kamar bella meski istrinya sudah membaik.


" Apa kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Sean yang mengganggu lamunan sang istri.


" Hmm, hanya beberapa. Dan terimakasih karena sudah bersedia merawat ku."


" Jangan berterima kasih terus, suami istri harus saling membantu. Dan aku ingin kau bisa melihat keseriusanku tentang cinta ku untuk mu.


" Ternyata kau pria berlidah manis."


" Itu hanya untuk mu."


" Iya, aku percaya." Adrian sering bercerita tentang tajamnya lidah Sean saat menolak seorang wanita yang mendekat kepadanya.


Suasana kembali hening. Sean hanya sibuk mengelus rambut pendek istrinya. Sedangkan Bella masih memikirkan kata-kata apa yang harus dia katakan pada suaminya.


" Apa kau tidak malu?" Tiba-tiba Bella bertanya.


" Malu tentang apa?"


" Memiliki istri yang menderita penyakit psikologis."


" Apa kau malu memiliki suami lumpuh?" Bukannya menjawab, Sean malah bertanya balik.


" Tidak, kenapa harus malu?"


" Dan itu juga jawabanku atas pertanyaan mu tadi "


" Tidak bisa, kau harus memiliki jawaban sendiri." Bella merasa kesal karena harus menjawab pertanyaannya sendiri. Sedangkan Sean hanya tersenyum gemas.


" Tuhan membuatku lumpuh, lalu dia memberiku seorang istri yang bisa berjalan dan bermain ice skating. Terus kenapa aku harus malu, hanya karena kau memiliki sedikit kekurangan? Bukankah pernikahan menyatukan dua kepribadian yang memiliki banyak kekurangan untuk saling melengkapi dan menyempurnakan masing-masing pasangan."


Kata-kata sean yang manis hampir saja membuat Bella menangis haru.


" Terimakasih karena bersedia membantu ku menjadi sempurna."


" Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, tapi kau mencuri dialog ku." Sean sengaja menggoda istrinya.


Bella tertawa manis, dan membuat Sean ikut bahagia. Tidak membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan sang istri.

__ADS_1


Mungkin, sejak awal dia sudah menduga kalau dia bukan anak kandung dari keluarga Glover. Jadi, kesedihannya tidak berkepanjangan.


Sean juga merasa kalau self-injury istrinya kambuh karena dia terlambat berada disisinya. Mungkin, jika dia menghiburnya saat mendengar kebenaran itu. Sang istri tidak akan terluka.


" Tolong, bersabar sedikit lagi, aku sedang berusaha membalas cinta mu." mendengar ucapan sang istri, Sean langsung membungkam mulut Istrinya dengan ciuman yang cukup panjang.


Sean hanya mencium dan memeluk istrinya saat tidur. Dia belum berani melakukan hal yang lebih selain kondisinya, dia juga ingin melakukannya ketika sang istri benar-benar mencintainya.


Saat ini ciuman mereka cukup lama karena Bella sudah tidak langsung kehabisan nafas seperti sebelumnya.


Sean bisa merasakan perubahan sang istri. Tapi dia harus berhenti karena tidak ingin nafsunya mengambil alih.


" Mimpi yang indah istriku." Lalu Sean menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.


Tidak lupa, dia memeluk istrinya yang bibirnya sudah sedikit bengkak akibat keganasannya.


Sean merasa seperti bajingan yang telah memaksa gadis muda untuk berciuman dengannya .


***


" Ayah dan ibu gagal?" Clara sangat kesal karena kedua orangtuanya tidak bisa memberikan hukuman pada Bella. Jika, itu di masa lalu mungkin dia sudah puas menyiksa Bella. Namun, sekarang itu tidak bisa lagi terjadi. Dia seperti di posisi Bella dulu, hanya bisa menerima dan tidak bisa membalas.


" Seharusnya kami yang marah padamu, kau sudah memberitahu wanita itu kalau dia bukan putri kami. Dan sekarang tuan Sean tahu hal itu. Apa kau puas menghancurkan rencana kami?" Tuan Antonio sangat kesal memikirkan kebodohan putri kesayangannya.


" Kau tidak perlu berpura-pura bodoh! Aku mengenalmu dengan sangat baik. Sekarang rencana kita untuk memasukkan mu ke keluarga Anderson sudah gagal total. Apa kau puas sekarang?!"


Clara langsung menangis karena mendengar kemarahan ayahnya. Hal itu membuat Tuan Antonio semakin kesal. Kenapa dia harus memiliki putri yang sangat cengeng, bodoh bahkan menghancurkan apa yang sudah dia rencanakan sejak lama.


Tidak ada satupun kebanggaan yang wanita itu berikan padanya. Hanya rasa malu, yang tidak kurang bahkan lebih memalukan lagi.


" Sayang, jangan terlalu keras kepadanya." Nyonya Viona tidak tahan melihat putrinya menangis.


" Kau selalu saja memanjakannya! Dan lihat sekarang, bagaiman dia membuat semua rencana ku hancur berantakan. Tidak hanya gagal meyakinkan nyonya Rosalina, dia juga gagal mendapatkan hati putra kedua keluarga Anderson dan menyingkirkan gadis lemah itu." Kekesalan tuan Antonio sampai batasnya.


" Baiklah, tapi itu tidak sepenuhnya kesalahan Clara. Jika saja wanita menjengkelkan itu tidak merayu nyonya Rosalina, tidak memberitahu hal-hal buruk kepada tuan muda kedua dan memilki pengawal di sisinya. Mungkin rencana kita akan berhasil, ini bukan kesalahan putri kita, tapi kesalahan anak sialan itu."


Nyonya Viona tidak pernah lupa untuk menyalahkan bella atas semua yang terjadi kepada mereka. Bahkan meski Bella tidak ada hubungannya, baik dia, suaminya dan putrinya akan menjadikan Bella sebagai kambing hitam.


" Ibu benar. Entah sihir apa yang dia gunakan sehingga nyonya Rosalina dan keluarganya sangat mencintainya. Bahkan jika aku memiliki pengawal seperti dia, pasti aku akan berhasil membunuhnya, ayah." Tidak lupa Clara membersihkan namanya dari kekacauan yang dia buat.

__ADS_1


Tentu saja, tuan Antonio percaya dengan perkataan istri dan putrinya sehingga dia semakin membenci keberuntungan Bella.


Karena semuanya sudah gagal. Tuan Antonio memutuskan untuk pergi ke perusahaannya dan meninggalkan istri dan anaknya yang masih menyusun rencana untuk mengganggu Bella kembali.


" Ibu, aku merasa tidak tenang jika hidupnya tetap baik-baik saja, sedangkan aku harus terbaring di rumah sakit."


Di masa lalu dia selalu berada di pihak yang dominan selalu menang.


Dia akan memukul, menghina dan merencanakan hal-hal buruk kepada Bella. Tapi sekarang, dia berubah menjadi pengecut kecil yang tidak bisa membalas.


" Apa kau pikir, ibu juga senang? Bahkan kami di ancam ketika meminta keadilan dirumah itu." Nyonya Viona masih mengingat kekejaman Sean kemarin.


" Ibu berhasil masuk kerumahnya?" Clara terkejut, karena sebelumnya mereka tidak bisa masuk bahkan hanya mendekatinya saja beberapa pria yang berekspresi datar dan dingin mengusirnya mereka menjauh. Sebuah kebanggaan karena orangtuanya bisa masuk kerumah itu.


" Tentu, apa kau tahu? Rumahnya sangat mewah. Sebenarnya ibu sangat enggan untuk pergi, tapi demi keselamatan kami, ibu harus menjauh dari sana."


" Seberapa mewah?" Tanya Clara yang begitu antusias.


" Hampir seperti istana. Begitu luas dan mewah." Ada nada iri di ucapan nyonya Viona.


" Aku benar-benar ingin melihatnya juga, Bu." Rumah keluarga Glover tidak terlalu mewah, hanya standar seperti rumah pebisnis menengah. Dan dia sudah lama memimpikan tinggal dirumah bak istana yang mewah dan luas.


" Jika kau berhasil merayu tuan muda kedua kau bisa tinggal dirumah yang mewah bahkan lebih mewah."


" Tapi, Tuan muda kedua. Sangat membenciku, ibu." Clara masih ingat bagaimana tatapan jijik Adrian ketika dia ingin mendekati pria itu.


" Ini semua karena anak tidak tahu diri itu. Putri kesayanganku harus menanggung malu."


" Aku sangat membencinya, ibu."


" Sama, ibu juga sangat membencinya. Tapi kita tidak bisa melakukan apapun kalau Sean menjaganya dengan ketat."


Clara semakin iri, dia sudah merasa kalau Sean sudah jatuh cinta pada wanita itu.


" Bagaimana kalau aku merayu ayah mereka saja, Bu? Bukankah lebih baik jika aku menjadi istrinya dan menyingkirkan wanita yang telah berani menolak ku dengan sombong?" Kebencian Clara pada nyonya Rosalina hampir sama kuatnya pada Bella.


" Anak bodoh! Apa kau pikir pria itu sangat sangat mudah di rayu? Bahkan kau tidak tahu apa yang terjadi pada wanita yang tela berani merayunya dan membuat istrinya tidak bahagia." Nyonya Viona masih mengingat betapa kejamnya tuan Julian di masa lalu.


" Mungkin itu di masa lalu, ibu. Dan sekarang wanita sialan itu sudah tua, aku yakin pasti kecantikanku akan membuat tuan julian tertarik."

__ADS_1


" Tidak, ibu tidak setuju. Kau akan mati sebelum kau bergerak. Lebih baik kau fokus saja pada tuan muda kedua, kita membutuhkan dia untuk menghancurkan Bella dan Sean. Aku sangat membenci pasangan itu."


" Baiklah, Bu."


__ADS_2