
Akhirnya, tepat pukul enam sore. Keduanya tiba di villa. Bella akhirnya bisa merasakan kakinya bisa menyentuh tanah, dan matanya menatap kagum pada bangunan villa yang sangat indah.
" Ayo masuk." Lagi-lagi Sean mengganggu istrinya.
" Tunggu sebentar, aku harus membiasakan kaki ku untuk berjalan." Bella menyindir suaminya yang tidak meminta izin sebelum membawanya.
" Aku takut jika sesuatu terjadi di perjalanan. Aku sudah lama tidak masuk ke hutan, jadi tidak tahu hewan apa saja yang menempati daerah ini."
" Hmm, berusaha membela diri." Sean hanya tersenyum kecil mendengar ucapan sindiran istrinya.
Keduanya masuk kedalam villa. Sekali lagi Bella terpana melihat penampilan di dalam villa.
" Ayo ke kamar."
" Oke."
Sekali lagi, Bella kagum pada setiap keindahan di dalam villa milik Sean.
" Bukankah ini cukup terbuka untuk sebuah kamar?" Bella melihat bahwa langit kamar dan beberapa dinding kamar hanya di tutupi oleh kaca. Dia takut kalau orang bisa saja mengintip atau sejenisnya, meskipun tahu bahwa hanya orang-orang kepercayaan Sean yang bisa mendekati villa.
" Tenanglah, saat malam. Kaca ini akan di tutupi oleh tembok yang besar."
" Jadi, ada tembok tebal otomatis yang akan menutupi kamar?"
" Ya, sekarang kau harus mandi, dan kita akan makan malam."
" Oke." Setelah mengambil pakaian tidur yang sudah disediakan jauh-jauh hari oleh Sean. Bella kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Beruntung kamar mandi sangat normal, tidak ada dinding kaca atau langit-langit kaca seperti kamar mereka. kalau tidak, mungkin Bella tidak mau mandi. Dia tidak terbiasa dengan hal-hal seperti itu.
Selesai mandi, Bella sedikit tercengang melihat pakaian tidur yang di siapkan oleh suaminya. Dia hanya asal mengambil dan belum sempat melihatnya.
Meskipun ada pilihan di antara satu set tersebut. Tapi wajah Bella juga tidak bisa memerah ketika melihat set yang cukup pendek dan tidak pernah di gunakan seumur hidupnya.
Bella akhirnya memakai celana panjang dan menutupi pakaian seksi selanjutnya dengan gaun yang memiliki ikat pinggang.
Setelah keluar dari kamar mandi, Sean tersenyum melihat penampilan baru istrinya. Dia tidak akan membuat Bella menggunakan gaun tidur yang sangat seksi. Meskipun dia sama dengan ayahnya kalau menyangkut adegan p*nas di atas ranjang, tapi dia masih ingin menjaga kepolosan istrinya.
" Ayo makan."
" Kau sudah mandi?"
" Ya, di ruang kerja ku ada kamar mandi juga."
Bella mengangguk paham. Keduanya pergi menuju keruang makan. Anehnya, Bella tidak melihat satu pun pelayan wanita di villa.
__ADS_1
" Apa tidak ada pelayan wanita di sini?"
" Tidak, apa kau butuh sesuatu?"
" Aku hanya penasaran, tidak ada apapun. Lalu, siapa yang memasak makan malam kita?"
" Aku." Bella terkejut mendengarnya. Dia baru tahu kalau suaminya bisa memasak.
" Pelatihan yang memaksa ku harus bisa memasak atau aku akan mati kelaparan.aku juga tidak mungkin bergantung pada buah-buahan dan memakan daging serta ikan mentah."
" Masuk akal juga. Aku menjadi orang terhormat karena bisa memakan masakan yang dibuat oleh tangan triliunan dollar milik tuan Sean." Bella menggoda, dan Sean hanya bisa tersenyum kecil.
" Baiklah, masakan yang di buat oleh tangan triliunan dollar milik ku akan semakin terhormat jika Dokter hebat yang cantik seperti nona Isabella Anderson memakannya." Kini Bella yang di buat malu.
Keduanya lalu mulai makan. Bella menyukai rasa masakan yang dibuat oleh suaminya, berbeda dari makanan yang biasa dia makan di masa lalu.
" Ada apa? Apa masakan ku tidak enak?" Melihat istrinya berhenti saat gigitan pertama, Sean panik.
" Ini enak, hanya saja aku memikirkan bagaimana reaksi para wanita yang masih bertekad menjadi wanita suamiku. Saat tahu kalau aku wanita pertama yang merasakan masakan idola mereka." Lagi-lagi Bella membuat Sean kehilangan kata-kata.
" Baiklah, jangan pikirkan mereka. Cepat makan, karena kita memiliki agenda penting malam ini."
" Apa itu?"
" Kau akan tahu nanti."
Tepat pukul sembilan malam, keduanya masuk kedalam kamar. Jendela kamar dan langit-langit kamar sudah tertutup oleh tembok tebal.
" Apa agenda penting yang kau maksud tadi?" Bella sangat penasaran.
" Cuci muka dan gosok gigi sebelum tidur." Bukannya menjawab, Sean malah meminta Bella melakukan aktivitas yang biasa istrinya lalukan. Wanita itu sudah terbiasa melakukan hal tersebut sebelum tidur atau dia tidak akan bisa tidur nyenyak.
Sebenarnya, Sean juga tidak akan mengizinkan Bella tidur malam ini. Tapi demi kelancaran malam panjang mereka dia harus melakukannya. Bukan juga karena dia jijik atau semacamnya tapi demi kenyamanan istrinya.
" Oke."
Sean yang di tinggalkan sendirian menjadi sedikit lega. Sebenarnya, dia sangat gugup. Ini pertama kalinya dia tidur dalam artian sebenarnya dengan seorang wanita. Sean takut menyakiti Bella.
Meskipun sudah belajar dalam meminimalisir rasa sakit yang berlebihan saat pertama kali. Sean tetap gugup.
" Ayo tidur." Bella masih belum tahu apa yang akan segera terjadi.
" Hmm, berbaring ditengah kasur."
" Oke." Bella sangat penurut
__ADS_1
Setelah semuanya sesuai dengan pengaturan. Sean menguatkan diri agar tidak terlalu gugup.
Lalu, dia mendekati Bella yang sedang main game di ponselnya.
" Ada apa? kenapa wajah mu memerah seperti itu?" Bella jadi tidak konsentrasi dan memutuskan berhenti main game.
" Malam ini, kita harus melakukannya."
" Melakukan apa?" Bella mulai merasa firasatnya buruk.
" Hah!" Tiba-tiba saja Bella tercengang. Dia mulai paham sekarang, dan wajahnya memerah.
" Normal."
" Tentu saja. Apa maksud mu ingin anak dari cara yang tidak normal?"
" Tidak, aku hanya memastikan." Melihat wajah suaminya yang tidak senang. Akhirnya Bella harus melayani suaminya malam ini atau pria itu akan kecewa.
Bella tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Sean harus bahagia bersamanya.
" Kalau begitu, biarkan aku mencari tahu sebelum kita melakukannya." Kini Bella sudah panik, gugup dan bergetar hebat saat menggenggam ponselnya.
" Tidak perlu, aku sudah mempelajarinya."
" Kau sudah melakukannya dengan wanita lain?" Bella salah paham.
" Kau yang pertama dan satu-satunya." Sean mulai frustasi karena Bella tidak membiarkannya memulai.
" Baiklah, kupikir kau sudah melakukannya." Bella menghembuskan nafas lega. " Meskipun begitu, aku harus tahu juga agar kita sama-sama nyaman."
" Tap-" jari kecil istrinya menyentuh bibirnya agar berhenti berbicara.
Lalu Sean yang berada diatas tubuh istrinya, hanya bisa menunggu apa yang sedang istrinya lakukan selesai.
Tidak berapa lama, Bella tidak sengaja menekan sebuah video xxx dan suara saling bersahutan antara pemeran utama pria dan wanita terdengar. Bella semakin malu, sedangkan Sean tidak bisa mentolerir lagi. Dia mengambil ponsel tersebut lalu mematikannya.
Detik berikutnya Bella sudah tidak bisa bersuara. Sedangkan Sean melakukan tugasnya.
Meskipun dia tidak pernah melakukannya. Tetapi tubuhnya secara naluri bisa melakukan tugas mereka dengan baik.
Setelah puas mengecup bibir istrinya. Kini Sean memberikan kecupan di kedua mata istrinya.
" Ini sebagai pembersihan karena istri ku tidak sengaja melihat hal-hal kotor seperti tadi." Sean belajar namun tidak sampai melihat video xxx seperti yang dilakukan istrinya meskipun dia tidak sengaja melakukannya.
Lalu, semuanya berjalan lancar tanpa gangguan. Sean melakukan tugasnya sedangkan Bella menikmati permainan sang suami yang begitu memabukkan.
__ADS_1
Maaf untuk meminimalisir hal yang tidak baik, author hanya membuat cerita malam pertama mereka dengan sangat sederhana dan tidak ada acara panas-panasan.