Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Perjodohan


__ADS_3

Bella tidak tahu sudah berapa lama dia hidup bersama pria yang mencintainya. Namun, yang dia sadari musim salju ini sangat berbeda berada di rumah mewah dan ada kehangatan. Berbeda ketika masih tinggal bersama keluarga Glover dahulu.


Sedangkan Sean sibuk belajar merajut sesuatu untuk dia berikan kepada istrinya.


Beberapa kali Bella melihat ada luka ditangan suaminya. Tapi, ketika dia bertanya pada suaminya dia hanya mendapatkan jawaban yang menurut nya tidak benar.


Namun, Bella tidak memaksa karena dia tidak ingin mengganggu privasi suaminya.


***


" Nyonya, diluar sangat dingin. Jangan bermain salju." Bibi pelayan terlihat panik melihat bella bermain salju di luar ketika hujan turun lebat.


Selain demi kesehatan. Dia juga tahu kalau tuannya sangat menghawatirkan istrinya.


" Ini musim salju pertama ku disini, bi. Jangan larang aku." Bella hanya mengabaikan ucapan bibi pelayannya. Bahkan dia mulai membangun boneka salju.


Bella sangat menikmati bermain di hujan salju yang lebat, dia merasa hidupnya sangat bebas. Tanpa gangguan dari keluarga Glover.


Bahkan hal seperti ini tidak pernah dia rasakan semasa kecilnya. Dia yang diperlakukan kejam oleh keluarga Glover hanya menuruti perintah mereka sehingga dia lupa untuk bermain.


Tapi, sekarang dia sangat menikmatinya. Meski hanya bermain sendiri. Senyum diwajahnya membuat para pengawal yang menjaganya ikut senang, meski wajah mereka terlihat datar.


Sean yang baru saja selesai merajut sweater untuk Bella. Melihat senyum indah dari sang istri, dia tahu kalau istrinya bermain salju dan tidak bisa melarangnya karena dia tidak bisa menolak ketika sang istri meminta izin mengingat wajah nya yang sangat menggemaskan.


Merasa istrinya sudah lama di luar bermain salju. Sean sudah mulai gelisah karena hujan salju semakin lebat.


" Sayang, kau sudah lama bermain salju. Sekarang masuklah. Udara semakin dingin, nanti kau bisa sakit." Mendengar ucapan suaminya Bella berhenti membuat boneka salju.


" Tapi ini sangat menyenangkan." Bella sepertinya enggan meninggalkan boneka saljunya.


" Besok lagi, jika kau mau karena biasanya kalau hujan pertama biasanya turun lebat. Sekarang kau masuk." perintah Sean.


" Oke " Bella mulai masuk kerumah karena dia tidak bisa mengabaikan perintah sang suami dan para pengawal ke tempatnya masing-masing.


Saat berada di dalam rumah Sean meminta pelayan untuk menyiapkan teh hangat untuk Bella.


" ke Marilah. Ada sesuatu untukmu." Dengan patuh Bella melakukan apa yang diminta suaminya." Ini mungkin tidak sebagus yang ada di toko, tapi aku ingin memberikan ini padamu. Ini hasil rajutan ku sendiri selama beberapa hari ini." Sean membantu Bella memakaikan sweater buatan nya yang berwarna biru langit.


Memang tidak sebaik di toko, tapi Bella sangat terharu. Selama hidup 22 tahun, dia tidak pernah mendapatkan hadiah dari orang asing.

__ADS_1


Tiba-tiba air mata Bella membasahi pipinya. Dia tidak menyangka hal seperti ini dilakukan oleh Sean, bahkan dia tidak bisa berkata-kata sehingga ucapan terimakasih belum keluar dari mulutnya.


" Apa ini terlalu jelek?" Tanya Sean yang melihat istrinya sampai meneteskan airmata.


" Ini sangat indah, Terimakasih." Sweater itu bahkan jauh lebih indah dibandingkan yang di beli di toko, menurut Bella.


" Syukurlah, tapi kenapa kau menangis?" Tanya Sean penasaran.


" Aku terharu, kau orang pertama yang memberikan aku sweater dan memberikan kehangatan di dalam hidupku." Suara Bella masih serak karena terharu.


Sean langsung memeluk istrinya, dia senang karena Bella terharu dan menyukai hasil rajutannya. Dia merasa kalau langkah ini sangat bagus untuk mengambil hati sang istri.


" Pasti tanganmu sakit karena jarum-jarum itu." Bella baru paham kalau tangan suaminya yang luka beberapa hari ini karena jarum rajutan.


" Semuanya terbayarkan karena kau menyukai rajutan tangan ini."


Bella mengelus lembut tangan suaminya dan memberikan plaster obat yang berwna warni.


" Mereka akan sembuh segera." Kata Bella setelah selesai mengobatinya.


" Terimakasih atas obatnya, sayang." Kata Sean lalu mencium kening istrinya.


***


Dia sengaja masuk ke kamar istrinya dan memeluk Bella dengan alasan kedinginan dan hanya pelukan sang istri yang bisa memberikan kehangatan.


Benar-benar tidak pernah kehilangan akal dan Bella yang patuh pada suaminya hanya melakukan apa yang di inginkan suaminya. Entah dia yang tidak menyadari kelicikan suaminya atau dia juga sudah merasa nyaman ada di pelukan sang suami.


Kini mereka hanya berbaring di kasur kamar Bella.


" Tidak, aku ingin libur hari ini."


" Apa tidak masalah jika kau tidak masuk kekantor?"


" Tanpa kehadiranku, perusahaan akan tetap berjalan."


" Sangat menyenangkan menjadi bis besar."


" Hmm, bukankah kau juga seorang bos?"

__ADS_1


" Bos apa?"


" Bos dari tuan Sean, salah satu pewaris keluarga Anderson yang sombong." Sean menggoda istrinya. Bahkan dia memberikan gigitan pelan pada pipi sang istri.


Bella yang mendengar candaan suaminya langsung tertawa. Dia tidak menyangka kalau pria yang sangat ditakuti orang, memiliki selera humor.


" Senang rasanya bisa menjadi bos dari seorang Sean yang sangat arogan dan sombong." Kata Bella membalas candaan sang suami.


" Tentu saja, karena segala hal yang membuatmu senang itu adalah sumber kebahagiaan ku."


***


" Ayah, ibu. Aku sudah dewasa dan berhak menentukan pilihanku sendiri." Reva kesal karena keputusan orangtuanya yang menjodohkannya dengan Alex.


" Hanya dia yang pantas untukmu, sayang. Semasa kecil kalian sudah akrab. Jadi kalian tidak akan sulit untuk saling memahami." Kata ibunya.


" Tapi aku tidak mau menikah dengan pria yang masih mencintai sahabat ku. Aku tidak mau dengan pria yang hatinya untuk orang lain." Tentu saja Reva marah, bagaimana bisa dia menikah dengan pria yang masih mencintai sahabatnya.


Kedua orangtua Reva hanya terdiam. Meraka tahu kalau Alex masih mencintai sahabat anaknya. Dan ibu pria itu pernah menceritakannya pada ibu Reva.


Bahkan ibu Alex selalu menghina Bella jika ada pertemuan bisnis antara dua keluarga. Entah apa kesalahan Bella hingga ibu Alex sangat membencinya.


" Apa Bella mencintai Alex?" Tanya sang ibu.


" Tidak, Bella sudah menikah dengan pria yang sangat mencintainya dan memiliki mertua yang sangat baik." Kata Reva seadanya.


" Lalu, kenapa kau tdak mau mencobanya, sayang? Ibunya Alex menyukai mu bahkan sudah lama dia menginginkan kau sebagai menantu nya.


Reva hanya terdiam, sebenarnya jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam. Dia senang dengan perjodohan kedua orangtuanya dan keluarga Alex. Bagaimanapun, Alex teman masa kecilnya. Sebenarnya cinta pertama Reva dimasa kanak-kanak hingga sekarang adalah Alex.


Hanya saja Reva tidak yakin kalau Alex akan membalas cintanya.


Meski pun Alex mencintai sahabat nya dia tidak takut atau sakit hati. Bahkan Reva tidak menganggap kalau Bella adalah saingan cintanya.


Bagaimanapun semua orang berhak jatuh cinta dan terkadang jatuh cinta tidak semua orang bisa mengungkapkannya.


" Aku akan memikirkannya ibu." Kata Bella. Mungkin dia akan mencobanya. Jika nanti Alex tidak mencintainya, dia tidak akan memaksa. Baginya tidak semua cinta bisa di balas.


" Ini baru anak, ibu. Kalian harus saling mengenal lebih dekat dulu karena pernikahan ini tidak perlu buru-buru."

__ADS_1


" Iya, ibu."


__ADS_2