Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Undangan Wisuda


__ADS_3

" Sangat yakin! Bisakah kau menerimaku jadi adik laki-laki? Aku ingin merasakan mempunyai kakak perempuan." Karena tidak terlalu akrab dengan Amanda, di tambah lagi dia memutuskan tinggal di rumah kakak laki-lakinya. Mark merasa tidak memiliki kakak perempuan.


Bahkan kedua orangtuanya tidak mencarinya atau menanyakan kenapa dia memilih tinggal dirumah kakaknya daripada rumahnya.


" Bukankah kau memiliki seorang kakak perempuan?" Bella tahu kalau Mark adik Brian. Dan Brian punya adik perempuan di keluarga William.


" Dia sangat menyebalkan. Dia bertindak seperti anak satu-satunya di keluarga ku. Dia bahkan sangat di manja oleh kedua orang tua ku. Aku sedikit membencinya." Mark berterus terang hingga rasanya begitu nyaman bercerita dengan Bella.


Mendengar ucapan adik iparnya, Brenda ikut bicara.


" Bukankah aku juga kakak perempuan mu?" Brenda mulai menggoda Mark. Dia sudah curiga kalah Bella adalah adik perempuan yang selama ini suaminya cari. Namun, tidak memiliki bukti yang kuat. Seandainya tadi dia mendengar percakapan Bella dan Mark sebelumnya, mungkin dia sudah mendapatkan sedikit bukti dari kecurigaannya.


Bukan asal menebak dan menyimpulkan, tetapi perilaku Mark sama seperti yang dilakukan suaminya saat pertama bertemu Bella.


" Itu beda kak." Jika dibandingkan dengan Amanda. Mark lebih memilih Brenda sebagai kakaknya di banding Amanda


" Apanya yang beda? Aku perempuan dan tidak kalah cantik dari Bella.


" Dia masih muda dan umur kami tidak terlalu jauh."


" Jadi karena aku sudah sedikit tua, kau tidak mau menganggap ku kakak perempuan mu?" Brenda memasang wajah sedih dan membuat Ara dan Bella tersenyum geli.


" Bukan seperti itu, aku merasa akrab pada kakak Bella. Dan Ara juga menyukainya, jadi tidak salah jika aku menambah kakak perempuan lagi."


" Aku tidak percaya, pasti kau sudah menganggap ku sudah tua, sehingga kau tidak mengakui ku lagi." Brenda semakin menggoda Mark dan semakin dramatis.


" Tidak, Kak."


" Aku akan melaporkan mu pada suamiku."


" Jangan!" Mark takut kalau di marahi kakak laki-lakinya.


Tanpa mereka sadari Brian dan Sean sudah berdiri di depan pintu ruangan bermain Ara. Mendengar semua pembicaraan Mark dan Brenda.


Brian merasa kecurigaannya semakin kuat. Dia tidak pernah akrab kepada wanita, apalagi ingin menjadikannya seorang kakak padahal mereka baru kali ini bertemu.


Kecuali hubungan darah, karena tidak ada yang langsung nyaman pada pertemuan pertama.


Sedangkan Sean mulai kesal. Belum cukup Adi laki-lakinya di rumah, kini ditambah lagi adik laki-laki baru. Bahkan yang ini jauh lebih tidak tahu malu.

__ADS_1


Ingin rasanya dia menyembunyikan istrinya, dan tidak ada satu orangpun yang berhak menjalin hubungan dengannya meski itu hanya kakak dan adik. Tapi, dia tidak bisa mencegah hal tersebut.


Takut nanti, Bella merasa di batasi pergaulannya dan tertekan.


" Apa yang kalian bicarakan?" Brian pura-pura tidak mendengar percakapan mereka sebelumnya.


" Sayang, adik laki-laki mu menghina ku." Mark yang mendengar ucapan kakak iparnya tiba-tiba wajahnya pucat. Dia tahu kalau Brenda adalah wanita istimewa bagi kakaknya. Membuatnya tidak bahagia saja nyawa taruhannya.


Brian dan Sean, keduanya memiliki metode yang sama kejamnya jika ada yang berani menyinggung istri mereka.


" Benarkah?" Brian memasang wajah marah yang di buat-buat.


" Tidak, Kak. Istrimu hanya terlalu terbawa perasaan." Mark menatap Bella agar mendapatkan pembelaan. Karena dia tahu kalau Ara tidak akan membelanya.


" Kenapa kau menatap istri ku?" Sean yang melihatnya langsung menegur Mark. Sehingga posisi Mark sekarang menjadi paling di rugikan.


" Kakak ipar, aku hanya ingin meminta bantuan pada kakak untuk membantu ku untuk menjelaskannya." Kata Mark, dia tidak canggung sama sekali memanggil Sean kakak iparnya.


" Siapa yang kah sebut kakak ipar?" Tanya Sean pada Mark, sebenarnya dia senang mendengar hal itu, karena setidaknya Mark tahu posisinya.


" Tentu saja kau, karena kak Bella sudah menjadi kakak perempuan ku, maka kau akan menjadi kakak ipar ku." Kata Mark apa adanya.


" Aku bahkan belum menyetujuinya." Goda Bella. Sebenarnya dia juga senang mempunyai adik laki-laki remaja yang menggemaskan.


" Baiklah, kami akan pulang. Terimakasih atas makan siangnya." Sean memutuskan membawa istrinya pulang atau wanita itu menjadi rebutan lagi.


" Terimakasih juga karena sudah bersedia menjenguk putri ku. Hati-hati di jalan." Brenda sangat senang, kehadiran Bella hari ini memberikan kehangatan bagi keluarganya.


Sedangkan Mark yang di tinggalkan oleh Bella, merasa kalau dia tidak berharga.


Tetapi dia tidak akan menyerah. Meskipun Bella belum menyetujuinya, dia tidak akan menyerah untuk menjadikan Bella sebagai kakak perempuannya.


***


Setibanya di rumah, Sean dan Bella duduk didepan perapian untuk menghangatkan tubuh mereka. Tidak lupa, Bella memakan cemilan kesukaannya.


" Apa kau senang?" Tanya Sean pada istrinya yang sibuk memakan kripik kentang.


" Iya." Tanpa berhenti memakan kripik kentangnya. Bahkan beberapa kali dia memasukkan kripik kenta ke mulut suaminya agar pria itu tahu bagaiman rasanya makanan ringan yang sangat di sukai anak muda. Karena pasti Sean belum pernah memakannya.

__ADS_1


Meski rasanya sedikit aneh karena ini pertama kali dia memakan cemilan seperti itu. Dia tidak keberatan selama itu baik untuk istrinya.


Para pelayan yang melihat keromantisan nyonya dan tuannya yang semakin hari semakin semakin membuat iri, hanya bisa diam. Bahkan, bagi yang belum menikah menganggap ini seperti film romansa tanpa di buat-buat.


" Oh iya, aku mendengar kau akan segera di wisuda?" Karena Bella belum memberitahunya. Sean memutuskan untuk bertanya. Dia tidak marah, karena dia tahu kalau istrinya akhir-akhir ini banyak kejadian yang menimpanya.


" Iya, aku hampir melupakan itu. Apa kau bisa datang? Aku juga ingin mengundang ayah, ibu dan Adrian." Setelah sekian lama berpikir, Bella memutuskan untuk mengundang keluarga Anderson. Namun, belum bisa memberi tahu mereka tentang program apa yang dia ambil. Karena ingin memberikan kejutan pada mereka.


" Tentu, kapan? Aku juga akan memberitahu ayah dan ibu tentang undangan mu."


" Dua Minggu lagi, tapi aku sendiri yang ingin memberikan undangan itu pada ayah dan ibu."


" Baiklah, sayang. Apapun itu yang penting kau senang." Sean juga tidak ingin bertanya program dan gelar apa yang istrinya dapatkan.


Dia akan menunggu sampai Istrinya memberitahu.


***


Keesokan harinya, setelah pulang dari kliniknya dan mengganti pakaian. Bella dan Sean yang sepakat bertemu di rumah untuk pergi bersama ke kediaman Anderson.


Sean juga memaksa adiknya untuk tinggal dirumah, tidak ada yang boleh keluar bahkan pekerjaan harus di tinggalkan.


Tanpa di paksa Adrian akan tinggal dirumah, jika dia tahu kalau kakak iparnya akan berkunjung ke kediaman Anderson.


" Kalian sudah tiba. Aku pikir Sean akan menggagalkan lagi rencana kunjungan kalian kesini seperti beberapa Minggu yang lalu.


Bella, Sean dan Adrian tahu, kenapa acara makan malam beberapa minggu lalu tidak dilakukan.


Saat itu Bella sedang terluka, Sean tidak ingin ayah dan ibunya tahu. Bisa-bisa keluarga Glover hancur tanpa memberi kesempatan Bella untuk balas dendam dengan tangannya sendiri.


" Maaf, ibu. Beberapa bulan ini aku sibuk mengerjakan tugas akhir kuliah sehingga aku tidak bisa berkunjung." Bella bersedia menjadi kambing hitam agar masalah tidak terlalu panjang.


" Kau akan wisuda, sayang?"


" Iya, kedatangan ku malam ini untuk memberikan surat undangan untuk kalian. Dua Minggu lagi aku akan Wisuda. Aku harap kalian bisa datang."


" Tentu saja kami akan datang. Kau tahu! Kedua putra ku menentang keras kami datang saat mereka di wisuda. Bahkan mereka seperti anak yang tidak memiliki orang tua." Bella masih ingat ketika putranya tidak mau di dampingi saat wisuda.


Bukan karena malu. Nyonya Rosalina mengerti kalau mereka tidak ingin menarik banyak perhatian. Bisa jadi ruangan wisuda yang hikmah berubah jadi lautan reporter. Itu sangat merepotkan.

__ADS_1


" Apa aku juga diundang?" Tanya Adrian yang juga ingin menghadiri acara wisuda Bella.


" Tentu."


__ADS_2