Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Pembalasan


__ADS_3

Ketika hutan mulai dipenuhi darah dan mayat. Bella, Mark dan beberapa orang ahli komputer dari Negara A juga sedang melakukan tugasnya dengan mengirimkan virus kedalam tubuh robot melalui lalat ciptaan Mark dan timnya. Meskipun tidak sehebat dan secepat yang mereka inginkan, tapi hasilnya mulai terlihat jelas.


Ada beberapa robot cukup jauh dari tuannya mulai berjatuhan.


Namun, melihat kondisi suami, kakak perempuannya dan beberapa kelompok yang di kirim oleh kedua Negara mulai tidak enak untuk di lihat. Bella tidak bisa menunggu robot dan virus milik Mark menghancurkan mereka.


Jadi, dengan keputusan yang sangat berat. Bella berencana melakukan sesuatu yang dia sendiri pun tidak yakin dia akan berhasil atau tidak.


Dia berencana meretas komputer yang ada didalam markas pria misterius itu. Dia harus mencari induk dari sistem robot sehingga menjatuhkan mereka akan lebih mudah.


Keadaan benar-benar tidak menyenangkan untuk pihak Bella. Sean sudah terluka cukup serius, di ikuti oleh Chelsea dan para kelompok dari kedua Negara. Mereka sebagai kepala pasukan sudah pasti target utama para robot.


" Jangan lukai wanita itu, dia masih sangat berguna." Tiba-tiba saja suara pria itu terdengar. Chelsea yang mendengarnya juga menjadi marah, dia tidak akan membiarkan pria itu menang atau hidup adik perempuan serta calon keponakannya bahkan dunia pun akan hancur ditangannya.


Kemarahan yang semakin menumpuk menjadi motivasi untuk Chelsea. Dia tidak menyerah, bahkan dia semakin agresif hingga dia robot hancur ditangannya. Para pria kecuali Sean yang menyaksikan hal tersebut menjadi sangat takjub pada kehebatan wanita yang pernah mereka temui sama sekali.


Sayangnya, itu hanya kesenangan di awal. Sebab setelah itu, tetap saja mereka kalah. Kondisi Sean bahkan semakin parah, namun dia tetap berusaha untuk tetap kuat demi istri dan calon anaknya.


Keinginannya sama seperti Chelsea. Menghancurkan pria itu, agar hidup semua orang termasuk keluarga kecilnya tidak terancam.


Pada akhirnya, Chelsea yang pertama jatuh kerena kekalahan. Sean dan yang lainnya masih bisa bertahan. Namun sayang, banyak dari anggota mereka terluka. Untung saja tidakada yang mati sebab para Dokter langsung memberikan pertolongan.


Bella yang tidak tahu bahwa kelompoknya akan gagal, mulai berkeringat saat usahanya selalu ada saja mendapatkan jalan yang buntu. Dia bahkan hampir menangis, tidak ingin sesuatu terjadi pada keluarganya termasuk suaminya.


" Nak, tolong ibu. Minta pada Tuhan untuk membantu ibu menyelamatkan ayah, bibi dan yang lainnya." Bella mengelus perutnya sejenak untuk menghilangkan ketegangan lalu memulainya kembali. Meskipun hampir menyarah, Bella masih menyimpan sedikit keyakinan dalam dirinya sldemi keluarganya.


Saat sua orang sibuk pada tugasnya masing-masing, dan Bella hampir saja menyerah. Akhirnya, dia menemukan pusat sistem yang mengontrol para robot. Namun, dia tidak ingin langsung memberitahu pada timnya. Bella bwrnwcana melakukan penghancuran secara diam-diam.


Kembali, Bella menemukan kesulitan. Bagaimanapun mereka pasti memperketat pengamanan, namun berkat tekad dan semangatnya, akhirnya Bella berhasil. Dia menagis bahagia saat sistem berhasil dia retas dan mematikan seluruh operasi robot yang hidup.


Saat para kelompok yang di kirim oleh kedua Negara mulai berjatuhan dan Sean yang sudah kehilangan kekuatannya. Pria yang dari tadi mengawasi, tiba-tiba berjalan menuju kearah Chelsea. Para robot yang berhasil memenangkan pertarungan berbaris di sekitar pencipta mereka.

__ADS_1


" Bukankah aku sudah mengatakan bahwa kau tidak bisa mengalahkan ku? Lihat hasil dari kecerobohan mu? Jika saja kau tidak bercita-cita tinggi, kau pasti akan tetap hidup dibawah kekuasaan ku."


" Aku lebih baik mati daripada menjadi alat mu." Ada tatapan penuh benci di mata chel saat berbicara pada pria itu. Pria yang telah membuatnya hidup seperti robot dimasa lalu.


" Kau benar-benar keras kepala." Pria itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum penuh ejekan.


" Aku pasti akan membunuhmu dengan tangan ku sendiri."


" Cobalah, aku tidak sabar untuk melihatnya."


Berulangkali Chelsea berdiri tegak, namun selalu gagal dan hal tersebut menjadi bahan tertawa pria misterius itu.


Namun tawanya tidak berlangsung lama, sebab semua robot yang ada dibelakangnya berjatuhan secara serentak. Suaranya sangat keras, bahkan Sean yang terduduk ditanah pun terkejut mendengarnya.


" Bagaimana ini bisa terjadi." Wajahnya berubah sangat jelek dan terkejut. Tidak menduga bahwa robotnya akan mati bersamaan.


Melihat kejadian yang tiba-tiba, dan merasa ini adalah kesempatan yang baik untuknya. Chelsea menguatkan dirinya lalu mengambil pisau yang sengaja dia simpan dan menusuknya ke punggung pria itu.


Saat Chelsea akan menusuk untuk kedua kalinya, Sean segera menghentikannya.


" Jangan bunuh dia, polisi dan tentara Negara C akan segera datang dan menangkapnya!"


" Tidak! Dia harus mati di tangan ku! Aku bersumpah atas nama para saudara-saudaraku yang mati di tangannya." Chelsea tidak bisa melupakan kematian satu persatu rekannya.


" Tolong! Jika kau membunuhnya, maka kau akan menjadi tersangka. Pikirkan kondisi istri ku, dia pasti akan sangat sedih."


Mendengar nama adik perempuannya disebut, Chelsea berusaha menahan amarahnya dan tusuka itu hanya mengenai lengan pria itu. Sean yang melihatnya hanya bisa diam, tidak berniat mencegah karena tusukan itu tidak membahayakan nyawa pria itu.


Tidak berapa lama, pria paruh baya berpakaian militer Negara C tiba. Dia segera menghampiri Sean.


" Maaf, kami terlambat, Tuan."

__ADS_1


" Tidak apa-apa. Tolong bawa pria terluka itu pergi, atau nyawanya kan terancam." Sean tidak yakin, sampai kapan Chelsea akan menahan emosinya setelah melihat tatapan penuh kebencian dari wanita itu.


" Baik."


Tidak hanya militer Negara C. Militer Negara A juga akhirnya tiba, mereka segera membersihkan lokasi dan membiarkan pihak Sean dan yang lainnya beristirahat di hutan.


Bagaimanapun, Sean telah menyiapkan semuanya termasuk mobil dan tenda sehingga tidak ada masalah dengan meninggalkan mereka disana.


Setelah semuanya di bereskan


Sean yang tertinggal sendirian memutuskan pergi. Untuk Chelsea, dia memutuskan mencari tempat untuk menenangkan diri sebelum bertemu dengan Bella.


Saat dirinya, akan pergi ke mobil. Tiba-tiba saja dia mendengar suara orang yang berlari dan saat melihat siapa orangnya. Dia terkejut dan ikut berlari kearah orang itu.


" Kenapa kau datang kesini, sayang?"


" Aku khawatir pada mu. Lihat bagaimana kondisi mu yang penuh luka." Bella sudah menangis, dia melihat semua yang terjadi di hutan sehingga mustahil jika dia tidak tahu kondisi suaminya."


" Jangan menangis, semuanya sudah selesai dan aku tidak dalam kondisi yang serius." Sean menghapus air mata Bella.


" Ayo, kita pergi. Kau butuh perawatan, jangan menolakku!"


" Baik."


Pada akhirnya Sean memilih pergi kerumah mereka yang ada di hutan karena jaraknya lebih dekat dari pada harus kembali kerumah.


Bella juga langsung mengobati luka-luka yang ada ditubuh suaminya. Tidak membiarkan sedikitpun terlewatkan.


Aku sudah meminta pelayana untuk membuatka makan malam. Kau harus makan dulu sebelum minum obat." Sean sengaja mempekerjakan pelayan di rumah hutan agar ada yang selalu membersihkan dan merawat rumah itu denga baik.


" Oke, tapi temani aku tidur."

__ADS_1


" Baik."


__ADS_2