Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Melepas Rindu


__ADS_3

Di Negara C, Li Wei yang baru saja menyelesaikan misinya akhirnya bisa duduk tenang di lantai. Dia benar-benar lelah, tapi dia juga sangat senang karena sebentar lagi dia kan mendapatkan Chelsea tanpa mengkhawatirkan keselamatan wanita itu.


" Kami sudah menyelesaikan semuanya, tuan."


" Bagus, sekarang kita harus pergi. Sebelum polisi datang."


" Baik, tuan."


Semua orang mengikuti perintah Li Wei.


" Kami mendapat kabar, tuan. Kalau nona Chelsea tiba-tiba menghilang setelah mengalahkan musuh."


" Apa kau sudah menyelidiki kemana dia pergi?"


" Sudah, kamu tidak tahu di mana lokasinya, tapi yang jelas nona Chelsea belum meninggalkan Negara A sama sekali."


" Bagus, siapkan penerbangan ku. Aku akan pergi malam ini."


" Anda tidak kembali kerumah dulu, tuan?"


" Tidak, seseorang lebih membutuhkan ku sekarang. Katakan pada ayah bahwa aku akan menjemput menantu kesayangannya." Ucapan Li Wei penuh dengan keyakinan.


" Baik, Tuan."


***


Di hutan, tempat yang cukup jauh dari tempat markasnya dan juga markas Sean. Chelsea sedang duduk diatas pohon, merenungi segala macam jenis momen yang sudah dia lalui, mulai dari kecil hingga dewasa seperti sekarang.


Jujur, pertemuannya dengan pria itu membuat segala macam emosi yang sudah dia tekan dalam-dalam muncul kembali. Membuatnya hilang kendali, dan jika diatidak menjauh maka orang-orang terdekatnya akan terluka.


" Aku pikir, semuanya akan baik-baik saja setelah pria itu hancur. Tapi ternyata akh salah." Ejek Chelsea pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Langit yang tadinya berwarna jingga kini redup dan di gantikan dengan malam yang gelap, lalu bulan mulai muncul pertanda malam akan di mulai.


Tidak ada rasa takut didalam diri Chelsea ketika harus melewati malam seorang diri dalam hutan. Lagi pula, dia lebih takut pada manusia yang kadang sifatnya sama persen dengan iblis di dunia bawah.


Chelsea begitu menikmati kesendiriannya hingga dia tidak merasa bahwa dirinya sudah tiga hari didalam hutan. Tidak tahu bahwa adik perempuannya sangat mengkhawatirkannya. Bahkan Sean harus berusaha untuk menenangkan sang istri.


***


Pesawat itu mendarat di bandara Negara A dengan aman. Li Wei tidak mau membuang-buang waktu, meskipun sudah larut malam dia akan tetap mencari Chelsea . Dia harus bertemu dengannya dan mengungkapkan bahwa dia sangat merindukannya.


Sesampainya di markas milik Chelsea. Li Wei segera menemui Devon untuk sekedar melihat kondisi mereka sebelum melanjutkan perjalanannya untuk mencari Chelsea.


" Kau akhirnya datang. Kemana saja kau beberapa hari ini?" Devon penasaran kemana saja perginya Li Wei. Bahkan pria itu tidak ada pada saat Chelsea sangat membutuhkannya.


" Aku harus menyelesaikan seluruh akar dari kelompok itu sebelum menjalankan rencanaku."


" Kau, menghancurkan mereka?"


" Ya, dan sekarang aku akan menjemput Chelsea."


" Hmm, itu bukan hal yang sangat sulit. Jadi, jika aku tidak kembali besok pagi maka aku sudah berhasil menemukannya. Beritahu, murid ku untuk tidak mengkhawatirkan kakaknya."


" Baik." Meskipun terdengar aneh, Devon tetap mengangguk paham.


Setelah membawa beberapa peralatan untuk acara kemah di dalam hutan, Li Wei pergi tanpa melihat ekspresi sedih dari seluruh bawahan Chelsea. Setelah dia paksa untuk mencarikan tenda, makanan ringan, bahkan makanan instan dan alat masak.


Berjalan menyusuri hutan yang gelap, Li Wei masih terlihat tenang. Mungkin akan sulit menemukan di mana lokasi pasti Chelsea, tapi Li Wei percaya bahwa dia akan segera menemukan wanita itu.


Benar saja, saat hatinya mengatakan bahwa dia ada di ujung jalan itu. Li Wei akhirnya bisa melihat sosok Chelsea yang sedang tidur di bawah pohon rindang, tanpa selimut atau alas. Seolah hal tersebut sudah menjadi kebiasaan di masa lalu.


Melihatnya, Li Wei sedih. Tidak pernah menduga bahwa wanita kuat itu sudah mengalami banyak hal yang menyedihkan.

__ADS_1


Berjalan mendekat, sepertinya Chelsea sangat waspada. Ketika langkahnya semakin dekat, Chelsea segera membuka matanya. Anehnya Li Wei tidak melihat sorot mata Chelsea yang penuh amarah, hanya ada kesedihan yang terpaksa di ganti dengan tatapan dingin.


Sesaat, keduanya diam dan saling menatap. Chelsea tidak tahu ungkapan apa yang harus dia berikan pada Li Wei. Jujur, dia senang melihat pria itu lagi. Namun dia malu untuk mengungkapkannya.


Li Wei senang saat melihat bahwa Chelsea tidak membencinya, bahkan wanita itu gagal menyembunyikan tatapan rindu di matanya. Jadi, kepala temannya akan selamat karena ide yang dia berikan pada Li Wei memang berhasil.


Tidak bisa menahan lebih rasa rindu dan harus segera diluapkan. Li Wei melangkah tergesa-gesa menuju Chelsea.


Chelsea terkejut, bibirnya kembali menyentuh bibir dingin pria itu. Anehnya dia tidak merasa jijik atau benci. Hanya mulai merasa kalau rindunya mulai mereda saat ciuman itu di mulai


Di tengah hutan, di temani api unguunyang mulai padam namun masih memberikan kehangatan bagi keduanya, menjadi saksi bagaimana kedua orang yang masing-masing memilki egois, mengungkapkan betapa mereka saling merindukan.


Merasa bahwa Chelsea tidak menolaknya, bahkan terkesan nyaman dengan apa yang dia lakukan. Li Wei semakin bersemangat, bahkan hampir menangis haru karena akhirnya dia berada di posisi yang selama ini, ingin dia wujudkan.


Ciuman itu hangat, tidak mengandung nafsu. Li Wei mengelus punggung Chelsea, berniat memberikan kehangatan dan mengatakan bahwa Chelsea bisa mengandalkannya. Namun, tidak menduga bahwa keputusannya itu membuat Chelsea yang sudah lama menahan air matanya mulai menangis.


Tentu saja perubahan suasana itu mengejutkan Li Wei. Dia yang masih mengecup bibi manis wanitanya malah mendapatkan air mata dari wanita itu. Li Wei tahu kalau itu pertanda bahwa wanita yang selalua memperlihatkan bahwa dia kuat ternyata sedang tidak baik-baik saja.


Bukannya melepaskan Li Wei masih menikmati bibir manis Chelsea dan mengelus punggungnya. Hingga ciuman itu akhirnya terhenti setalah merasa bahwa Chelsea mulai kekurangan oksigen.


Kini Li Wei juga bisa melihat wajah merona milik Chelsea. Hal yang tidak pernah dia bayangkan di masa lalu. Berpikir bahwa wanita itu hanya akan memasang wajah datar.


" Aku di sini, kau bisa mengandalkan ku mulai sekarang. Jangan pernah merasa bahwa kau harus kuat untuk melawan dunia, kau hanya perlu menikmati hidup dan selebihnya biarkan aku yang mengurusnya."


Ucapan itu terdengar jelas ditelinga Chelsea. Dia merasa beban yang selama ini dia pikul sendirian mulai terangkat dan bahunya mulai ringan.


Li Wei memeluk Chelsea, meskipun awalnya dia takut di tolak. Namun ternyata dia salah, bahkan wanita itu tertidur di pelukannya.


Hal tersebut membuat Li Wei tersenyum kecil. " Wanita nakal." Li Wei senang karena Chelsea menurunkan kewaspadaan terhadapnya.


Tidak ingin Chelsea sakit karena harus tidur di hutan tanpa tenda, dan dia juga merasa bahwa sebentar lagi hujan akan turun. Li Wei menyandarkan tubuh Chelsea pada pohon, lalu mereka mulai mendirikan tenda mereka.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai, akhirnya tenda sudah berdiri dan segala macam alat tidur sudah berada di posisi mereka. Li Wei membawa Chelsea masuk kedalam tenda, lalu menutup tenda itu rapat-rapat karena tidak lama hujan akan turun dengan sangat deras.


Kali ini, Li Wei diberikan kesempatan untuk tidur bersama Chelsea, dan dia tidak menyia-nyiakannya. Memberikan pelukan hangat, hujan kali ini tidak lagi dingin seperti di masa lalu.


__ADS_2