
" Meskipun, kami ingin membantunya. Kami tidak bisa karena ancaman mereka sangat tidak manusiawi. Andaikan mereka hanya mengancam untuk memecat, kami tidak akan keberatan. Tapi, mereka akan membunuh keluarga kami jika ada yang membantu gadis kecil malang itu." Airmata bibi Zubir tidak pernah berhenti selama menceritakan kemalangan Bella.
" Mereka benar-benar bukan manusia! Dan betapa terkutuknya Clara sialan itu! Karena otaknya yang bodoh hampir saja membunuh kakak ipar ku." Ucapan Adrian penuh emosi dan dia sekarang sangat dendam kepada Clara.
" Jadi, bagaimana dia bisa selamat?" Sean semakin penasaran.
" Mungkin, Tuhan tidak ingin keluarga Glover senang terlalu lama. Sehingga Tuhan memutuskan untuk menyelamatkan gadis kecil malang itu, agar menjadi titik karma bagi mereka di masa depan."
" Meskipun berhasil selamat, dia koma selama satu bulan. Tidak ada yang tahu apa dia akan sadar atau tidak. Tetapi, Tuhan masih menyayangi nya dan membuat gadis kecil itu sadar. Saat dia bangun, sifatnya berubah menjadi sangat dingin pada semua orang kecuali yang baik padanya."
Mendengar ucapan bibi Zubir, Sean tidak heran, bagaiman dia merasakan sikap Bella ketika masuk kedalam keluarga Anderson.
" Apa dia melanjutkan sekolahnya?" Tanya Sean.
" Tidak, keluarga Glover menghalanginya. Setelah gadis kecil itu berusia sepuluh tahun. Aku dipecat, sehingga aku tidak tahu bagaimana kehidupan gadis kecil malang itu."
Sebenarnya, Setelah dia diberhentikan oleh keluarga Glover. Bella melanjutkan sekolahnya saat usia sebelas tahun, Meski harus menunggu selama itu.
Karena itu jalan satu-satunya. Keluarga Glover mulai melupakan kejeniusan dan keberadaanya sehingga dia bebas keluar masuk rumah.
Tidak butuh waktu lama. Dia hanya menggunakan tiga tahun untuk menyelesaikan sekolah dasarnya, dua tahun sekolah tingkat pertama, dan satu tahun tingkat atas.
Jangan tanya bagaimana dia bisa melakukannya, karena hanya orang jenius yang tahu itu. Dan kebetulan dia bertemu dengan orang-orang hebat sehingga pendidikannya berjalan dengan lancar.
Keluarga Glover yang tahu Bella kuliah. Bella sengaja menyembunyikan semua prestasinya, dia meminta setiap sekolah yang ada ditingkat menengah bekerjasama. Memalsukan keberadaannya di sekolah mereka dengan syarat Bella akan membantu sekolah itu setiap kali membutuhkan kejeniusan Bella.
Saat mereka sedang serius mendengarkan cerita bibi Zubir. Mereka tidak menyadari dengan kehadiran Bella yang sudah berdiri didepan pintu dan mendengar setengah cerita dari bibi Zubir.
Bella tidak marah sama sekali karena kisah hidupnya di bagikan. Dia hanya terharu karena masih bisa mendengar suara bibi Zubir, wanita yang telah membantunya tetap hidup di masa lalu.
__ADS_1
Sebenarnya Bella sudah lama mencari bibi Zubir, namun tidak menemukannya. Dan sekarang suaminya telah membawa kerumahnya.
Karena sangat merindukan sosok bibi Zubir. Bella langsung membuka pintu dan mengabaikan semua orang yang terkejut melihatnya. Dia hanya langsung memeluk bibi Zubir.
Dia bagaikan seorang ibu Bella di masa lalu. Wanita yang selalu ada untuknya, memberikan pelukan hangat yang tidak bisa di dapatkan dari keluarga Glover. Bahkan bibi Zubir selalu menyisihkan sedikit makanan untuk Bella.
Bella sangat rindu dengan aromanya, rindu pelukan hangatnya dan rindu tatapan cinta seorang ibu yang selalu dia berikan padanya.
" Aku rindu bibi Zu." Suara kecil penuh haru Bella, dapat di dengar oleh semua orang yang ada di ruangan
." Bibi zu juga sangat merindukanmu gadis cantik. Kau sudah banyak berubah dan semakin cantik." Bibi zu memeluk erat tubuh Bella.
Adrian yang melihatnya, tiba-tiba cengeng dan mengeluarkan air mata. Lalu membuat kemeja kakaknya seperti tissue.
Sean yang sedang berusaha menahan diri memilih mengabaikan tingkah menjengkelkan adiknya. Jhon dan Robby sengaja memalingkan wajahnya agar tidak ada yang melihat airmata nya yang mengenang.
Bayangkan seandainya mereka ada diposisi Bella. Pasti hanya tuhan yang tahu bagaimana perubahan mereka menjadi iblis akibat ketidak manusiawi keluarga Glover.
" Bibi Zu jangan pergi, kau harus bersamaku. Disini hidup lebih baik, suamiku sangat baik aku yakin dia akan menerima mu disini." Bella sangat menginginkan bibi Zu karena hanya dia yang memberikan cinta tanpa syarat.
Sean yang mendengar kata 'suami' dari mulut istrinya merasa senang. Dan dia juga tidak keberatan memiliki pelayan tambahan.
Demi membahagiakan Bella. Sean akan melakukan apapun.
" Tidak, bibi Zu harus kembali. Suami dan anakku sangat membutuhkan ku." Meskipun Sean bersedia menerimanya, dan menambah pelayan rumahnya. Namun, bibi Zu tidak mau kalau langsung menerimanya.
" Bawa suami dan anakmu, kebetulan kamar belakang kosong. Suami mu bisa bekerja sebagai tukang kebun dan kau sebagai pelayan. Lalu, anak mu jika dia sedang sekolah. Aku akan menyekolahkannya di sekolah asrama yang paling bergengsi di kota ini." Karena bibi Zu memperlakukan istrinya dengan baik, makan Sean tidak akan pelit untuk menyekolahkan anak bibi Zu.
" Terimakasih banyak, Tuan. Kebetulan dia baru saja lulus SMA. Kami sudah menyiapkan biaya untuk masuk ke universitas biasa. Dia adalah harapan kami satu-satunya." bibi Zu memiliki anak laki-laki yang berperilaku baik. Tidak pernah malu dengan latar belakangnya dan berkemauan keras untuk menaikkan status keluarganya.
__ADS_1
Mungkin ini hadiah dari Tuhan untuk bibi Zu karena baik pada Bella di masa lalu. Memiliki suami yang sangat mencintainya dan putra yang baik.
" Kalau begitu, aku akan membantunya masuk ke universitas tempat ku kuliah. Dosenku pasti senang, dan dia akan mendapatkan beasiswa penuh. Sehingga bibi Zu tidak perlu mengkhawatirkannya." Kini saatnya Bella yang membalas kebaikan bibi Zu.
" Kau sudah kuliah?" Bibi Zu masih percaya kalau Bella tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Mengingat dulu kelakuan keluarga Glover yang tidak adil dan kejam.
" Iya, Putra bibi Zu harus masuk ke universitas ku. Dan Dosen akan membantunya untuk mendapatkan beasiswa penuh." Kata Bella dengan antusias.
" Baiklah. Terimakasih, Nak."
" Jangan berterimakasih, bibi Zu sudah sangat baik pada ku di masa lalu."
" Itu yang harus dilakukan sesama manusia, nak."
Ruangan terasa hangat. Sean merasa senang karena istrinya kembali normal. Sedangkan Adrian masih terharu dengan suasana ruangan tersebut.
" Jadi, apa boleh bibi Zu tinggal di rumah mu?" Tanya Bella pada Sean.
" Rumah kita! Tentu saja boleh." Kata Sean menggarisbawahi karena ini juga rumah istri tercintanya.
" Terimakasih." Ada banyak hal yang ingin di sampaikan Bella selain terimakasih untuk Sean.
Dia yang sudah merawatnya, dan menerimanya dengan baik. Bahkan mempertemukannya dengan bibi Zu. Bella merasa tidak malu ketika Sean tahu kalau dia memiliki penyakit psikologis. Bella yakin kalau suaminya sudah mengetahui tentang penyakit yang sudah lama dia tekan, tiba-tiba muncul.
Bella merasa berhutang banyak hal pada pria baik itu. Dia juga sudah berjanji akan mencoba yang terbaik untuk membalas kebaikan Sean dan menyembuhkan kakinya.
" Sudah seharusnya aku melakukan ini pada istri ku." Bahkan jika Bella meminta rumah mewah atau mobil sekalipun. Sean pasti membelikannya tanpa berpikir panjang. Baginya semua yang telah dia miliki itu juga milik Bella.
Setelah itu, Sean meminta Robby untuk mengantarnya pulang. Dan membawa keluarga yang beranggotakan tiga orang kerumah. Kini kediaman Sean akan bertambah karena menerima anggota keluarga baru.
__ADS_1