
Malam hari, ketika semua orang sudah selesai makan malam dan akan beristirahat.
Sean yang belum kembali ke kamar dari ruang kerjanya setelah makan malam membuat Bella tidak sabar dan memutuskan menghampiri suaminya.
Dia harus menceritakan tentang rencana Daniel dan target pertamanya balas dendam adalah keluarga Glover.
" Boleh aku masuk?" Bella sudah ada di depan pintu dan meminta izin terlebih dahulu pada suaminya sebelum masuk.
" Masuklah, kau tidak perlu minta izin, sayang." Sean senang karena Istrinya datang ke ruang kerjanya.
" Kau sibuk?" Bella sudah masuk, dan dia melihat sang suami sedang melakukan rapat melalui aplikasi video call dari laptop nya.
" Tidak, kemari lah. Mereka akan siap sedikit lagi." Bagaimanapun perusahaan keluarga Anderson tidak hanya didalam negara A. Beberapa cabang ada di Negara lain sehingga Sean harus melakukan video call saat rapat.
Jika itu di masa lalu, mungkin dia akan langsung pergi. Namun, setelah menikah dengan Bella dan jatuh cinta pada padanya. Dia tidak bisa melakukannya lagi, di tambah dengan kondisi kakinya yang tidak baik sehingga dia enggan pergi.
" Aku akan duduk di sofa dan membaca buku, kau harus menyelesaikan pekerjaan mu." Tentu saja Bella tidak enak pada anggota rapat kalau sampai dia melakukan apa yang diminta suaminya.
" Baiklah, kau tunggu sebentar lagi. Aku akan menyelesaikannya."
" Oke."
Lalu ruangan kembali hening, hanya beberapa kali Sean akan mengeluarkan suara persetujuan atau menolak usulan para anggota rapat.
Tanpa Bella sadari, identitasnya semakin tersebar setelah anggota rapat mendengar suaranya. Mereka juga sangat penasaran pada sosok nyonya sean yang masih di sembunyikan oleh bos mereka.
" Sayang, apa kau sangat mengantuk?" Mata Bella yang hampir tertutup rapat, langsung terbuka lebar saat mendengar suara suaminya yang lembut. Dia bahkan hampir melompat saat melihat tubuh suaminya yang sangat dekat dengannya.
" Tidak, aku hanya menutup mata sebentar."
Sean hanya tersenyum kecil mendengar alasan istrinya, dia tahu kalau istrinya sangat mengantuk. Dan merasa tidak enak karena membuat Istrinya lama menunggu.
" Ayo kembali."
" Oke."
Keduanya pergi ke kamar. Bella akhirnya memilih kesempatan untuk membicarakan tentang pertemuannya dengan Daniel tadi sore pada Sean.
" Saat di klinik, aku bertemu seseorang dari keluarga Glover." Sean langsung menatap istrinya setelah mendengar ucapannya.
__ADS_1
" Apa mereka menyakiti mu?" Ada nada cemas dan Bella dapat merasakannya.
" Tidak, malah dia yang mengajakku bekerja sama untuk menghancurkan keluarga Glover."
" Siapa orang itu? kenapa dia memiliki rencana seperti itu, sedangkan jelas-jelas dia salah satu dari mereka?"
" Namanya Daniel Aaron Glover. Kisahnya cukup pelik, aku tidak tahu harus memulai dari mana."
" Aku akan mendengarkan."
Bella menghembuskan nafas sebelum mulai menceritakan tentang kehidupan Miranda Silvi Moore. Ibu Daniel, yang membuat Bella penasaran dan ingin segera bertemu.
" Dimasa Lalu, keluarga Glover pernah membantai satu keluarga. Putri keluarga itu tetap hidup, dan menikah dengan pria yang mencintainya. Namun sekali lagi, keluarga Glover menghancurkan hidup wanita itu. Dia membunuh suaminya lalu memaksanya menikahi tuan Glover. Jadi, putra wanita itu ingin membalaskan dendam kakek, nenek dan ayahnya. Dia mengajakku bekerja sama, kebetulan kami pernah bertemu di masa lalu. Sebenarnya, pertemuan yang tidak terduga. Aku memberikan sepotong roti tawar dan kami memakannya di teras toko saat hujan salju terjadi."
Sama seperti Bella, Sean juga terkejut ketika mengetahui kalau keluarga Glover tidak sesederhana yang mereka tahu. Ada banyak rahasia mengerikan yang mereka simpan.
" Apa yang dia minta dari mu?"
" Hanya nama. Dia yakin bisa menarik pemegang saham dan pebisnis yang mendukung keluarga Glover ke sisinya dengan menggunakan namaku."
Sean cukup kagum, pada kejelian mata pemuda itu. Dia tahu kalau nama istrinya sangat berpengaruh di Negara ini sehingga dia berniat meminjam namanya
Sean sangat senang mendengar ucapan terakhir istrinya. wanita itu masih peduli padanya.
" Baik, tapi aku akan mengawasi pemuda itu. Aku tidak mau dia mengganggumu jika sewaktu-waktu rencananya gagal."
" Oke, sudah ku putuskan bahwa keluarga Glover adalah target pertama balas dendam ku."
" Pertama? Siapa yang menjadi kedua?"
" Keluarga William dan Einhart."
" Ada apa dengan mereka." Sean terkejut mendengar target balas dendam selanjutnya yang Bella rencanakan.
" Apa kau pikir, aku tidak tahu siapa dalang di balik penculikan ku beberapa bulan yang lalu? Aku tahu, tapi aku menunggu waktu yang pas. Dan setelah keluarga Glover selesai maka mereka menjadi selanjutnya."
Andai Bella tahu bahwa keluarga Wiliam lebih kejam dari yang dia tahu padanya. Mungkin target pertama itu milik keluarga William.
Namun, Sean tidak akan memberitahunya. Dan membiarkan Brian yang melakukannya, sebab itu menjadi tanggung jawab pria itu.
__ADS_1
" Apa kau tidak penasaran dengan keluarga asli mu?" Sean memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan.
" Tidak."
" Kenapa." Meskipun sudah tahu jlan pikiran istrinya, Sean masih penasaran.
" Karena mereka bukan siapa-siapa bagi ku Setelah membuang ku, maka aku tidak berhutang satu hal apapun pada mereka."
" Jika kejadiannya bukan mereka yang membuang mu, dan ini hanya kesalahpahaman. Apa kau akan memikirkan mereka?"
" Tidak, aku tidak membenci atau merindukan mereka. Anggap saja aku yatim-piatu, apa kau keberatan?"
" Kenapa aku harus keberatan?"
" karena memiliki istri yang tidak memiliki identitas yang pasti. Mungkin saja aku anak dari hasil hubungan gelap. Karena takut dipermalukan, ayah dan ibu ku membuang ku."
Sean jadi sedih mendengar ucapan istrinya. Dia anak yang tidak bersalah dan hidupnya sudah sangat menyedihkan. Seharusnya, keluarga William yang berhutang bukan istinya.
" Aku akan tetap mencintai mu, bahkan jika kau anak hasil dari hubungan gelap. Di mata ku kau murni dan satu-satunya wanita yang kucintai."
" Terimakasih."
" Hmm, bagaimana perasaan mu pada ku? Apa sudah berubah atau masih sama." karena tidak mau istrinya sedih karena membahasa tentang keluarga, akhirnya Sean mengalihkan pembicaraannya lagi.
" Aku tidak yakin, tapi setiap bersamamu aku merasa bahagia. Bahkan ketika aku di klinik, aku sering ingin cepat pulang dan mendapatkan pelukan dari mu."
Ini berita yang paling membahagiakan untuk Sean. usahanya benar-benar berhasil dan tidak terbuang sia-sia.
" menurut mu, kapan kaki ku bisa sembuh?" kini hal selanjutnya adalah membuat Bella menjadi miliknya seutuhnya.
" Tidak akan lama lagi. Tapi kau juga harus belajar berjalan, minta Jhon membantu."
" Bagaiman jika aku meminta mu membantu ku untuk belajar berjalan?" Ini membuat Sean sedikit sedih karen istrinya tidak mau membantunya belajar berjalan.
" Tentu, aku hanya berpikir kalau kau tidak akan nyaman jika aku yang membantu mu belajar berjalan. Itu seperti mengajari anak kecil berjalan, dan kupikir kau akan malu ke pada ku." dari ucapan Bella, Sean dapat menebak bahwa sang istri tidak ingin harga diri suaminya sebagai seorang pria terusik karena harus bergantung pada seorang wanita ketika berlatih.
" Tidak, aku malah senang jika istri ku bisa melakukannya. Terimakasih, sayang. Kau banyak membantuku, tapi aku bahkan belum bisa membahagiakan mu."
" Aku sudah bahagia, kau telah melakukan banyak hal dalam hidup ku. Jadi, kita saling membantu."
__ADS_1
Sean tersenyum mendengar ucapan istrinya. Setelah berjalan, dia juga ahrus memikirkan balas dendam pada Shireen. Pelaku utama yang membuatnya lumpuh.