Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Bayi kembar tiga


__ADS_3

Kata-kata aneh dari Chelsea dapat Li Wei artikan dalam hal lain. Dia berpikir bahwa Chelsea mulai ingin mengatakan bahwa dia mulai percaya kepadanya dan perasaan tertari pada lawan jenis mulai kuat.


" Terimakasih, aku senang menjadi pria aneh di mata."


" Hmm."


Keduanya kembali fokus berjalan menurut sungai. Semakin hari, Li Wei merasa sangat bahagia karena Chelsea berada di sisinya. Hidupnya yang dulu membosankan kini berubah lebih berwarna.


" Kita sudah sampai." Ucapan Chelsea menyadarkan Li Wei. Matanya menatap takjub pada sungai yang ada dihadapan mereka. " Beberapa kali aku juga sering datang kesini untuk menangkap ikan, dan mereka cukup mudah di tangkap."


" Itu bagus, aku jadi semakin tidak sabar. Kau harus menunggu ku di sini." Tanpa menunggu jawaban dari Chelsea, Li Wei melepaskan kaos dan jaketnya lalu meminta wanita itu menjaganya. " Jaga mereka, aku hanya sebentar." Lalu Li meninggalkan Chelsea yang wajahnya sudah memerah.


Jika itu masa lalu, Chelsea akan bersikap biasa-biasa saja jika melihat dada bidang rekannya atau bawahannya. Namun, sekarang dia sudah mulai tertarik pada kehidupan manusia normal. Dan pria yang ada dihadapannya memiliki postur tubuh yang sempurna di matanya.


Chelsea tersipu malu, beruntung Li Wei tidak menyadarinya atau semuanya akan semakin sulit untuk dia kendalikan.


" Ayo Chelsea, kau pasti bisa." Setelah wajahnya kembali normal dan degup jantungnya tidak seheboh tadi, dia memutuskan duduk di batu sambil mengawasi Li Wei yang mengatakan Ika di sungai dengan usahanya sendiri.


***


" Besok kita harus sudah berada di rumah sakit." Ucap Sean pada sang istri yang berada di pelukannya.


" Tapi tanggal yang Dokter berikan bukan besok."


" Lebih baik bersiap-siap. Aku tidak ingin sesuatu yang tidak diharapkan malah terjadi pada kalian."


" Baiklah. Apa keamanan rumah sakit sudah di perketat?"


" Tentu, aku tidak akan membiarkan ketakutan mu terjadi."


Bella mengangguk paham. Dia hanya tidak ingin mimpi tiga hari ini menghantuinya terjadi. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada ketiga putranya. Dokter mengatakan kalau Bella hamil anak kembar dan ketiganya laki-laki semua.


Walau dia sangat ingin memiliki anak perempuan, mengingat ibu mertuanya sanga menantikakan seorang anak perempuan yang lahir di keluarga Anderson. Tapi dia bisa apa, yang penting sekarang, baik dia maupun calon anak-anaknya sehat, itu sudah lebih dari cukup.


" Aku masih sedih karena mereka laki-laki semua." Ucap Bella dengan wajah yang sedikit sedih.

__ADS_1


" Apa kau percaya pada hasil USG?"


" Tentu, itu sudah terlihat jelas."


" Tidak, hanya dua anak yang yang terlihat jelas dan ketiga sepertinya enggan menunjukkannya pada kita." Sean tidak masalah jika diam memiliki tiga jagoan kecil, walau hati kecilnya juga ingin ada anak perempuan yang persis seperti istrinya lahir.


" Jangan membuat ku berharap lebih."


" Berdoalah pada Tuhan, agar anak ketiga perempuan." Bagaimanapun Sean pernah mendengar bahwa tidak selamanya hasil USG benar. Ada yang sudah di tentukan anak laki-laki malah yang keluar anak perempuan.


" Semoga saja itu benar."


***


" Selamat datang di rumah kita." Chelsea hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Li Wei.


" Aku bahkan belum setuju dengan tinggal bersama." Jika itu di masa lalu, mungkin Chelsea akan acuh pada setiap permintaan Li Wei. Namun, karena hatinya sudah mencintai pria tersebut, dia hanya biasa pasrah saat dipaksa kembali bersama.


" Sebentar lagi kita akan menikah, jadi wajar kalau kita tinggal bersama. Dan aku juga tidak ingin pengantin ku di bawa pergi oleh pria lain.


" Tentu saja aku percaya, tapi aku tidak percaya pada pria yang tergila-gila pada mu. Bisa saja mereka melukan hal yang buruk demi membawa mu pergi dari ku. Aku tidak ingin kehilangan mu lagi."


" Seolah ada pria yang akan jatuh cinta pada wanita seperti ku." Meskipun berkata demikian, Chelsea sangat senang saat mendengar ucapan Li Wei yang sangat mencintainya.


" Ada, hanya saja mereka lebih memilih mundur setelah melihat kehebatan dan kemandirian mu."


" Lalu, bagaimana dengan mu?"


" Tentu saja aku harus maju, kau adalah wanita impian ku selama ini."


" Bukankah kau sangat mencintai adik perempuan ku? Lalu kenapa kau bisa mengatakan kebohongan seperti itu di hadapan ku." Sebenarnya Chelsea tidak cemburu, dia hanya ingin menggoda Li Wei.


" Kau cemburu?" Li Wei juga menggoda Chelsea.


" Kau terlalu banyak berpikir." Karena itu hanya godaan, jadi Chelsea memutuskan menghentikan pembicaraan tentang adiknya di masa lalu dengan Li Wei.

__ADS_1


" Aku senang karena wanita ku mulai cemburu, dan tenaga saja aku hanya mengagumi Bella. Tidak lebih, dan cinta ku ke pada mu adalah sebuah kebenaran yang tidak bisa di bantah oleh siapapun."


" Apa kata-kata ku terdengar lucu?" Li Wei merasa aneh saat melihat senyum Chelsea.


" Tidak, tiba-tiba saja aku teringat pada momen pertemuan kita yang pertama kali."


" Kau benar, dan akhirnya aku malah jatuh cinta pada wanita sombong yang mengancam ku di kapal Ki sendiri."


Siapa yang tahu kalau niatnya untuk bertemu dengan Bella setelah mendengar perlahan wanita itu, malah mempertemukannya dengan wanita yang mirip dengan muridnya tersebut lalu jatuh cinta padanya. Dan yang lebih parahnya lagi, dia sudah masuk ke level tergila-gila pada wanita yang sangat dingin seperti Chelsea.


***


" Maaf tuan, sepertinya jalan terbaik adalah operasi karena kelahiran kembar, dan cara teraman melalui operasi Caesar."


" Baik, lakukan apa saja yang terbaik untuk istri ku."


" Pasti, tuan."


Pada akhirnya, para Dokter tidak bisa melakukan keinginan Bella untuk melahirkan secara normal. Ada banyak hal, termasuk kelahiran bayi kembar yang lebih dari dua cukup berisiko. Walau sebenarnya banyak kasus yang berhasil di masa lalu. Bella yang mrnahan rasa sakit, tidak bisa bisa memaksa Dokter untuk melakukan persalinan secara normal, yang terpenting sekarang, bayi-bayi mereka bisa lahir dengan selamat.


Rosalina, tuan Julian, Adrian dan keluarga Bella yang lainnya sudah menunggu di depan ruang operasi. Semua terlihat khawatir, tidak terkecuali Sean yang sebagai seorang suami sekaligus ayah dari ketiga anaknya ya MB t sebentar lagi akan lahir ke dunia ini.


" Sebaiknya jangan, nak. Kehadiran mu bisa saja menjadi penyebab istri mu kesulitan nanti." Rosalina berusaha menenangkan putranya yang masih memaksa untuk masuk ke dalam ruang operasi.


" Tapi, Bu. Aku itnitn menemani Bella. Aku ingin dia berbagi kesakitan dengan ku."


" Dia akan baik-baik saja. Percayalah pada Dokter dan jangan lupa berdoalah pada Tuhan untuk kelancaran persalinan istri mu "


Karena sudah ditolak oleh Dokter, dan ibunya tetap tidak mengizinkannya. Sean akhirnya menyesal, walau masih terbesit dipikiran dia ingin menerobos masuk keruang operasi tersebut.


" Setelah ini, alh akan menjalani vasektonomi."


" Jangan terburu-buru. Kau harus berkonsultasi dengan istri mu."


" Aku tidak ingin dia merasakan kesakitan lagi, Bu. Sudah cukup tiga anak dalam satu persalinan."

__ADS_1


Mengingat rasa sakit istrinya, apalagi dia tahu bahwa perut sang istri akan di belah untuk mengeluarkan ketiga anak mereka. Sean jadi sedih, bukan sedih karena perut istirnya akan memiliki bekas yang mengganggu , sungguh Sean rusak perduli pada hal-hal semacam itu. Dia hanya sedih karena Bella yang harus merasakan sakit itu sendirian.


__ADS_2