
Keesokan harinya, keadaan Bella semakin membaik. Tetapi Sean masih melarangnya keluar dan meminta agar Bella tetap di kamar dan istirahat.
Hari ini Adrian datang berkunjung kerumah Sean, Dia mendengar kalau kakak iparnya sedang sakit.
" kak, aku dengar kakak ipar sedang sakit?" Tanya Adrian memastikan apa yang dia dengar.
" Hmm, Apa Dokter keluarga yang memberitahu mu?"
" Iya, Tapi kau tidak perlu khawatir. Aku sudah menyuruh dokter kita untuk menutup mulutnya, hingga mama dan papa tidak akan tahu. Lalu, penyakit apa yang di alami kakak ipar?"
" Apa Dokter tidak memberitahu mu?"
" Tidak, hanya mengatakan kalau dia datang kerumah kakak, dan memeriksa kondisi kakak ipar. Jadi, apa yang telah terjadi pada kakak ipar?" Adrian khawatir mendengar kakak iparnya yang sakit.
" Hanya demam biasa." Sean merasa senang karena dokter keluarganya cukup privasi.
Sean sengaja tidak memberi tahu keluarga besarnya. Cukup mereka saja bertiga yang tahu dan yang lainnya tidak perlu. Biar bagaimanapun tidak semua orang bisa menerima keadaan Bella. Bahkan mungkin juga sebagian dari mereka menganggap kalau istrinya adalah orang yang gagal mental.
" Kau memaksanya hingga dia demam?" Sean tahu apa yang ada dipikiran adik laki-laki nya, dan dia tidak menentang hal itu.
Meski dia sudah menikah dengan Bella. Namun, hanya Sean yang mencintai Bella.
" Aku belum sampai pada tahap itu."
" Benarkah?" Kata Adrian yang tidak percaya. Dia tahu kalau kakaknya sudah jatuh cinta pada Bella. Mengawasi dari kejauhan, Adrian tahu kalau Sean sangat memanjakan Bella. Adrian tidak buta untuk cinta sejelas itu dari kakaknya.
" Ya, mungkin suatu saat nanti."
Adrian mendengus kesal. Dia seperti ingin punya istri juga. Setidaknya dia bisa melakukan apa saja dengan istrinya nanti. Dia seperti papa dan kakaknya, mereka tidak suka mencicipi sesuatu tanpa ada ikatan resmi.
__ADS_1
" Apa kau memaksa kakak ipar berdiri di halaman saat turun salju?" Adrian tidak menyerah, dia terus bertanya apa penyebab kakak iparnya sakit.
" Aku tidak sekejam itu."
" Tapi kau pernah melakukannya padaku!" Adrian memasang wajah sedih.
" Berhentilah memasang wajah seperti itu, kau tidak pantas." Sean geli melihat ekspresi adiknya yang sedih dan merasa tidak adil.
" Baiklah, Tapi katakan apa yang sebenarnya terjadi pada kakak ipar?" Adrian sangat menyukai kakak iparnya. Dia adalah Kaka ipar yang tidak cerewet, bahkan dia kadang membantu menyelesaikan pekerjaan kantor yang diam-diam dia kirim tanpa sepengetahuan sang kakak.
" Kau akan tahu nanti. Tapi, kau diam disini, dan jangan buat keributan. Sebentar seseorang yang tahu tentang masa kecil kakak ipar mu akan datang."
Tadi malam, Jhon memberitahu Sean kalau dia menemukan seseorang yang telah merawat Bella dari kecil. Tapi, hanya merawat Bella sampai umur sepuluh tahun karena di pecat. Setelah itu dia tidak tahu kehidupan Bella selanjutnya.
Sebenarnya dia juga sangat terkejut mendengar kalau Bella masih hidup mengingat betapa sadisnya keluarga Glover di masa lalu, dan bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan gadis kecil cantik tapi mengalami kehidupan yang sangat menyedihkan.
Pintu akhirnya terbuka dan wanita paruh baya masuk kedalam ruangan yang jauh dari kamar Bella, sengaja memilih ruangan itu agar Bella tidak mendengar percakapan mereka.
" Duduklah." Kata Sean pada wanita paruh baya itu. " Robby, tolong ambilkan teh dan cemilan lalu bawa keruangan ini." Perintah Sean pada Robby.
" Baik, tuan." Kepergian Robby membuat ruangan hening. Sean juga tidak menyuruh wanita paruh baya itu untuk berbicara.
Setelah wanita paruh baya itu merasa nyaman, dia akhirnya membuka suara.
" Apa kau memperlakukan gadis kecil itu dengan baik?" Sepertinya bibi Zubir masih mengingat Bella yang menggemaskan saat kecil, dan dia masing menganggap Bella adalah anak kecil.
" Kenapa anda masih menyebut istri saya, gadis kecil?" Sean dan Adrian heran mendengar kata gadis kecil.
" Maaf, Aku hanya bersamanya sampai dia berumur sepuluh tahun. Ditambah pertumbuhannya yang sangat lambat, sehingga aku hanya mengingat masa kecilnya."
__ADS_1
" Apa separah itu?" Tanya Sean yang terkejut mendengar kisah sang istri di masa lalu.
" Iya, tubuhnya sangat kurus dan wajahnya sangat pucat, ditambah lagi pertumbuhan tubuhnya hanya beberapa persen. Aku bahkan berpikir kalau kami akan bertemu saat aku sudah dipanggil oleh Tuhan." Bibi Zubir tidak bermaksud mendoakan Bella seperti itu, tapi mengingat di masa lalu pikiran bibi Zubir sampai di sana.
" Apa saja yang mereka lakukan pada istriku?" Sean semakin penasaran dengan kisah masa kecil istrinya.
" Saat itu, dia masih berumur lima bulan ketika di bawa oleh keluarga Glover. Awalnya dia diperlakukan dengan baik, makanan dan susu formula terpenuhi. Namun, semua berubah setelah dia berumur satu tahun."
Sejenak, bibi Zubir berhenti. Dia mengingat kembali saat dia pertama kali menjadi pelayan keluarga Glover dan menjadi pengasuh Bella kecil. Tidak ada kenangan indah, hampir sembilan puluh sembilan persen hanya air mata. Tetapi bibi Zubir tidak pernah menyerah, dia terus membantu Bella tetap tumbuh meskipun harus menerima kenyataan kalau dia harus dipecat.
" Anda bisa membayangkan seorang anak kecil yang masih membutuhkan kehangatan orangtuanya harus di siksa secara tidak manusiawi." Kini airmata bibi Zubir mulai membasahi pipinya akibat mengingat kisah hidup Bella. " awalnya masih cacian, terus seiring berjalannya waktu mereka mulai melukai fisik Bella kecil yang malang. Bahkan ada satu kejadian yang tidak bisa aku lupakan, sampai meninggal pun aku tetap mengingatnya."
" Apa itu?" Tanya Sean kembali.
" Ketika usianya berumur empat tahun. Guru les putri kesayangannya mengetahui kalau Bella adalah anak yang jenius. Dia memperkenalkannya kepada kepala sekolah dan mendapatkan tiket masuk kedalam sekolah yang sangat bergengsi di kota ini." Sebenarnya keluarga Glover tahu tentang kejeniusan Bella di masa lalu, tetapi seiring berjalannya waktu mereka melupakan kejeniusan Bella.
" Jenius? Jadi, dia masuk sekolah dasar di usia empat tahun?" Kini Adrian buka suara karena mendengar kejeniusan kakak iparnya.
" Sebenarnya, aku sudah melihat kejeniusan Bella kecil. Saat masih berusia dua tahun, dia sudah tahu huruf abjad dan perhitungan sampai selesai. Bahkan daya tangkap dan ingatnya sangat kuat, kadang kala aku membantunya belajar hingga usia dua setengah tahun dia sudah bisa membaca dengan lancar."
Akhirnya, Adrian tahu kenapa kakak iparnya bisa menyelesaikan pekerjaan yang dia anggap sulit dalam waktu singkat.
Sangat membanggakan memiliki kakak ipar yang jenius.
" Lalu, apa yang terjadi saat usia empat tahun?" Sean sudah tahu dengan IQ sang istri, memiliki klinik dan Dokter yang paling di cari di negaranya di usia muda. Jadi, dia tidak terkejut seperti Adrian.
" Awalnya keluarga Glover tidak tahu kalau Bella masuk sekolah dengan beasiswa yang diberikan salah satu wali murid yang kagum dengan kejeniusan Bella. Tapi, ketika Bella berhasil melompat kelas dalam waktu setengah tahun. Kepala sekolah memberikan selamat kepada keluarga Glover karena berfikir mereka pasti senang memiliki putri yang sangat jenius. Tetapi, setelah kepala sekolah memberikan selamat dan pergi. Putri kesayangan mereka mengamuk dan marah akibat merasa malu karena tidak memiliki kecerdasan yang sama dengan Bella. Sehingga Tuan dan nyonya Glover menghukum Bella kecil. Mereka menyuruh Bella berdiri dihalaman rumah dan saat itu hujan salju turun sangat lebat."
" Terus! Apa ada yang membantunya?" Sean semakin marah mendengar ucapan bibi Zubir.
__ADS_1