
Setelah memikirkan dan membuat rencana, Li Wei akhirnya memutuskan untuk mengajak Chelsea kencan. Dia berencana membawa wanita itu pergi menonton bioskop dan makan malam di restoran mewah. Hal yang sangat disukai oleh banyak wanita.
" Ayo, pergi."
" Kemana?" Chelsea yang baru bangun tidur, menjawab dengan mata yang setengah tertutup.
" Jalan-jalan dan mencari suasana baru."
" Kau bisa mengajak orang lain."
" Tapi, aku ingin pergi bersama mu."
" Kau, benar-benar menyebalkan." Chelsea menutup pintu dengan kasar, namun Li Wei tahu bahwa dia bukan penolakan.
Tidak berapa lama, Chelsea keluar dari kamar.
" Kita akan pergi ke bioskop." Ucap Li Wei saat Chelsea sudah ada di depannya.
" Terserah." Chelsea meninggalkan Li Wei yang tersenyum senang karena Chelsea mengikuti keinginannya.
Sesampainya didepan gedung bioskop. Li Wei yang sudah memesan tiket romantis sangat bersemangat. Dia berharap Chelsea mulai peka terhadap perasaannya, dan jalannya untuk menahan wanita itu untuk tidak pergi semakin mudah.
Namun, sayangnya kenyataan tidak sesuai dengan ekspektasi. Chelsea yang baru pertama masuk ke bioskop dan tidak suka dengan film romantis, menentang keras bahkan dia merobek tiket yang di berikan oleh Li Wei.
Wajah Li Wei berubah sendu. Namun, dia tidak bisa melakukan apapun karena takut Chelsea tidak nyaman.
Chelsea yang menyesali perbuatannya menjadi tidak enak. Dia memutuskan untuk mengajak Li Wei menonton film horor yang kebetulan sedang hangat diperbincangkan.
" Bagaimana jika kita menonton film ini? Aku minta maaf atas perbuatan ku tadi. Aku benar-benar tidak suka film manis seperti ini."
Li Wei yang mendengar permintaan maaf dari Chelsea kembali bersemangat. Namun, ketika melihat film yang ingin di nonton oleh Chelsea dia berubah sedikit ketakutan.
Sejujurnya, Li Wei tidak takut hantu. Dia hanya tidak suka film horor, namun demi sang pujaan hati. Li Wei harus melakukannya, jarang-jarang Chelsea mengajaknya melakukan hal seperti itu.
__ADS_1
" Oke, tunggu disini. Aku akan membeli tiket dan popcorn untuk kita."
" Hmm."
Li Wei berjalan sangat gembira bahkan dia seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan sebuah permen. Tentu saja Chelsea melihatnya, dan dia merasa geli melihat kelakuan Li Wei.
Saat sedang menunggu Li Wei. Entah memang di sengaja atau tidak, Chelsea melihat orang tidak ingin dia lihat.
" Wah, aku tidak menduga bahwa kau ada di Negara ini. Dan berada di bioskop." Ucap wanita itu.
" Apa kau bersama dengan kekasihmu? Jika itu benar, itu berarti pria itu sudah sangat frustasi karena bersedia menjalin hubungan dengan wanita aneh serta sok hebat seperti diri mu! Atau dia pria tua yang jelek." Suara tawa wanita itu mengganggu Chelsea.
Ingin sekali Chelsea menampar wajah wanita itu atau menginjak tubuhnya. Hal yang biasa dia lakukan di masa lalu ketika wanita itu mengganggunya.
Namun, Chelsea tidak ingin mengecewakan Li Wei atau mempermalukan pria itu dan dia tidak ingin membuat beberapa orang mengenalinya.
" Sayang, kenapa kau menghilang?" Ucap seorang pria sambil mendekati wanita yang mengganggu Chelsea.
Suara itu lagi, Chelsea merasa hari ini hari tersialnya. Kenapa dia bisa bertemu dengan dua orang yang paling dia benci sekaligus pria yang dia cintai di masa lalu.
" Maaf, aku tidak sengaja melihat seseorang yang dulu mengemis cinta mu, sayang."
Sang pria yang semakin dekat dengan dengan kekasihnya, melihat Chelsea. Pria itu terkejut tidak menduga dia akan bertemu dengan wanita yang dulu sangat dia cintai.
Bukan Chelsea yang mengemis cinta, namun pria itu. Saat cintanya mulai terbalas, pria itu malah meninggalkan Chelsea demi keluarga kaya raya.
Sekarang, dia sudah menyesali keserakahan dan kebodohannya. Meskipun begitu, dia tidak bisa mundur atau hidupnya akan sulit sama seperti dulu.
" Kau di sini?"Pria itu bingung, harus mengatakan apa karena dia sangat terkejut.
***
Li Wei yang sangat bersemangat saat sudah mendapatkan tiket dan popcorn. Dia tidak sabar menonton film wanitanya dan mereka akan duduk bersebelahan.
__ADS_1
Namun, ekspresi wajah Li Wei berubah dingin saat melihat dua orang yang tidak dia kenal berada di dekat Chelsea. Bahkan salah satu dari mereka seperti sedan mengejek Chelsea.
Sedangkan Li Wei tidak peduli pada pria yang menatap penuh cinta pada Chelsea. Dia hanya ingin mengusir kedua orang itu, dan memberitahu pria itu bahwa Chelsea hanya miliknya.
Li Wei dengan gagah melangkah mendekati Chelsea lalu dia memberikan popcorn pada wanita itu dan dia memeluk pinggang Chelsea.
Tentu saja, Chelsea terkejut. Dia berusaha melepaskan pelukan Li Wei tapi pria itu tidak akan melepaskannya.
" Siapa mereka, sayang?" Suara Li Wei yang lembut dan penuh cinta mengejutkan dua orang yang sangat di benci oleh Chelsea. " Oh, jangan bilang mereka adalah salah satu fans mu. Dan pria ini adalah pria yang sudah gagal mendapatkan cinta mu."
Chelsea tidak tahu dia harus tertawa atau memukul kepala Li Wei. Namun dia cukup puas ketika melihat ekspresi wajah wanita yang dari tadi berkicau seperti burung pagar.
" Maaf, tuan. Mungkin kali ini kau akan gagal lagi. Wanita ini sudah menjadi milikku, aku tidak peduli perjuangan mu di masa lalu. Dalam prinsip seorang Li Wei, sekali dia menandai seorang wanita itu. Maka, selamanya dia akan menjadi milikku sampai aku mati."
Pengakuan tulus Li Wei dapat terdengar dengan jelas di telinga Giorgino Hernandez dan Geisha Jones. Namun, sayang. Chelsea yang tidak peka hanya beranggapan bahwa Li Wei sedang membantunya.
Geisha yang awalnya merasa menang dari Chelsea, menjadi sangat iri. Dia merasa bahwa Li Wei lebih baik dari Gio, entah itu dari segi fisik, penampilan dan sikap.
Jika Li Wei terlihat lebih terlihat memanjakan dan menjadikan Chelsea seperti ratu. Maka, Gio lebih memasang wajah munafik. Mengatakan cinta padanya, namun jelas-jelas pria itu berbohong.
" Apa kau sudah membeli tiket?" Chelsea mencairkan suasana.
" Ya, ayo kita masuk. Aku juga sudah memesan tempat teater film itu di putar dan hanya akan menjadi milik kita berdua."
Jadi, Li Wei sudah memesan satu gedung teater untuk menonton film dan tidak ada yang bisa mengganggu mereka.
" Bukankah, itu sedikit berlebihan?"
" Tidak ada yang berlebihan untuk wanita ku "
Sekali lagi, hanya Gio dan Geisha yang melihat ketulusan Li Wei. Sedangkan Chelsea hanya beranggapan bahwa kata-kata itu hanya sebuah sandiwara.
" Oke, kebetulan aku juga tidak suka keramaian."
__ADS_1
" Senang mendengarnya."
Setelah itu tanpa pamit, Li Wei membawa Chelsea pergi. Meninggalkan Gio dan Geisha yang masih mematung.