
" Kemana kita akan pergi, kak?" Mark yang tidak ingin sesuatu terjadi pada sang kakak memutuskan mengikuti wanita itu pergi di malam hari.
" Memberi pelajaran pada pria brengsek."
" Bukan dia. Lagipula dia berada di luar Negri."
" Lalu siapa?" Kini Mark semakin penasaran.
" Kau akan tahu setelah melihatnya."
Lalu, keduanya pergi menggunakan mobil dan di ikuti oleh pengawal yang sudah Sean perintahkan. Mereka tidak mencoba mencegah atau berada dekat dengan sang nyonya, hanya mengawasi dan jika sesuatu yang buruk terjadi. Maka tugas mereka membereskannya, bahkan jika Bella membunuh seseorang.
Sesampainya di club malam ternama di ibukota. Keduanya masuk, Mark dan Bella yang baru pertama kali memasuki dunia malam tersebut, sedikit tidak nyaman. Namun, tekad Bella untuk membuat pria itu mendapatkan pelajaran masih sangat kuat.
" Kamar pribadi tuan Alex." Bella berniat memukul Alex malam ini.
Alasannya sangat sederhana. Pria itu lagi-lagi menyakiti sahabatnya, meskipun Reva tidak memberi tahu. Tapi, Bella sudah banyak menerima laporan dari orang-orang yang di minta mengawasi aktivitas Alex, tentang pria itu yang sering keluar masuk club dan membawa banyak wanita lain ke hadapan Reva.
Awalnya Bella tidak ingin terlalu ikut campur. Bagaimanapun Reva tidak pernah berniat meminta bantuan darinya, hanya saja tadi siang dia menerima laporan bahwa Reva di larikan kerumah sakit akibat kandungannya yang lemah.
Kabar kehamilan Reva, masih Bella yang mengetahuinya. Kedua keluarga tersebut belum ada yang tahu atau memang Reva yang masih enggan memberitahu mereka.
" Maaf, nona. Itu privasi dan kami tidak bisa memberitahu siapa pun tanpa persetujuan pelanggan."
" Begitukah? Bahkan jika anak dan istri pria sialan itu mati. Kau tidak ingin memberitahu ku dimana pria itu bersenang-senang?" Tatapan dingin Bella membuat pelayan tersebut gugup.
" Itu bukan salahku. Aku hanya bekerja dan menjalankan perintah atasan."
" Apa Kau tidak takut keluarga Wilson memburu mu karena membiarkan menantu mereka mengabaikan putri satu-satunya yang mereka miliki?"
" Sudah ku katakan bahwa itu bukan urusan ku." Pelayan mulai ketakutan namun masih keras kepala.
" Baiklah, aku akan menghubungi keluarga Wilson dan memberitahu mereka bahwa club ini melindungi menantu mereka berselingkuh. Mari kita lihat bagaimana atasan mu memberi pelajaran pada mu."
Karena ketakutan, akhirnya pelayan itu memberi tahu. Mark yang menyaksikan kehebatan kakaknya dalam mengancam seseorang semakin kagum. Bahkan sang kakak tidak perlu membawa nama keluarga Anderson untuk mendapatkan informasi.
__ADS_1
Saat sampai di depan pintu. Suara musik dari lantai bawah dan tawa para penikmat dunia malam, mempermudahkan Bella untuk menghancurkan pintu tanpa mengundang perhatian orang-orang.
Saat di dalam, Bella langsung melihat wajah setengah sadar Alex dan dua wanita penghibur yang tengah duduk di sofa. Ini membuat Bella semakin kesal, dia tidak menduga kalau pria yang selama ini mengatakan cinta padanya namun dia menolak. Ternyata seorang pria brengsek.
Dia bahkan berani menyakiti Reva, wanita yang selalu di incar oleh kaum pria. Dan menjadi calon menantu idaman para ibu-ibu sosialita.
" Hei! Siapa kau? Kenapa membuat keributan di ruangan ku?" Alex melihat sosok Bella dengan buram.
" Kau tidak mengenal ku?" Mendengar suara Bella. Alex mulai tersadar.
" Bella? Apa kau Bella?" pria itu sedikit bersemangat, bahkan mendorong kedua wanita yang nyaris tanpa busana.
Jangan berpikir bahwa Alex meniduri setiap wanita yang dia bawa. Tidak, Alex hanya pernah menyentuh Reva meskipun itu karena terpaksa.
" Tapi ini aneh, kenapa bella-ku bisa di club malam? Tidak, dia pasti bukan Bella." Kini Alex terlihat sedang berkonflik dengan dirinya sendiri.
Setelah menemukan jawaban atas pertanyaan yang dia ajukan sendiri. Alex kembali minum anggur, dan wanita yang tadi dia dorong mulai mendekat. Keduanya seolah tidak peduli dengan kehadiran Bella.
Kesal karen pria itu belum sadar. Bella akhirnya melayangkan pukulan, jeritan terdengar dan Mark langsung menutup pintu hingga tidak ada yang bisa masuk tanpa izinnya.
Di pukul beberapa kali, akhirnya Alex sadar. Dia menatap sendu Bella.
" Tidak, ini sudah cukup menyakitkan."
" Sakit? Ini bahkan tidak seberapa dibandingkan dengan rasa sakit Reva atas semua perbuatan brengsek mu!"
" Jangan bawa-bawa wanita itu." Alex sedikit kesal.
" Kenapa? Apa kau merasa bersalah sekarang?"
" Aku tidak suka, dan aku tidak pernah menyesali perbuatan ku. Dia pantas mendapatkannya! Dia harus di hukum karena sudah merebut ku dari mu."
Pernyataan gila Alex, membuat Bella tertawa geli. Jadi, seperti inilah sifat asli pria itu.
" Bukan dia yang salah, jika pun ada yang salah, maka itu kau! Kaulah yang bodoh. Kau masih berpikir bahwa kau bisa melawan takdir dan kau yang tidak pernah bisa melihat bahwa Reva adalah wanita terbaik untuk mu."
__ADS_1
" Semudah itu? Kau berbicara seolah-olah aku bukan manusia dan cintaku pada mu hanya omong kosong! Bukankah ini lucu? Aku bahkan tidak bisa memiliki mu. Lalu sekarang kau mengatakan bahwa aku bodoh karena mempertahankan cintaku pada mu."
Bella bisa melihat ada rasa sakit, namun kebanyakan adalah penyesalan. Jadi, sebenarnya Alex tidak sepenuhnya membenci Reva.
Pria itu mulai mencintai sahabatnya, namun masih belum menyadari atau dia sengaja mengabaikan perasaannya karena berpikir bahwa dia masih mencintai Bella.
" Kau memang bodoh! Cinta mu hanya omong kosong."
" Tidak bisakah kau berhenti, Bella? Aku sudah lelah dan tolong jangan ganggu hidup ku. Bukankah kau sudah memilih untuk menolakku. Jadi, sekarang berhenti perduli pada ku."
" Apa kau pikir aku perduli pada mu?"
" Kalau tidak, kenapa kau harus repot-repot datang ketempat seperti ini dan berbicara denganku? Bukankah selama ini kau sudah melupakan ku? Meninggalkan ku sendirian dan harus menerima nasib menyedihkan lainnya."
" Kau salah! aku datang bukan untuk mu, tapi untuk sahabat ku. Awalnya aku ingin memberi mu sedikit pelajaran, mengingat kita pernah berteman. Tapi, setelah melihat bahwa kau benar-benar berubah menjadi sosok yang tidak ku kenali. Aku bahkan ingin membunuh mu sekarang."
" Kalau begitu, bunuh saja aku! Bukankah semuanya akan membaik? Sahabat mu tidak terluka dan aku akan berhenti mencintai mu."
" Apa kau pikir semudah itu? Setelah kau membuat sahabatku menderita dan sekarang dia hamil, anak dari pria bajingan seperti mu. Lalu, kau akan pergi dengan mudah? Aku benar-benar ingin membawa pergi Reva hingga kau dan keluarga sialan mu itu menyesali keegoisan kalian." Karena tidak tahan, Bella akhirnya memberitahu Alex tentang kehamilan Reva.
" H-hamil? Reva hamil?" Dimata Alex, Bella dapat menangkap sebuah kebahagiaan setelah mendengar berita kehamilan Reva. Meskipun pria itu masih belum menyadarinya.
" Ya, dan berita baiknya lagi. Kau akan kehilangan anak dan istri mu karena sifat brengsek mu. Lakukan lebih kejam lagi, maka kau akan terbebas dari pernikahan yang kau anggap menyedihkan." Sindiran Bella akhirnya menyadarkan Alex pada satu hal.
Ketika membayangkan Reva dan anak merek pergi untuk selamanya. Hati Alex sangat sakit, bahkan dia tidak berani membayangkan hal tersebut lebih jauh lagi.
" Tidak, tolong lindungi mereka!"
" Untuk apa? Bukankah kau menyalahkan Reva karena sudah membuat hidup menderita! Jadi, kenapa kau harus memohon padaku untuk menyelamatkan mereka?
" Aku mohon! Aku akan melakukan apa saja agar kau menyelamatkan mereka." Alex tidak perduli pada ejekan Bella.
" Aku tidak bisa, jika kau ingin mereka baik-baik saja. Maka datanglah kerumah sakit! Temui istri mu lalu minta maaf padanya. Jika kau belum menyadari perasaan mu, maka lupakan saja. Aku bisa merawat mereka, tapi kau harus bersedia melepaskan mereka. Aku tidak akan memberimu kesempatan untuk bertemu dengan keduanya."
lalu, Bella pergi dari ruangan, meninggalkan Alex yang sedang memproses setiap ucapan Bella.
__ADS_1
Bercerai? Tidak bisa bertemu lagi? Dua pertanyaan itu, membuat Alex tidak bisa bernafas dengan benar.
Sekarang dia akan melakukan apapun agar Reva dan anaknya tidak pergi jauh. Dia berjanji akan melupakan cintainya pada Bella. Dan memulai hal yang baru pada istrinya.