
" Apa Bella bersedia bertemu dengan ku? Aku berjanji tidak akan memaksanya, karena itu bukan hal ku. Dia berhak membenci ayah buruk seperti ku, namun aku juga sangat merindukan putri ku. putri yang aku buang tanpa perasaan. Jordan malu, sangat amat malu pada.
" aku akan mencobanya." Andai Jordan hanya datang kalo ini, mungkin dia tidak akan mengizinkan pria yang ada dihadapannya bertemu dengan sang istri.
Tapi, dia sudah mengawasi Jordan beberapa bulan belakangan ini. dan selalu mendapati bahwa pria itu sedang mengawasi istrinya dari jarak yang cukup aman. Bahkan beberapa kali berusaha menghapus air matanya, Sean juga paham bahwa Jordan juga melakukan hal serupa pada semua anak-anaknya.
" Terimakasih."
Sean beranjak pergi kekamarnya. Melihat sang istri yang masi tertidur pulas, ada rasa tidak tega untuk membangunkannya. Tapi dia sudah berjanji pada Jordan, jadi harus mengganggu sang istri.
" Sayang, ayo bangun." suaranya yang lembut malah membuat tidur Bella semakin nyenyak. hal yang membuat Sean tersenyum kecil dan tidak berdaya. Dia tidak menyerah, dia bahkan mulai menyerang wajah sang istri dengan ciuman kecil hingga Bella terusik.
" Aku benar-benar masih mengantuk." Bella akhirnya terbangun namun matanya masih terpejam.
" Ayo bangun, ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu."
" Siapa?"
" Ayah mu."
suasana menjadi hening, Bella sudah tidak mengantuk lagi. Namun masih enggan membuka kedua matanya.
gemas dengan tindakan sang istri, Sean malah semakin menggodanya. Mencium, menggelitik hingga mencubit kedua pipi sang istri. Dia melakukan itu hingga sang istri terbuka matanya karena sudah tidak tahan lagi.
" Bisakah suami ku memintanya pergi? Aku benar-benar tidak ingin bertemu dengan pria jahat itu."
Sean meramalkan hal ini akan terjadi, sehingga dia tidak terkejut. " Lalu sampai kapan kalian akan menahan segala macam keluhan tentangnya? Bukankah itu melelahkan, sayang?"
" Aku masih belum bisa memaafkannya. kisah ku terlalu menyedihkan karena kekejamannya."
" Tapi, jika tidak seperti itu, kita tidak akan pernah bertemu. Kau tidak akan menjadi dokter yang hebat, pemilik rumah sakit terpercaya di ibukota dan memiliki seorang guru yang berasal dari cina. Percayalah, semuanya sudah ditakdirkan untuk mu, sayang."
__ADS_1
Ini pertama kalinya Bella setuju dengan kata-kata Sean. Jika ayahnya tidak tertipu dengan kebohongan bibinya, jika dia tidak diberikan pada keluarga Glover. Dia tidak akan menjadi Bella yang sekarang.
" Aku tidak memaksa mu untuk memaafkannya. Dan dia juga tidak memaksa mu karena dia juga sadar kesalahannya terlalu besar kepada mu. Tapi, beri dia sedikit kesempatan untuk bertemu dengan mu. Dia juga ayah mu dan dia juga ingin menyampaikan banyak hal termasuk rasa rindunya."
" Dia tidak mungkin merindukan ku."
" Aku mengawasinya, dia selalu berdiri disekitar rumah kita hanya untuk melihat mu. Terkadang dia menangis karena usahanya yang sia-sia karena kau tidak muncul."
Bella terkejut, dia benar-benar tidak menduga kalau ayahnya akan melakukan hal-hal seperti itu.
" Bukan hanya pada mu, tapi pada kalian semuanya. Mungkin untuk Mark dan Brian, dia tidak akan terlihat seperti seorang pengemis hanya untuk bertemu dengan mereka."
Bella terdiam, dia masih berpikir apakah dia akan kan menemui atau menolak bertemu dengan Jordan.
" Beri dia sedikit waktu. Dia hanya ingin melihat mu dan setelah itu aku akan memintanya pergi."
Melihat bahwa suaminya masih saja membujuknya untuk bertemu. Maka Bella hanya bisa mengikuti keinginan Sean.
" Oke, aku akan melihatnya."
***
Jordan benar-benar gugup sekarang. Ini pertama kalinya dia akan bertatap muka dengan putrinya. Darah dagingnya yang dia buang karena hasutan dari adik iparnya yang berpura-pura menjadi istrinya.
Para pelayan yang sedikit tahu tentang konflik keluarga William termasuk kekejaman Jordan pada nyonya mereka. Mereka juga merasa bahwa Jordan adalah ayah terburuk sepanjang sejarah.
Setelah satu jam penantian. akhirnya dia melihat wajah putrinya, darah daging yang pernah dia sakiti dalam kondisi hamil besar.
Sean langsung memberikan pengertian pada Jordan melalui tatapannya atas keterlambatan mereka keluar dari kamar.
ketika mendekat dan duduk dihadapan Jordan. Bella masih belum tahu apa yang dia rasakan pada pria yang ada dihadapannya.
__ADS_1
" A-apa kabar?" Tanya Jordan pada Bella. Dia hampir saja memanggil Bella dengan sebutan 'nak' kalau saja dia tidak mengingat bagaimana kejamnya dia pada putrinya di masa lalu.
" Baik, apa sudah selesai?"
" Ya, terimakasih karena sudah duduk dihadapan ayah. Maaf, bukan ayang menganggap hubungan kita baik dan menyebut diri sendiri sebagai ayah kalian. Ayah tahu bahwa, ayah tidak berhak. Namun, ayah juga ingin memohon pengampunan dari kalian semua." kini mata Jordan mulai memerah.
Hati Jordan sakit, namun dia juga tidak bisa membenci Bella. " Maafkan ayah, nak. Ayah benar-benar pria paling buruk." kini kedua pipi tuanya mulai basah.
" Bagus, jika anda sadar. Kalau begitu, aku akan pergi. Aku tidak nyaman saat berhadapan dengan tua William." Bella memutuskan pergi. Dia tidak ingin emosinya mempengaruhi kandungannya.
ketika kakinya, mulai beranjak. Tiba-tiba saja perkataan Jordan menghentikan langkah Bella.
" Ayah, sangat merindukan mu, nak. bertahun-tahun, ayah selalu merindukanmu. Namun, ego dan kebodohan ayah membuat ayah mengabaikan kehidupan mu. Ayah berpikir bahwa kau sudah bahagia dengan keluarga baru mu, jadi ayah fokus pada putri yang sejak awal memang bukan milik ayah.
" Kerinduan seperti apa yang anda maksud, tuan? Aku benar-benar tidak mengerti dengan kata-kata anda barusan." Bella menatap Jordan dengan ekspresi dingin.
Rindu katanya? Lalu kenapa nari sekarang? kenapa tidak mengungkapkannya di masa lalu, saat semua rahasia belum terungkap. Meskipun mereka tidak langsung memaafkannya, paling tidak dia dan Chelsea merasa bahwa ayah mereka juga pernah merindukan mereka.
" Ayah merindukan kalian, kau dan saudara kembar mu yang ayah tidak ketahui keberadaannya."
" Kenapa baru sekarang? Jika saja anda mengatakannya sejak awal, mungkin kami juga merasa bahwa anda masih menganggap kami anak anda. Tapi apa? Anda bahkan tidak pernah benar-benar meminta maaf kepada ku dan pada saudara kembar ku."
" Maafkan ayah, nak. Ayah benar-benar malu saat itu."
" Lalu, apa bedanya dengan sekarang? Apa anda sudah tidak malu? Atau anda merasa bahwa perbuatan anda hanya hal yang sepele?"
" Bukan seperti itu, ayah malu. Tapi ayah sadar, semakin lama akan semakin sulit memperbaiki semuanya."
" Sayangnya, anda sudah terlambat, tuan. mari kita lakukan seperti di masa lalu, anda menganggap ku mati dan aku juga akan menganggap anda sebagai orang asing."
" Tidak, tolong beri ayah kesempatan." kini Jordan bersujud. " Ayah menyesal, nak. Ayang tidak ingin kehilangan kalian semua."
__ADS_1
Bella yang masih tahu sopan santu dan tata Krama langsung ikut terduduk di lantai. Dia tidak ingin membantu Jordan berdiri, dia lebih suka ikut duduk dilantai dan melihat pria itu menangisi kebodohannya di masa lalu.
Sean yang ada disana memilih diam, ini masalah antara istri dan ayah mertuanya. Jadi, dia tidak boleh ikut campur, kecuali pendapatnya benar-benar di butuhkan.