
" Sebaiknya, kau jangan datang lagi, hubungan ini tdak akan pernah kembali lagi seperti semula." Hari Jordan sakit setelah mendengar perkataan Naura, yang notabenenya masih istrinya secara hukum.
" Apa tidak ada kesempatan kedua untukku? Aku tahu aku memang tidak pantas
mendapatkan kesempatan ini. Tapi aku berharap kah memberikanku kesempatan." Jika ada waktu yang paling menyakitkan, mungkin saat ini. Tidak hanya dijauhi oleh istrinya, dia juga di acuhkan oleh anak-anaknya.
" Bukan aku yang tidak memberikan kesempatan itu pada mu, tapi lebih pada anak-anak kita yang sudah tidak menginginkan kehadiran mu. Kau tahu, ini keputusan yang sulit aku ambil. Namun jika kita kembali bersama, maka mereka yang terluka akibat kebodohan kita dan kita akan semakin terluka."
Jordan tahu itu, anak-anaknya merupakan alasan terbesar di balik dirinya yang masih belum bisa bersama dengan istrinya. Dia juga tidak mau egois, tapi tetap saja rasa cinta dan rasa bersalahnya pada Naura sangat besar sehingga mengganggunya.
" Jika itu alasannya, aku akan mendapatkan maaf dari mereka. Jadi tolong, jangan minta aku menjauh dari mu."
" Jangan sia-siakan hidup mu. Lagi pula aku sudah cacat, tidak pantas menjadi istri mu, atau bahkan mendampingi mu."
" Tidak, kau pantas. Aku berjanji akan menjaga ku sampai maut memisahkan kita. Kau harus mempercayai ku kali ini, aku benar-benar ingin menghabiskan sisa hidup ku bersama mu."
Melihat bagaimana seriusnya Jordan berjanji, akhirnya Naura memutuskan untuk memberikan kesempatan meskipun dia tidak lagi berharap karena dia paham tentang rasa benci anak-anaknya. terutama Bella dan Chelsea yang sudah mengalami banyak rasa sakit akibat kebodohan suaminya.
***
Meskipun ketegangan mulai terjadi antara kelompok Bella dan kelompok ilmuwan yang gila dari Negara C. Bella dan suami masih bisa menghabiskan waktu liburan beberapa hari di hutan.
Bella yang merasa bosan berada di rumah terus, mengajak sang suami untuk berlibur. Meskipun itu hanya di hutan.
Maka jadilah mereka tiba dirumah yang berada ditengah hutan. tempat pertama kali mereka melakukan honeymoon.
Melihat wajah lelah istrinya. Sean yang sangat pengertian membantu sang istri berjalan kekamar mereka. Kamar yang Mejadi saksi bisu, betapa dia sangat bahagia menjadi pria yang pertama kali sekaligus yang terakhir untuk istrinya.
***
Apa yang dikatakan Jordan pada Naura, benar-benar dia lakukan. Dia dan orang kepercayaannya memutuskan memulai dari Mark, pria itu berniat mendapatkan hati putra bungsunya lalu Brian dan yang terakhir kedua anak perempuannya yang sanga yang sangat membencinya.
Mark yang ditinggalkan oleh Bella dan Sean, memutuskan pergi ke apartemennya. Hadiah yang di berikan oleh Bella setelah mendapatkan kejuaraan matematika tingkat internasional.
Bunyi bel mengganggu Mark yang bermain game, lalu dia membuka pintu apartemennya. Ternyata sosok ayahnya yang selama ini dia tidak pernah lihat beberapa bulan yang lalu karena Mark yang sengaja menghindar.
" Bagaimana kabar mu, nak?" Ada nada penyesalan dalam ucapan Jordan.
__ADS_1
" Baik dan bahagia setelah keluar dari rumah mu." Mark menjawab dengan acuh. Dia masih sakit hati dengan keegoisan ayah ya di masa lalu.
" Syukurlah, apa ayah boleh masuk?"
Pertanyaan sulit, Mark benar-benar bingung harus memberikan jawaban seperti apa. Di satu sisi dia sakit hati, namun di sisi lain dia juga menyayangi ayahnya. Bagaimanapun dia juga pernah merasakan kasih sayang ayahnya selama hidup bersama di masa lalu.
Jika dia menolak, maka dia benar-benar anak yang tidak tahu diri. tapi jika dia menerima, dia masih sakit hati.
" Ayah rindu pada kalian. Ayah hanya bisa memulai dari mu, karena ayah pikir kau bisa diajak berdamai. Bukan berarti ayah menganggap mu tidak membenci ayah, tapi ayah hanya merasa bahwa kau cukup memahami ayah."
Melihat ekspresi sedih sang ayah. Mau tidak mau Mark mengizinkan sang ayah masuk ke apartemennya.
" Terimakasih, nak."
" Hmm, ayah mau minum apa?"
" Air putih sudah cukup." Jordan melihat setiap sudut apartemen putranya.
Mark akhirnya kembali sambil membawa air putih.
keduanya duduk diruang tamu dalam keadaan hening. Jordan sangat gugup mengingat ini pertama kali dia dekat dengan putranya.
" mereka baik, dan kak Bella juga sedang mengandung anak kembar."
" Benarkah? Ayah sangat senang karena sebentar lagi ayah akan menjadi seorang kakek, meskipun tidak yakin bahwa kakak mu akan memaafkan ku. Tidak ada maksud menjelek-jelekkan kakak mu, hanya saja ayah sadar betapa kejamnya ayang dimasa lalu pada mereka."
Mark setuju setiap kata-kata yang di ucapkan Jordan.
" Tapi ayah akan tetap berusaha meminta maaf pada kalian semua. Ayah benar-benar gagal menjadi seorang ayah untuk mu dan kakak-kakak mu."
Lagi-lagi Mark diam. Dia tidak tahu harus bersikap seperti apa karena dia bukan Bella atau Chelsea. Dua orang yang paling menderita akibat kebodohan ayahnya.
" Apa kau main game?"
" Ya, tapi sudah selesai."
" Apa ayah mengganggu mu?"
__ADS_1
" Tidak."meskipun Mark ingin berkata 'ya' tapi dia masih menghargai pria itu mengingat pria itu adalah ayah kandungnya.
" Mau bermain dengan ayah?"
" Ayah bisa bermain game?" Mark terkejut saat melihat ayahnya bisa bermain game.
" Yaz kebetulan game yang kau mainkan SMA dengan yang ayah mainkan di kantor jika ayah bosan."
" Oke, mari kita main
" Kedua pria yang beda usia, kini bermain game, memang meluluhkan hati Mark memang mudah. Namun percayalah itu bukan sebuah akhir karena Jordan harus menghadapi tidak anak dewasa yang sangat keras kepala.
***
" Jadi, pria itu memulainya dari Mark?"
" Ya, apa kau ingin aku menjauhkan mereka?"
" Tidak perlu, kak. Kita tidak bisa melawan takdir, mungkin seperti inilah jalan cerita milik keluarga kita "
" Baiklah, aku juga mendapat informasi bahwa kelompok itu juga menargetkan gadis kecil itu."
" Ara. Apakah itu Ara?"
" Ya, tapi aku tidak berencana mengehentikan mereka. Kau pasti tahu bahwa uni kesempatan untuk kita, jika kita bisa masuk ke dalam markas mereka."
" Tapi, Ara tidak bersalah, kak. Kenapa dia harus ikut dengan masalah ini?"
" Sepertinya mereka menyadari bahwa gadis kecil itu juga jenius seperti kita. Jadi, mereka menggunakannya sebagai umpan untuk menangkap kita."
" Benar-benar menjijikkan! Kita harus segera menghancurkan mereka."
" Aku tahu. Maka dari itu, tolong bekerja sama denganku. Jangan ikut saat aku mau menyelamatkan gadis itu. apa kau sudah mendengarnya?" Chelsea takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada adiknya jika Bella ikut.
" Tapi, aku ingin ikut, kak."
" Tidak, kali ini aku tidak akan membiarkan mu pergi. Kau sedang mengandung, bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada mu. Aku tidak mau itu terjadi."
__ADS_1
" Baiklah." Dia merasa kakaknya benar, dia harus menjaga calon bayinya.
Setelah mengucapkan beberapa kalimat lainnya, Bella memutuskan sambungan teleponnya. Dan Kemabli fokus berendam air hangat di bathtub.