
Pagi ini, mereka akan kembali ke kotanya. Sean memasang wajah yang kusut, Bella yang melihat ekspresi suaminya tidak tahu apa penyebab suaminya seperti itu. Setelah dia memperhatikan kemeja putih suaminya yang ada di atas kasur baru dia paham kalau suaminya seperti itu karena baju kemeja putihnya sobek di beberapa bagian.
Sebenarnya Sean bisa menyuruh Jhon untuk membelikan dia kemeja baru. Tapi entah kenapa Sean hanya memasang wajah kusut seperti itu ketika kemejanya rusak.
" Mau aku bantu?" Tanya Bella yang sudah tidak enak melihat wajah Sean yang seperti itu.
" Caranya bagaimana? Ini pemberian dari adikku. Dia pasti marah, kalau tahu aku merusak baju kemeja pemberiannya." Sean sangat menyayangi Adrian sehingga barang pemberiannya dia harus jaga dengan baik.
" Aku akan menjahitnya, jangan khawatir. Aku bisa menjahit, sekarang kau pergi saja mandi. Karena sebentar lagi kita akan pulang dan kau harus rapat di perusahaan."
" Apa kau yakin?" Sean masih ragu karena dia belum tahu kalau istrinya pandai menjahit.
" Iya, sekarang kau pergi mandi dan aku akan menyelesaikannya sebelum kau keluar dari kamar mandi." Kata Bella meyakinkan Sean.
" Baiklah." Kini Sean masuk kedalam kamar mandi. Bukan bermaksud dia ingin merepotkan istrinya, sebenarnya dia mau memesan kemeja baru dari Jhon. Tapi dia ingin melihat keahlian baru dari istrinya, dan dia sangat menantikannya.
Setelah Sean masuk kedalam kamar mandi, Bella sudah mulai membuat pola pada bagian baju Sean yang sobek.
Polanya beragam dan sangat lucu. Di bagian lengan dia membuat pola dengan gambar kepala kelinci, di bagian dadanya membuat pola kepala kucing, dan bagian perut pola dengan gambar kepala anjing. Masing-masing mengunakan warna coklat.
Bella memang selalu membawa beberapa jenis benang kalau perjalanan jauh, untuk jaga-jaga kalau nanti ada pakaiannya yang sobek. Hal ini sudah lama Bella lakukan sebelum kuliah dia sudah menerapkan hal itu kepada dirinya. Walaupun Dia sudah menikah dengan Sean, dia tidak bisa membuang kebiasaannya.
Setelah menjahit baju kemeja Sean, dia ke balkon untuk menerima telpon dari rekannya yang ada di klinik.
Sean yang baru dari kamar mandi, dia tidak melihat keberadaan Bella. Namun, dia melihat baju kemeja nya ada di atas kasur. Sean mengarah kan kursi rodanya ke kasur, dan matanya terbelalak ketika melihat baju kemejanya dalam penampakan yang baru. Dia tidak marah sama sekali bahkan di melihat bajunya begitu lucu dan menggemaskan sama seperti istrinya.
Kini dia memakai bajunya dengan cepat dan tidak sabar untuk memamerkan kepada karyawan perusahaannya.
" Apa kau sudah siap?" Tanya Bella yang sudah melihat suaminya sudah rapi.
" Iya, Terimakasih. jahitan mu sangat bagus." puji Sean kepada Bella.
__ADS_1
" Sama-sama, ayo kita berangkat." Kini mereka keluar dari kamar hotel dan masuk kedalam mobil yang sudah menunggu di depan hotel.
***
Sampai di kotanya, Sean lebih dulu mengantar istrinya ke kerumah. Lalu dia berangkat ke perusahaan bersama Jhon.
Jhon tidak terkejut lagi ketika melihat tingkah aneh dari tuannya, dia sudah tahu kalau semua ini di sebabkan oleh nyonya Bella.
Sekarang mereka sudah tiba diperusahaan sekitar pukul 10 pagi. Sean meminta semua karyawan yang bersangkutan rapat.
Sebenarnya agenda hari ini tidak terlalu banyak di perusahaan jadi dia akan pulang cepat kerumah. Dia juga bisa menunda rapat ini. Tapi, karena dia ingin memamerkan gelang dan kemeja hasil karya istrinya dia akan melakukannya.
Ruang rapat sangat kaku, seperti biasa! Karena wajah sang CEO sangat menakutkan bagi karyawan nya.
semua karyawan yang hadir dalam rapat sangat terkejut. Melihat penampilan CEO nya yang tidak memakai jas kantor dan hanya memakai baju kemeja putih.
Kalau baju kemeja putih yang polos mungkin mereka tidak akan merasa aneh. Tapi ini baju kemeja putih dengan motif kepala kelinci, kepala kucing bahkan kepala anjing yang bisa dilihat dengan sangat jelas. Belum lagi gelang yang ada di pergelangan tangan CEO nya. Sangat aneh, tapi mereka juga sangat penasaran.
beberapa dari karyawan nya melihat keluar jendela, mereka berfikir kalau matahari terbit di arah lain.
Karyawan nya sekuat tenaga menahan pertanyaannya, kenapa CEO nya seperti ini. Karena mereka masih sayang dengan pekerjaan dan nyawanya.
Namun, Sean mulai kesal karena tidak ada yang bertanya kepadanya tentang penampilannya hari ini.
' Kenapa tidak ada yang bertanya tentang gelang yang di buat istriku, bahkan tidak ada
yang memperhatikan hasil rajutan indahnya.'
Kini wajah Sean sudah tidak enak di pandang. " Mari kita tunda rapat ini sampai selesai makan siang." Kata Sean.
Bagi karyawannya, CEO mereka tambah aneh. CEO nya tidak pernah menunda rapat, apalagi kalau rapat yang tidak terlalu penting.
__ADS_1
Namun, Sekretarisnya bisa menangkap apa yang membuat CEO nya seperti itu.
Setelah makan siang, sekretaris kepercayaan sean. Membuat petunjuk seperti yang di inginkan CEO nya.
" Baju kemeja anda sangat bagus dengan motif seperti itu, Tuan? Dan gelang anda sangat unik, dimana anda membelinya?" Tanya sekertaris kepercayaan Sean.
Para karyawan yang dari tadi penasaran kini punya kesempatan untuk bertanya tentang keanehan CEO nya hari ini.
" Sebenarnya, sejak rapat tadi. Saya sudah melihat motif baju kemeja anda sangat bagus tuan, dan gelang di tangan anda itu juga sangat menarik. Dimana anda membelinya, tuan? Saya ingin memberikannya kepada istri ku." Sambung karyawannya.
" Iya, tuan. saya juga mau membelikan untuk pacarku, saya yakin dia pasti suka." Sambung karyawan lainnya.
" Anda sangat diberkati, tuan. karena anda memiliki seorang istri sehebat nyonya." Sambung karyawan lainnya lagi.
" Iya, tuan. Sepertinya anda dan nyonya sudah di takdirkan untuk bersama, semoga rumah tangga tuan. Selalu di berkati." Kata karyawan lainnya.
Kini Sean tersenyum bahagia. Hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya, bahkan dia tidak merasa bersalah memberikan senyuman kepada karyawannya ketika mereka menahan rasa takut.
" Terimakasih, karena sudah memuji istriku. Semua ini hasil karya istri ku, dia memang hebat dan saya sangat beruntung memilikinya, ayo kalian bisa memuji istriku lagi."
Sean sangat puas dengan rencananya. Karena karyawannya kebanyakan pria, mereka sedikit cemburu dengan keberuntungan CEO nya.
" Iya, istriku membuat gelang ini dari cangkang kerang yang selama ini dia siapkan. Dan motif-motif lucu di baju kemeja ku hasil karya istri ku."
Sekretaris Sean sangat bersyukur karena kejelian matanya, dan para karyawan yang mengetahui tebakan benar dari sekretaris Sean sanga berterima kasih.
" Nyonya benar-benar hebat, tuan." Puji sekretaris Sean sekali lagi. Membuat Sean tersenyum bahagia.
" Iya, istri ku memang hebat."
" Mungkin jika nyonya punya kesempatan, kami ingin bertemu langsung dengannya, tuan. Kami sangat mengidolakannya." Kata sekretaris Sean. Bukannya cemburu Sean malah tambah bahagia karena banyak karyawannya yang memuji istrinya.
__ADS_1
" Baiklah, lain kali aku akan membawanya ke perusahaan. Sekarang kalian bisa pergi. Aku senang dengan kerja kalian selama satu bulan ini." Kata Sean dengan senyuman yang tidak pernah luntur.
Semua karyawannya mulai meninggalkan ruang rapat. Meninggalkan kan Sean yang hanya melihat motif bajunya dan gelangnya. Sangat kekanak-kanakan tapi itulah cinta, bisa membuat orang berubah dan aneh.