Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Kemarahan Keluarga Glover


__ADS_3

" Pindahkan barang-barang ku ke kamar istri ku, aku akan tinggal di sana sampai dia membaik." Setelah memikirkan banyak hal, akhirnya Sean memutuskan untuk menemani sang istri dan menjaganya.


" Baik, Tuan." Pelayan segera memindahkan barang-barang Sean yang diperlukan.


Sean juga memutuskan untuk bekerja dari rumah saja. Karena takut dengan kondisi bella yang belum normal. Dia takut jika sewaktu-waktu penyakit psikologis Bella kambuh dan berakibat fatal.


Ketika Sean masuk kedalam kamar istrinya. Dia sangat terkejut melihat penampilan istrinya yang sudah berubah. Rambutnya kemarin masih panjang sekarang berubah menjadi aneh. Potongan rambut yang zig-zag membuat Sean harus memanggil penata rambut untuk merapikan rambut sang istri.


Namun, dari semua itu. Hal yang paling Sean rasakan adalah wajah istrinya yang sangat dingin. Ini baru pertama kali Sean melihat wajah istrinya seperti itu, selama pernikahan mereka.


Saat ini keadaan Bella sangat hancur. Handuk yang dipakai saat selesai keramas rambut, langsung dibuang kelantai dan langsung duduk di kasurnya menatap kosong kearah luar jendela.


Sean yang melihat perilaku istrinya, tidak menyangka kalau sifat acuh dan dingin istrinya kepada keluarga Glover. Dia tetap anak perempuan yang mengharapkan cinta keluarga, meski mereka sering menyiksa Bella dengan sangat kejam.


Sean memungut handuk dan menghampiri sang istri yang sedang melamun. Dengan canggung Sean mengeringkan rambut istrinya, sedangkan Bella masih sibuk dengan lamunannya hingga rambutnya mengering meski tidak sepenuhnya kering.


Tidak berapa lama, pelayan mengetuk pintu dan masuk setelah Sean mengizinkannya. Mereka membawakan makan malam untuk tuan dan nyonya mereka. Setelah itu mereka keluar dari kamar Bella.


Sean mengambil makanan yang di bawa oleh pelayan dan berusaha menyuapi istrinya.


" Sayang, ayo makan. Aku tidak ingin kau semakin sakit jika tidak makan." Sean harus berusaha membujuk sang istri agar bisa makan agar bisa istrinya bisa istirahat dengan lelap.


Meskipun sedikit sulit, akhirnya Sean bisa membujuk Bella makan. Walau hanya beberapa sendok, setidaknya itu lebih baik.


Makan malam kali ini cukup kaku dan Sean tidak menyukainya. Dia sangat merindukan sikap acuh istrinya ketika makan, rindu dengan pujian istrinya kepada para pelayan yang membuatkan mereka makan malam dan rindu pada senyuman hangat sang istri ketika mereka sedang berinteraksi.


Setelah makan malam, Sean meminta sang istri untuk tidur. Tidak lupa dia memberikan pelukan hangat dan berdoa agar sang istri bermimpi indah dan melupakan keburukan yang di sebabkan oleh keluarga Glover.


Ketika pukul satu pagi. Bella terbangun dan entah kenapa dia segera mencari pisau atau benda lain yang bisa melukai tubuhnya.


Setelah mendapatkan apa yang di inginkannya, Bella membuka piyama tidurnya dan tinggal pakaian tank top dan pakaian dalam lainnya yang berwarna senada.

__ADS_1


Sean yang merasakan pergerakan istrinya, langsung terbangun dan melihat istrinya.


Sean melihat banyak bekas luka di tubuh sang istri. Namun dia tidak heran karena semua itu pasti bekas dari perlakuan keluarga Glover atau dari gangguan psikologis nya.


Sean yakin di balik tank top itu pasti banyak luka yang lain. Tidak heran jika dia sering melihat istrinya memakai baju lengan panjang. Entah itu pakaian sweater, jaket atau kemeja. Tidak pernah memakai dress seperti kebanyakan wanita muda lainnya.


Bella tidak menyadari jika Sean sudah pindah ke kursi rodanya dan memperhatikannya.


Sean melihat benda tajam yang ada di tangan istrinya mulai menyentuh kulit mulut sang istri. Dengan cepat Sean mencegah, meskipun tangannya harus menjadi korban.


Bella hanya terdiam, dan baru ingat kalau dia memiliki teman satu tempat tidur malam ini. Darah Sean mulai jatuh kelantai, tapi dia tidak keberatan dengan lukanya.


" Tanganmu berdarah." Kata Bella, namun wajahnya masih terlihat dingin.


" Tidak apa-apa, aku akan mengobatinya. Apa kau terluka?"


" Tidak."


Setelah itu Sean akan mengobati lukanya. Bella yang melihat suaminya kesulitan untuk mengobati lukanya. Meski belum tidak terlalu sadar, tapi jiwa dokternya ingin membantu suaminya untuk mengobati luka sang suami.


" Ayo kita tidur." Setelah di obati lukanya. Sean mengajak sang istri untuk istirahat kembali.


Mereka suda diatas tempat tidur Bella dan berbaring. Seolah-olah tidak ada yang terjadi, Sean memeluk hangat sang istri kembali.


Hal yang membuat Bella tersadar kalau dia memiliki seseorang yang sangat memanjakannya. Tidak pernah marah dan bahkan tidak membenci dirinya ketika tahu kalau dia memiliki gangguan psikologis.


***


" Kurang ajar, beraninya dia membuat putriku seperti ini!" Nyonya Viona sangat marah melihat kondisi putrinya ditambah lagi Clara menceritakan hal yang dia alami.


satu jam lebih setelah di tinggal oleh Bella. Tubuh Clara yang sudah sangat dingin. Di temukan seseorang yang berjalan kearah lokasi tempat Clara tergeletak. Dia tidak sengaja mendengar percakapan Bella saat itu. Lalu dia membawa Clara kerumah sakit.

__ADS_1


Nyawa Clara masih bisa di selamatkan meski mengalami koma beberapa jam hingga pagi hari tersadar.


Nyonya Viona segera mencari siapa yang telah melukai putrinya dan dia sangat marah saat tahu kalau Bella yang telah melukai Putri kesayangannya.


" Ibu, tolong balaskan dendam ku! Aku benar-benar dirugikan olehnya." Clara yang masih lemah tidak lupa untuk memanaskan suasana. Dia juga telah menyembunyikan kebenaran kalau dia memberitahu Bella tentang identitas aslinya.


" Pasti ibu akan memberikan dia pelajaran, seperti di masa lalu." Karena terlalu emosi nyonya Viona masih merasa kalau dia masih bisa menyakiti Bella. Tanpa memperdulikan kemarahan Sean yang mungkin saja akan menghancurkan kehidupan keluarga Glover itu sendiri.


Kejahatan keluarga Glover sama jahatnya keluarga nyonya Rosalina. Bedanya, mungkin rasa sakit Bella lebih besar mengingat dia mulai diperlakukan tidak manusiawi sejak dini.


Anak di usia seperti itu yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya malah di biarkan tumbuh bersama pelayan.


Makan mungkin di berikan tepat waktu, tetapi itu hanya makanan sisa dari keluarga Glover yang sudah tidak mau mereka makan.


" Kita harus memberikan dia pelajaran! Aku tidak bisa hidup tenang sebelum memberikan dia hukuman setelah berani melukai Putri ku." Tuan Antonio sangat marah melihat kondisi putrinya yang dianiaya oleh putri yang dia asuh sebagai pelayan rumah tangga.


Seolah-olah keluarga Glover sudah meminum darah keberanian, mereka berniat membuat masalah pada Bella tanpa memikirkan kemarahan suaminya.


" Tapi dia punya keluarga Anderson untuk melindungi Bella." Kata saudara dari tuan Antonio.


" Jadi bagaimana? Bukankah itu bagus? Jika keluarga Anderson tahu kalau menantunya adalah wanita berandalan. Setelah itu, aku akan memberikan dia pemahaman kalau keluarga Glover tidak mudah untuk dihadapi." Nyonya Viona yang memiliki kepercayaan tinggi. Tidak sadar kalau dia sudah banyak berkata omong kosong.


Meski keluarga Glover sangat menyukai Clara dan membenci Bella. Mereka tidak akan bersikap sombong seperti nyonya Viona.


Mereka lebih suka mengawasi dari kejauhan. Jika keluarga Glover berhasil, mereka akan ikut menikmati hasil. Tapi jika keluarga Glover gagal, mereka akan menjauh dan konsikuensi nya hanya milik nyonya Viona.


Menjijikkan memang, Nyonya Viona tahu sifat para adik iparnya. Kemarahan yang menguasainya dirinya lupa kalau dia berasal dari keluarga kecil dan berniat meminta keadilan dari Sean yang dikenal sangat arogan.


" Baiklah, kami akan menjaga Clara di rumah sakit. Kakak dan kakak ipar harus berhati-hati jika terjadi sesuatu katakan pada kami."


" Hmm."

__ADS_1


Setelah itu orangtua Clara pergi dengan wajah yang sombong dan penuh percaya. Mereka tidak menyadari kalau sekarang Bella memiliki pendukung yang sangat kuat


__ADS_2