Menikahi CEO Cacat

Menikahi CEO Cacat
Kebenaran


__ADS_3

Tahun ini adalah musim salju yang indah bagi Bella. Sekarang dia ingin bermain ice skating. Namun, dia harus meminta izin pada sang suami terlebih dahulu.


" Aku ingin bermain ice skating." Kata Bella pada sang suami. Sudah lama Bella tidak pernah bermain ice skating setelah dia memenangkan beberapa perlombaan. Meskipun dia adalah seorang dokter, Bella memiliki kemampuan ice skating yang sangat bagus.


Sedangkan Sean yang mendengar ucapan Bella, tiba-tiba menatap istrinya. Dia tidak menyangka kalau sang istri memiliki hobi yang cukup mengacu adrenalin.


" Baiklah, biar Robby yang mengantar mu ketempat ice skating yang paling aman."


" Tidak, aku ingin di gunung."


" Sayang, itu sangat berbahaya. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padamu."


" Jangan khawatir, aku akan menjaga diri ku sendiri. Lagipula aku bersama Reva di sana."


" Tetap saja, aku tidak bisa tenang."


" Aku mohon, izinkan aku." Kini wajah Bella semakin sendu membuat Sean gemas, dan itu salah satu kelemahan Sean.


" Baik. Tapi jika sesuatu terjadi padamu, Kau tidak bisa melakukan hal berbahaya seperti ini lagi." Pada akhirnya Sean mengizinkan istrinya pergi.


" Oke, terimakasih." Kata Bella dengan wajah yang begitu bahagia. Sean yang melihatnya tersenyum kecil dan semakin mencintai istrinya.


Bella segera pergi ke kamarnya dan mempersiapkan keperluan yang dibutuhkan saat bermain olahraga berseluncur diatas salju.


Setelah kepergian istrinya. Sean hanya bisa menekankan kepada Robby kalau dia harus menjaga Isti dengan baik, atau jika sampai terjadi sesuatu dia akan membuat semua orang yang menjaga istrinya akan menderita.


Tentu saja Robby tidak akan protes. Ini kewajibannya sebagai bawahan


Sekarang Bella pergi bersama robby dan di ikuti satu mobil pengawal di belakang. Meskipun Bella tidak nyaman dia harus bisa menerimanya atau dia tidak akan pernah keluar rumah sama sekali.


Sebenarnya Sean ingin sekali menemani istrinya pergi. Tetapi perusahaan sangat membutuhkan dirinya sehingga dia tidak bisa mengabaikannya begitu saja.


Reva yang sudah menunggu di gunung, Bella tidak perlu lagi repot-repot untuk menjemput sahabatnya.


Namun, kepergian Bella hari ini. Diawasi oleh orang yang ingin mencelakainya.


***


" Ibu, dia akan pergi ke gunung."


" Kalau begitu apalagi! Sekarang kau harus memanfaatkan kesempatan yang bagus ini. Lagipula kita sudah lama menunggunya."


" Tapi ibu, banyak yang menjaganya."

__ADS_1


" Baiklah, kau cari tahu apa tujuannya ke gunung setelah itu kau kabari ibu."


" Baik, Ibu."


***


" Dimana suamimu? Aku pikir dia akan ikut melekat padamu kemana pun kau pergi." Kata Reva pada sahabatnya yang datang hanya di temani beberapa pengawalnya.


" Perusahaan membutuhkannya. Dan berhenti mengatakan hal aneh seperti itu."


" Apa kau belum percaya pada cintanya?" Sebenarnya ada hal lain yang ingin di sampaikan Reva tapi entah kenapa saat melihat Bella mulutnya malah bertanya hal lain.


" Aku percaya, tapi dia tidak selalu melekat seolah-olah dia seperti parasit."


" Bagaimana bisa kau menyebut suamimu parasit." Kata Reva yang menggoda sahabatnya.


" Sudah, ayo kita mulai." Kata Bella dengan nada kesal.


Para pengunjung yang melihat mereka sangat terpana terutama kaum pria. Memiliki paras yang cantik keduanya tidak sadar kalau semua pengunjung memperhatikan mereka.


Permainan akhirnya di mulai. Bella yang sudah yang sering mendapatkan prestasi baik di tingkat nasional dan internasional dalam olahraga berseluncur diatas es. Kembali menarik perhatian.


Robby dan beberapa pengawalnya tercengang melihat keahlian sang nyonya saat berseluncur diatas es. Sebenarnya hanya pemerintah dan pihak yang terkait yang tahu keahlian Bella.


Lagipula Bella tidak ingin menggunakan nama keluarga Glover. Karena merasa itu sama saja memberikan berlian secara percuma dan lebih buruk lagi, jika mereka tahu. Pasti mereka akan memeras Bella sampai tak bernyawa akibat keserakahan mereka.


Di tengah permainan keduanya. Tiba-tiba Reva mendapatkan telfon dari sang ibu sehingga dengan berat hati dia harus pamit pada sahabatnya.


" Bella, maaf. Aku harus pergi, ibuku menelfon dan menyuruhku pulang. Ada hal penting yang dia ingin bicarakan, nanti aku memberitahumu." Sebenarnya Reva ingin memberitahu sesuatu pada sahabatnya park saat ini, dia belum bisa mengeluarkannya.


".Tidak apa-apa, Lagipula aku memiliki banyak pengawal. Kau tidak perlu khawatir."


" Aku minta maaf, karena tidak bisa menemanimu sampai puas." Wajah Reva jadi sedih.


" Aku baik-baik saja, jadi pergilah." Satu hal yang pasti. Reva juga tidak tahu kalau sahabatnya sering ikut perlombaan olahraga berseluncur diatas es.


Bukan Bella tidak ingin berbagi tetapi ada hal-hal yang tidak semua sahabatnya tahu tentang dirinya. Dan perlu ada privasi masing-masing.


" Oke, sampai jumpa di lain waktu."


" Baiklah."


Sekarang mereka berpisah begitu saja. Bella masih melanjutkan permainannya dan Reva pergi meninggalkan sahabatnya.

__ADS_1


Robby dan pengawalnya hanya mengawasi Bella dari kejauhan.


Saat Bella dalam antusiasnya bermain seluncur. Tiba-tiba ada sebuah bola salju yang sangat berukuran besar menggelinding jatuh kebawah dari atas gunung.


Semua orang jadi panik, terutama Robby yang menyadari kalau bola salju besar itu menggelinding mengarah jalur ice skating sang nyonya.


Bella yang sudah menyadari langsung menghindar. Lereng gunung yang banyak di hindari pasa pemain, tapi tidak dengan Bella. Dia mengarah kesana.


Benar-benar sangat berbahaya. Banyak pengunjung yang mengabadikan momen itu sebab gerakan dan keberanian Bella menarik semua perhatian orang hingga mereka yakin kalau Bella pasti selamat.


Dan benar saja ternyata Bella selamat dari bola salju yang berisi batu besar.


Orang-orang yang melihatnya langsung bergidik ngeri. Jia Bella tidak bisa menghindar maka jalan terakhir adalah kematian.


" Anda, baik-baik saja. Nyonya?" Wajah Robby sangat pucat. Mengingat tadi, seandainya sang nyonya tidak selamat habislah riwayat hidup mereka.


" Ini bukan saatnya untuk bertanya tentang keadaan ku. Kita harus memberikan pelajaran pada si pelaku." Bella yakin kalau ini sudah direncanakan.


" Para pengawal sudah mengejar mereka nyonya. Mungkin mereka sudah menangkapnya. Dimana anda ingin memberikan dia hukuman?"


" Tidak jauh dari sini ada hutan kecil. Suruh mereka membawa pelaku itu kesana." Perintah Bella.


" Baik, nyonya." Kata Robby.


Saat Bella dan Robby serta tiga orang pengawal pergi kehutan kecil untuk menunggu pelaku. Dunia Maya digegerkan oleh aksi Bella yang sangat menarik perhatian para netizen.


Banyak yang memuji keindahan pergerakan Bella diatas salju. Namun, ada pula yang mengkritik, menganggap Bella melakukan hal berbahaya agar bisa terkenal. Pemikiran mereka sangat bodoh, untuk apa Bella mengancam nyawanya sendiri dan melakukan hal yang memalukan.


Hanya dengan memberitahu dunia tentang IQ dan pendidikannya, Bella sudah terkenal. Bahkan pemerintah tidak akan pusing memikirkan bagaimana cara merayu Bella menjadi seorang ahli kimia, fisika dan matematika untuk negara.


Tidak lama, si pelaku di bawa kehadapan Bella. Seperti yang Bella duga, ternyata pelakunya adalah Clara. Kakak perempuannya sendiri.


" Kita bertemu lagi, kak. Apa kabar?" Ejekan Bella semakin membuat clara membenci keberuntungan Bella.


Clara berusaha mengamuk, tetapi dia tidak bisa melepaskan diri sebab ada pria yang menahannya. Meski hanya satu orang tapi pria itu sangat kuat.


" Jangan panggil aku kakak. Aku bukan kakak mu dan kau bukan putri ibu ku! Kau hanya anak pembawa sial yang sengaja dibuang oleh kedua orangtua mu."


Clara tidak bisa mengontrol emosinya karena rasa iri yang semakin dalam. Dia melupakan permintaan kedua orang tuanya untuk tidak memberitahukan Bella tentang identitas aslinya. Bagaimanapun posisi keluarga Glover sangat beruntung memiliki Bella, meski keluarga Glover tidak dianggap oleh keluarga Anderson. Tetapi perusahaan kecil sangat mempercayai cerita kalau keluarga Glover adalah besan dari keluarga Anderson.


" Benarkah? Kalau begitu bagus. Aku sudah curiga dari awal, kita tidak punya kemiripan sama sekali. Apalagi dengan ibu mu, Aku jauh berbeda dari kalian." Meskipun hatinya sekarang sangat hancur setelah mendengar ucapan Clara. Bella tetap tenang dan tidak memperlihatkan kelemahannya pada musuhnya.


" Kau!" Sikap tenang Bella membuat Clara semakin emosi. " Bahkan jika kita berbeda, lalu apa? Orang tua mu tidak menyukai mu. Mereka lebih memilih membuang mu pada keluarga kami untuk dijadikan budak, bukankah itu sangat menyenangkan?" Clara tertawa kecil dan meremehkan Bella.

__ADS_1


__ADS_2